Thursday, January 13, 2011

Antara Remaja Masa Kini dan Ibu Sederhana

Seorang remaja masa kini, dengan gaya masa kini, dan polah tingkah masa kini pula. Bersepatu cinderela, bercelana jeans model pensil, ber-bolero warna coklat, dan kerudung warna abu2. Bersandar santai di dekat pintu gerbong khusus wanita, asyik masyuk mendengarkan lagu atau entah apa dari handphone yang tersambung dengan earphone, pagi ini. Benar2 gaya masa kini....

Aku yang beruntung mendapatkan tempat duduk, tenggelam dalam perjalanan Totto-Chan yang telah dewasa. Mengalir bersama si Totto chan yang berkelana ke negara2 berkembang untuk menyambangi anak2 yang kelaparan, sebagai duta dari UNICEF. Terkadang pandanganku beredar ke segala penjuru untuk sekedar melihat2, seperti yang kulakukan pada si remaja masa kini itu. :)

Sayang di sayang, jarak antara Bogor-Depok hanyalah sekejap mata. Hanya memerlukan beberapa bab dari Totto-chan. Ketika kereta tiba di stasiun depok lama, aku sudah beranjak dari tempat duduk dan memberikan tempat duduk pada penumpang yang lain. Akupun berjalan menuju ke pintu tempat si remaja masa kini itu.

Sambil menunggu kereta sampai di stasiun depok baru, aku mengamati kembali sekitar. Nampak seorang ibu2 paruh baya dengan penampilan sederhana, bersendal jepit, memakai rok warna hitam yang megar, baju warna hijau telor asin, dan kerudung putih, berjalan ke arahku. Dia bergabung denganku dan para penumpang lain yang sama2 berdiri di dekat pintu.

Tiba2, si remaja masa kini itu melepas sebelah earphone-nya dan menengok ke arah si ibu sederhana.
"Stasiun pasar minggu masih jauh nggak?" tanyanya remaja masa kini pada si ibu sederhana.
"...masih...." Kata si ibu sederhana setelah beberapa saat terdiam.
"Ini stasiun apa?"
"Depok"
"Habis ini stasiun apa?"
"Ini depok lama, setelah ini depok baru"
"Ibu turun dimana?"
"Manggarai"
"Manggarai sama pasar minggu, duluan mana?"
"Pasar minggu"
"Nanti kasih tahu saya ya kalau kereta sampai di pasar minggu"
"Iya"

Dan si remaja masa kini pun kembali memakai earphone nya untuk mendengarkan lagu. Terhanyut dalam lantunan entah suara siapa. Aku? diam, mengelus dada (dadaku sendiri), dan sedikit menghela nafas. Tidak lupa bergeleng2 kepala sedikit. :p

Percakapan pendek, biasa, namun menurutku sedikit janggal. Atau mungkin aku saja yang terlalu sensitif. Entahlah... yang jelas, kejanggalan itu membuatku berfikir sampai sekarang ini, 2,5 jam setelah kejadian itu.

Mungkin aku kurang jeli dalam (tidak sengaja) mendengar percakapan tadi pagi itu. Sehingga mungkin saja ada beberapa kata yang terlewat olehku. Tapi... mungkin juga memang kata2 itu tidak pernah ada di dalam percakapan tadi pagi itu. Mungkin dan mungkin saja.... terlalu banyak kemungkinan... :p

Menurutku, akan lebih indah percakapan tadi pagi itu seandainya disisipkan beberapa kata. Misalkan *puter ulang kaset rekam kejadian* ketika si remaja masa kini melepaskan earphone dan menengok ke arah ibu sederhana, terus dia senyum dikit dan berkata,
"Maaf bu, numpang tanya.... Stasiun ...bla..bla...bla..."

Dan mungkin juga akan semakin manis jika setelah si ibu sederhana berkata, "iya", kemudian si remaja masa kini itu berkata "terima kasih bu". Bayanganku sih itu akan menjadi percakapan yang indah di pagi hari... :)

Ps. Untuk yang suka naik taksi warna kuning di daerah Depok, hati2 yaaa.... Suka ada supir taksi yang pandangannya terganggu, sampai2 mengatakan bahwa umurku pasti belum sampai 20 tahun. ck...ck...ck... :p

No comments: