Wednesday, November 18, 2009

Facebook di Kantor Pemerintah Membuatku Pusing




Kembali lagi ke tempat yang beberapa waktu lalu pernah ku datangi. Instansi yang terhormat…. Untuk kepentingan yang sama dengan kepentingan waktu itu juga, mencari bahan bacaan.

Begitu masuk ruangan yang sudah cukup aku kenal itu, sepi…… seperti waktu itu juga. Cuma ada satu orang pegawai yang sedang berkutat di depan computer, dan satu orang lagi membaca Koran. Selain itu ada juga 2 orang anak muda yang sepertinya juga sedang mencari bahan bacaan. Kami saling tersenyum.

Ku letakkan tas dan jaketku di rak yang telah disediakan, dan akupun berjalan menuju rak-rak buku yang ada di ruangan itu. Bussyyyeeettt…..ternyata susunan bukunya lebih berantakan dari kunjunganku sebelum ini. Hayhayhay………. Mungkin tidak akan bisa kutemukan apa yang aku cari jika metode pencariannya manual…

Akhirnya kuberanikan diri untuk mendekati orang yang sedang di depan computer…

Kataku : “ permisi pak, mau Tanya. Kalau disini cari laporannya manual atau pakai online ya pak? Atau ada katalognya gitu…”

Katanya : “ wah, kurang tau saya ya…saya bukan pustakawannya. “

Kataku : “ Pustakawannya kemana ya pak?”

Katanya : “ sedang keluar, tunggu aja dulu….”

Akhirnya aku berjalan kembali menuju rak-rak buku. Dalam hatiku aku bertanya2, si bapak itu bagian apa ya kerjanya? Koq pagi-pagi gini udah chating pake YM plus FB-an…hayhay….parah…parah

Kutunggu lama, pak2 librariannya nggak datang2 pula…akupun bertanya kembali kepada bapak2 yang tadi, yang semakin asyik masyuk dengan FB nya…

Kataku “ Pak, kira2 sampai kapan ya pak pustakawan nya datang?”

Katanya “wah, nggak tahu saya ya..katanya sih sebentar”

Kataku “boleh minta no kontaknya pak?”

Katanya “wah, gimana ya….tunggu aja deh..sebentar kok”

Kataku “baiklah….”

Aku kembali ke rak-rak buku yang cukup memusingkan itu. Tak lama kemudian ada bapak yang dating dan menanyakan kepada kami, buku apa yang hendak di cari. Alhamdulillah bapaknya dating….akupun segera menyampaikan keinginanku untuk mendapatkan laporan tentang lemuru. Si bapak menunjukkan kalau laporan penelitian, semua ada di jurnal. Tetapi harus di cari satu-satu.

Katanya”s kalau laporan harus di cari satu-satu mbak…soalnya belum dimasukin ke online”

Kataku “ oh, nggak papa pak. Masih lebih baik harus di cari satu-satu tapi ada, daripada nggak ada sama sekali kok pak..hehehe”

Dan akupun mengubrek-ubrek rak jurnal untuk mencari penelitian tentang lemuru itu. Syukurlah…meskipun nggak banyak, tapi ada beberapa laporan yang merujuk pada bahan yang aku cari. Setelah yakin tidak ada lagi yang aku cari, aku pun membawa buku2 itu ke meja untuk dibaca-baca sebentar.

Aku melihat sekeliling, rupanya si bapak pustakawan sedang di buatkan account facebook oleh temannya, sehingga mereka terlihat khusyuk dengan layar monitor. Akupun mencoba khusyuk memilih dan memilah tulisan2 para pakar seputar ikan lemuru. Setelah semua laporan penelitian yang aku cari selesai aku tandai, akupun menyerahkan kepada bapak itu untuk di fotokopi. Semua berkasku diterimanya dan langsung di bawa ke ruang fotokopi. Sebagaimana biasanya,a ku pun menunggu di ruang baca, karena sewaktu dulu aku melakukan hal yang sama, fotokopi tidak terlalu lama selesainya.

Tak berapa lama kemudian si bapak keluar lagi sambil berkata “waduh…kertasnya koq habis ya..”

Aku mulai merasakan sesuatu yang tidak enak bakalan terjadi. Namun si bapak masih sibuk keluar dan masuk ruangan. Kemudian, si bapak keluar dari ruang fotokopian dan duduk manis disamping bapak yang membuatkan facebooknya. Aku mulai curiga. Maka aku dekati beliau dan bertanya :

Kataku “ maaf pak, jadi kira2 berapa lama fotokopinya selesai ya?”

Katanya “ sebentar ya…kertasnya itu habis”

Dia langsung berdiri dan kembali masuk ke ruang fotokopian. Sebentar kemudian keluar lagi menuju meja administrasi, dan kembali lagi ke tempat temannya si pembuat facebook, tanpa mengatakan sesuatu padaku yang jelas-jelas sedang menunggunya. Dan aku yang memang masih mencoba bersabarpun kembali mendekat dan bertanya :

Kataku “ maaf pak, gimana jadinya ya? Sampai jam berapa kira2 fotokopinya selesai?”

Dia kembali berdiri dan mengatakan hal yang sama mengenai habisnya kertas fotokopian. Kemudian dia berjalan masuk lagi ke ruang fotokopi entah dengan tujuan apa. Kembali lagi dia keluar. Tapi kali ini menghampiri aku yang duduk di meja baca.

Katanya “ maaf mbak, kertas fotokopiannya habis, gimana kalau mbak kembali lagi kesini besok?”

Dengan kaget dan kesal aku menjawab “ maaf pak, saya ini dari Bogor pak. Kalau dari Jakarta mungkin nggak papa. Tapi Bogor kan cukup jauh dari sini…” aku masih berusaha menjawab dengan senyum terpaksa. Dia lalu berjalan ke meja dia dan menelphon seseorang yang entah siapa.

Beberapa saat kemudian aku menengok ke arahnya, dan kembali harus kaget. Apa yang sedang dilakukannya?? Dia hanya duduk diam menghadap dinding, tanpa berbuat sesuatu untuk mengadakan kertas yang sedang kami butuhkan itu. Emosiku pun terpancing dan aku langsung berdiri menuju rak tas untuk mengambil uang. Akupun berjalan keluar. Aku bertanya kepada ibu2 yang sedang asyik bercengkerama.

Kataku “ maaf bu, dimana tempat koperasi atau tempat untuk membeli kertas HVS ya ?”

Kata salah seorang diantaranya “ oh, di I** Mart di depan sana”

Dan akupun langsung bergerak menuju sana. Panas, jalan kaki, plus emosi, membuat langkahku semakin cepat. Huuuhh……sesampainya di took yang dimaksud, akupun langsung membeli kertas 1 rim (kan nggak boleh beli eceran). Melihat ada ojek didepa took, akupun memilih naik ojek ke gedung pemerintah itu lagi. Hahaha….panas juga ternyata pak….

Masuk kembali ke ruangan itu, aku langsung menemui si bapak yang nampaknya sedang tersanjung karena di beri sekantong makanan oleh mahasiswa yang masih belia itu. Waaahahahhaha…..maklumlah..masih mahasiswa bau banget…belum kebentur dengan yang namanya birokrasi. Atau malah mau nyogok? Wallahualam lah ya…. ^_^

Kataku “ pak, ini saya sudah beli kertas sendiri….”

Katanya “ tadi itu saya juga bingung nyarinya mbak…saya nanya ke sebelah juga katanya kertasnya habis…”

Kataku “ ya udah pak…nggak papa. Pakai kertas saya saja.. kalau kita bingungnya disini sih memang nggak aka nada kertas pak…kalau kita bingungnya di A*** Mart itu baru selesai masalah kertasnya…”

Si bapakpun berjalan kea rah meja computer tempat temannya membuatkan facebook. Eh, lha koq malah duduk lagi dia…

Kataku “ lho pak, ini kertasnya sudah ada, jadi fotokopinya dimulai kapan? Masa saya juga harus ngopi sendiri pak?”

Katanya “ ya sudah…silahkan….”

Kataku “ Boleh deh pak…tapi diajarin dulu ya….takut salah”

Ternyata si bapak pundung/ngambek gara2 aku beli kertas sendiri. Mungkin dia merasa gengsi kali ya atau malah tersinggung? entahlah… dia malah beneran nyuruh aku fotokopi sendiri …hahahaha…. ya… namanya juga bapak-bapak…ya kudu dimaklumi to… kalau nggak mau memaklumi, ntar dibilang aku anak muda yang nggak tahu diri. Hayhay….

Ya sudah…akupun masuk ke ruang fotokopian mengikuti beliau. Eh, ternyata aku ditinggal begitu saja. Lha piye to pak? Kodenya piye? Caranya piye? Bingung deh aku jadinya…. J

Beruntunglah ruangan itu penuh dengan orang2 yang baik dan luluh dengan senyumanku. Hayhayhay…. Akhirnya ada mas-mas yang mendekat dan memberitahuku kode dan mengajariku cara menggunakan mesin itu. Namanya siapa ya…kl nggak Azrufi, Azrifu, Azril, atau siapalah…panggil aja namanya mas AZ. Hehehhe….dia rupanya orang jawa juga seperti aku. Jadi ya sesame orang jawa harus bahu membahu saling membantu kan… ^_^

Terus datang lagi mas Jeri, Mas Ahong, dll…whaaaa…… Rame deh fotokopinya….heboh, rame, bercanda, dan suka cita….syubidusyubidudamdam….

Dan ternyata sampai dengan aku selesai mengkopi bahan-bahan itu, si bapak masih belum kembali dari makan siang… ya sudahlah…mungkin emosinya belum mereda. Kepergiankupun hanya di lepas oleh mas Az dan mas Ahong, karena mas Jerinya sibuk kerja. Hwakakakaka…..

Oh iya, sewaktu mau keluar dari kantor, aku melihat ada bahan2 yang jumlahnya banyak. Aku bilang ke mas Az,

Kataku “mas, ini boleh untuk umum nggak?”

Katanya “kayaknya sih boleh”

Kataku “ Kalau gitu aku ambil satu ya…”

Katanya “wah, bilang dulu tuh sama yang punya…”

Kataku “ lha yang punya nggak ada…”

Katanya “ Ya udah…bawa aja..tapi kalau nanti aku yang ditanya2 gimana?”

Kataku “ ya udah…kalau gitu jangan bilang2 kalau aku ambil satu…hahahhaha”

Dan pulanglah aku menuju kota hujanku dengan damai….tak lupa aku menitipkan salamku kepada bapak penjaga perpustakaannya… see you next time pak… ^_^

No comments: