Di suatu sore, di balkon rumah
Hanya ada aku, dia, dan keheningan
Surya mulai tenggelam,
Meninggalkan temaram yang perlahan kian kelam
Satu demi satu seruan berkumandang
Ajakan kembali pulang, menggantikan tonggeret dimasa silam
Ini adalah momen
Dimana asa dan nestapa bersentuhan
Bersinggungan kulit terluar yang seolah tak nyata
Untuk kemudian berjalan saling menjauh
Asaku merebak bersama terang
Nestapaku hadir manakala cahaya mentari berakhir
Siang membuatku terus bergerak
Malam memaksaku menghadapi yang terserak
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #inbetween
@30haribercerita @kaizenwritingalumni
Sunday, January 23, 2022
Saturday, January 22, 2022
30hbc2222 - Mengarang
#30hbc22mengarang
Layangan tersangkut di awan, Budi lari ke hutan belok ke pantai...
Melihat Pak Beye yang senang menyanyi, membuat lagu dan membuat museum, membuat beberapa orang berfikir beliau hidup dari karya demi Ani (Bu Beye). Setiap malam, mungkin sebuah lagu dinyanyikannya, mengantar tidur yang tak lagi senyaman dulu...
Apa yang lebih membuat pusing daripada terbangun (tidur) oleh suara tetangga pasang keramik?
---
Adalah menahan rentetan kalimat yang berbaris rapi di kepala, mengantri hingga jauh ke bawah, ke suatu tempat bernama hati. Menahan mereka yang siap menghambur seperti peluru, menelannya hingga melebur bersama nasi, sayur, rambutan, kopi, dan lain2nya menjadi t**.
Dengan bantuan ratusan kubik udara yang dijejalkan ke dalam paru, dan puluhan galon air yang digelontorkan melalui tenggorokan, tercipta semacam amplas yang bekerja setiap kali mulut membuka atau jari mengetik. Menjadi barisan kata rancu tentang Si Budi dan Pak Beye...
Well, all is well... Well is good... and good is God...
Sekian
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #mengarang #justbeblessed #loveyourlife
@30haribercerita
Melihat Pak Beye yang senang menyanyi, membuat lagu dan membuat museum, membuat beberapa orang berfikir beliau hidup dari karya demi Ani (Bu Beye). Setiap malam, mungkin sebuah lagu dinyanyikannya, mengantar tidur yang tak lagi senyaman dulu...
Apa yang lebih membuat pusing daripada terbangun (tidur) oleh suara tetangga pasang keramik?
---
Adalah menahan rentetan kalimat yang berbaris rapi di kepala, mengantri hingga jauh ke bawah, ke suatu tempat bernama hati. Menahan mereka yang siap menghambur seperti peluru, menelannya hingga melebur bersama nasi, sayur, rambutan, kopi, dan lain2nya menjadi t**.
Dengan bantuan ratusan kubik udara yang dijejalkan ke dalam paru, dan puluhan galon air yang digelontorkan melalui tenggorokan, tercipta semacam amplas yang bekerja setiap kali mulut membuka atau jari mengetik. Menjadi barisan kata rancu tentang Si Budi dan Pak Beye...
Well, all is well... Well is good... and good is God...
Sekian
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #mengarang #justbeblessed #loveyourlife
@30haribercerita
Friday, January 21, 2022
30hbc2221 - Buku Cerita Anak
Sudah hari ke-21 dari program #30haribercerita. Rasanya mulai nganu, tapi pengen istiqomah lengkap 30 hari. Gimana atuh yah...
Jadi hari ini, saya cerita tentang buku cerita aja kayaknya. Ini salah satu bukunya K kesukaan saya. Jadi saat nduk K minta dibacain tapi bukunya "Bebas terserah Bunda", maka buku ini yang saya pilih. Kenapa coba?
Karena sambil baca, saya bisa sedikit2 menjejalkan kalimat seperti "tuh kan K, ini yang kemarin bunda bilang .... " atau "Nih dengerin baik2 nih... penting..." atau "Ini kamu ngerti kan kenapa begini?" Atau "ini nih contohnya kalau...", Dan yang paling pasti adalah "Nah kan... Jadi...".
Buku ini judulnya "The place you will go" dari Dr. Seuss. Nyeritain bahwa sebagai anak (manusia) kita akan pergi dan menemui berbagai macam kondisi atau keadaan. Pergi di sini, lebih ke 'kejadian yg dialami sehari2' gitu lho.
Mungkin kita akan senang, kita akan sedih, kita akan bingung, kita akan terpuruk atau juga menang dan bangga. Dan setiap anak (manusia) akan menghadapi setiap situasi dan kondisi dengan berbagai cara. Buku ini mendorong anak untuk berani menghadapi apapun kondisi yang ditemui. Dan saat menemui kondisi tdk menyenangkan, mereka tidak menjadi golongan yang menunggu kondisi membaik. Melainkan terus berjalan, mencari-cari jalan dan tidak menyerah.
Saya menyukai ilustrasi gambar2 yang menyertai cerita di setiap halamannya. Mungkin terlihat "nyeleneh" kalau dari mata orang dewasa. Namun dari kaca mata anak kecil, mungkin memang jenis ilustrasi seperti itu yang membuat mereka mudah mengerti.
Seperti ibu2 lainnya, saya masih belajar dan sering kesulitan menanamkan rasa percaya diri pada anak saya. Membuatnya berani, yakin dengan kemampuannya, tidak malu atau takut mencoba hal baru, tidak semudah membaca buku2 panduan parenting di luar sana, yang tak jarang malah membuat minder... #sigh
Setidaknya, buku ini membuat saya sedikit percaya diri saat membacakan untuk anak saya. Kan saya tinggal nambah2in pakai kalimat2 di atas itu. Meskipun ujung2nya, anaknya protes "Udahlah bunda... baca aja. Nggak usah ditambah2 lagi kayak gitu..." #eeeaaa
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #drseuss #theplaceyouwillgo #emak
Thursday, January 20, 2022
30hbc2220 - Hair Do
Hair Do
Banyak yg menilai saya tomboy. Teman2 tdk percaya (& tdk menerima kenyataan) bahwa saya jg punya sisi feminin/kewanita2an. Meskipun saya senang naik2 ke puncak gunung, bkn berarti saya nggak suka yg ayu2 kemayu. Buktinya saya jg suka merajut, (belajar)menjahit, diamond painting, (berusaha keras utk)memasak, (mimpi suatu saat bisa) bikin kue, juga menata rambut anak. 🤣
Hasilnya, setiap K pergi2/sekolah dgn rambut rapi penuh kreasi, pasti kalimat pertama yg saya dengar dari teman2 adl "siapa yg nata rambutnya Kiran?" Bah, emaknya laaahhh. Dgn tatapan penuh keraguan mereka pasti menyangsikan.
Padahal 100% yaqueen sayalah yg menata rambut K. Saya memang senang menata rambut alias "hair do" anak. Sebelum punya anakpun, saya selalu membayangkan jk suatu saat memiliki anak perempuan, saya bakal menata rambutnya semaksimal mungkin. Membayangkan anak2 kecil pergi sekolah dgn rambut yg lucu2 gayanya, membuat saya kepingin.
Jadi, saat K masuk sekolah, saya mulai membisikkan "bye bye rambut bob...". Iya, bisik2 aja krn ayah & simbah dari kedua belah pihak sepertinya lebih senang melihat anak kecil berambut bob nungging.
Biasanya malam hari saya buka2 Yutup mencari inspirasi. Paginya saya tinggal tunjukin ke si empunya rambut, mau gaya apa hari ini. Setelah sarapan, dia duduk manis hair do sambil haha hihi. Kadang buru2 jg krn modelnya berbanding terbalik dgn ketersediaan waktu. Tak jarang miring2 hasilnya karena masih amatir. Orapopo.
Kadang pulang sekolah K semangat bercerita "Temenku suka sama rambutku, jadi dipegang2 terus" atau di lain kesempatan "Tadi Bu Guru panggil aku ke depan, terus tunjukin rambutku ke temen2. Katanya, rambutku mewakili perasaan semua orang hari ini". Waktu itu saya buat rambutnya kepang bentuk hati, tanggal 14 februari. Terniat yekaaan.
Pandemi membuat semua anak bersekolah dr rumah. Tdk setiap hari google meet, tdk setiap hari pakai seragam. Membuat K malas di tata rambutnya. Boro-boro hair do. Sisiran saja terkadang nggak mau 🥲
Salah satu penambah doa saya agar kondisi segera normal & anak2 bisa bersekolah lagi seperti seharusnya, adalah saya rindu meng-hair do. 😜
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #hairdo
Banyak yg menilai saya tomboy. Teman2 tdk percaya (& tdk menerima kenyataan) bahwa saya jg punya sisi feminin/kewanita2an. Meskipun saya senang naik2 ke puncak gunung, bkn berarti saya nggak suka yg ayu2 kemayu. Buktinya saya jg suka merajut, (belajar)menjahit, diamond painting, (berusaha keras utk)memasak, (mimpi suatu saat bisa) bikin kue, juga menata rambut anak. 🤣
Hasilnya, setiap K pergi2/sekolah dgn rambut rapi penuh kreasi, pasti kalimat pertama yg saya dengar dari teman2 adl "siapa yg nata rambutnya Kiran?" Bah, emaknya laaahhh. Dgn tatapan penuh keraguan mereka pasti menyangsikan.
Padahal 100% yaqueen sayalah yg menata rambut K. Saya memang senang menata rambut alias "hair do" anak. Sebelum punya anakpun, saya selalu membayangkan jk suatu saat memiliki anak perempuan, saya bakal menata rambutnya semaksimal mungkin. Membayangkan anak2 kecil pergi sekolah dgn rambut yg lucu2 gayanya, membuat saya kepingin.
Jadi, saat K masuk sekolah, saya mulai membisikkan "bye bye rambut bob...". Iya, bisik2 aja krn ayah & simbah dari kedua belah pihak sepertinya lebih senang melihat anak kecil berambut bob nungging.
Biasanya malam hari saya buka2 Yutup mencari inspirasi. Paginya saya tinggal tunjukin ke si empunya rambut, mau gaya apa hari ini. Setelah sarapan, dia duduk manis hair do sambil haha hihi. Kadang buru2 jg krn modelnya berbanding terbalik dgn ketersediaan waktu. Tak jarang miring2 hasilnya karena masih amatir. Orapopo.
Kadang pulang sekolah K semangat bercerita "Temenku suka sama rambutku, jadi dipegang2 terus" atau di lain kesempatan "Tadi Bu Guru panggil aku ke depan, terus tunjukin rambutku ke temen2. Katanya, rambutku mewakili perasaan semua orang hari ini". Waktu itu saya buat rambutnya kepang bentuk hati, tanggal 14 februari. Terniat yekaaan.
Pandemi membuat semua anak bersekolah dr rumah. Tdk setiap hari google meet, tdk setiap hari pakai seragam. Membuat K malas di tata rambutnya. Boro-boro hair do. Sisiran saja terkadang nggak mau 🥲
Salah satu penambah doa saya agar kondisi segera normal & anak2 bisa bersekolah lagi seperti seharusnya, adalah saya rindu meng-hair do. 😜
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #hairdo
Wednesday, January 19, 2022
30hbc2219 - Horor
Tema #30hari bercerita kali ini, sama sekali bukan kesukaan saya. Saya sangat tidak menyukai genre horor. Meskipun sepanjang hidup ini, rasanya saya berusaha menghindari nonton/membicarakan yang horor2, tetapi seringkali kejadian horor terjadi di sekitar saya.
Tapi lagi2, karena ini bukan genre kesukaan saya, lebih baik saya tidak ceritakan saja. Setiap kali ada kejadian, tak sengaja nonton, tak sengaja mendengar kisah2 horor, saya tidak berani ke kamar mandi sendiri. Bahkan ke dapur sendiri juga tidak berani. Imaginasi saya terlalu bablas hingga rasanya ada makhluk2 memperhatikan gerak-gerik saya, menunggu saya menatap mereka dan mereka akan menyeringai lebar dan tertawa "hiiihihihihihiii" seperti si manis jembatan ancol. Hiiiiiiii
Ada cerita kehidupan yang menjadi momok, terasa menakutkan, tidak ingin dilanjutkan, sangat horor. Saking horornya, saya tidak ingin membaginya dengan siapa2. Biarkan kehororan ini terasa nyata di cubical yang telah saya siapkan khusus untuknya, tanpa bisa merembes keluar sedikitpun. Setidaknya tidak di masa kini.
Kita kembalikan saja kepada point pertama dulu untuk saat ini. Bahwa saya tidak menggemari cerita horor. Mungkin suatu saat nanti jika cerita horor itu telah bertransformasi menjadi kisah kenangan pahit manis, baru saya akan menceritakan lebih banyak. Bukan sekarang.
Segitu dulu ya kisah #30hbc22horor kali ini... Terima kasih.
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #horor #notmycupoftea #medeni #hiiiii @30haribercerita @kaizenwritingalumni
Tuesday, January 18, 2022
30hbc2218 - ABC 5 Dasar
| Haha Hihi Di Gubug |
Hari ke-18 dari #30harisemutbercerita , saya akan bercerita tentang permainan ABC 5 Dasar.
Ada yang dulu waktu kecil suka main permainan ini? Atau sekarang masih suka main juga?
Kalau berdasarkan informasi dari Google, katanya permainan ini mulai populer di era 90an. Nggak tau ya apa sebelum itu juga populer atau enggak. Yang jelas, saat saya kecil memang sering main bersama teman2.
Hingga saat ini, anak saya yang umurnya 8 tahun 5 bulan pun, sering bermain ABC 5 Dasar bersama teman2nya.
Permainan mudah murah dan meriah ini, memang tiada matinya. Bisa dimainkan lintas usia. Membantu menghilangkan kebosanan, dan sangat seru untuk membunuh waktu. Salah satu ya ketika terjebak di tengah sawah yang jauh dari kampung, di kala hujan. Seperti kami berlima @khairunnisun @ikeayas @yudi237 @nala.asmaranti dan juga saya sendiri akhir pekan lalu.
Tadinya kami berencana utk jalan2 ke curug, tapi rupanya setengah jiwa mager & setengah lagi perut laper. Sehingga kami memilih utk main-masak-makan-main-melipir pulang. Alesannya "Hujan gaesss, tuh udah geluduk2 dari kejauhan..." Hahaaa
Nah, ada 2 kali main bukan? Main sebelum makan dan main setelah makan. Ternyata ada bedanya lho...
Permainan ABC 5 Dasar itu membutuhkan kecepatan berpikir agar bisa cepat menjawab sebelum keduluan orang lain. Meskipun pertanyaannya dari jaman dulu kala hingga sekarang sama, seputar nama hewan, tumbuhan, kota, dan negara, tetapi butuh konsentrasi untuk menjawab pertanyaan dadakan.
Di permainan pertama, kami semua bisa rebutan menjawab. Tetapi, dipermainan kedua, kecepatan otak memproses informasi semakin pelan dan melemah. Kenapa? Karena kenyang. Hahaha.
Kalau dulu pas jaman kami masih aktif di @lawalata_ipb , saat ada anak yg selesai makan dan susah mikir gitu, langsung keluar paduan suara "Mulai... Udah kenyang, otak mulai begooo... "
Dalam perjalanan pulang, kemacetan Jln Raya Dramaga, tidak dapat dielakkan. Jadi kami main ABC 5 Dasar lagi. Lumayan biar nggak emosi. Otak udah pada normal lagi juga yekaaan.
Terima kasih penemu ABC 5 Dasar!
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #abc5dasar @30haribercerita @kaizenwritingalumni
Monday, January 17, 2022
30hbc2217 - Garden Tower
| Pak Rektor IPB, Pak Charles Usana, Dekan ARL IPB, Bu Rektor |
| KWT Fahutan IPB Area |
| Brand Ambasador Usana Indonesia, Shahnaz Haque |
| Go Further Than You Ever Dreamed |
Tadi pagi, saya kembali ke kampus. Ikut kegiatan di dalam kampus. Mewakili Ketua KWT yg sedang berhalangan hadir utk acara serah terima garden tower dr Tim Usana & IPB kpd masing2 KWT, baik dalam & luar kampus IPB.
Rupanya, saya duduk bersisihan dgn Ibu2 KWT dari fakultas saya sendiri, Fateta. Uhukkk... Istri2 dari dosen2 saya... Malu tapi senang juga sih bisa terkoneksi kembali dgn beliau2. Mereka semangat2 sekali mengikuti kegiatan, menularkan semangatnya pada saya.
Pak & Bu Rektor juga tak kalah semangat hari ini mendukung KWT kampus & sekitarnya. Pilot project Garden Tower ini adalah program dari Usana Fondation, bekerja sama dengan IPB. Berangkat dari kesadaran bahwa semakin banyak keluarga yg mengkonsumsi makanan siap saji atau instan karena harga yang relatif lebih murah daripada makanan sehat. Dg garden tower, diharapkan setiap rumah bisa memiliki setidaknya 1 unit. Sehingga kebutuhan sayur mayur sehat keluarga bisa lebih mudah dipenuhi.
Pilot project berhasil mendistribusikan 105 garden tower ke beberapa KWT. Target garden tower di Indonesia tahun 2022 ini adalah 30ribu. Masih banyak yekaaan yang belum. Mudah2an setelah pilot project ini diluncurkan, berjalan lancar & semakin banyak garden tower berdiri. Menandakan semakin banyaknya keluarga yg memanfaatkan & mendapatkan supply sayuran segar utk keluarganya.
1 garden tower itu, memiliki 30 lubang tanam di sekelilingnya, bisa digunakan utk menanam sayuran seperti selada merah, selada hijau, kangkung, bayam, seledri, dll. Sedangkan di bagian atas bisa utk tanaman bertangkai seperi cabai & tomat.
Bayangkan, jika 1 keluarga memiliki 1 saja garden tower, lumayan nggak perlu belanja sayuran lagi. Tinggal petik tik tik... Meskipun tinggal di komplek padat yang nggak ada pekaranganpun, masih bisa punya garden tower di pojokan rumah. Aseeekkk...
Terdengar seperti halu atau mimpi mungkin, tapi kalau kata jaketnya Pak Rektor hari ini "Go further than you ever dreamed", jadi sah2 aja mimpi dulu yekaaan
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #gardentower #ipb #kwtjayadewatalestari #urbanfarming
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The second thing, is song about change... This is art Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes) This song is good We can see on t...
-
You have your own responsibility to be happy, to make your life happy, to make your body happy, to make your days happy, and to make you...
-
Tahun ini, K naik ke kelas 6. Mungkin terdengar klise ya. Biasanya diikuti dengan kalimat lanjutan seperti, "Rasanya baru kemarin sekol...