Saturday, August 1, 2009

Candu itu enak yang membuat keenakan


Hari ini aku kembali menyadari bahwa sesuatu yang menjadi candu itu memang dahsyat akibatnya. Candu bisa membuat kita menjadi orang lain dan bisa pula membuat kita berlebihan.


Hari ini aku terkena imbas candu yang merasuk dalam darah dagingku, yaitu candu dengan motor kesayanganku “si black”. Terbiasa selalu bepergian dan melewatkan waktu dengannya, membuatku goyah dan galau ketika harus berpisah dengannya. Dan hari inipun begitu adanya.


Si black harus menempuh perjalanan jauh dengan majikannya yang satu lagi, ke daerah di ujung barat pulau jawa sana. Ke rumah majikan yang satu itu. dan akibat sedemikian dahsyatnya candu itu merasuk dalam darahku, akupun hanya bisa merenung, gelisah, dan mati gaya.


Rencana ingin hunting gambar dengan kamera pinjaman yang baru ke kampus, dan mencari inspirasi untuk sekedar menambah sebaris dua baris tulisanku di tempat terbuka, akhirnya harus rela bergelendotan di sofa dengan buku Badai Pasti Berlalu yang hanya ku buka dan ku tutup tanpa masuk dalam otakku.


Semoga besok keadaan membaik dan tidak lagi mati gaya seperti ini. Sulit sekali menghilangkan kebiasaan yang telah menjadi candu ini. Semoga tidak berkepanjangan. J

No comments: