Pppfffiiiuuhhh..... Setelah semalaman melek tidak tidur demi menyelesaikan beberapa hal, ternyata malam inipun aku masih harus melek lagi untuk hal yang sama..... Cukup menyenangkan juga rasanya menyadari bahwa sudah banyak list yang berwarna hijau di bukuku. Meskipun harus tahan dengan beberapa kali penyelaan dari teman2ku "astaga, masih di depan laptop juga?" atau kata temanku yang lain"when i met you, you always in front of your laptop"... hahahahha... Udah jatuh cinta sama laptop pakdheee... :pMasih banyaknya list yang belum tercoret dengan pensil warna, tak mampu menghentikan keinginanku untuk menorehkan kisah lucu ini. Kisah lucu mengenai sebuah diskusi ringan, kecil2an, sambil lalu, dan spontan yang akhirnya justru berubah menjadi diskusi yang (sedikit) panas hanya karena kesalahan pemilihan kata pembuka. :))
Begini kisahnya saudara2.....
Setting latar : Sebuah rumah yang sudah seperti rumah singgah karena sering di pakai sebagai tempat transit atau melarikan diri.... :p
Setting waktu : Malam hari yang sepi
Pemeran :
1. Pemeran utama 1 : sebut saja namanya mr. Tall. Seorang direktur dari sebuah media online yang sedang tumbuh...
2. Pemeran utama 2 : sebut saja namanya mr. Fussy. Seorang mahasiswa yang nyentrik tralala deh, yang terkadang pemikiran dan perkataannya hanya bisa dimengerti oleh orang2 yang tumbuh besar bersamanya... :))
3. Pemeran pembantu : gadis manis yang berdiam diri dengan khusyuknya di depan laptop (which is meeee.... hwekekekekeeee)
Ceritaaa.... di mulai.... :p
Malam itu, aku sedang khusyuk untuk yang kesekian jam-nya di depan laptop kesayanganku yang meskipun tua tapi tetep menyenangkan. Berkutat dengan project, cost center, function, proposal, dan bla-bla-bla lainnya didalamnya. Dalam diam aku semakin lengket dengan bantal di pantat dan keyboard di ujung jari, terpaku di ujung ruangan.
Di ruangan yang lainnya, Mr. Tall dan Mr. Fussy nampaknya juga sama2 sibuk dengan laptopnya masing2. PPffiiuuhh... menunjukkan bahwa kami adalah manusia2 jomblo, dimana sabtu malam masih saja berpacaran dengan laptopnya. heehhehee....
Tiba2, ada suara sumbang yang sangat kukenal memecah kesunyian malam itu. Mr. Fussy rupanya beraksi, just the way he is... (beberapa kalimat adalah hasil pengembangan otakku yang semakin meliar karena semakin malam)
"Mr. Tall, perusahaan yang mister gawangi ini sudah berapa lama berdirinya? Hampir sekian tahun ya?" Suara sumbang itu berkata.... :p
"Iya..." Jawab Mr. Tall pendek.
"Cukup lama juga ya mister... sekarang ini kan banyak perusahaan yang sama dengan perusahaan mister, tapi karena tidak bisa bertahan jadinya malah berhenti. Kenapa mister tidak menyerah?" Mr. Fussy menambahkan....
"Maksudmu apa bertanya begitu?"
"Iya... kan saya kepengen tau saja, kenapa mister tidak menyerah, terus mempertahankan dan menjalankan usaha ini? Saya betul2 ingin tahu karena saya penasaran saja mister...."
...........................
Untuk mempersingkat waktu dan cerita, saya ringkaskan obrolan mereka berdua dari sudut pendengaran saya saja nampaknya. Intinya, sejak si Mr. Fussy menanyakan 'kenapa tidak menyerah saja', aku sudah curiga bahwa obrolan itu tidak akan berakhir sebagai obrolan renyah, melainkan menjadi diskusi panas. Terlebih lagi aku mendengar beberapa jawaban dari Mr. Tall yang justru membuat Mr.Fussy bingung dan semakin banyak bertanya. Jadilah balas berbalas tanya, pertanyaan di jawab dengan pertanyaan, keingintahuan dijawab dengan pengandaian, dan akhirnya membuat sebuah lingkaran setan. Lingkaran setan yang akan semakin membesar dan menguat jika tidak segera di redakan. hohohoho.... mungkin ini saatnya si gadis manis ini turun tangan. hwekekekkekeeeeee..... :))
...........................
"Sepertinya kalian berdua ini tidak singkron dalam diskusi ini. Mr. Fussy bermaksud menanyakan sesuatu yang simpel, tetapi keliru memilih kata, sehingga membuat Mr. Tall salah penangkapan. Mr. Tall menjawab pertanyaan sederhana itu dengan pengandaian2 yang malah membuat Mr. Fussy tidak mengerti...."
"Soalnya dia itu bertanya padaku pribadi manis (panggilan manis ini 100% karanganku saja lho... hehehhee) "
"Kalau dari yang aku tangkep nih ya, sebenernya yang di tanyaain Mr. Fussy ini simpel aja lho mister... kayak misalkan aku dateng kesebuah perusahaan, dan bertanya ke yang punyanya atau direkturnya -pak, ini kantor apa ya? ngerjain apa tuh? sekarang ini kan banyak usaha kayak gini juga yang akhirnya mundur dan nggak jalan lagi. Kenapa bapak tidak menyerah seperti yang lainnya?- kalau yang aku tangkep sih begitu mister..."
"Tapi dia kan nanya ke aku, kenapa aku tidak menyerah saja mister? katanya gitu.... "
"Ya karena mister kan direkturnya kan..... Jadi mungkin harapannya adalah agar mister menjawab dengan bahasa ringannya visi misi perusahaan mister. kayaknya sih gitu aja sih..."
"Tapi apa yang kamu bilang itu bisa saja malah mematahkan pendapat Mr. Fussy. Belum tentu dia bermaksud begitu..." Kata Mr. Tall
"Mr. Fussy, apakah benar demikian yang sampeyan maksud?"
"Iya, mbaknya sepertinya bisa memahami saya dengan baik...." kata Mr. Fussy.
"Yaa... namanya juga kita tumbuh besar bersama...hahahhaa"
"Iya, sebenernya pertanyaanku tuh sama dengan misalkan aku bertanya -kenapa mister masih bertahan?-"
" iya betul mister Fussy, kenapa tidak menyerah dan kenapa tetap bertahan adalah hal yang sama. Hanya saja beda sifat, yang satu negatif dan yang satu positif. Kebanyakan orang memilih yang positif untuk menjaga kesalahpahaman kayak gini..." Kataku dengan (sok) bijak.
...........................
Diskusi yang menghangat inipun selesai dengan damai. Sebenernya, menurutku ada beberapa fakta yang tidak bisa dikesampingkan dari diskusi kecil ini, tetapi biarkanlah... namanya juga diskusi ringan, jadi kita kesampingkan saja dfakta2 yang ada. Biar tidak tambah panas membara... :)
Mari kita kembali ke laptop, kembali berkutat dengan system yang di juluki 'Planet', dan kembali mengejar tenggat waktu yang sudah lewat sehari ini....
^_^
1 comment:
Ya, mungkin karena itu
Post a Comment