Thursday, May 7, 2020

Nostalgia Rasa

Saya punya pekerjaan rumah yang sangat berat untuk dilakukan, jika dibayangkan. Yaitu merombak total uraian benang kusut dari kepala saya, yang sudah bertransformasi menjadi kata demi kata.

Selama kurang lebih setahun terakhir ini, kepala saya dipenuhi dengan jalinan benang kusut yang entah bagaimana hidup, berlanjut, sambung menyambung, berkembang, dan terkadang menguras emosi saya saya sendiri. Beruntung waktu ini semua dimulai, saya langsung menggoreskan semuanya di note handphone saya. Dan lihat, setah hampir satu tahun, ceritanya masih berlanjut. Seperti kehidupan kedua saya didunia berbeda.

Namun sayang, semua yang mengalir itu adalah layaknya obrolan antar manusia. Jadi sayapun mengabadikan semuanya sebagaimana mereka lahir dari kepala saya. Dimana sebagian besar adalah dialog.

Setelah mengikuti Kaizen I, saya menjadi berpikir ulang. Sepertinya semua dialogktu, harus dirubah menjadi narasi agar bisa lebih bagus, terarah, berisi, dan mengundang orang untuk terhanyut bersama karakter yang ada. Saya berpikir... Sangat keras...

Kemarin saya mencoba untuk merubah satu halaman dialog menjadi lembar narasi, dan gagal. Hari ini saya akan coba lagi. Tapi tunggu... Sepertinya saya perlu amunusi untuk bisa mulai bergerak. Saya kepikiran dengan Perahu Kertas. Buku yang pada masa itu mampu membuat saya memandangi lautan dengan sepenuh hati, hingga mengacuhkan segala disekitaran. Selama beberapa jam diatas kapal penyeberangan.

Saya akan membaca kembali buku itu, sebagai bahan mencari ide dalam mentransformasikan cerita saya menjadi sebuah cerita yang layak dibaca... Selanjutnya, apakah bisa saya merombak tulisan saya, ah itu proses. One step ahead dulu ya...



Selamat Hari Raya Waisak bagi teman-teman yang merayakan...

Note: Tulisan ini juga saya posting di blog saya yang satunya di asmarantiku.blogspot.com

No comments: