Thursday, October 1, 2020

31 Days Journaling Challenge

 Hello there... 

Di Bulan Oktober ini saya bersama dengan teman-teman Kaizen Semut Merah menantang diri sendiri untuk melakukan kegiatan menulis rutin selama 31 hari. Temanya sudah ditentukan, kita tinggal mengikuti dengan cerita kita sendiri. Saya bersemangat sekali mengikuti tantangan ini. Karena menulis rutin itu adalah kegiatan susah-susah gampang dan gampang-gampang susah. Gampang kalau kita sudah memulai dengan 1 kalimat, namun susah untuk mencari kalimat pertama itu apa. 

Yang seru dari tantangan ini juga adalah kita bebas menulis dimana saja, dengan media apa saja, dan apakah mau di share ke orang lain atau tidak. Kalau kalian mau nulis di diary juga boleh. Tantangan ini lebih untuk refleksi kita sendiri kok. 

Mulanya saya juga ragu, apakah saya akan menuliskannya dan membaginya ke jagat dunia maya, atau hanya saya simpan di draft untuk saya baca sendiri? Namun akhirnya saya memilih yang pertama. Saya share saja dengan orang lain yang kebetulan atau memang niat mampir ke tulisan saya. 

Kalau ada yang ingin membaca-baca jurnal saya, bisa ditilik disini ya: https://kemarinkoe.blogspot.com/ 

Smangadh!

Tuesday, September 29, 2020

Cinta Pada Kenangan

  


Untuk yang telah pergi,

Untuk yang memilih untuk berlalu, 

Dan untuk yang berbaik hati meninggalkan jejaknya, namun akhirnya menghilang jua... 


Semua tetap ada tanpa cela... 

Karena selalu ada masa, 

Ketika kenangan membuat kita kembali jatuh cinta... 


#Relationship #Friend #Family #Love ❤️❤️❤️

Sunday, September 27, 2020

Untukmu Suatu Saat Nanti

 



Setiap waktu yang berlalu, adalah detik yang menghilang

Setiap jauh kaki melangkah, adalah jejak yang kian menjauh

Setiap barisan pengalaman, adalah titik yang meliuk


Setiap kita ingin pergi, menjauh semakin jauh

Setiap kita ingin melihat, yang belum terlihat

Setiap kita ingin merdeka, sebebas merpati


Pergilah, pergi sejauh engkau ingin

Lihatlah, dengan mata yang tak terlihat

Bertumbuhlah, dengan apa yang tumbuh dalam relungmu


Satu yang tak lekang oleh waktu, 

Adalah rindu 

Rindukan kami yang tak pernah hengkang dari hatimu

Adalah kami, 

Rumah dengan pintu selalu terbuka untukmu pulang… 


#UntukmuSuatuSaatNanti

#AllMyLoveInOnePicture 

Saturday, July 4, 2020

Gelas Baru Kosong atau Menunggu Isi



Jangan menatapku
Apalagi dengan keibaanmu
Karena sesungguhnya itu tak perlu

Mungkin kau lihat aku tak berisi
Mungkin kau liat aku terabai
Tapi sejatinya tidak

Aku membuat diriku sendiri dan kosong
Agar cukup banyak udara dapat mengisi
Untuk memberi nyala pada sumbu api

Tak perlu takut terlihat sendiri
Karena sendiri membuatmu berisi
Sendiri memberimu ruang
Untuk menakar dan menakir

Ketika keriuhan tak lagi menjadi pecut
Ketika keriaan tak lagi berarah
Saatnya untuk sendiri dan mengosongkan diri
Pilih dan pilah
Apa dan mana yang berfaedah
Dan membuatmu maju

Lippo Carita,
04 July 2020

Menjadi Manusia



Lembut ditelapak kakiku
Sejuk menerpa rambut tipisku
Hangat mengaliri kerongkonganku
Sepi mengisi pikiranku

Siang tak lagi terik
Matahari seolah enggan berlaku
Ombak terdengar pilu
Angin bernyanyi mendayu

Karena aku adalah manusia
Maka aku merasa

Bilamana aku adalah pasir, angin, secangkir kopi, atau rasa...
Maka aku hanya berada pada masa dan tempatnya...

Ah, manusia...
Membuat semua menjadi terasa...

#Rasa
#MenjadiManusia

Siang di Lippo Carita,
4 Juli 2020


Saturday, June 27, 2020

Saatnya Mengistirahatkan Jiwa

Tatkala jiwa meronta,
Raga bicara
Tatkala jiwa meminta,
Raga terhina

Lepaskan,
Letakkan,

Tiada guna kita meronta
Tiada guna kita mencerca
Karena yang ada hanya kita
Karena yang rasa hanya kita

Istirahatlah,
Tidurlah,
Esok kita akan bercengkerama lagi dengan alam alam
Dengan gembira dan suka cita


Friday, June 26, 2020

Mimpi Yang Tak Pernah Mati


Saya tidak pernah takut bermimpi, dan saya tidak pernah takut mengatakan seperti apa mimpi saya pada siapa saja yang tertarik. Banyak yang bilang bahwa mimpi ketinggian itu namanya halu, dan saya setuju. Memang yang namanya mimpi ya pasti halu. Halusinasi. Halusinasi yang membayangi otak kita, sehingga kita membayangkan yang indah-indah, yang menyenangkan, dan memberikan kita kepuasan. Itu memang benar. 

Mungkin yang membedakan adalah, apakah kemudian kehaluan itu hanya akan berhenti pada kesenangan sesaat manakala sedang ber halu ria, ataukah kita mencatat kehaluan kita dan menjadikan itu sebagai mimpi yang ingin kita wujudkan suatu saat nanti? 

Bagi partner hidup saya, mungkin yang namanya mimpi dan kehaluan saya itu sudah tidak bisa dihitung lagi. Sejak saya berpacaran dengannya, hingga saat ini kami sudah punya anak yang sudah masuk SD, saya masih memiliki hobby yang sama, yang itu mimpi. Dan sayangnya, Mas Bojo saya ini bukanlah tipe yang supportive pada mimpi istrinya. Bahkan dia lebih cenderung pesimis menurut saya. Setiap mimpi yang saya ceritakan padanya, dia akan menanggapi dengan dingin, atau justru memicingkan mata dan berkata "apaa sih, nggak jelas". Dan itu bukan sekali dua kali. Hampir di semua mimpi yang saya ungkapkan padanya, mendapat respon yang seperti itu. 

Tapi saya tidak menyerah. Saya sakit hati, saya kecewa, dan saya lontarkan kekecewaan saya padanya, namun tidak merubah apapun. Cibiran dan picingan mata juga yang saya dapat ketika saya menyampaikan mimpi saya. Tidak apa-apa. Namanya manusia, tidak akan ada yang terlahir sama. Bahkan cenderung berbeda untuk saling melengkapi, teorinya sih gitu. 

Apakah saya hanya memelihara mimpi saja? 
Tentu tidak ferguso... 
Saya juga mengupayakannya untuk menjadi nyata. Saya memulai dengan mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan mimpi saya, mencari sebanyak-banyaknya referensi, dan lain sebagainya. Setelah itu saya membuat jalan saya menuju mimpi saya dengan bagan. Entah sudah berapa banyak saya punya yang seperti ini. Namun sudah banyak sekali juga yang hilang lenyap entah kemana. Tidak masalah. Seperti itulah mimpi di kehidupan. 



Beberapa waktu belakangan ini saya juga sedang menjalani salah satu mimpi saya. Mimpi saya yang ini sih sudah mulai ketika masih SD. Entah sudah berapa banyak yang hilang sejak saat itu. Tapi saya tetap memelihara mimpi saya hingga saat ini. Karena saya percaya, mimpi yang dipelihara dan dirawat itu, akan menemukan jalannya sendiri suatu saat nanti.

Terbukti dengan dimulainya tahun ini. Secercah harapan dari mimpi saya mulai menampakkan diri. Perlahan semakin menerang dan benderang. Saya ikuti dengan senang hati. Apakah mimpi saya akan jadi kenyataan? Mimpi saya selalu menajdi kenyataan, ketika saya merawatnya sedikit lebih maju, sedikit lagi, sedikit lagi. Semua proses itu adalah mimpi saya. Hasilnya adalah bonus dan berkah.