Thursday, December 7, 2017
Blusukan, Obrolan, Kekhawatiran, dan Kenyataan
Gegara semalam mimpi sedih, jadi pengen meracau lagi dimari....
------
Beberapa bulan yang lalu...
Setelah kami mencari sesuap nasi (benar-benar mencari nasi sampai ke restaurant China), aku dan salah satu teman memutuskan untuk tersesat. Kami menyesatkan diri memasuki lorong-lorong kecil, jalanan batu yang sambung menyambung seolah tak berujung.
Apa yang kami lakukan? Nggak ada... Cuma berjalan-jalan, menikmati gang, ngintip2 toko-toko kecil yang semua tutup karena Siesta (waktunya bobok siang panjang), melihat rumah-rumah tua dari batu, gereja tua, ngobrol...
Ternyata menyenangkan juga menyesatkan diri disela-sela gang itu, banyak hal baru yang bisa di lihat, yang tidak akan ditemukan kalau kami hanya berjalan lewat jalan utama di pinggir hotel, pinggir pasar, dan pinggir laut itu.
Aku dan temanku akhirnya sepakat untuk kembali menyesatkan diri dihari kemudian, dan kemudiannya lagi. Kami menikmati ketersesatan kami. Tapi demi bisa window shopping ke toko-toko kecil itu, kami harus rela mengorbankan makan siang kami. Nggak papa lah, makan siangnya juga kadang suka berantem sama lidah, dan nggak saling ngobrol... Kami perbanyak saja makan cemilan di waktu coffe break. Lumayan koq cemilannya lebih bisa ngobrol sama lidah kami... :-p
Cerita dari Shopping side:
Kami berdua sama-sama lebih suka sesuatu yang kecil-kecil, barang biasa, tapi nggak di jual di Indonesia. Contohnya? Aku akhirnya membeli penghapus pensil, yang bersusun dengan rautan, tapi warnanya kombinasi unik sekali. Si Mbak juga membeli kotak-kotak kecil dengan motif yang belum pernah aku lihat di Indonesia. Lumayan buat tempat perhiasan gitu.
Pengen beli kaos yang memang lucu, berbahan bagus. Tapi mahalnya... Secara otak langsung mengkonversi ke rupiah, jadi kurang lepas belanjanya. ahahaha
Cerita dari Craft side:
Kami berdua sebetulnya suka sekali dengan Craft. Si Mbak malah sudah berbisnis tas dari kulit, dan suka juga membuat rajutan amigurumi. Aku suka merajut (merenda) sesuatu yang lebih dipakai harian. Makanya acara blusukan itu semakin sempurna. Maklum di daerah yang musimnya beda dengan kita itu, banyak sekali toko-toko kecil yang menjual pernik-pernik merajut dan merenda (meskipun crocheting itu diterjemahkan menjadi merenda, tapi koq aku lebih suka bilang merajut. ahahha. Maksa).
Satu waktu kami dengan semangat memasuki sebuah pintu yang memajang banyak sekali benang rajut dengan warna cantik. Begitu memasuki rumah, terlihat sekitar 5-6 nenek-nenek duduk melingkari meja bundar. Mereka sedang merajut! Mereka otomatis berhenti merajut dan melihat ke arah kami. Kami dengan salah tingkat hanya melihat ke arah mereka, tersenyum, berkeliling sebentar, dan langsung kabur. Setelah itu kami tertawa-tawa karena membayangkan jangan-jangan nanti ketika tua kami akan seperti mereka. Merajut bersama.... :-p
Cerita dari Ngobrol:
Kami sempat juga ngobrol sedikit serius, tentang fenomena yang sedang terjadi saat itu. Kami merasa sedih, penasaran, kurang rela, tapi kemudian ikhlas dan sadar bahwa semua itu adalah kenyataan hidup yang memang sering terjadi. That's Life!
Aku sempat bilang "Saya sih paham kondisinya, tapi kalau saya, lebih senang kalau dibilang langsung tanpa harus (seperti dibuat) terombang-ambing ... Terasa lebih gimanaaaa gitu..."
Kemudian kami saling membuka sedikit kisi-kisi kedepan, mengenai ini, itu, anu, dan inu. Kami semakin sedih. Dan semakin blusukan.
Cerita dari Mimpi tadi malam :
Tadi pagi, saya terbangun dengan kurang nyaman. Sepertinya malam tadi adalah malam yang panjang. Sepertinya banyak yang terjadi dalam tidurku. Hanya saja aku tak ingat pasti. Beberapa hal yang bisa kuingat hanyalah Ini dan Itu (dari cerita ngobrol lalu itu) berada di antara kami, dan sedih sekali. Sepertinya kami adalah kumpulan orang yang sedang sedih. Entah kenapa.
Cerita Pagi ini:
Pagi ini aku mulai kerja seperti biasa. Membuka laptop, membuka email, menyalakan skype. Pesan pertama yang masuk membuat sedih. Anu dari cerita lalu ternyata betul-betul memutuskan untuk berpisah dari kami. Beliau mengucapkan kalimat perpisahan. Sampai aku menulis ini, aku belum menemukan kata-kata untuk membalas emailnya dan mengucapkan sampai jumpa juga. Nanti aku fikirkan bagaimana.... Aku sedang sedih.
Kadang tangisan dalam mabuk itu sepadan...
Aku jadi ingat waktu itu, waktu makan malam terakhir. Sepertinya waktu itu aku mabuk. Karena mendadak aku menangis. Hanya karena ada temanku yang mengucapkan salam perpisahan biasa. Saat itu, entah apa yang ada dikepalaku. Sepertinya sedang kosong. Isinya meleleh kedalam gelas wine. Iyyyuuuuhhhh....
Sebagai orang yang mellow, lebay, dan suka tersesat dalam ketidakjelasan, aku merasa perpisahaan kala itu terasa berbeda dengan biasanya. Tensi seperti sedang meninggi. Banyak berita berseliweran tentang perubahan. Tentang angin semilir yang perlahan semakin kencang dan berpotensi menjadi badai. #eeeaaa #mulailebay.
Seperti itu lah intinya...
Tapi kembali lagi... Hidup dan dunia ini adalah panggung sandiwara... Ceritanya yang mudah berubah. Masing-masing mendapat satu peranan yang harus kita mainkan.... #malahnyanyi
Selamat Hari Kamis!
Besok Hari Jum'at,
Lusa Hari Sabtu...
Kita kondangan lagi... :-)
------
Beberapa bulan yang lalu...
Setelah kami mencari sesuap nasi (benar-benar mencari nasi sampai ke restaurant China), aku dan salah satu teman memutuskan untuk tersesat. Kami menyesatkan diri memasuki lorong-lorong kecil, jalanan batu yang sambung menyambung seolah tak berujung.
Apa yang kami lakukan? Nggak ada... Cuma berjalan-jalan, menikmati gang, ngintip2 toko-toko kecil yang semua tutup karena Siesta (waktunya bobok siang panjang), melihat rumah-rumah tua dari batu, gereja tua, ngobrol...
Ternyata menyenangkan juga menyesatkan diri disela-sela gang itu, banyak hal baru yang bisa di lihat, yang tidak akan ditemukan kalau kami hanya berjalan lewat jalan utama di pinggir hotel, pinggir pasar, dan pinggir laut itu.
Aku dan temanku akhirnya sepakat untuk kembali menyesatkan diri dihari kemudian, dan kemudiannya lagi. Kami menikmati ketersesatan kami. Tapi demi bisa window shopping ke toko-toko kecil itu, kami harus rela mengorbankan makan siang kami. Nggak papa lah, makan siangnya juga kadang suka berantem sama lidah, dan nggak saling ngobrol... Kami perbanyak saja makan cemilan di waktu coffe break. Lumayan koq cemilannya lebih bisa ngobrol sama lidah kami... :-p
Cerita dari Shopping side:
Kami berdua sama-sama lebih suka sesuatu yang kecil-kecil, barang biasa, tapi nggak di jual di Indonesia. Contohnya? Aku akhirnya membeli penghapus pensil, yang bersusun dengan rautan, tapi warnanya kombinasi unik sekali. Si Mbak juga membeli kotak-kotak kecil dengan motif yang belum pernah aku lihat di Indonesia. Lumayan buat tempat perhiasan gitu.
Pengen beli kaos yang memang lucu, berbahan bagus. Tapi mahalnya... Secara otak langsung mengkonversi ke rupiah, jadi kurang lepas belanjanya. ahahaha
Cerita dari Craft side:
Kami berdua sebetulnya suka sekali dengan Craft. Si Mbak malah sudah berbisnis tas dari kulit, dan suka juga membuat rajutan amigurumi. Aku suka merajut (merenda) sesuatu yang lebih dipakai harian. Makanya acara blusukan itu semakin sempurna. Maklum di daerah yang musimnya beda dengan kita itu, banyak sekali toko-toko kecil yang menjual pernik-pernik merajut dan merenda (meskipun crocheting itu diterjemahkan menjadi merenda, tapi koq aku lebih suka bilang merajut. ahahha. Maksa).
Satu waktu kami dengan semangat memasuki sebuah pintu yang memajang banyak sekali benang rajut dengan warna cantik. Begitu memasuki rumah, terlihat sekitar 5-6 nenek-nenek duduk melingkari meja bundar. Mereka sedang merajut! Mereka otomatis berhenti merajut dan melihat ke arah kami. Kami dengan salah tingkat hanya melihat ke arah mereka, tersenyum, berkeliling sebentar, dan langsung kabur. Setelah itu kami tertawa-tawa karena membayangkan jangan-jangan nanti ketika tua kami akan seperti mereka. Merajut bersama.... :-p
Cerita dari Ngobrol:
Kami sempat juga ngobrol sedikit serius, tentang fenomena yang sedang terjadi saat itu. Kami merasa sedih, penasaran, kurang rela, tapi kemudian ikhlas dan sadar bahwa semua itu adalah kenyataan hidup yang memang sering terjadi. That's Life!
Aku sempat bilang "Saya sih paham kondisinya, tapi kalau saya, lebih senang kalau dibilang langsung tanpa harus (seperti dibuat) terombang-ambing ... Terasa lebih gimanaaaa gitu..."
Kemudian kami saling membuka sedikit kisi-kisi kedepan, mengenai ini, itu, anu, dan inu. Kami semakin sedih. Dan semakin blusukan.
Cerita dari Mimpi tadi malam :
Tadi pagi, saya terbangun dengan kurang nyaman. Sepertinya malam tadi adalah malam yang panjang. Sepertinya banyak yang terjadi dalam tidurku. Hanya saja aku tak ingat pasti. Beberapa hal yang bisa kuingat hanyalah Ini dan Itu (dari cerita ngobrol lalu itu) berada di antara kami, dan sedih sekali. Sepertinya kami adalah kumpulan orang yang sedang sedih. Entah kenapa.
Cerita Pagi ini:
Pagi ini aku mulai kerja seperti biasa. Membuka laptop, membuka email, menyalakan skype. Pesan pertama yang masuk membuat sedih. Anu dari cerita lalu ternyata betul-betul memutuskan untuk berpisah dari kami. Beliau mengucapkan kalimat perpisahan. Sampai aku menulis ini, aku belum menemukan kata-kata untuk membalas emailnya dan mengucapkan sampai jumpa juga. Nanti aku fikirkan bagaimana.... Aku sedang sedih.
Kadang tangisan dalam mabuk itu sepadan...
Aku jadi ingat waktu itu, waktu makan malam terakhir. Sepertinya waktu itu aku mabuk. Karena mendadak aku menangis. Hanya karena ada temanku yang mengucapkan salam perpisahan biasa. Saat itu, entah apa yang ada dikepalaku. Sepertinya sedang kosong. Isinya meleleh kedalam gelas wine. Iyyyuuuuhhhh....
Sebagai orang yang mellow, lebay, dan suka tersesat dalam ketidakjelasan, aku merasa perpisahaan kala itu terasa berbeda dengan biasanya. Tensi seperti sedang meninggi. Banyak berita berseliweran tentang perubahan. Tentang angin semilir yang perlahan semakin kencang dan berpotensi menjadi badai. #eeeaaa #mulailebay.
Seperti itu lah intinya...
Tapi kembali lagi... Hidup dan dunia ini adalah panggung sandiwara... Ceritanya yang mudah berubah. Masing-masing mendapat satu peranan yang harus kita mainkan.... #malahnyanyi
Selamat Hari Kamis!
Besok Hari Jum'at,
Lusa Hari Sabtu...
Kita kondangan lagi... :-)
Saturday, November 25, 2017
I Kind of Busy Now
#Daughtertalk
Beberapa hari lalu saya berencana untuk menggunakan waktu di Hari Sabtu ini untuk kembali ke Tante D, dan melakukan ukur badan K. K saya beritahu bahwa Hari Sabtu kami akan nanik angkot dan pergi ke rumah Tante D untuk membuat baju. Dia bersemangat sekali mendengar rencana adventour naik angkot...
K : “Seperti kita waktu beli payung aku?”
B : “Iya, tapi ini lebih jauh lagi yaa... “
K : “Okeyy...”
Tadi malam, kami bicarakan lagi rencana kami itu, untuk memastikan dia masih berminat dan bersemangat.
B : “Besok jadi ya kita naik angkot ke rumah Tante D?”
K : “Jauh ya?”
B : “Lumayan. Tapi kan that’s adventour. Kamu pasti suka deh...”
K : “Okeyy...”
Pagi ini, seperti Sabtu biasanya, dia kedatangan teman dan bermain bersama. Setelah hari mulai sedikit siang, saya bertanya kepadanya:
B : “K, siap-siap yuk. Kan kita mau berangkat...”
K : “Bunda, I kind of busy playing...”
B : “Jadi nggak ikut?”
K : “Bunda aja deh....” dan langsung pergi lagi main.
Bunda pun akhirnya mengambil benang dan hakpen, merajut tanpa beranjak kemanapun... Sekian.
Beberapa hari lalu saya berencana untuk menggunakan waktu di Hari Sabtu ini untuk kembali ke Tante D, dan melakukan ukur badan K. K saya beritahu bahwa Hari Sabtu kami akan nanik angkot dan pergi ke rumah Tante D untuk membuat baju. Dia bersemangat sekali mendengar rencana adventour naik angkot...
K : “Seperti kita waktu beli payung aku?”
B : “Iya, tapi ini lebih jauh lagi yaa... “
K : “Okeyy...”
Tadi malam, kami bicarakan lagi rencana kami itu, untuk memastikan dia masih berminat dan bersemangat.
B : “Besok jadi ya kita naik angkot ke rumah Tante D?”
K : “Jauh ya?”
B : “Lumayan. Tapi kan that’s adventour. Kamu pasti suka deh...”
K : “Okeyy...”
Pagi ini, seperti Sabtu biasanya, dia kedatangan teman dan bermain bersama. Setelah hari mulai sedikit siang, saya bertanya kepadanya:
B : “K, siap-siap yuk. Kan kita mau berangkat...”
K : “Bunda, I kind of busy playing...”
B : “Jadi nggak ikut?”
K : “Bunda aja deh....” dan langsung pergi lagi main.
Bunda pun akhirnya mengambil benang dan hakpen, merajut tanpa beranjak kemanapun... Sekian.
Monday, November 20, 2017
Kering Kentang Pedas
Siang tadi, aku membuka lemari es dan menemukan semangkuk kecil klappertart yang dibeli kemarin di Mall. Aku pikir K pasti lupa. Karena menu makan siang hari ini kurang menarik, aku lapar, dan menjadi nafsu melihat klappertart dingin. Nyam nyam nyam... Ludes.
Sore hari, aku sedang memenuhi panggilan alam di toilet belakang. Tak berapa lama, terdengar suara pintu toilet di gedor diiringi dengan teriakan kurang jelas "Bunda.... Habis... Kentang... Habis....". Seketika ingatanku melayang kepada klappertart yang sudah masuk ke intibumi. Ngerri sedap ini, keluar toilet langsung di ulek sama K. Pikirku.
Udah kebayang lah itu muka manyun mata melotot dan tangan sibuk ngulek badan dan mukaku nanti. hiiiiiii.....
Akhirnya aku pun keluar dari toilet dan melihat perkembangan...
Aku : "Kenapa marah-marah?"
K : "Kentang pedesku dihabisin siapa? Ayah ya?"
Aku : "Kentang pedes? Yang mana?"
K : " Itu yang kecil-kecil pedes-pedes karena aku sudah big girl itu lho.... Dimakan ayah?"
Aku mikir.....
K : "Yang dikasih Omanya Kakak Damai ditempat pink itu lhooo...."
Aku : "ooo... yang keripik kentang pedes itu? Kalau itu bunda yang habisin... Kemarin tinggal sedikit bangettt..."
K : "Tuh kan bunda.... Ngabisin punya akuu....." Tangannya mulai ngulek perutku.
Aku: " Ya udah nanti bunda mintain ke Oma lagi ya... "
K : " Bener ya...?"
Aku :"Iyaaa...."
Baru kemudian gencatan senjata.... :-p
Sore hari, aku sedang memenuhi panggilan alam di toilet belakang. Tak berapa lama, terdengar suara pintu toilet di gedor diiringi dengan teriakan kurang jelas "Bunda.... Habis... Kentang... Habis....". Seketika ingatanku melayang kepada klappertart yang sudah masuk ke intibumi. Ngerri sedap ini, keluar toilet langsung di ulek sama K. Pikirku.
Udah kebayang lah itu muka manyun mata melotot dan tangan sibuk ngulek badan dan mukaku nanti. hiiiiiii.....
Akhirnya aku pun keluar dari toilet dan melihat perkembangan...
Aku : "Kenapa marah-marah?"
K : "Kentang pedesku dihabisin siapa? Ayah ya?"
Aku : "Kentang pedes? Yang mana?"
K : " Itu yang kecil-kecil pedes-pedes karena aku sudah big girl itu lho.... Dimakan ayah?"
Aku mikir.....
K : "Yang dikasih Omanya Kakak Damai ditempat pink itu lhooo...."
Aku : "ooo... yang keripik kentang pedes itu? Kalau itu bunda yang habisin... Kemarin tinggal sedikit bangettt..."
K : "Tuh kan bunda.... Ngabisin punya akuu....." Tangannya mulai ngulek perutku.
Aku: " Ya udah nanti bunda mintain ke Oma lagi ya... "
K : " Bener ya...?"
Aku :"Iyaaa...."
Baru kemudian gencatan senjata.... :-p
Ayah is the Best Partner in Crime
#DaughtersTalk
Ketika Ayah berkata:
A : “K, besok ayah kerja ya 10 hari “
K : “Nginep kayak bunda?”
A : “Iya, kan 10 hari”
K : “Terus yang bercanda sama aku siapa? Yang berantem sama aku skapa?”
#eeeaaa #emaknggakasik #emaknggakseru
😂😂😂
Ketika Ayah berkata:
A : “K, besok ayah kerja ya 10 hari “
K : “Nginep kayak bunda?”
A : “Iya, kan 10 hari”
K : “Terus yang bercanda sama aku siapa? Yang berantem sama aku skapa?”
#eeeaaa #emaknggakasik #emaknggakseru
😂😂😂
Tuesday, July 11, 2017
Kita Yang Sering Menjauhkan Diri Dari-Nya
Beberapa hari terakhir, sepertinya ada kegalauan semu yang menggentayangi hari, jadi sedikit mellow dan kurang fokus. Semoga Dia tetap hadir dan dekat denganku, meskipun aku sering menjauhi-Nya. Aamiin
Diambil dari Facebook-nya Denny Siregar
ENGKAU TIDAK PERLU BERIBADAH..
"Bolehkah aku tidak beribadah ?"
Tanya seorang teman melalui inbox. Pertanyaan yang singkat dan sangat sederhana. Hadir dari ketidak-pahaman sebab dan akibat kehidupan. Kebutaan yang melanda hampir semua orang di hutan belantara yang bernama dunia..
Aku menulis..
"Sangat boleh. Manusia bahkan tidak perlu beribadah seumur hidupnya. Tidak mempercayai keberadaan-Nya juga tidak mengapa. Karena Ia ada sebelum semua ada. Karena Ia tidak akan tiada, jikapun seluruh alam semesta ini meniadakanNya..
Tetapi bagaimana seluruh alam ini bisa bergerak teratur dan presisi tanpa keberadaanNya ?"
Aku terdiam sejenak, menyalakan sebatang rokokku dan menyeruput secangkir kopi yang sudah dingin sejak tadi. Ingin memanaskannya lagi sudah tidak ada hati.
Kulanjutkan..
"Tuhan adalah pusat dari segala kebaikan. Kejahatan adalah ketiadaanNya. Bukan Ia tiada, tetapi kita yang meniadakanNya.
Maka Ia memerintahkan seluruh alam untuk beribadah kepadaNya. Bukan karena Ia butuh disembah, tetapi supaya semua berotasi pada kebaikan sesuai pancaran diriNya.
Dengan berpusat pada diriNya, maka semua akan bergerak dalam keteraturan. Dan ketika semua teratur, maka tidak ada yang namanya ketidak-seimbangan yang memunculkan gesekan yang membahayakan ciptaanNya.."
Sudah semakin malam dan matapun mulai lelah karena aktifitas sejak siang. Kutuntaskan bait terakhir dalam tulisanku. Bukan untuk menjawab yang bertanya, tetapi untuk menasehati diriku sendiri.
"Maka kita akan memahami, bahwa ibadah itu bukan untukNya, tetapi untuk keselamatan kita sendiri. Ketika kita menjauh dari sumber segala kebaikan, maka akan terjadi ketidak-seimbangan dalam diri. Jiwa yang tidak stabil memunculkan perilaku labil.
Dan tanpa mampu dihindari, semua gerak kehidupan kita menjadi salah. Kesalahan pertama memunculkan kesalahan kedua dan seterusnya, sampai kita berada pada puncak kesalahan yang menghasilkan kehancuran fisik dan mental.."
Kuhabiskan secangkir kopi dan meneruskan kalimat terakhir sebagai pengingat diriku..
"Bahkan pada saat kita berada pada kehancuran diri yang kita sebabkan sendiri, Tuhan masih saja menarik kita untuk kembali berada pada pusaranNya. Sungguh Ia Maha Pengasih dan Maha Penyayang.."
Malam semakin larut..
"Ketahuilah, seluruh kebaikan itu bermuara pada shalat.." Imam Ali as
Monday, July 10, 2017
Sama Itu Nggak Asik Ala K
#Whenthekidsplayingtogether
#FriendsofKirania
Ceritanya, hari ini ada temannya Mbak K yang main di rumah dari pagi, karena masih libur sekolah. Namanya H, tetangga sebelah. Dari pagi mereka berdua anteng bermain aneka mainan.
Ketika mereka bosan bermain, mereka masing-masing nonton di tablet, dengan tontonan yang berbeda.
Ketika bosan nonton, mereka main lagi.
Tiba-tiba Mbak K masuk ke ruang kerja ku dan bertanya:
K : "Bun, Baby bath nya beli dimana?"
A : "Di Online... Kenapa?"
K : "Enggak, itu kakak H nanya..."
Mbak K berjalan keluar, bilang ke H "Belinya di online...."
A : "Mbak K... Sini..." K mendekatiku
Aku pun bisik2 ke K
A : "Coba tanya Kakak H, ulang tahun nya kapan? "
K : "Kenapa?"
A : "Nanti kita kasih Baby bath buat kado... "
K berjalan keluar, seperti mikir, dan langsung main tanpa berkata apa-apa....
Aku panggil lagi:
A : "Mbak K... koq diem aja?"
K : Terus main tanpa menengok kearahku....
A : "Mbak K... koq nggak bilang? " Kataku sambil tertawa karena tau dia tidak rela
K : "Don't laugh! It's no funny!" Katanya sambil cemberut seperti biasa kalau dia tidak suka ditertawakan...
Semua kembali sibuk masing-masing.
#girlstalk
#daughter'stalk
#FriendsofKirania
Ceritanya, hari ini ada temannya Mbak K yang main di rumah dari pagi, karena masih libur sekolah. Namanya H, tetangga sebelah. Dari pagi mereka berdua anteng bermain aneka mainan.
Ketika mereka bosan bermain, mereka masing-masing nonton di tablet, dengan tontonan yang berbeda.
Ketika bosan nonton, mereka main lagi.
Tiba-tiba Mbak K masuk ke ruang kerja ku dan bertanya:
K : "Bun, Baby bath nya beli dimana?"
A : "Di Online... Kenapa?"
K : "Enggak, itu kakak H nanya..."
Mbak K berjalan keluar, bilang ke H "Belinya di online...."
A : "Mbak K... Sini..." K mendekatiku
Aku pun bisik2 ke K
A : "Coba tanya Kakak H, ulang tahun nya kapan? "
K : "Kenapa?"
A : "Nanti kita kasih Baby bath buat kado... "
K berjalan keluar, seperti mikir, dan langsung main tanpa berkata apa-apa....
Aku panggil lagi:
A : "Mbak K... koq diem aja?"
K : Terus main tanpa menengok kearahku....
A : "Mbak K... koq nggak bilang? " Kataku sambil tertawa karena tau dia tidak rela
K : "Don't laugh! It's no funny!" Katanya sambil cemberut seperti biasa kalau dia tidak suka ditertawakan...
Semua kembali sibuk masing-masing.
#girlstalk
#daughter'stalk
Monday, July 3, 2017
Bunda Belajar Donk
Kemarin ngobrol sama K pas di rest area lagi makan pop mie.
A : Kiran, udah mandi, makan yang banyak abis itu tidur ya…
K : Iya. Ayah nggak mandi?
A : Enggak. Ayah nggak mandi, takut ngantuk.
K : Emang kenapa kalau ayah ngantuk?
A : Ya nggak boleh donk. Ayah nggak boleh ngantuk. Kan Ayah nyetir. Kalau Ayah ngantuk yang jadi supir siapa?
K : Bunda donk…
A : Kan Bunda nggak bisa nyetir.
K : Ya Bunda harus belajar donk… Biar kayak Mama Louis…
A : Ahahahaha… Iya, nanti Bunda belajar lagi. Emang kenapa Mama louis?
K : Ya kan Mama louis bisa nyupir. Suka nganterin Louis sekolah. Kayaknya cuma Bunda emak-emak yang nggak bisa nyetir di Cilukbaa ya...
#tettottttt
#ObrolanEmakDanAnak
#CelotehAnak
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The second thing, is song about change... This is art Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes) This song is good We can see on t...
-
You have your own responsibility to be happy, to make your life happy, to make your body happy, to make your days happy, and to make you...
-
Tahun ini, K naik ke kelas 6. Mungkin terdengar klise ya. Biasanya diikuti dengan kalimat lanjutan seperti, "Rasanya baru kemarin sekol...