Wednesday, August 15, 2018

Accident at School

Hari ini, seperti biasa saya mengantar dan menjemput K di sekolahnya. Ketika jam jemput, seperti biasa juga saya berbincang dengan wali murid yang lain sembari menunggu anaknya keluar.

Ketika kelas anak saya mulai bermunculan keluar, tetiba gurunya menggandeng K dan memberikan isyarat tangan kepada saya, meminta saya masuk kedalam.

Ternyata Guru nya K melaporkan bahwa terjadi kecelakaan disekolah, dimana K ditabrak temannya yang berlari kencang di dalam. Saya lihat jidatnya, WOW... Gede bangetttttt....!!!

Guru K bercerita kejadiannya, kemudian tindakan yang telah dilakukan, dan juga memberikan laporan kecelakaan kepada saya. Saya baca laporannya, it's consistent dengan apa yang di ceritakan pada saya. Saya tanya apakah K menangis, katanya tidak. Saya bilang, tidak apa-apa. Namanya juga kecelakaan...

Saya senang juga Guru nya K ini menjelaskan dengan detail kejadiannya, dan menuliskan nya juga di laporan kecelakaan. Berikut adalah kolase dari si jidat jenong dan accident report nya... Untuk kenangan... :-)

Makin Jenong Ye Kaaaann... :-p

Sambil berjalan menuju tempat ayahnya menunggu, saya berbincang dengan K. Dia menceritakan adegan tabrakan nya yang ternyata dengan Kenzie, mantan teman KGA nya dulu... 

K bilang pada saya bahwa dia makan brokoli yang saya bekal kan di lunch box nya. Saya bilang "Waaah... Hebat! Mungkin karena makan brokoli itu jadi K strong dan nggak nangis meskipun tabrakan sampai benjol gitu...." :-p

Ketika dalam perjalanan pulang, saya baru ingat bahwa saya lupa bertanya pada guru K tentang kondisi Kenzie. Akhirnya saya kirimkan WA kepada Miss Ita, menanyakan kondisi Kenzie. Katanya, hampir sama dengan K, dan sudah diberikan tindakan yang sama pula. Syukurlah... 

Untuk pelajaran bagi anak saya, bahwa kecelakaan dengan teman bisa saja terjadi. 

Wednesday, August 8, 2018

Uneg - Uneg Seputar Kerumunan

Warning : Ini tanya uneg-uneg dan kekhawatiran, yang perlu di keluarkan agar tidak menimbulkan nyeri seperti bisul. Jangat dibuat tegang aja ya :-p


Sejujurnya, saya sangat terbantu dan tertolong dengan adanya layanan ojek online (apalah, apalah, apalah mereknya). Mereka memudahkan pergerakan saya yang memiliki keterbatasan berkendara. Harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan ojek biasa, dan kemudahan antar jemput sampai lokasi membuat saya merasa dimudahkan. Belum lagi layanan antar makanan yang sangat-sangat menggoda setiap kali perut lapar. Betul-betul dunia ada digenggaman bukan ? (bukan…. )


Tapi, semakin hari, entah senapa saya semakin merasa parno (apa ya ini? Paranoid? was-was? Ya gitu deh). Dalam rutinitas antar jemput anak, yang biasanya mbonceng motor Mas Bojo, saya suka mengamati jalanan. Salah satunya ya para pengendara motor yang berprofesi sebagai ojek online itu. Sekarang ini, di kota saya (mBogor), jumlah ojek online sudah banyak sekali (saya nggak punya data angka dan malas mencari. Kirologi saja). Lihat saja di sepanjang jalan, setiap berapa detik dengan mudahnya kita bisa melihat adanya ojek online ini lewat. Belum lagi di pinggir-pinggir jalan, banyak juga yang berteduh atau mangkal. Tidak jarang di satu tempat, mereka bergerombol, berkumpul sambil menunggu order (mungkin). 


Apa yang membuat saya was-was? Mungkin saya terlalu sering nonton serial TV yang ada kriminal-kriminal nya seperti NCIS, Bones, CSI, dan lain-lain, sehingga pikiran saya mudah melenceng melihat sesuatu. Tapi coba deh bayangkan… Mereka itu adalah orang-orang yang berasal dari berbagai maçam latar belakang, berkumpul dan bersatu dalam wadah perusahaan mereka. Mereka setiap harinya tersebar di jalanan, berkumpul dengan teman-teman seperjuangan. Mereka terhubung melalui aplikasi yang bisa menghubungkan setiap orang dalam sekali jentik jari (setidaknya itu yang ada dikepala saya). Atau setidaknya, mudahlah bagi mereka untuk berinteraksi. 


Misalkan nih ya… Misalkan suatu saat saya, atau suami saya, atau keluarga saya, atau teman saya, kebetulan sedang di jalanan. Dan misalkan secara nasib harus berselisih dengan salah satu di antara mereka. Kemudian satu persatu teman mereja yang melihat mendekat, bahkan mungkin memanggil teman nya yang lain. Bagaimana? Sedangkan kita sudah beberapa kali membaca berita bahwa terjadi pengeroyokan supir ojek online terhadap penumpang, terhadap supir angkot (yang ini juga terjadi sebaliknya sih), atau orang lain (nanti saya cari beritanya). Nah, itu yang membuat saya was-was setiap melihat kerumunan ojek online di pinggir jalan. 


Seperti yang kita tahu kalau orang sudah berkumpul dalan jumlah banyak, dengan satu bendera (dalam hal ini bendera ojek online), kadang mereka tidak lagi melihat akar masalah perselisihannya. Yang penting aku mendukung temanku. Nah ini yang semakin membuat saya parno dan semakin parno. 


Beberapa kali sepulang menjemput anak saya sekolah, saya melihat ada kecelakaan yang salah satunya adalah pengendara ojek online. Karena saya hanya melihat sambil lewat, saya jadi hanya berasumsi apa yang terjadi. Tapi selalu såja setelah melihat kejadiannya, saya akan was-was. Mata saya jadi jelalatan melihat kiri kanan, kalau-kalau ada rombongan ojek online lainnya mendekat. Atau jika beberapa meter setelah kejadian banyak motor parkir dipinggir jalan, saya suka jadi kepo sambil was-was. Jangan-jangan mereka siap-sap tawuran? Duh… Perasaan itu membunuhku… Killing me softly… killing me softly…. #nyanyi :-p


Kemudian saya ingat juga film ‘Rush Hour”, yang berkisah tentang para penyampai pesan, tapi menggunakan sepeda. Ketika salah satu dari mereka terkena masalah, mereka tinggal menelpon teman-teman yang lain, dan semua teman-temannya itu bergerak bersama membantu yang sedang terkena masala. Padahal mereka juga tidak diceritakan detail masalahnya kan? 


Duh, itulah kewas-wasan seorang emak terhadap kerumunan orang di pinggir jalan. Semoga ini hanya karena saya kebanyakan montón TV. 

Friday, July 27, 2018

Time Flies

Dalam minggu ini, beberapa kali saya mengatakan "Ya ampun, perasaan baru kemarin ya aku bilang -udah kamis aja..." atau "Ya ampun, perasaan baru kemarin bilang -have a nice weekend" what soever... 

Dan jreng...jreng... Skarang sudah Jum'at lagi ternyata...  

Oh my... It's weekend already!!!

Manusia... Oh manusia... 

Ada masanya ketika mendadak sudah Hari Jum'at, kita merasa:


Tapi sepertinya seiring dengan bertambahnya umur, terkadang terselip juga pikiran:


Begitulah... 


Kalau Mas Bojo saya, setiap kali mendengar saya berkata "ya ampun... waktu berlalu cepat sekali ya..." Dia akan lagi dan lagi dan lagi bilang kepada saya "Artinya kamu terlalu betah hidup didunia, terlalu mencintai kegiatan duniawimu... "

#eeeaaa
#happyweekend
#selamatberakhirpekan
#semogaakhirpekankalianmenyenangkan

Monday, July 23, 2018

Move On Memang Mudah Diucapkan

Seberapa sering sih kalian mengatakan "Ok, sorry ya... Kita fine ya... Nggak ada masalah kan? Kosong-kosong ya... Maaf lahir batin..."

And not forcing others to care...
Bukan hanya di saat lebaran saja kan? Saya harap sih enggak... Atau memang hanya saya yang suka kurang rem dan saringan sehingga perlu sering mengucapkan magic words itu sering-sering? hahaha

Saya yakin banyak diantara kita yang sering merasa atau mengatakan bahwa jujur itu lebih baik daripada ketidakjujuran. Terbuka lebih baik daripada ditutup-tutupi. Pertanyaannya adalah, apakah pada prakteknya begitu? belum tentu.

Banyak juga diantara kita mungkin yang pernah atau sering berselisih paham dengan orang lain. Mungkin tersinggung atau salah paham. Berbagai macam alasan bisa mendasari kesalahpahaman. Terlebih lagi jaman now dimana orang banyak mengungkapkan isi kepala melalui jari jemari ke media sosial. Level perselisihan jauh lebih tinggi daripada dahulu kala ketika mentok-mentok tersinggung karena cara menatap atau nada suara ketika bicara. ahahahahaha

Setelah berselisih paham, apakah kemudian terjadi rekonsiliasi? kadang iya, kadang tidak. Kadang setelah rekonsiliasi, bisa jadi kembali normal, bisa jadi tidak. Semua tergantung kepada pribadi masing-masing. Jika menggunakan saya sendiri sebagai contoh, saya punya contoh untuk beberapa case. ahahahaa...

Inti dari sampah tulisan ini kali ini adalah, bahwa terkadang hubungan bisa berakhir hanya karena sebuah kesalahpahaman. Terlebih lagi, jika pihak yang berselisih tidak ingin menyelesaikan hal yang menyebabkan perselisihan sampai ke akar-akarnya. Kenapa? Banyak faktor.

Ibaratnya nih ya menurut saya, seperti sebuah batangan besi. Ketika masalah muncul, anggaplah mulai ada karat dan debu menempel di batangan besi ini. Kalau saya, lebih senang menggosok semua karat dan debu sampai hilang, hingga besi mulus lagi. Tapi ada juga orang yang (mungkin) malas ribet dan ribut akhirnya membiarkan karatnya, dan merasa cukup dengan memoles dengan cat beraneka warna. Yang ada besinya makin karatan juga, dan lama-lama rapuh. Itu pilihan saja sih...

Sebentar... tadi saya mau nulis apa ya?

Errrrr.... Lupa lagi. Kepanjangan intro jadi lupa kan arah dan tujuan aseli nya.... Yassalaaamm...

-------

Kalau tidak salah ingat, inti dari kisah tak beralur ini adalah:

I feel sorry untuk orang-orang yang mungkin harus menjalani hari-harinya dengan kurang normal akibat adanya saya di dunia ini. Yang harusnya berjalan lurus, harus berbelok. Yang tadinya mau lurus jadi harus menunduk. Yang awalnya sumringah jadi cemberut... Ahahahaha...

Bukan sorry atas apa yang sudah terjadi, tidak. Bukan sama sekali. Karena bukan pilihan saya untuk memelihara karat dipermukaan besi ya. Tapi ya itu, lebih sorry karena jadinya daily activity nya menjadi kurang normal. So sorry to hear that... :-p

Salah satu hal yang saya suka pada diri saya adalah, saya cepat move on nya. ahahahhhaha

#GeErMaksimal
#SyndromeAkhirBulan
#SepertiItu

Friday, July 20, 2018

Anak Yang Iseng Ini Sering Membuat Terharu

Nggak perlu lagi kan dibilang siapaaa.... :-p


Ini adalah yang dia lakukan malam hari, Waktu H9/19 . Sulit sekali di ungkapkan dengan kata-kata ekspresi dan perasaan emak dan bapak ini, menghadapi si anak iseng ini. 

!@#$$%^&**(())_++++_)((*&&^^%%$#@!!!

Seperti itu... 

Tak berapa lama setelah kejadian, si anak bilang kalau mengantuk dan pengen tidur. Sebelum tidur baca buku dulu... 

Melihat dia membaca buku, saya jadi terharu... Hilang semua marah dan kesal karena tragedi ukelele. Berganti menjadi perasaan terharu, duh dek... Kecil-kecil begini koq udah belajar baca yaa... Semoga kamu selalu senang belajar yaaa... Jangan bosan untuk menjadi pintar. Aamiin...



Sayang ah dibuang videonya, jadi saya share disini saja. Untuk kenang-kenangan... Abaikan tumpukan boneka dan bantal, serta coret moret temboknya...hehehe

Ini adalah ketika K membaca salah satu dari buku Bob Books Collection nya. 

Oh iya, saya khilaf dan order lagi Bob Books Collection 3 ternyata. Soalnya tidak tahan untuk tidak order ketika ada bos yang menawarkan diri "Ada yang mau nitip nggak? Kalau mau nitip, kirim ke rumah kakak iparku, maksimal tanggal 29". Jadi ya cusss lah saya ke..... amazon. ahahahaha


Yang Baru di KGB

Super Iseng - Tapi Masih Kolokan :-p


Apa yang baru di KGB? Ya banyaklah...

KGB itu kan maksudnya Kindergarten B alias TK B gitu deh. Hari ini K masuk sekolah untuk pertama kalinya, setelah sekian lama libur. Dan you know what, it feels like jaman Pre-School dulu gitu. K menangis begitu motor mulai memasuki halaman sekolah. Dan menangis semakin keras ketika memasuki lobby sekolah, sampai di depan kelasnya...

Yassalaaammm...

Suara K yang cetar membahenol itu sukses membuat kami dilirik dan disaksikan oleh seantero orang disitu (udah biasa sih jadi artis, tapi males gitu deh). Mbak K, pleaseeeeee donk dehhh!!!

Emak: "K, nggak usah nangis. Get yourself together!"
K : #makinkejernangisnya #melukleheremaknyakenceng2
Emak: "Tarik nafas... Get yourself together..." #suaramulaipelandandalam #matamulaimenajam
K : #tariknafasdalam #mulaiterisak #tangantetepkencengdileher
Emak :"Kenapa harus nangis? Kan you ready for today. Sekolah lagi. udah pake sepatu baru... Pakai Bando baru... Bunda kenalin sama teacher baru nya ya?"
K : #nangiskejerlagi #emakkeki
K : #sambilmenangis "Mau minum dulu di picnic area.... "
Emak: "Minum boleh tapi nggak di piknik area. No one go to picnic area this morning. Tuh temen-temennya di kelas semua koq..."
K : "Minum sambil meletakkan tas di loker KGB-2"
Emak : "Ready? Bunda kenalin sama guru barunya ya..."
K : #langsungpelukleherkencenglagi #nangiskencenglagi #emakmulaioleng
Emak :"K, nggak boleh gitu ah... Udah KGB masak masih nangis?"
K : "Mau sama bundaaaa...."
Emak : "Ok. Yuk masuk sama bunda yuk...."

Dan kamipun masuk ke kelas, dimana semua temannya sudah duduk manis. Ketika saya tunjukkan tempat duduk dan terlihat mau keluar ruangan, K kembali kejer dan memeluk tangan saya erat. Eerrrrrr....

Gurunya berjuang membantu menenangkan, tapi ternyata tidak didengar oleh anak mungil itu. Masya Allah... :-p

K : "Mau minum lagiiiiii....."
Emak : "Ok, bunda ambilin dulu minumnya ya...."

Gurunya memegang K, saya berjalan keluar dan kabur. Saya sempat menoleh sebentar ke arah kelas, saya lihat dia sedang dipeluk oleh gurunya. Saya langsung ngibrit dan tidak mengambilkan minumnya. So sorry dear... :-p

Setelah pulang sekolah, seperti biasa saya menjemputnya di depan pintu sekolah. Off the record ya, kalau jam jemput sekolah, pintu sekolah anak saya itu udah kayak pintu kelurahan kalau lagi ada antrian sembako. Penuh sama ibu-ibu yang kebanyakan ngobrol ngalor ngidul, sebelum menggandeng tangan anak masing-masing. ahahha

Ketika K keluar, dia sudah senyum-senyum seakan lupa dengan drama pagi hari tadi gitu.

Emak : "How was your day?" #pertanyaanstandar
K : "Fine..." #sambilangkatjempol
Emak : "Tadi kenapa nangis gitu? Anak Pre-School aja nggak nangis gitu deh?"
K : "Because today is the first day!!!" #paketeriak #emakkeki


#Sepertiitu
#Dramapascaliburpanjang
#Dramakelasbaru

Wednesday, July 18, 2018

Doa Dari Setiap Orang Tua

Hari ini adalah kali ketiga saya menghadiri pertemuan wali murid diawal tahun ajaran baru. Pertama ketika anak saya masuk Pre-school, kedua ketika lanjut ke KGA, dan sekarang mulai memasuki KGB.

Dan ini adalah kali ketiga pula saya dan suami saya tersenyum, tertawa, dan sok tau setelah membaca list pembagian kelas anak saya. Kenapa? Karena kami merasa amazing alias takjub dengan nama anak-anak yang bersekolah bersama anak kami. Luar biasa indah, ada yang panjang, ada yang sulit diucapkan. Semuanya unik dan pastilah punya makna sendiri bagi orang tua nya, karena nama mereka adalah doa dan harapan dari setiap keluarganya.

Suami saya yang suka sotoy, senang sekali membaca berulang-ulang list nama itu. Kemudian mengeluarkan jurus sotoy nya, seperti contohnya:

Bojo: "Ini namanya Valentino.... Kayaknya orang tuanya penggemar MotoGP"; atau "Namanya Angelo, kayaknya orang tuanya penggemar kura-kura ninja..."; atau "Ini anaknya namanya Black, anak bule ya?"; atau "Ini namanya Anabelle, kayaknya orang tuanya suka film horror nih...."

Saya hanya tertawa terngakak-ngakak mendengar kesotoy-an suami saya... Begitulah dia, menghibur sekali. ahahahhaa

Saya tergoda untuk mengunggah daftarnya disini, tapi itu dilarang. Rawan digunakan orang sembarangan. Jadi tidak usah lah ya... :-p

Kali ini K bergabung di kelas KGB-2. Beberapa teman adalah teman lama di Pre-School dulu, beberapa teman di KGA, dan beberapa lainnya teman baru. Semoga anak-anak menikmati masa KGB nya dengan maksimal, banyak bermain dan belajar nilai-nilai kebaikan disekolahnya, dan menjalin pertemanan dengan baik dengan sesama. Aamiin.

Have Fun my dear...!