Ketika pertama kali merasakan debaran kencang di jantung sewaktu melihat dia,
Maka Cinta adalah surga dunia...
Getaran cinta adalah gelombang elektromagnetik paling kuat yang bisa menembus semua jenis lapisan...
Saat itu, kita akan berkata 'Aku jatuh cinta'!
Ketika si dia mengutarakan perasaannya pada kita,
Saat kita mengiyakan keinginannya untuk semakin dekat,
Saat malam-malam tak lagi sepi karena penuh dengan deringan pesan darinya,
Ketika malam minggu tak lagi kelabu,
Saat itu kita akan berkata 'Jatuh cinta itu menyenangkan'!
Ketika dia berlutut didepan kita sambil menyodorkan cincin,
Saat dia meminang kita pada orang tua kita,
Saat dia mampu meyakinkan keluarga kita dan membuat mereka mengangguk yakin padanya,
Saat penghulu mengatakan 'Sah'!
Saat semua orang menitikan air mata haru dan mengucapkan selamat,
Saat itu kita akan berkata 'Inilah cinta kita, kita adalah jodoh'!
Ketika satu demi satu keluarga bertambah,
Ketika setapak demi setapak karir meninggi,
Ketika seuntai demi seuntai senyum melebar,
Ketika perjalanan hidup terlihat mulus,
Saat itu kita berkata 'Hanya maut yang akan memisahkan kita'
Seandainya saja hidup adalah apa yang kita tuliskan dalam setiap keinginan kita,
Seandainya saja hidup adalah apa yang kita tuturkan pada-Nya dalam setiap doa kita,
Seandainya saja hidup adalah apa yang dikisahkan pada setiap dongeng 1001 malam,
Seandainya saja.... Seandainya saja... Seandainya saja...
Namun rupanya bukan itu tujuan Tuhan mengirimkan kita ke dunia...
Tuhan menciptakan kerikil, agar manusia ingat rasa sakit ketika tak sengaja menginjaknya.
Tuhan menciptakan batu, agar manusia ingat waktunya berhenti dan mencari jalan lain agar bisa meneruskan langkahnya...
Tuhan menciptakan gunung, agar manusia merasa penasaran bagaimana rasanya menginjak puncak, namun juga dengan sadar kembali pulang ke tempat dimana mereka berasal.
Kutengokkan kepalaku kekanan, kekiri, kebelakang, dan kembali lagi ke depan...
Semua hal manis, selalu diawali dengan cinta...
Namun tak semua yang diawali dengan cinta, bisa berakhir dengan manis...
Beberapa dari keluarga, sahabat, teman, dan orang yang tak kukenal harus merasakan kepahitan...
Kepahitan karena cinta tak lagi terasa manis bagi mereka... Manisnya cinta telah pergi...
Dan mereka tak ingin merasakan rasa bersama, selain manisnya cinta...
Aku sedih, ketika melihat mereka berduka...
Aku sedih ketika mengetahui yang dulu terlihat manis, tak lagi tersisa...
Aku sedih mengetahui orang yang aku kenal sedang menelan kepahitan...
Kepahitan karena hilangnya rasa manis... Karena cinta...
Cinta yang awalnya kupikir 'tak lekang oleh waktu'...
Nyatanya sangat 'lekang oleh waktu'...
Jika hanya cinta yang kita andalkan untuk bertahan melawan waktu,
Maka kita harus bersiap bahwa suatu waktu, kita akan kehilangannya...
Kuarahkan pandanganku pada para orang tua yang hingga akhir hayatnya masih mereguk manisnya cinta...
Ketika kutanyakan pada mereka, apakah mereka masih saling mencintai?
Mereka bilang iya...masih...
Ketika kutanyakan apakah cinta kalian adalah cinta yang sama dengan cinta ketika pak penghulu berteriak 'sah'?
Mereka bilang tidak... Cinta mereka adalah turunan dari cinta yang waktu itu...
Cinta mereka adalah cinta karena orang yang mereka cintai telah menumbuhkan cinta2 yang lain, yang baru... Waktu, tertawa, tangis, sedih, gembira, anak, cucu, godaan, tantangan, keikhlasan, pengorbanan, keyakinan, dan bertahan... Mereka adalah turunan dari cinta mereka... Katanya...
Ketika kutanya kenapa mereka bertahan jika cinta mereka tak lagi sama?
Mereka bilang karena mereka tak lagi butuh cinta yang sama...
Mereka telah memberikan cinta mereka atas nama Tuhan,
Sisanya adalah tugas mereka untuk saling menjaga, saling percaya, saling yakin dan meyakinkan, saling menguatkan, dan saling mengandalkan...
Tuhan,
Berikanlah kami cinta yang tulus...
Ijinkan kami untuk saling mencintai sebagaimana hujan dan gerimis, sebagaimana sungai dan laut, sebagaimana tanah dan tumbuhan, sebagaimana cinta yang mampu tumbuh, hidup dan saling menghidupi....
Berikanlah kepada mereka yang tengah menelan pahitnya rasa akan hilangnya cinta, kekuatan, kesabaran, kekuatan, dan lapang dada...
Karena semua selalu kembali pada-Mu,
Yang maha segalanya...
No comments:
Post a Comment