Wednesday, April 7, 2010

Mencoba Bertanggung Jawab Atas Mimpi Yang Kutitipkan Pada-Nya

Aku perlu kembali menyatu dengan rutinitas sehari2 ini, kalau memang aku masih ingin bisa berekspresi. Sudah lama aku terbiasa dengan semua ini, sehingga tanpa sadar aku tak lagi bisa dipisahkan. Ketika aku terpisah jauh, maka aku tidak lagi mampu mengaitkan satu persatu kata menjadi kalimat yang enak dan layak di baca.

Akhirnya justru banyak hal berlalu begitu saja, tanpa sedikitpun tersisa sebagai torehan tulisan dimanapun. Hanya ada di otak dan di hati. Siapa yang bisa ikut merasakannya? Tidak satupun orang pastinya.

AKu harus secepatnya mengembalikan semua jalinan benang di kepalaku agar kembali normal. Aku sangat membutuhkannya untuk kembali menyusuri jalanan setapak menuju mimpiku. Aku selalu dan akan terus meyakinkan diri bahwa ketika aku tidak sanggup menorehkan kata, itu hanyalah karena aku sedang tersesat. Aku akan segera berbalik dan mencari jalan setapak yang seharusnya aku lalui.

Jalan itu hanya jalan setapak. Jalan setapak yang masih bertahan di tengah makin maraknya jalan bebas hambatan dan jalan layang. Dia tetap ada dan akan selalu ada. Terkadang dia Nampak mengecil hingga tinggal berupa satu bambu yang melintang sebagai penghubung jalan yang putus. Namun segera setelah itu akan kembali menjadi jalan setapak.

Tak jarang juga dia Nampak semakin melebar selebar jalan raya. Namun aku tidak boleh lantas bergirang diri dengannya. Aku hanya perlu jalan setapak, karenanya aku akan tetap menggunakannya sebagai jalan setapak. Jika jalanan sedang melebar, aku hanya akan berhenti dan duduk disana sejenak. Mensyukuri kesempatan yang senantiasa di berikan oleh-Nya.

Aku akan tetap berusaha meniti jalan setapak, menuju tempat yang sudah lama kutahu sedang menungguku. Dia menunggu untuk bisa ku sentuh, ku pegang, dan kupeluk. Sudah sekian lama aku menitipkannya pada-Nya. Sudah saatnya aku berusaha meraih, mengambil, dan bertanggung jawab sepenuhnya.

Kalaupun aku tahu sekarang ini mereka aman di tangan yang tepat, aman di pelukan yang hangat, tapi itu bukan untuk selamanya. Aku akan meraih dan mengambilnya agar bisa kupeluk sendiri. Terima kasih Tuhan, untuk kesediaan-Mu memeluk semua mimpi2ku yang sudah sekian lama kutitipkan dan semakin kutambah saja. Terima kasih untuk tetap membuat mereka aman di pelukan-Mu. Terima kasih untuk tetap menjaganya sampai suatu saat nanti aku bisa mengambilnya darimu.



Monday, April 5, 2010

Mari Kita Mulai Mengusut Angka 3

Aku sedang, masih dan akan benar2 berusaha mewujudkan agenda urai-mengurai dan usut-mengusut seputar angka 3 itu kawan.... Doakan aku semoga bisa secepatnya mendapat kiriman wangsit. Rasa penasaran sudah mulai tumbuh subur, tinggal di tingkatnya kemampuan berkhayalnya. hehehehee

Angka 3 yang sangat dekat dengan kita itu, akan benar2 menjadi sebuah "kilasan 3 di sekitar kita". Untuk sementara ini, aku mengunci lingkupnya dalam "3 Wanita, 3 Cinta, dan 3 Rock n Roll". hwakakakakaa....

Semoga tidak menjadi sesuatu yang terlalu menggambarkan ke-Jet-Z-an yaaaa.... ^_*

Wismilak...... :)

Wednesday, March 31, 2010

Pernikahan demi Pernikahan

Satu kalimat yang biasa saja untuk para pendengarnya, namun terasa sangat luar biasa untuk yang mengalaminya. Untuk yang mendengarkan, mungkin hanya akan menjadi pancingan untuk mengatakan,

"Wow.... Selamat ya....." atau"Eh, serius lu??" atau"Gila lu...akhirnya merid juga.."
Tetapi untuk yang mengalami? Wwwwooowww...... Looks great ... dan tentunya not easy guys...:P

Entah sudah berapa banyak pernikahan yang terjadi surraunding me.... Sepertinya semakin hari semakin banyak saja orang yang memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Banyak sekali. Aku berikan ke empat jempolku untuk kalian.Banyak cara dan banyak jenis pertemuan yang berujung pada pernikahan, paling tidak yang terjadi pada teman2 ku. Ada yang perlu waktu bertahun2 untuk bersama dengan alasan untuk saling mengenal baru kemudian memutuskan untuk mengubah status mereka dari "single" being "married".

Namun tidak sedikit juga yang langsung memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya beberapa waktu setelah bertemu dengan pasangannya.Bulan ini saja, ada beberapa temanku yang melangsungkan upacara sakral melepaskan masa lajangnya.

Sayangnya, aku hanya bisa menghadiri beberapa saja. Dua tepatnya. Ya, minggu lalu aku melakukan perjalanan persahabatan. Perjalanan persahabatan dengan kegiatan menghadiri hari bahagia dari temanku dan pasangannya. Dua pasangan yang masing2 memiliki cerita unik dan menarik sebagai bagian dari perjalanan cinta mereka.

Ini adalah cerita mengenai pernikahan pasangan yang pertama......

Della dan Teja. Sahabat yang aku kenal ketika duduk di bangku kuliah. Persahabatan kami tidak selengket madu, tapi juga tidak secair air. Semuanya memiliki porsi yang cukup untuk kami saling berbagi kebahagiaan. Della akhirnya memilih untuk menikahi lelaki yang telah lama menjadi kekasihnya, Teja. Pernikahan mereka di helat di rumah Della, di Banjarnegara.

Aku yang datang bersama beberapa orang temanku, langsung menemui si pengantin di dalam kamarnya. Dia terlihat sangat...sangat berbeda dari hari2 biasa. Paling tidak dengan masa ketika kami masih di Kampus. Dia terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya warna putih berhiaskan bros besar dan bunga melati di sana-sini. You are a beautiful bride Della.....

Beberapa saat setelah kami melepas rindu di kamar pengantin itu, Dela harus keluar menemui mempelai laki2 nya untuk melakukan akad nikah. Aku berusaha mengabadikan proses itu semampuku. Berharap tidak terlewatkan momen penting dalam hidup sahabatku. Proses akad nikah akhirnya berjalan dengan lancar, dan Della resmi menjadi Nyonya Rahadian. I'm so glad for you Della....

Setelah akad nikah, Dela dan juga Teja di giring menuju pelaminan untuk melakukan prosesi adat sungkeman, saweran, dan photo session. Sepertinya Della sedikit grogi dan tegang, sehingga dia nampak jarang sekali tersenyum. Ikhlas kan del...??? :P

Aku dan teman2 pun menikmati hidangan yang telah di sediakan dan makan sambil sedikit mengobrol. Salah satunya tentang bagaimana bisa teman kita yang sudah menikah langsung berubah sikap dan tidak lagi "merangkul" kita sebagai teman? Apakah mungkin nanti Della akan seperti orang itu juga setelah menikah dengan Teja? I hope not.... Don't be like that Della, its not good for us. hahahha...
Setelah lewat tengah hari, Della berganti busana penganten. Kali ini mereka menggunakan kebaya panjang berwarna merah marun, senada dengan wardrobe yang di gunakan sebagai pelaminan. Kali ini pula, terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam diri Della. Dia tersenyum banyak dan bahkan tertawa sodara-sodara..... Congratz yaaa...:P

Memang sudah seharusnya orang yang menikah itu berbahagia bukan? Berbahagialah Della...tertawalah.... Dan kamipun banyak melakukan foto2 dengan penganten yang terlihat sangat ceria itu. Kami memang senang sekali bisa berbagi kebahagiaan dan menghebohkan suasana pesta orang. ^_*

Selamat menempuh hidup baru Dela & Teja.... Wish your new family always got a lot of joy and happiness... ever after.... everlasting.... ^_^

Saturday, March 27, 2010

Mulai Mengumpulkan Yang Terserak

Hari ini sepertinya energiku sudah mulai kembali, meskipun belum seutuhnya dan sepenuhnya. Aku sudah merasa kembali menginjak bumi, setelah beberapa waktu ini serasa terbang melayang. Selagi energi ini masih ada, aku akan segera memanfaatkan waktuku dengan sebaik2nya. Banyak hal yang harus dilakukan, sedikit demi sedikit.

Beberapa hari ini aku berusaha untuk mengingat2 kembali, mengumpulkan kembali, dan merangkum kembali kisah2 yang terserak selama 2 minggu ini. Tepatnya adalah kisah perjalanan kecilku menuju ke timur. Memang ini bukanlah perjalanan yang luar biasa, tetapi bagiku ini tetap saja memiliki makna. Setiap langkah menghasilkan tapak, setiap nafas menghasilkan uap, setiap waktu menghasilkan kisah, dan setiap persinggahan menghasilkan teman.

Aku hanya akan berusaha mendokumentasikan aku dengan apa, siapa, dimana, kenapa, untuk apa, mengapa, dan bagaimana bisa aku mengalaminya. Itu saja. Karena aku yakin suatu saat aku akan melupakan perjalanan kecil itu. Memori kepalaku tidak akan mampu menyimpan detail dari setiap apa yang aku jalani. Karena itulah, aku harus bisa membantu kinerja otakku dalam pendokumentasian itu.

Mungkin tidak akan banyak, tidak akan lengkap, dan tidak akan menarik untuk orang lain. Tetapi aku akan berusaha agar ini bisa menarik untuk diriku sendiri. Karena aku percaya bahwa semua hal yang aku pilih, aku lakukan, dan aku jalani adalah wajib dan berhak untuk aku nikmati.

Saat ini, semuanya masih berserakan, masih berantakan, masih tak bertuan. Tetapi aku akan mencoba untuk memulai mengumpulkan apa yang terserak itu, agar dapat bersatu. Harapanku tidaklah muluk2 atau berlebihan. Aku hanya ingin setiap cerita yang pernah aku lewati, menjadi hal yang selalu luar biasa untukku. Semua akan menjadi tempatku belajar.

Suatu saat aku akan membuka kembali kumpulan apa yang terserak ini, dan tersenyum sambil berkata : "Semenjak dahulu, aku selalu merasa yakin bahwa puzzle kehidupan itu pastilah bisa tersusun rapi, dan itu adalah sekarang....."

We must always be happy, where ever we are guys.... ^_*

Gambar di ambil dari sini

Wednesday, March 24, 2010

Kita Dalam Angka 5

Ada beberapa tulisan yang menjadi terlambat untuk ditulis, hanya karena aku terlalu canggih menyusun sebuah alasan. Alasan yang paling klasik yang aku gunakan untuk ngeles adalah "nggak ada waktu, sibuk, atau kecapekan". Untuk semua alasan itu, aku melupakan banyak sekali momen yang mungkin akan jarang aku rasakan atau temui. Salah satunya adalah tulisan mengenai angka 5.

Tulisan mengenai angka 5 ini, selayaknya aku tulis pada tanggal 20 Maret. Namun karena alasan2 yang sudah pasti hasil mengarang indahku itu, aku baru menulisnya hari ini. Semoga maknanya tidak berubah dan tetap tak lekang oleh waktu. Aku akan membaginya di sini, barang sebait dua bait, tidak semuanya.... :)

******

....................






Kita 5 tahun setelah 5 tahun yang lalu,

Telah banyak mengumpulkan yang terserak.

Meskipun sulit, Kita mampu mengumpulkan niat

Meskipun berat, Kita mampu mengumpulkan keberanian

Meskipun tidak mudah, Kita mampu mengumpulkan alasan.

Meskipun banyak yang berkata mustahil,

Kita mampu mengumpulkan sedikit demi sedikit kemungkinan.


Tidak ada yang hebat dari apa yang kita miliki,

Tidak ada yang dahsyat dari apa yang kita jalani,

Tidak ada yang kuat dari apa yang kita perjuangkan,

Semuanya adalah hal yang biasa, dan sewajarnya.


Itulah kita…..

Kita meyakini bahwa semua hal ada di tangan takdir,

Kita meyakini bahwa tidak ada yang bisa memaksakan kehendak,

Kita meyakini apa yang menjadi keyakinan kita….


Itulah kita….

Kita menjalani semua dengan santai,

Kita menjalani semua dengan nyaman,

Kita menjalani semua dengan tulus,

Kita menjalani semua dengan ikhlas,

Karena kita punya keyakinan, bahwa semua layak untuk di nikmati.


Entah apa yang membuat kita sama-sama percaya,

Bahwa ada akhir dari perjalanan yang sudah terpatri,

Kapan dan bagaimana kita akan sampai padanya,

Itulah yang menjadi hak kita untuk mengusahakannya.


Mungkin ikatan kita tidak sekuat baja,

Mungkin perjuangan kita tidak setegar karang,

Mungkin kesabaran kita tidak seluas samudra,

Namun semua akan baik2 saja,

Selama kita selalu bergandengan tangan….


Semoga 5 tahun ke depan,

Kita bisa maju sebanyak 5 langkah dari kita yang sekarang

Semoga 5 tahun kemudian,

Kita sudah melangkah 50 langkah,

Semoga 5 tahun kemudian,

Langkah2 kita akan selalu maju sekian kali 5 langkah.


Tak perlu berlari, kita hanya perlu melangkah….

Semua akan menjadi dan terasa indah pada waktunya.


Kita dalam angka 5, Bukanlah hal luar biasa untuk dunia.

Tetapi kita dalam angka 5,

Menjadikan hidupku terasa sedikit luar biasa di dunia.

Semoga, begitu juga dengan hidupmu.

.............

******

Thanks to you that made my life so colorfull ....

Lets keep our struggle, to fight the hard live....hehehhee