Tuesday, July 11, 2017
Kita Yang Sering Menjauhkan Diri Dari-Nya
Beberapa hari terakhir, sepertinya ada kegalauan semu yang menggentayangi hari, jadi sedikit mellow dan kurang fokus. Semoga Dia tetap hadir dan dekat denganku, meskipun aku sering menjauhi-Nya. Aamiin
Diambil dari Facebook-nya Denny Siregar
ENGKAU TIDAK PERLU BERIBADAH..
"Bolehkah aku tidak beribadah ?"
Tanya seorang teman melalui inbox. Pertanyaan yang singkat dan sangat sederhana. Hadir dari ketidak-pahaman sebab dan akibat kehidupan. Kebutaan yang melanda hampir semua orang di hutan belantara yang bernama dunia..
Aku menulis..
"Sangat boleh. Manusia bahkan tidak perlu beribadah seumur hidupnya. Tidak mempercayai keberadaan-Nya juga tidak mengapa. Karena Ia ada sebelum semua ada. Karena Ia tidak akan tiada, jikapun seluruh alam semesta ini meniadakanNya..
Tetapi bagaimana seluruh alam ini bisa bergerak teratur dan presisi tanpa keberadaanNya ?"
Aku terdiam sejenak, menyalakan sebatang rokokku dan menyeruput secangkir kopi yang sudah dingin sejak tadi. Ingin memanaskannya lagi sudah tidak ada hati.
Kulanjutkan..
"Tuhan adalah pusat dari segala kebaikan. Kejahatan adalah ketiadaanNya. Bukan Ia tiada, tetapi kita yang meniadakanNya.
Maka Ia memerintahkan seluruh alam untuk beribadah kepadaNya. Bukan karena Ia butuh disembah, tetapi supaya semua berotasi pada kebaikan sesuai pancaran diriNya.
Dengan berpusat pada diriNya, maka semua akan bergerak dalam keteraturan. Dan ketika semua teratur, maka tidak ada yang namanya ketidak-seimbangan yang memunculkan gesekan yang membahayakan ciptaanNya.."
Sudah semakin malam dan matapun mulai lelah karena aktifitas sejak siang. Kutuntaskan bait terakhir dalam tulisanku. Bukan untuk menjawab yang bertanya, tetapi untuk menasehati diriku sendiri.
"Maka kita akan memahami, bahwa ibadah itu bukan untukNya, tetapi untuk keselamatan kita sendiri. Ketika kita menjauh dari sumber segala kebaikan, maka akan terjadi ketidak-seimbangan dalam diri. Jiwa yang tidak stabil memunculkan perilaku labil.
Dan tanpa mampu dihindari, semua gerak kehidupan kita menjadi salah. Kesalahan pertama memunculkan kesalahan kedua dan seterusnya, sampai kita berada pada puncak kesalahan yang menghasilkan kehancuran fisik dan mental.."
Kuhabiskan secangkir kopi dan meneruskan kalimat terakhir sebagai pengingat diriku..
"Bahkan pada saat kita berada pada kehancuran diri yang kita sebabkan sendiri, Tuhan masih saja menarik kita untuk kembali berada pada pusaranNya. Sungguh Ia Maha Pengasih dan Maha Penyayang.."
Malam semakin larut..
"Ketahuilah, seluruh kebaikan itu bermuara pada shalat.." Imam Ali as
Monday, July 10, 2017
Sama Itu Nggak Asik Ala K
#Whenthekidsplayingtogether
#FriendsofKirania
Ceritanya, hari ini ada temannya Mbak K yang main di rumah dari pagi, karena masih libur sekolah. Namanya H, tetangga sebelah. Dari pagi mereka berdua anteng bermain aneka mainan.
Ketika mereka bosan bermain, mereka masing-masing nonton di tablet, dengan tontonan yang berbeda.
Ketika bosan nonton, mereka main lagi.
Tiba-tiba Mbak K masuk ke ruang kerja ku dan bertanya:
K : "Bun, Baby bath nya beli dimana?"
A : "Di Online... Kenapa?"
K : "Enggak, itu kakak H nanya..."
Mbak K berjalan keluar, bilang ke H "Belinya di online...."
A : "Mbak K... Sini..." K mendekatiku
Aku pun bisik2 ke K
A : "Coba tanya Kakak H, ulang tahun nya kapan? "
K : "Kenapa?"
A : "Nanti kita kasih Baby bath buat kado... "
K berjalan keluar, seperti mikir, dan langsung main tanpa berkata apa-apa....
Aku panggil lagi:
A : "Mbak K... koq diem aja?"
K : Terus main tanpa menengok kearahku....
A : "Mbak K... koq nggak bilang? " Kataku sambil tertawa karena tau dia tidak rela
K : "Don't laugh! It's no funny!" Katanya sambil cemberut seperti biasa kalau dia tidak suka ditertawakan...
Semua kembali sibuk masing-masing.
#girlstalk
#daughter'stalk
#FriendsofKirania
Ceritanya, hari ini ada temannya Mbak K yang main di rumah dari pagi, karena masih libur sekolah. Namanya H, tetangga sebelah. Dari pagi mereka berdua anteng bermain aneka mainan.
Ketika mereka bosan bermain, mereka masing-masing nonton di tablet, dengan tontonan yang berbeda.
Ketika bosan nonton, mereka main lagi.
Tiba-tiba Mbak K masuk ke ruang kerja ku dan bertanya:
K : "Bun, Baby bath nya beli dimana?"
A : "Di Online... Kenapa?"
K : "Enggak, itu kakak H nanya..."
Mbak K berjalan keluar, bilang ke H "Belinya di online...."
A : "Mbak K... Sini..." K mendekatiku
Aku pun bisik2 ke K
A : "Coba tanya Kakak H, ulang tahun nya kapan? "
K : "Kenapa?"
A : "Nanti kita kasih Baby bath buat kado... "
K berjalan keluar, seperti mikir, dan langsung main tanpa berkata apa-apa....
Aku panggil lagi:
A : "Mbak K... koq diem aja?"
K : Terus main tanpa menengok kearahku....
A : "Mbak K... koq nggak bilang? " Kataku sambil tertawa karena tau dia tidak rela
K : "Don't laugh! It's no funny!" Katanya sambil cemberut seperti biasa kalau dia tidak suka ditertawakan...
Semua kembali sibuk masing-masing.
#girlstalk
#daughter'stalk
Monday, July 3, 2017
Bunda Belajar Donk
Kemarin ngobrol sama K pas di rest area lagi makan pop mie.
A : Kiran, udah mandi, makan yang banyak abis itu tidur ya…
K : Iya. Ayah nggak mandi?
A : Enggak. Ayah nggak mandi, takut ngantuk.
K : Emang kenapa kalau ayah ngantuk?
A : Ya nggak boleh donk. Ayah nggak boleh ngantuk. Kan Ayah nyetir. Kalau Ayah ngantuk yang jadi supir siapa?
K : Bunda donk…
A : Kan Bunda nggak bisa nyetir.
K : Ya Bunda harus belajar donk… Biar kayak Mama Louis…
A : Ahahahaha… Iya, nanti Bunda belajar lagi. Emang kenapa Mama louis?
K : Ya kan Mama louis bisa nyupir. Suka nganterin Louis sekolah. Kayaknya cuma Bunda emak-emak yang nggak bisa nyetir di Cilukbaa ya...
#tettottttt
#ObrolanEmakDanAnak
#CelotehAnak
Sunday, July 2, 2017
Merdunya Suara Hati Anak
#motheranddaughtertalk
Sewaktu dalam perjalanan kembali ke Bogor tadi pagi, selepas mudik lebaran 2017.
Setelah menyegarkan diri dengan mandi di rest area somewhere out there, ngobrol berdua dengan K sambil makan pop mie :
Aku (A) : K, udah mandi, makan yang banyak, abis itu tidur ya...
K : Iya. Ayah nggak mandi?
A : Enggak, Ayah nggak mandi, takut ngantuk.
K : Emang kenapa kalau ayah ngantuk?
A : Ya nggak boleh donk. Ayah nggak boleh ngantuk. Kan Ayah nyupir. Kalau Ayah ngantuk yang nyupir siapa?
K : Bunda donk...
A : Kan Bunda nggak bisa nyupir...
K : Ya Bunda harus belajar donk... Biar kayak Mama Louis...
A : Ahahahaha... Iya, nanti Bunda belajar lagi. Emang kenapa Mama Louis?
K : Ya kan Mama Louis bisa nyupir. Suka nganterin Louis ke sekolah...
#Tettottttt
#KumpulkanNyalimuBu

Friday, May 12, 2017
First Mid Year Performance 2017
Sebagaimana laiknya orang tua, yang anaknya mau pentas, saya juga heboh, nervous, dan gelisah... Sayapun begitu. Terlebih dengan proses persiapan kostum yang sempat membuat dag-dig-dug-der... Namun akhirnya semua terbayar sudah. Ketika melihat mereka berjalan menaiki panggung, berjajar didepan ratusan kepala emak-bapak yang dengan mata melotot dan jantung deg-degan melihat mereka semuanya...
Pementasan dimulai dari para toddler yang penuh dengan hiburan. Ada yang menangis, ada yang kabur dari panggung, ada yang ngompol dipanggung, dan berbagai macam tingkah polah anak-anak kecil itu. Membuat kami yang duduk anteng dibelakang tertawa terbahak-bahak sepanjang acara.
Tiba saatnya anak-anak sendiri yang naik panggung, kami semua mulai anteng. Deg-degan dan was-was lebih tepatnya. Cemas memikirkan anak-anak ini bagaimana nantinya. Apakah mau tampil? apakah mau menggerakkan badannya? apakah menangis? Terlebih lagi Mbak K ini kan memang termasuk yang sensitif. Telat dijemput aja masih nangis kan...
Tapiiiii... Tetottttt....!
Ternyata emaknya lebay. Anaknya malah asik banget joget-joget mengikuti musik, bahkan mulutnya komat-kamit mengikuti lagunya... Rasa H2C antara mau nongol atau enggaknya emak ini, jadi hilang setelah melihat anaknya percaya diri. Aku melet-melet lidah dari bawah sambil merekam, dan ketika dia melihat emaknya ini, senyumnya langsung melebar... Alhamdulillah...
Kali ini pementasannya mengenai "A tale of the earth", dimana kelas K kebagian memerankan elemen lautan, ombak. Mereka hidup damai bersama dengan elemen-elemen lainnya, sampai ketika negara api menyerang... (Duh, dimana-mana kalau negara api menyerang, ujungnya pasti nggak bagus...). Hehehee...
Bersyukur anak ini tidak menuruni sifat pemalu ibunya. Dulu waktu saya pertama kali perform dikampung, di panggung perpisahan KKN, saya hanya bisa menangis menutup mata, setelah musik mulai mengalun. ahahaha...
Penghargaan setinggi-tingginya untuk para Guru dan Panitia acara yang telah melatih anak-anak setiap hari, sehingga mereka dengan percaya diri tampil dipanggung dengan ciamik sekali. Bukan hal yang mudah pastinya, mengingat anak-anak ini semuanya punya energi berlebih kalau sudah bersama teman-temannya :-)
Thank you!
And for all kiddos, you all did a very good job today!!!!!
The parents are sooooo proud! ^_*
Pementasan dimulai dari para toddler yang penuh dengan hiburan. Ada yang menangis, ada yang kabur dari panggung, ada yang ngompol dipanggung, dan berbagai macam tingkah polah anak-anak kecil itu. Membuat kami yang duduk anteng dibelakang tertawa terbahak-bahak sepanjang acara.
Tiba saatnya anak-anak sendiri yang naik panggung, kami semua mulai anteng. Deg-degan dan was-was lebih tepatnya. Cemas memikirkan anak-anak ini bagaimana nantinya. Apakah mau tampil? apakah mau menggerakkan badannya? apakah menangis? Terlebih lagi Mbak K ini kan memang termasuk yang sensitif. Telat dijemput aja masih nangis kan...
Tapiiiii... Tetottttt....!
Ternyata emaknya lebay. Anaknya malah asik banget joget-joget mengikuti musik, bahkan mulutnya komat-kamit mengikuti lagunya... Rasa H2C antara mau nongol atau enggaknya emak ini, jadi hilang setelah melihat anaknya percaya diri. Aku melet-melet lidah dari bawah sambil merekam, dan ketika dia melihat emaknya ini, senyumnya langsung melebar... Alhamdulillah...
Kali ini pementasannya mengenai "A tale of the earth", dimana kelas K kebagian memerankan elemen lautan, ombak. Mereka hidup damai bersama dengan elemen-elemen lainnya, sampai ketika negara api menyerang... (Duh, dimana-mana kalau negara api menyerang, ujungnya pasti nggak bagus...). Hehehee...
Bersyukur anak ini tidak menuruni sifat pemalu ibunya. Dulu waktu saya pertama kali perform dikampung, di panggung perpisahan KKN, saya hanya bisa menangis menutup mata, setelah musik mulai mengalun. ahahaha...
Penghargaan setinggi-tingginya untuk para Guru dan Panitia acara yang telah melatih anak-anak setiap hari, sehingga mereka dengan percaya diri tampil dipanggung dengan ciamik sekali. Bukan hal yang mudah pastinya, mengingat anak-anak ini semuanya punya energi berlebih kalau sudah bersama teman-temannya :-)
Thank you!
And for all kiddos, you all did a very good job today!!!!!
The parents are sooooo proud! ^_*
Saturday, April 8, 2017
Ketika Gatal di Telapak Kaki Melanda
Pernah nggak ngerasain gatel di telapak kaki? Ganggu banget kan? Buatku sih itu sangat sangat sangat mengganggu sekali...
Digaruk, kegelian
Didiemin, gatel banget
Digosok-gosok ke kaki meja, geli-geli enak
Aaaaaahhhh.... Pokoknya gitu deh... :-p
Masalah seputar kucing juga bisa bikin telapak kaki gatel ternyata. ahahhaha #mulaideh
Aku cerita disini bukan karena aku terlalu cupu nggak berani bilang langsung, tatapi lebih karena udah bilang langsung tapi nggak berujung. Alias nggak banyak ditanggepi atau ditanggepi tapi nggak ditindaklanjuti. Gitu deh intinya mah :-p
Kucing
Makhluk hidup yang terkenal tidak setia ini adalah salah satu hewan kesayangan Nabi - kata banyak sumber sih begitu. Mustinya jika ingin menjadi kekasih Nabi, ya kita harus menyayangi dan memperlakukan kucing sebaik mungkin donk? Pacar aja, kalau masih di level cinta pasti disayang-sayang kan. Apalagi Kucing yang kesayangan Nabi. Gitu lah ya...
Nah,
Di lingkungan aku tinggal ini, sering sekali berkeliaran kucing-kucing. Baik itu kucing bagus, kucing biasa, sampai kucing yang banyak penyakitnya. Mulai dari berkalung, sampai tak berkalung. Dari tahun lalu kalau nggak salah, seiring dengan semakin ramainya penghuni komplek, semakin muncullah masalah kucing ini. Semakin banyak kucing. aaaaaahhhhh
Tau sendiri kan kucing? Sebentar-sebentar beranak. Sebentar-sebentar beranak. Kerjaannya makan boker beranak. Duh, kalau aku harus mendaftar keburukan kelakuan kucing komplek sini, habis deh energiku buat itu. Pokoknya gitulah.
Beberapa bulan lalu sempat terjadi diskusi ramai di grup RT mengenai makhluk yang satu ini. Karena ada tetangga yang komplain ikan gorengnya dicolong kucing. Ih, menyebalkan banget pasti itu rasanya. Udah mana lagi laper, goreng ikan sejumlah anggota keluarga, eh dicolong kucing entah kucing siapa pulak. zzzzzzz
Saat itu memang sepertinya sedang terjadi luapan populasi kucing yang entah darimana datangnya. Seperti ada yang melihara banyak kucing dirumah dan nggak pernah dikeluarkan, tapi mendadak dikeluarkan. Kebayang kan? Ada tetanggaku yang sangat baik hati, kalau sore suka ngasih sisa makan anaknya ke kucing, dan otomatis kucing yang lain pun ngumpul. Pernah iseng aku hitung ada kali 10 lebih. Dan berkalung. you know what I means....
Maka diskusi di grup mulai riuh rendah bla bla bla... Ada yang safe player bilang 'oh, untung bukan kucing saya", ada yang curhat "untung saya nggak punya kucing", ada yang ikut komplain "iya itu kemarin ayam saya dimakan kucing juga", ada yang protes "itu halaman saya dipake boker terus sama kucing", dll dll.
Aku? Ya pasti lah komen juga... Tapi seperti biasa juga, dengan tawaran solusi :
1. Dalam waktu beberapa hari, semua yang melihara kucing, tangkep dulu kucingnya, taro dirumah. Kandangkan.
2. In the mean time, kucing-kucing yang masih berkeliaran kan jadi ketauan kalau majikan-less. Nah sama RT yang majikan-less itu bisa di buang ke pasar. Ke tempat yang jelas banyak makanannya.
3. Kalau sudah bersih, kucing yang ada majikannya bisa di lepas. Jadi kalau mereka membuat ulah, urusannya bisa langsung sama yang punya.
Karena diskusi sempat panas, hangat, dan sedikit keras, mungkin pemilik kucing berkalung yang sedianya baru coba-coba melepaskan hewan "kesayangannya" itu jadi insaf. Karena beberapa hari kemudian kucing2 berkalung berkurang drastis jumlahnya. hehheeeee
Dan waktu berlalu... hari berganti... purnama berlalu... senyapppppp.... Kucing masih berkeliaran...
Sampai akhirnya beberapa waktu lalu. Ada tetangga yang sudah sangat terganggu akhirnya komplain lagi di grup RT. Beliau merasa dirugikan atas kelakuan kucing entah punya siapa, karena sofa diterasnya di garuk sampai rusak terus, teras dan halamannya dipakai kencing/boker sama kucing, dan wiper mobilnya hampir patah karena kucingnya tidur diatas mobil nya. Kalau aku yang jadi beliau, uhuk. Mungkin sendal terbang sudah jadi jurus langganan. ahahahaha #eh
Ada tetangga yang menyampaikan pendapat mengenai program steril. Aku bantu carikan link untuk info steril kucing. Manatau ada yang perlu. Mulai lagi diskusi panjang lebar mengenai kucing. Kembali lagi itu beraneka ragam jawaban dan keluhan seperti yang aku sebut diatas. Ada yang safe player bilang 'oh, untung bukan kucing saya", ada yang curhat "untung saya nggak punya kucing", ada yang ikut komplain "iya itu kemarin ayam saya dimakan kucing juga", ada yang protes "itu halaman saya dipake boker terus sama kucing", dll dll.
Aku sudah tidak ikut campur lagi ketika orang sudah mulai riuh rendah bersahut-sahutan. Aku hanya carikan satu artikel dari internet tentang "adab memelihara kucing dalam islam". Aku share ke teman dan ndilalah temanku itu share ke grup. Aneh lho... akhirnya grup senyaaaaaapppppp... Nggak ada lagi yang komentar. Tanya kenapa? hahaha
Grup baru ramai kembali ketika tetangga yang komplain itu salah kamar posting chatnya... hehehe. Sayang nya kebanyakan jadi playing victim gitu. Clear chat. Males aja kalau ada masalah, terus bukannya mencari solusi bersama bagaimana baiknya tetapi malah "maafkan kalau kucing saya mengganggu, usir aja... " atau "mohon dimaafkan kalau kucing saya yang suka bikin ulang... dihalau saja".
Lah bu? Kalau maaf itu gampil banget... Tapi kalau kita maafkan, terus kucingnya dihalau, apa kucingnya udah tau artinya bahwa kita nggak welcome sama kucing dan akhirnya pulang kerumah? hehehe. Bagaimana dengan boker atau pipis yang ketinggalan dan ditambah lagi besok2nya? Bagaimana dengan ikan atau ayam yang sedianya buat makan sekeluarga tapi malah digondol sama kucingnya ibu?
Yang membuat telapak kaki saya terasa semakin gatal, sebetulnya adalah :
1. Kita tinggal di komplek perumahan yang mungil2 dan halamannya sempit. Bisik2 aja kedengeran tetangga. Mbok ya sedikit dipertimbangkan itu tetangganya.
2. Kalau memang sayang kucing/binatang, ya silahkan. Tapi pastikan mereka berada di area rumah ibu aja. Misal dikandangkan atau ditarok didalem rumah. Eits... pasti mau bilang kalau nanti mereka bosan? Ya kasih tau atuh... kita tinggal dikomplek sempit, jadi yang sabar ya nak. Harus prihatin. Eits... Mau bilang itu melanggar hak hidup hewan? Ya itu kan pasal pertama yang harus ibu tahu ketika memutuskan untuk memelihara hewan. Eeiitttsss... Mau bilang kalau dipelihara dirumah nanti bau ee' kucing? Lhaaaa, itu ibu tau kalau ee' kucing itu baunya nggak enak. Gimana dengan tetangga yang belum tentu suka kucing? harus kebauan ee' kucing ibu? Eitsss... mau bilang kalau nggak suka tapi anak suka? Anak kan anak kita. Tugas orang tua kan mendidik dan memberi pengertian. Kasih tau kalau kita tinggal di komplek yang sempit, kasihan hewannya nanti bosan kalau cuma di rumah sama di halaman kita. Dan kasihan kalau dilepasin, nanti mengganggu tetangga. Itu juga pendidikan yang sangat penting lhooooo :-)
3. Kalau ibu sayang dengan kucing, kemudian membuat mereka terlantar hingga akhirnya 'main' ke tetangga, bukannya itu juga Tuhan tidak akan suka? Rugi doble kan jadinya? Sudah membuat tetangga kita susah, masih juga membuat Tuhan tidak suka? Bahkan menurut artikel di internet, katanya bisa membuat kita mendapat siksa neraka lho... Ngeri kan? Dan kalau ibu bilang sayang mereka, tapi kemudian ibu membiarkan nya berkeliaran dirumah-rumah orang, yang mungkin kadang kena lemparan sendal, siraman air, dan makian, mungkin perlu dipertanyakan lagi rasa sayang ibu itu sayang yang bagaimana? Mungkin semacam "Aku mencintaimu, tapi kan cinta tak harus memiliki. Jadi aku ikhlaskan kamu pergi" ? :-p
Saya dan anak saya, sangat suka melihat hewan-hewan lucu. Kucing adalah salah satunya. Setiap melihat kucing lucu, saya pasti langsung teriak "iiiih... lucu bangetttttt... mau dooooonkkkk..."
Untungnya teman-teman sayang yang pencinta dan pemelihara kucing (dan anjing juga), selalu mengingatkan saya "memelihara hewan peliharaan itu, seperti kita punya anak. Ikatan seumur hidup. Kamu sudah siap? Kita harus memastikan dia makan baik, minum baik, sehat, imunisasi, jalan2, bersihin tempat makan/minum, bersihin tempat tidur, dll. Kamu udah siap?" Dan saya akan langsung bilang "belum..."
Anak saya selalu merengek untuk punya peliharaan lucu itu, tidak jarang berakhir tangis. Tapi saya beli pengertian bahwa nanti ketika anak saya sudah mandiri, bisa makan sendiri, mandi sendiri, beres-beres kamar sendiri, dan sudah siap untuk membantu kucing siap-siap dan beres-beres, dia boleh punya peliharaan." Belum tentu berhasil, tapi setidaknya saya coba lakukan.
Kaki saya tidak lagi segatal tadi sekarang.... :-p
Kata penutup untuk tulisan saya ini mungkin:
"Karena tak hanya riba yang bisa memasukkan kita ke neraka, bahkan kucing yang kita pelihara pun bisa menghantarkan kita kedalam siksa api neraka"
Digaruk, kegelian
Didiemin, gatel banget
Digosok-gosok ke kaki meja, geli-geli enak
Aaaaaahhhh.... Pokoknya gitu deh... :-p
Masalah seputar kucing juga bisa bikin telapak kaki gatel ternyata. ahahhaha #mulaideh
Aku cerita disini bukan karena aku terlalu cupu nggak berani bilang langsung, tatapi lebih karena udah bilang langsung tapi nggak berujung. Alias nggak banyak ditanggepi atau ditanggepi tapi nggak ditindaklanjuti. Gitu deh intinya mah :-p
Kucing
Makhluk hidup yang terkenal tidak setia ini adalah salah satu hewan kesayangan Nabi - kata banyak sumber sih begitu. Mustinya jika ingin menjadi kekasih Nabi, ya kita harus menyayangi dan memperlakukan kucing sebaik mungkin donk? Pacar aja, kalau masih di level cinta pasti disayang-sayang kan. Apalagi Kucing yang kesayangan Nabi. Gitu lah ya...
Nah,
Di lingkungan aku tinggal ini, sering sekali berkeliaran kucing-kucing. Baik itu kucing bagus, kucing biasa, sampai kucing yang banyak penyakitnya. Mulai dari berkalung, sampai tak berkalung. Dari tahun lalu kalau nggak salah, seiring dengan semakin ramainya penghuni komplek, semakin muncullah masalah kucing ini. Semakin banyak kucing. aaaaaahhhhh
Tau sendiri kan kucing? Sebentar-sebentar beranak. Sebentar-sebentar beranak. Kerjaannya makan boker beranak. Duh, kalau aku harus mendaftar keburukan kelakuan kucing komplek sini, habis deh energiku buat itu. Pokoknya gitulah.
Beberapa bulan lalu sempat terjadi diskusi ramai di grup RT mengenai makhluk yang satu ini. Karena ada tetangga yang komplain ikan gorengnya dicolong kucing. Ih, menyebalkan banget pasti itu rasanya. Udah mana lagi laper, goreng ikan sejumlah anggota keluarga, eh dicolong kucing entah kucing siapa pulak. zzzzzzz
Saat itu memang sepertinya sedang terjadi luapan populasi kucing yang entah darimana datangnya. Seperti ada yang melihara banyak kucing dirumah dan nggak pernah dikeluarkan, tapi mendadak dikeluarkan. Kebayang kan? Ada tetanggaku yang sangat baik hati, kalau sore suka ngasih sisa makan anaknya ke kucing, dan otomatis kucing yang lain pun ngumpul. Pernah iseng aku hitung ada kali 10 lebih. Dan berkalung. you know what I means....
Maka diskusi di grup mulai riuh rendah bla bla bla... Ada yang safe player bilang 'oh, untung bukan kucing saya", ada yang curhat "untung saya nggak punya kucing", ada yang ikut komplain "iya itu kemarin ayam saya dimakan kucing juga", ada yang protes "itu halaman saya dipake boker terus sama kucing", dll dll.
Aku? Ya pasti lah komen juga... Tapi seperti biasa juga, dengan tawaran solusi :
1. Dalam waktu beberapa hari, semua yang melihara kucing, tangkep dulu kucingnya, taro dirumah. Kandangkan.
2. In the mean time, kucing-kucing yang masih berkeliaran kan jadi ketauan kalau majikan-less. Nah sama RT yang majikan-less itu bisa di buang ke pasar. Ke tempat yang jelas banyak makanannya.
3. Kalau sudah bersih, kucing yang ada majikannya bisa di lepas. Jadi kalau mereka membuat ulah, urusannya bisa langsung sama yang punya.
Karena diskusi sempat panas, hangat, dan sedikit keras, mungkin pemilik kucing berkalung yang sedianya baru coba-coba melepaskan hewan "kesayangannya" itu jadi insaf. Karena beberapa hari kemudian kucing2 berkalung berkurang drastis jumlahnya. hehheeeee
Dan waktu berlalu... hari berganti... purnama berlalu... senyapppppp.... Kucing masih berkeliaran...
Sampai akhirnya beberapa waktu lalu. Ada tetangga yang sudah sangat terganggu akhirnya komplain lagi di grup RT. Beliau merasa dirugikan atas kelakuan kucing entah punya siapa, karena sofa diterasnya di garuk sampai rusak terus, teras dan halamannya dipakai kencing/boker sama kucing, dan wiper mobilnya hampir patah karena kucingnya tidur diatas mobil nya. Kalau aku yang jadi beliau, uhuk. Mungkin sendal terbang sudah jadi jurus langganan. ahahahaha #eh
Ada tetangga yang menyampaikan pendapat mengenai program steril. Aku bantu carikan link untuk info steril kucing. Manatau ada yang perlu. Mulai lagi diskusi panjang lebar mengenai kucing. Kembali lagi itu beraneka ragam jawaban dan keluhan seperti yang aku sebut diatas. Ada yang safe player bilang 'oh, untung bukan kucing saya", ada yang curhat "untung saya nggak punya kucing", ada yang ikut komplain "iya itu kemarin ayam saya dimakan kucing juga", ada yang protes "itu halaman saya dipake boker terus sama kucing", dll dll.
Aku sudah tidak ikut campur lagi ketika orang sudah mulai riuh rendah bersahut-sahutan. Aku hanya carikan satu artikel dari internet tentang "adab memelihara kucing dalam islam". Aku share ke teman dan ndilalah temanku itu share ke grup. Aneh lho... akhirnya grup senyaaaaaapppppp... Nggak ada lagi yang komentar. Tanya kenapa? hahaha
Grup baru ramai kembali ketika tetangga yang komplain itu salah kamar posting chatnya... hehehe. Sayang nya kebanyakan jadi playing victim gitu. Clear chat. Males aja kalau ada masalah, terus bukannya mencari solusi bersama bagaimana baiknya tetapi malah "maafkan kalau kucing saya mengganggu, usir aja... " atau "mohon dimaafkan kalau kucing saya yang suka bikin ulang... dihalau saja".
Lah bu? Kalau maaf itu gampil banget... Tapi kalau kita maafkan, terus kucingnya dihalau, apa kucingnya udah tau artinya bahwa kita nggak welcome sama kucing dan akhirnya pulang kerumah? hehehe. Bagaimana dengan boker atau pipis yang ketinggalan dan ditambah lagi besok2nya? Bagaimana dengan ikan atau ayam yang sedianya buat makan sekeluarga tapi malah digondol sama kucingnya ibu?
Yang membuat telapak kaki saya terasa semakin gatal, sebetulnya adalah :
1. Kita tinggal di komplek perumahan yang mungil2 dan halamannya sempit. Bisik2 aja kedengeran tetangga. Mbok ya sedikit dipertimbangkan itu tetangganya.
2. Kalau memang sayang kucing/binatang, ya silahkan. Tapi pastikan mereka berada di area rumah ibu aja. Misal dikandangkan atau ditarok didalem rumah. Eits... pasti mau bilang kalau nanti mereka bosan? Ya kasih tau atuh... kita tinggal dikomplek sempit, jadi yang sabar ya nak. Harus prihatin. Eits... Mau bilang itu melanggar hak hidup hewan? Ya itu kan pasal pertama yang harus ibu tahu ketika memutuskan untuk memelihara hewan. Eeiitttsss... Mau bilang kalau dipelihara dirumah nanti bau ee' kucing? Lhaaaa, itu ibu tau kalau ee' kucing itu baunya nggak enak. Gimana dengan tetangga yang belum tentu suka kucing? harus kebauan ee' kucing ibu? Eitsss... mau bilang kalau nggak suka tapi anak suka? Anak kan anak kita. Tugas orang tua kan mendidik dan memberi pengertian. Kasih tau kalau kita tinggal di komplek yang sempit, kasihan hewannya nanti bosan kalau cuma di rumah sama di halaman kita. Dan kasihan kalau dilepasin, nanti mengganggu tetangga. Itu juga pendidikan yang sangat penting lhooooo :-)
3. Kalau ibu sayang dengan kucing, kemudian membuat mereka terlantar hingga akhirnya 'main' ke tetangga, bukannya itu juga Tuhan tidak akan suka? Rugi doble kan jadinya? Sudah membuat tetangga kita susah, masih juga membuat Tuhan tidak suka? Bahkan menurut artikel di internet, katanya bisa membuat kita mendapat siksa neraka lho... Ngeri kan? Dan kalau ibu bilang sayang mereka, tapi kemudian ibu membiarkan nya berkeliaran dirumah-rumah orang, yang mungkin kadang kena lemparan sendal, siraman air, dan makian, mungkin perlu dipertanyakan lagi rasa sayang ibu itu sayang yang bagaimana? Mungkin semacam "Aku mencintaimu, tapi kan cinta tak harus memiliki. Jadi aku ikhlaskan kamu pergi" ? :-p
Saya dan anak saya, sangat suka melihat hewan-hewan lucu. Kucing adalah salah satunya. Setiap melihat kucing lucu, saya pasti langsung teriak "iiiih... lucu bangetttttt... mau dooooonkkkk..."
Untungnya teman-teman sayang yang pencinta dan pemelihara kucing (dan anjing juga), selalu mengingatkan saya "memelihara hewan peliharaan itu, seperti kita punya anak. Ikatan seumur hidup. Kamu sudah siap? Kita harus memastikan dia makan baik, minum baik, sehat, imunisasi, jalan2, bersihin tempat makan/minum, bersihin tempat tidur, dll. Kamu udah siap?" Dan saya akan langsung bilang "belum..."
Anak saya selalu merengek untuk punya peliharaan lucu itu, tidak jarang berakhir tangis. Tapi saya beli pengertian bahwa nanti ketika anak saya sudah mandiri, bisa makan sendiri, mandi sendiri, beres-beres kamar sendiri, dan sudah siap untuk membantu kucing siap-siap dan beres-beres, dia boleh punya peliharaan." Belum tentu berhasil, tapi setidaknya saya coba lakukan.
Kaki saya tidak lagi segatal tadi sekarang.... :-p
Kata penutup untuk tulisan saya ini mungkin:
"Karena tak hanya riba yang bisa memasukkan kita ke neraka, bahkan kucing yang kita pelihara pun bisa menghantarkan kita kedalam siksa api neraka"
Monday, February 20, 2017
Sometimes, things are better left as mere memories
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
I dedicated this story to my buddy, one of my partner in crime, and my lucky friends, Ijah. She is the one who gave me this big challeng...
-
Alhamdulillah.... Million thanks to Allah SWT ... Untuk semua hal yang sudah diberikan-Nya kepadaku, kepada orang2 disekelilingku. Duu...
-
And again..... One year has gone.... :) I still on the way... I still on my way... :p There is a lotta love, Coz everybody needs a lotta lov...