Beberapa waktu yang lalu, mungkin kita sering mendengar atau membaca dimedia berita2 buruk mengenai orang hilang atau penculikan yang diawali dengan perkenalan di facebook. Lumayan banyak juga nampaknya jumlahnya. Sewaktu mendengar atau membaca berita2 itu, aku cuma bisa mengelus dada dan prihatin terhadap keluarga korban yang kehilangan. Sambil sesekali mengatakan 'goblok banget sih itu anak mau2nya ketemuan sama orang yang kenal di FB doank' atau kadang ditambahin dengan 'Hah??? pacaran sama orang yang kenal di FB? Buset deh, nggak pede amat ya jadi orang?'Ya, menurutku sih ya, kita bolehlah memperbanyak teman melalui dunia maya. Apalagi layanan model FB itu kan memang sangat terbuka dan gratis. Tapiii... kita juga musti tetap waspada donk. Kalau sampai harus di bela2in banyak berkorban untuk bisa bertemu alias kopi darat dengan orang itu, pikir lagi dulu deh...
Obrolanku dengan salah seorang teman kosan yang sedang menempuh pendidikan masternya di salah satu perguruan tinggi negri dan ternama di Kota Bogor (langsung ketahuan kan kalau kampus ini kampus IPB??ehehehe). Dia menceritakan mengenai beberapa temannya di kelas yang memiliki kisah unik dalam menjalin hubungan dengan orang yang di kenalnya di FB. Salah satunya adalah temannya, sebut saja namanya Bunga (kasiannya si bunga jadi korban kejahatan melulu).
Si Bunga ini menjalin hubungan dengan salah seorang laki2 yang tinggal di Kota Lumpia melalui FB. Mereka melakukan obrolan serius dan akhirnya memutuskan untuk melakukan kopi darat. Akhirnya si Bunga ini bertolaklah menuju Kota Lumpia dengan kereta (bukan kereta senja). Katanya, ada perubahan raut muka yang terjadi pada di lelaki ketika pertama kali melihatnya turun dari pintu kereta (mudah2an tidak pakai adegan slow motion layaknya di Tipi2). Analisis dilakukan oleh temanku adalah mungkin karena photo2 si bunga di FB diambil tanpa menggunakan kerudung, sedangkan dia datang ke kota itu dengan berkerudung.
See, mungkin sebaiknya kalau memang mau menjalin hubungan dengan someone dibelahan dunia mana melalui FB, kita musti sedikit mengurangi photo alay yang hanya menampakkan muka dari sudut atas atau samping agar si 'dia' bisa benar2 melihat kita apa adanya. Kan lebih baik di tolak dari awal daripada ditolak ketika sudah jauh2 melakukan pengorbanan bukan? Sing sabar ya nak..... :p
Belum lagi ada kisah lanjutan setelah adegan 'perubahan mimik muka' di stasiun itu. Kata temen ku (aduh, keliatan deh kalau kita hobi menggosip), si emak dari lelaki itu kemudian menanyakan satu kalimat yang membuat si Bunga (dan juga temanku ini) berpikir banyak untuk meraba2 arti dan makna dari pertanyaan itu. Apa sih yang si emak tanyakan? Ternyata dia bertanya seperti ini, "Kamu, apa beneran masih mau lanjut sama anak saya?"
Kalau bertanya padaku mengenai pendapatku sih, pertanyaan itu wajar saja di tanyakan oleh seorang ibu kepada temen baru yang juga calon nya anaknya. Tetapi, jika di tambah dengan adegan perubahan raut muka yang sebelumnya, aku juga jadi sedikit berpikir. Nampaknya pertanyaan ini menjadi sangat ambigu.... hehehe
Sayangnya, temanku ini belum mencari tahu kelanjutan kisah cinta si Bunga ini.... kita tunggu saja kelanjutannya ya pemirsa... pepepe...mimimir...sasasa.... :))
Oh iya, kata temenku, adalagi satu temen kelasnya yang bernasib sama tragisnya. Sama2 menjalin hubungan dengan seorang lelaki di FB, namun si lelaki ini nampaknya sangatlah posesif terhadapnya. Oh iya, kita bisa menyebut temannya temenku ini dengan sebutan Mawar (hahaha.... udah kayak di acara radio yang curhat2 gitu di jaman jadul yaks...). Si Mawar ini konon katanya sampai harus mengganti nomor hp nya berkali2 atas permintaan si cowoknya karena nomornya banyak di kenal orang lain. Hah? what the hell? :p
Dan pernah juga katanya si cowok melarang si Mawar berhubungan lagi dengan salah satu teman sekelasnya karena teman sekelasnya itu pernah menasehati Mawar untuk tidak meminjamkan laptopnya pada si cowok itu. Scara si cowok itu meminjamnya sampai berbulan2, padahal kan sebagai mahasiswa S2, Mawar pasti sangat membutuhkan laptopnya. Aneh suraneh memang hubungan mereka.... itu kata temenku... :p
Nah, lama2 aku jadi berfikir dan merasa aneh dengan 2 kasus di atas. Iseng2 akupun bertanya pada temanku itu. "Temanku, sebenernya kamu kuliah di S2 atau di SMP ya?" Dan hasilnya akupun mendapat serangan maut tangannya yang panas2 pedes... :))
Bagaimana aku tidak terharu, jika harus menerima kenyataan bahwa anak2 mahasiswa S2 kampusku ini masih saja memilih jalan ajaib ini untuk menemukan belahan jiwa? Kalau sudah begini, akhirnya aku tidak lagi heran kenapa dan mengapa di TV semakin banyak berita orang hilang akibat perkenalan di dunia maya. Toh, kebanyakan dari korban adalah anak2 SMP, SMU, atau mahasiswa baru. Lha, anak2 mahasiswa S2 dari kampus ternama saja masih begini?
CK...CK...CK... :))))))
Tingkatkanlah rasa percaya diri kalian teman2.... Dunia ini tak selebar daun kelor koq.... heheheeeee
No comments:
Post a Comment