Bulan tadi malam...

Bagaikan mata seorang ibu yang memandang sendu pada anaknya... Penuh doa yang penuh harapan dan kebaikan... Penuh restu untuk segala upaya dan ikhtiar anaknya... Dan bagai mata yang merindu pada detik detik penuh cerita yang biasa mereka bagi bersama... Ibuk... Kutitipkan rinduku pula kepada Bulan... Kusertakan doa dan harapan yang selama ini kubisikkan padamu, untuk kau peluk dan kau sampaikan pada Allah SWT... Ketiadaanmu di dunia ini, membuat duniaku berada diantara terang bulan yang tenggelam, dan silaunya matahari yang belum terbit... Ada cakrawalamu di ujung pandangan mataku... Aku rindu... 😘😘😘
Friday, May 8, 2020
Thursday, May 7, 2020
Nostalgia Rasa
Saya punya pekerjaan rumah yang sangat berat untuk dilakukan, jika dibayangkan. Yaitu merombak total uraian benang kusut dari kepala saya, yang sudah bertransformasi menjadi kata demi kata.
Selama kurang lebih setahun terakhir ini, kepala saya dipenuhi dengan jalinan benang kusut yang entah bagaimana hidup, berlanjut, sambung menyambung, berkembang, dan terkadang menguras emosi saya saya sendiri. Beruntung waktu ini semua dimulai, saya langsung menggoreskan semuanya di note handphone saya. Dan lihat, setah hampir satu tahun, ceritanya masih berlanjut. Seperti kehidupan kedua saya didunia berbeda.
Namun sayang, semua yang mengalir itu adalah layaknya obrolan antar manusia. Jadi sayapun mengabadikan semuanya sebagaimana mereka lahir dari kepala saya. Dimana sebagian besar adalah dialog.
Setelah mengikuti Kaizen I, saya menjadi berpikir ulang. Sepertinya semua dialogktu, harus dirubah menjadi narasi agar bisa lebih bagus, terarah, berisi, dan mengundang orang untuk terhanyut bersama karakter yang ada. Saya berpikir... Sangat keras...
Kemarin saya mencoba untuk merubah satu halaman dialog menjadi lembar narasi, dan gagal. Hari ini saya akan coba lagi. Tapi tunggu... Sepertinya saya perlu amunusi untuk bisa mulai bergerak. Saya kepikiran dengan Perahu Kertas. Buku yang pada masa itu mampu membuat saya memandangi lautan dengan sepenuh hati, hingga mengacuhkan segala disekitaran. Selama beberapa jam diatas kapal penyeberangan.
Saya akan membaca kembali buku itu, sebagai bahan mencari ide dalam mentransformasikan cerita saya menjadi sebuah cerita yang layak dibaca... Selanjutnya, apakah bisa saya merombak tulisan saya, ah itu proses. One step ahead dulu ya...
Selamat Hari Raya Waisak bagi teman-teman yang merayakan...
Note: Tulisan ini juga saya posting di blog saya yang satunya di asmarantiku.blogspot.com
Selama kurang lebih setahun terakhir ini, kepala saya dipenuhi dengan jalinan benang kusut yang entah bagaimana hidup, berlanjut, sambung menyambung, berkembang, dan terkadang menguras emosi saya saya sendiri. Beruntung waktu ini semua dimulai, saya langsung menggoreskan semuanya di note handphone saya. Dan lihat, setah hampir satu tahun, ceritanya masih berlanjut. Seperti kehidupan kedua saya didunia berbeda.
Namun sayang, semua yang mengalir itu adalah layaknya obrolan antar manusia. Jadi sayapun mengabadikan semuanya sebagaimana mereka lahir dari kepala saya. Dimana sebagian besar adalah dialog.
Setelah mengikuti Kaizen I, saya menjadi berpikir ulang. Sepertinya semua dialogktu, harus dirubah menjadi narasi agar bisa lebih bagus, terarah, berisi, dan mengundang orang untuk terhanyut bersama karakter yang ada. Saya berpikir... Sangat keras...
Kemarin saya mencoba untuk merubah satu halaman dialog menjadi lembar narasi, dan gagal. Hari ini saya akan coba lagi. Tapi tunggu... Sepertinya saya perlu amunusi untuk bisa mulai bergerak. Saya kepikiran dengan Perahu Kertas. Buku yang pada masa itu mampu membuat saya memandangi lautan dengan sepenuh hati, hingga mengacuhkan segala disekitaran. Selama beberapa jam diatas kapal penyeberangan.
Saya akan membaca kembali buku itu, sebagai bahan mencari ide dalam mentransformasikan cerita saya menjadi sebuah cerita yang layak dibaca... Selanjutnya, apakah bisa saya merombak tulisan saya, ah itu proses. One step ahead dulu ya...
Selamat Hari Raya Waisak bagi teman-teman yang merayakan...
Note: Tulisan ini juga saya posting di blog saya yang satunya di asmarantiku.blogspot.com
Tuesday, May 5, 2020
Penguasaan Area Kerja Selama Suami WFH
Di masa PSBB dengan Mas Bojo WFH dan Anak SFH begini, secara tidak langsung menimbulkan perebutan kekuasaan terhadap area rumah yang sudah minimalis ini.
Mas Bojo
Mas Bojo saya ini sulit ditebak kemana arah angin meniup mood nya. Seringkali ketika saya sudah duduk manis di meja kerja, beliau datang dengan laptopnya, dan manyun "yah, keduluan..." katanya.
Kalau sudah begitu, saya pasti tertawa-tawa. Namun keesokan harinya saya memulai kerja lebih siang, beliau sudah nangkring di meja dapur. Saya minta pindah ke meja kerja, bilangnya "Nggak usah, enakan disini" Baiquelah...
Denok K
Mbak sis yang satu ini ternyata badannya boleh kecil, tapi jangkauan areanya paling luas. Setiap hari dia mengakuisisi ruang keluarga sebagai area mainnya. Belum lagi masih ditambah dengan teras dan kadang kebun. Kalau dia sedang bermain dan memutuskan bahwa tempat itu adalah arena bermainnya, maka yang lain musti menyingkir... Baiquelah...
Emak
Saya sebetulnya tidak punya preferensi dalam memilih tempat kerja. Saya bisa kerja dimana saja. Dan WFH kali ini juga bukan masalah besar untuk saya dari sisi pekerjaan. Karena saya sudah 10 tahun lebih WFH juga yekaaan.
Masalah saya hanya 2, yaitu back pain jika duduk lesehan, dan perlu tempat sepi jika ada call meeting. Karena semenjak Sabbatical Leave kemarin saya menjadi lebih rajin bangun pagi, dan setelah Kaizen I saya jadi rajin mandi pagi, maka saya mempunyai kebebasan lebih untuk memilih tempat kerja. Dan saya lebih sering memilih di dapur. Kecuali jika ada call meeting dari pagi hari, baru saya memilih di ruang kerja.
Bekerja didapur ini membuat saya lebih rileks sebetulnya. Karena udara dari luar banyak, cahaya dari matahari alami, dan juga suaru air terjun yang membuat kemeriahan terasa natural. Ini membantu saya untuk lebih sering membiasakan memanggil dan menangkap ide lewat lebih sering. Eeeaaa
So, bagimana dengan kalian?
Kalian juga pasti punya spot favorit yang bisa kalian gunakan untuk melewati hari dimasa-masa sulit ini kan?
Tetap sehat yaaaa
#dirumahaja
Monday, May 4, 2020
Berlatih Menjadi Penyiar Radio
Ceritanya, sekolah Mbak K kali ini mengangkat tema Radio.
Ibu Guru memberikan video pengantar pendek seperti biasa mengenai radio, bentuknya dan juga fungsinya. Setelah itu, Bu Guru memberikan tugas kepada anak-anak untuk membaca selembar kertas, dengan gaya dan intonasi seperti seorang penyiar radio.
Emak semangadh untuk merekam K, bapak semangadh mengedit karena memang sedang gandrung podcast, tapi ternyata anak sedang kurang semangadh efek dari pencabutan 2 gigi kemarin sore. Jadi yaaaa, gitu deh. Kurang bergairah, seolah terpotong, dan banyak suku kata yang terasa 'hilang'. Tapi yasudahlahyaaa... Namanya juga belajar :-)
Selamat menikmati...
Ibu Guru memberikan video pengantar pendek seperti biasa mengenai radio, bentuknya dan juga fungsinya. Setelah itu, Bu Guru memberikan tugas kepada anak-anak untuk membaca selembar kertas, dengan gaya dan intonasi seperti seorang penyiar radio.
Emak semangadh untuk merekam K, bapak semangadh mengedit karena memang sedang gandrung podcast, tapi ternyata anak sedang kurang semangadh efek dari pencabutan 2 gigi kemarin sore. Jadi yaaaa, gitu deh. Kurang bergairah, seolah terpotong, dan banyak suku kata yang terasa 'hilang'. Tapi yasudahlahyaaa... Namanya juga belajar :-)
Selamat menikmati...
#TKBRecisBogor
#dirumahaja
Sunday, May 3, 2020
Demam Kaizen Batch 1
Pagi ink sepertinya saya masih terjangkit yang namanya "demam kaizen batch 1". Apaan tuh?
Iya, ini adalah semangadh yang masih hangat dan dan menggebu dari hasil mengikuti 3 kelas online nya Dee Lestari, Kaizen. Tadi malam adlaah malam terakhir dari kelas online Batch 1. Bagaimana jalannya kelas, bagaimana perasaan saya, bagaimana serunya, bagaimana kesan saya, akan saya ceritakan di lain bab. Khususon untuk Kaizen Batch 1. I'm In Love :-p
Disini, saya cuma ingin mengabadikan seauatu yang menjadi salah satu waktu terbaik saya. Disaat semua masih terasa hangat dipikiran, masih bergemuruh didada, dan masih ada kegelisahan jika belum melakukan. Ini yang biasa saya sebut "gairah". Mumpung masih bergairah...
Pagi ini saya bergelantungan di pohon di hammock. Diam. Melamun (Yaelaaahhh). Eits, jangan salah. Melamun adalah salah satu hal yang diminta untuk dilakukan masing-masing peserta setiap harinya, meskipun hanya sebentar. Jadi saya lakukan dengan senang hati. Saya melamun, memandang awan, menilik dedaunan, melihat burung yang datang memakan buah mulberry kami, dan burung yang membangun sarangnya. Tak lama, saya menuliskan satu kalimat di kertas corat coret saya:
"Dalam pencarian solusi atas setiap masalah saya, seringnya saya tidak menemukannya. Tapi tidak mengapa. Karena pencarian dalam diam dan berpikir seperti ini, membuat saya "selalu merasa sedikit lebih baik dari sebelumnya" ~Juharini, Mei 2020 [dalam ayunan hammock]
#selamathariminggu
Tuesday, April 28, 2020
I Need Something That I Can Control
Situasi dunia dan semesta kali ini, sungguh luar biasa. Kita semua sedang disadarkan dengan keras betapa perlunya kerjasama, saling menjaga, empati, dan kerja keras demi kepentingan bersama. Semua adalah karena hal yang diluar kontrol kita, Pandemic Covid 19.
Pandemic Covid 19 memaksa kita semua untuk berada dirumah jika tidak ada hal super urgent, membuat suami, istri, anak, saudara, dll beraktifitas di rumah. Ini juga di luar kontrol kita.
Setiap pagi emak harus menemani anak-anak mengerjakan tugas, mengajari, mendorong, mendesak, memaksa, hingga akhir nya mengancam anak-anak mereka karena anak-anak mulai malas. Belum lagi anak menjadi tantrum dan ngamuk-ngamuk karena alasan kurang sebab. Atau dalam kasus anak saya, dia kurang lelah disiang hari hingga akhirnya jam tidur malamnya pendek sekali. Selepas tengah malam, dia pasti terbangun. Mengajak saya untuk bangun juga. Melek jam 1. Untuk bisa tidur lagi tetapi dengan catatan bangun jam 3 untuk memasak sahur, bukan hal yang mudah. Saya lebih memilih langsung bangun saja. Dan masak sahur. Diluar kendali kita.
Ketika semua hal yang berada diluar kendali kita seolah menekan dan mendesak saya, saya merasa sempit. Saya membutuhkan sesuatu yang bisa saya kontrol, saya kendalikan. Dan saya memilih menyupir motor untuk melepaskan nya. Menyetir motor adalah kegiatan yang bisa saya kendalikan. Sepenuhnya kontrol ada disaya. Jadi saya merasa waras kembali.
#salamwaras
Pandemic Covid 19 memaksa kita semua untuk berada dirumah jika tidak ada hal super urgent, membuat suami, istri, anak, saudara, dll beraktifitas di rumah. Ini juga di luar kontrol kita.
Setiap pagi emak harus menemani anak-anak mengerjakan tugas, mengajari, mendorong, mendesak, memaksa, hingga akhir nya mengancam anak-anak mereka karena anak-anak mulai malas. Belum lagi anak menjadi tantrum dan ngamuk-ngamuk karena alasan kurang sebab. Atau dalam kasus anak saya, dia kurang lelah disiang hari hingga akhirnya jam tidur malamnya pendek sekali. Selepas tengah malam, dia pasti terbangun. Mengajak saya untuk bangun juga. Melek jam 1. Untuk bisa tidur lagi tetapi dengan catatan bangun jam 3 untuk memasak sahur, bukan hal yang mudah. Saya lebih memilih langsung bangun saja. Dan masak sahur. Diluar kendali kita.
Ketika semua hal yang berada diluar kendali kita seolah menekan dan mendesak saya, saya merasa sempit. Saya membutuhkan sesuatu yang bisa saya kontrol, saya kendalikan. Dan saya memilih menyupir motor untuk melepaskan nya. Menyetir motor adalah kegiatan yang bisa saya kendalikan. Sepenuhnya kontrol ada disaya. Jadi saya merasa waras kembali.
#salamwaras
Saturday, April 25, 2020
This Apple Does Fall Far From The Tree
Kalau biasanya orang selalu bilang bahwa an apple doesn't fall far from the tree, maka ada hal yang sangat out of the box untuk apple di rumah ini. K maksud nya.
Foto diatas ini bukan pas kami di daerah salju (karena memang belum pernah bersama ke negara bersalju), ataupun ketika camping. Bukan. Ini hanya costu menjelang tidur. Duh!
Dalam hal apa?
Dalam hal feminim, fashion, dan per make up an. Oh yess. It's true.
Denok deblong semata wayang ini memang sudah menunjukkan kelihaiannya dalam berdandan ketika usianya masih sangat dini. Kalau tidak salah sekitar umur 1,6 tahunan. Ketika bicara saja masih banyak terbata-bata, dia fasih sekali memegang cermin, lipstik, dan brush.
![]() |
| Ya Ampun Sis... Belom Juga 2 Tahun lhooo... |
Hari berganti, waktu berselang, hobinya yang semakin ke-incess-incess-an ini semakin banyak membuat orang bertanya-tanya. Koq bisa?
Iya, saya dan suami juga sudah sering bertanya-tanya koq bisa sih? Belajar dari mana?
Jika orang tua atau keluarga atau penghuni rumah yang memang hobby dandan, berpakaian feminin, atau semacamnya, mungkin kami tak akan heran. Ini enggaaaaaaak... ahhaaa.
Yo wes lah mbuh... Yang penting kamu senang ya nduk... Bahagia... Jadi anak baik, pinter, berbakti, dan berkurang marah-marahnya gitu... Aaaaaamiiiiiiiinnnnn.... (Panjang banget aminnya).
![]() |
| Berasa Mau Main Salju |
Jadi ada masanya ketika Mbak K ini hobinya memakai baju tidur. Nggak peduli pas tidur, atau pas main siang. Pokoknya pakai piyamaaaaa terus. Atau dasteeeeerrrr terus. Dan pernah ada masanya dia hanya mau pakai 2 piyama. Karena gambarnya Unicorn favoritnya. Benar-benar nggak mau pakai yang lain. Alhasil bajunya benar-benar cuci kering pakai. Akhirnya saya bilang ke tetehnya, dicucinya kalau udah 2 hari pakai aja teh. Malah ambyar nanti itu baju tiap hari dicuci. ahahahaha
Dan kemudian, sepertinya terjadi goyangan internal dalam dirinya. Trend berubah. Dia tidak lagi mau pakai piyama/daster kalau tidur. Maunya baju main. Mau tidur, nggak tidur, baju main pokoknya. Dan baju mainnya, hanya dia yang boleh milih. From head to toe. No one can decide for her. Kalaupun boleh decide, hanya celana dalam. Pun karena dia tidak perduli mau pakai celana dalam yang mana aja. Asal nggak pakai kaos dalam. Duh! Duh!
Dan sering malam dari beribu malam, itulah pilihan baju tidurnya. Ketjeh kan?
Saya sering menggodanya "Emang kamu khawatir nanti ketemu handsome prince gitu ya di dream land K? Koq pake bajunya cantik banget mau tidur aja?" Dan dia akan mengeluarkan jurus mesam-mesem cah jowonya...
Nah, kalau pemandangan seperti pada foto diatas ini, adalah pemandangan biasa yang kami lihat setelah mandi pagi, dan kadang mandi sore. Seolah belum afdhol untuk menjalani hari, jika belum melakukan touching kepada muka imutnya, maka setiap selesai sisiran, dia akan mengambil cermin dan perlengkapan make up nya.
![]() |
| Watch Out, MUA... New Junior MUA is on the making! |
Nah, kalau pemandangan seperti pada foto diatas ini, adalah pemandangan biasa yang kami lihat setelah mandi pagi, dan kadang mandi sore. Seolah belum afdhol untuk menjalani hari, jika belum melakukan touching kepada muka imutnya, maka setiap selesai sisiran, dia akan mengambil cermin dan perlengkapan make up nya.
Temanya pun berganti. Dia sendiri yang memilih dan menentukan. Herannya, it's all suit her best! ahahaha. Hasilnya selalu membuat dia tampil kece, seolah didandani orang dewasa lho. Beneran.... Dan dari umur 3 tahun seperti yang saya sebutkan diatas itu, dia sudah sangat fasih menggunakan eyeshadow, blush on, bedak, lipstik. Duuuuh mbaaaak...
Oh iya, itu kacamata sangat-sangat maksa banget sebetulnya. Kacamata dari bayi. Dan kacanya sudah tidak ada. ahahaha. Seriusan. Itu bolong melompong dua-duanya karena kacanya lepas sudah lama sekali. Tapi dia masih suka pakai untuk aksesories. And it looks good to her. ahahahaha.
Sudah berapa banyak make up set mainan yang dia beli dan gunakan, dan berapa banyak kutek yang dia pakai sampai dengan umur 6 tahun 8 bulan ini. Kalau memang dia passion nya disitu, ya nggak papa. Saya mendukung saja :-)
Oh iya, mungkin karena saya juga suka iseng, maka melihat anak saya senang dandan begitu, saya suka juga beliin dia mainan make up. Saya pernah bela-belain beli dari A****n online, make up set untuk anak. Memang lucu-lucu bangetttttt siiiiih.... ahahaha. MonMaklum yaaaaa :-p
#udahgituaja
#receh
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The second thing, is song about change... This is art Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes) This song is good We can see on t...
-
You have your own responsibility to be happy, to make your life happy, to make your body happy, to make your days happy, and to make you...
-
Tahun ini, K naik ke kelas 6. Mungkin terdengar klise ya. Biasanya diikuti dengan kalimat lanjutan seperti, "Rasanya baru kemarin sekol...






