Monday, July 10, 2017

Sama Itu Nggak Asik Ala K

#Whenthekidsplayingtogether
#FriendsofKirania

Ceritanya, hari ini ada temannya Mbak K yang main di rumah dari pagi, karena masih libur sekolah. Namanya H, tetangga sebelah. Dari pagi mereka berdua anteng bermain aneka mainan.

Ketika mereka bosan bermain, mereka masing-masing nonton di tablet, dengan tontonan yang berbeda.

Ketika bosan nonton, mereka main lagi.

Tiba-tiba Mbak K masuk ke ruang kerja ku dan bertanya:
K : "Bun, Baby bath nya beli dimana?"
A : "Di Online... Kenapa?"
K : "Enggak, itu kakak H nanya..."

Mbak K berjalan keluar, bilang ke H "Belinya di online...."

A : "Mbak K... Sini..." K mendekatiku

Aku pun bisik2 ke K
A : "Coba tanya Kakak H, ulang tahun nya kapan? "
K : "Kenapa?"
A : "Nanti kita kasih Baby bath buat kado... "

K berjalan keluar, seperti mikir, dan langsung main tanpa berkata apa-apa....

Aku panggil lagi:
A : "Mbak K... koq diem aja?"
K : Terus main tanpa menengok kearahku....
A : "Mbak K... koq nggak bilang? " Kataku sambil tertawa karena tau dia tidak rela
K : "Don't laugh! It's no funny!" Katanya sambil cemberut seperti biasa kalau dia tidak suka ditertawakan...

Semua kembali sibuk masing-masing.

#girlstalk
#daughter'stalk



Monday, July 3, 2017

Bunda Belajar Donk

Kemarin ngobrol sama K pas di rest area lagi makan pop mie. 

A : Kiran, udah mandi, makan yang banyak abis itu tidur ya…

K : Iya. Ayah nggak mandi?

A : Enggak. Ayah nggak mandi, takut ngantuk.

K : Emang kenapa kalau ayah ngantuk?

A : Ya nggak boleh donk. Ayah nggak boleh ngantuk. Kan Ayah nyetir. Kalau Ayah ngantuk yang jadi supir siapa? 

K : Bunda donk…

A : Kan Bunda nggak bisa nyetir.

K : Ya Bunda harus belajar donk… Biar kayak Mama Louis…

A : Ahahahaha… Iya, nanti Bunda belajar lagi. Emang kenapa Mama louis? 

K : Ya kan Mama louis bisa nyupir. Suka nganterin Louis sekolah. Kayaknya cuma Bunda emak-emak yang nggak bisa nyetir di Cilukbaa ya...



#tettottttt 

#ObrolanEmakDanAnak

#CelotehAnak

Sunday, July 2, 2017

Merdunya Suara Hati Anak

#motheranddaughtertalk

Sewaktu dalam perjalanan kembali ke Bogor tadi pagi, selepas mudik lebaran 2017.

Setelah menyegarkan diri dengan mandi di rest area somewhere out there, ngobrol berdua dengan K sambil makan pop mie : 

Aku (A) : K, udah mandi, makan yang banyak, abis itu tidur ya... 
K : Iya. Ayah nggak mandi?
A : Enggak, Ayah nggak mandi, takut ngantuk.
K : Emang kenapa kalau ayah ngantuk?
A : Ya nggak boleh donk. Ayah nggak boleh ngantuk. Kan Ayah nyupir. Kalau Ayah ngantuk yang nyupir siapa?
K : Bunda donk...
A : Kan Bunda nggak bisa nyupir...
K : Ya Bunda harus belajar donk... Biar kayak Mama Louis...
A : Ahahahaha... Iya, nanti Bunda belajar lagi. Emang kenapa Mama Louis?
K : Ya kan Mama Louis bisa nyupir. Suka nganterin Louis ke sekolah...

#Tettottttt
#KumpulkanNyalimuBu



Friday, May 12, 2017

First Mid Year Performance 2017

Sebagaimana laiknya orang tua, yang anaknya mau pentas, saya juga heboh, nervous, dan gelisah... Sayapun begitu. Terlebih dengan proses persiapan kostum yang sempat membuat dag-dig-dug-der... Namun akhirnya semua terbayar sudah. Ketika melihat mereka berjalan menaiki panggung, berjajar didepan ratusan kepala emak-bapak yang dengan mata melotot dan jantung deg-degan melihat mereka semuanya...

Pementasan dimulai dari para toddler yang penuh dengan hiburan. Ada yang menangis, ada yang kabur dari panggung, ada yang ngompol dipanggung, dan berbagai macam tingkah polah anak-anak kecil itu. Membuat kami yang duduk anteng dibelakang tertawa terbahak-bahak sepanjang acara.

Tiba saatnya anak-anak sendiri yang naik panggung, kami semua mulai anteng. Deg-degan dan was-was lebih tepatnya. Cemas memikirkan anak-anak ini bagaimana nantinya. Apakah mau tampil? apakah mau menggerakkan badannya? apakah menangis? Terlebih lagi Mbak K ini kan memang termasuk yang sensitif. Telat dijemput aja masih nangis kan...

Tapiiiii... Tetottttt....!

Ternyata emaknya lebay. Anaknya malah asik banget joget-joget mengikuti musik, bahkan mulutnya komat-kamit mengikuti lagunya... Rasa H2C antara mau nongol atau enggaknya emak ini, jadi hilang setelah melihat anaknya percaya diri. Aku melet-melet lidah dari bawah sambil merekam, dan ketika dia melihat emaknya ini, senyumnya langsung melebar... Alhamdulillah...

Kali ini pementasannya mengenai "A tale of the earth", dimana kelas K kebagian memerankan elemen lautan, ombak. Mereka hidup damai bersama dengan elemen-elemen lainnya, sampai ketika negara api menyerang... (Duh, dimana-mana kalau negara api menyerang, ujungnya pasti nggak bagus...). Hehehee...

Bersyukur anak ini tidak menuruni sifat pemalu ibunya. Dulu waktu saya pertama kali perform dikampung, di panggung perpisahan KKN, saya hanya bisa menangis menutup mata, setelah musik mulai mengalun. ahahaha...

Penghargaan setinggi-tingginya untuk para Guru dan Panitia acara yang telah melatih anak-anak setiap hari, sehingga mereka dengan percaya diri tampil dipanggung dengan ciamik sekali. Bukan hal yang mudah pastinya, mengingat anak-anak ini semuanya punya energi berlebih kalau sudah bersama teman-temannya :-)

Thank you!

And for all kiddos, you all did a very good job today!!!!!
The parents are sooooo proud! ^_*










Saturday, April 8, 2017

Ketika Gatal di Telapak Kaki Melanda

Pernah nggak ngerasain gatel di telapak kaki? Ganggu banget kan? Buatku sih itu sangat sangat sangat mengganggu sekali...

Digaruk, kegelian
Didiemin, gatel banget
Digosok-gosok ke kaki meja, geli-geli enak
Aaaaaahhhh.... Pokoknya gitu deh... :-p

Masalah seputar kucing juga bisa bikin telapak kaki gatel ternyata. ahahhaha #mulaideh

Aku cerita disini bukan karena aku terlalu cupu nggak berani bilang langsung, tatapi lebih karena udah bilang langsung tapi nggak berujung. Alias nggak banyak ditanggepi atau ditanggepi tapi nggak ditindaklanjuti. Gitu deh intinya mah :-p

Kucing

Makhluk hidup yang terkenal tidak setia ini adalah salah satu hewan kesayangan Nabi - kata banyak sumber sih begitu. Mustinya jika ingin menjadi kekasih Nabi, ya kita harus menyayangi dan memperlakukan kucing sebaik mungkin donk? Pacar aja, kalau masih di level cinta pasti disayang-sayang kan. Apalagi Kucing yang kesayangan Nabi. Gitu lah ya...

Nah,

Di lingkungan aku tinggal ini, sering sekali berkeliaran kucing-kucing. Baik itu kucing bagus, kucing biasa, sampai kucing yang banyak penyakitnya. Mulai dari berkalung, sampai tak berkalung. Dari tahun lalu kalau nggak salah, seiring dengan semakin ramainya penghuni komplek, semakin muncullah masalah kucing ini. Semakin banyak kucing. aaaaaahhhhh

Tau sendiri kan kucing? Sebentar-sebentar beranak. Sebentar-sebentar beranak. Kerjaannya makan boker beranak. Duh, kalau aku harus mendaftar keburukan kelakuan kucing komplek sini, habis deh energiku buat itu. Pokoknya gitulah.

Beberapa bulan lalu sempat terjadi diskusi ramai di grup RT mengenai makhluk yang satu ini. Karena ada tetangga yang komplain ikan gorengnya dicolong kucing. Ih, menyebalkan banget pasti itu rasanya. Udah mana lagi laper, goreng ikan sejumlah anggota keluarga, eh dicolong kucing entah kucing siapa pulak. zzzzzzz

Saat itu memang sepertinya sedang terjadi luapan populasi kucing yang entah darimana datangnya. Seperti ada yang melihara banyak kucing dirumah dan nggak pernah dikeluarkan, tapi mendadak dikeluarkan. Kebayang kan? Ada tetanggaku yang sangat baik hati, kalau sore suka ngasih sisa makan anaknya ke kucing, dan otomatis kucing yang lain pun ngumpul. Pernah iseng aku hitung ada kali 10 lebih. Dan berkalung. you know what I means....

Maka diskusi di grup mulai riuh rendah bla bla bla... Ada yang safe player bilang 'oh, untung bukan kucing saya", ada yang curhat "untung saya nggak punya kucing", ada yang ikut komplain "iya itu kemarin ayam saya dimakan kucing juga", ada yang protes "itu halaman saya dipake boker terus sama kucing", dll dll.

Aku? Ya pasti lah komen juga... Tapi seperti biasa juga, dengan tawaran solusi :
1. Dalam waktu beberapa hari, semua yang melihara kucing, tangkep dulu kucingnya, taro dirumah. Kandangkan.
2. In the mean time, kucing-kucing yang masih berkeliaran kan jadi ketauan kalau majikan-less. Nah sama RT yang majikan-less itu bisa di buang ke pasar. Ke tempat yang jelas banyak makanannya.
3. Kalau sudah bersih, kucing yang ada majikannya bisa di lepas. Jadi kalau mereka membuat ulah, urusannya bisa langsung sama yang punya.

Karena diskusi sempat panas, hangat, dan sedikit keras, mungkin pemilik kucing berkalung yang sedianya baru coba-coba melepaskan hewan "kesayangannya" itu jadi insaf. Karena beberapa hari kemudian kucing2 berkalung berkurang drastis jumlahnya. hehheeeee

Dan waktu berlalu... hari berganti... purnama berlalu... senyapppppp.... Kucing masih berkeliaran...

Sampai akhirnya beberapa waktu lalu. Ada tetangga yang sudah sangat terganggu akhirnya komplain lagi di grup RT. Beliau merasa dirugikan atas kelakuan kucing entah punya siapa, karena sofa diterasnya di garuk sampai rusak terus, teras dan halamannya dipakai kencing/boker sama kucing, dan wiper mobilnya hampir patah karena kucingnya tidur diatas mobil nya. Kalau aku yang jadi beliau, uhuk. Mungkin sendal terbang sudah jadi jurus langganan. ahahahaha #eh

Ada tetangga yang menyampaikan pendapat mengenai program steril. Aku bantu carikan link untuk info steril kucing. Manatau ada yang perlu. Mulai lagi diskusi panjang lebar mengenai kucing. Kembali lagi itu beraneka ragam jawaban dan keluhan seperti yang aku sebut diatas. Ada yang safe player bilang 'oh, untung bukan kucing saya", ada yang curhat "untung saya nggak punya kucing", ada yang ikut komplain "iya itu kemarin ayam saya dimakan kucing juga", ada yang protes "itu halaman saya dipake boker terus sama kucing", dll dll.

Aku sudah tidak ikut campur lagi ketika orang sudah mulai riuh rendah bersahut-sahutan. Aku hanya carikan satu artikel dari internet tentang "adab memelihara kucing dalam islam". Aku share ke teman dan ndilalah temanku itu share ke grup. Aneh lho... akhirnya grup senyaaaaaapppppp... Nggak ada lagi yang komentar. Tanya kenapa? hahaha

Grup baru ramai kembali ketika tetangga yang komplain itu salah kamar posting chatnya... hehehe. Sayang nya kebanyakan jadi playing victim gitu. Clear chat. Males aja kalau ada masalah, terus bukannya mencari solusi bersama bagaimana baiknya tetapi malah "maafkan kalau kucing saya mengganggu, usir aja... " atau "mohon dimaafkan kalau kucing saya yang suka bikin ulang... dihalau saja".

Lah bu? Kalau maaf itu gampil banget... Tapi kalau kita maafkan, terus kucingnya dihalau, apa kucingnya udah tau artinya bahwa kita nggak welcome sama kucing dan akhirnya pulang kerumah? hehehe. Bagaimana dengan boker atau pipis yang ketinggalan dan ditambah lagi besok2nya? Bagaimana dengan ikan atau ayam yang sedianya buat makan sekeluarga tapi malah digondol sama kucingnya ibu?

Yang membuat telapak kaki saya terasa semakin gatal, sebetulnya adalah :
1. Kita tinggal di komplek perumahan yang mungil2 dan halamannya sempit. Bisik2 aja kedengeran tetangga. Mbok ya sedikit dipertimbangkan itu tetangganya.

2. Kalau memang sayang kucing/binatang, ya silahkan. Tapi pastikan mereka berada di area rumah ibu aja. Misal dikandangkan atau ditarok didalem rumah. Eits... pasti mau bilang kalau nanti mereka bosan? Ya kasih tau atuh... kita tinggal dikomplek sempit, jadi yang sabar ya nak. Harus prihatin. Eits... Mau bilang itu melanggar hak hidup hewan? Ya itu kan pasal pertama yang harus ibu tahu ketika memutuskan untuk memelihara hewan. Eeiitttsss... Mau bilang kalau dipelihara dirumah nanti bau ee' kucing? Lhaaaa, itu ibu tau kalau ee' kucing itu baunya nggak enak. Gimana dengan tetangga yang belum tentu suka kucing? harus kebauan ee' kucing ibu? Eitsss... mau bilang kalau nggak suka tapi anak suka? Anak kan anak kita. Tugas orang tua kan mendidik dan memberi pengertian. Kasih tau kalau kita tinggal di komplek yang sempit, kasihan hewannya nanti bosan kalau cuma di rumah sama di halaman kita. Dan kasihan kalau dilepasin, nanti mengganggu tetangga. Itu juga pendidikan yang sangat penting lhooooo :-)

3. Kalau ibu sayang dengan kucing, kemudian membuat mereka terlantar hingga akhirnya 'main' ke tetangga, bukannya itu juga Tuhan tidak akan suka? Rugi doble kan jadinya? Sudah membuat tetangga kita susah, masih juga membuat Tuhan tidak suka? Bahkan menurut artikel di internet, katanya bisa membuat kita mendapat siksa neraka lho... Ngeri kan? Dan kalau ibu bilang sayang mereka, tapi kemudian ibu membiarkan nya berkeliaran dirumah-rumah orang, yang mungkin kadang kena lemparan sendal, siraman air, dan makian, mungkin perlu dipertanyakan lagi rasa sayang ibu itu sayang yang bagaimana? Mungkin semacam "Aku mencintaimu, tapi kan cinta tak harus memiliki. Jadi aku ikhlaskan kamu pergi" ? :-p

Saya dan anak saya, sangat suka melihat hewan-hewan lucu. Kucing adalah salah satunya. Setiap melihat kucing lucu, saya pasti langsung teriak "iiiih... lucu bangetttttt... mau dooooonkkkk..."

Untungnya teman-teman sayang yang pencinta dan pemelihara kucing (dan anjing juga), selalu mengingatkan saya "memelihara hewan peliharaan itu, seperti kita punya anak. Ikatan seumur hidup. Kamu sudah siap? Kita harus memastikan dia makan baik, minum baik, sehat, imunisasi, jalan2, bersihin tempat makan/minum, bersihin tempat tidur, dll. Kamu udah siap?" Dan saya akan langsung bilang "belum..."

Anak saya selalu merengek untuk punya peliharaan lucu itu, tidak jarang berakhir tangis. Tapi saya beli pengertian bahwa nanti ketika anak saya sudah mandiri, bisa makan sendiri, mandi sendiri, beres-beres kamar sendiri, dan sudah siap untuk membantu kucing siap-siap dan beres-beres, dia boleh punya peliharaan." Belum tentu berhasil, tapi setidaknya saya coba lakukan.

Kaki saya tidak lagi segatal tadi sekarang.... :-p

Kata penutup untuk tulisan saya ini mungkin:
"Karena tak hanya riba yang bisa memasukkan kita ke neraka, bahkan kucing yang kita pelihara pun bisa menghantarkan kita kedalam siksa api neraka"


Monday, February 20, 2017

Sometimes, things are better left as mere memories

Hi there,

Today i just want to share a good article ini this URL address. Check it out!

http://elitedaily.com/life/let-go-high-school-friends/1284765/




Saturday, December 31, 2016

End of Year 2016

2016 has been GREAT!!!

Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan semua kesempatan padaku, pada kami sekeluarga untuk melewati tahun 2016 dengan penuh bahagia. Tuhan begitu baik pada kami. Alhamdulillah... Terima kasih Ya Allah...

Rencana dan harapan kami untuk Tahun 2016 berjalan dengan begitu baik. Tidak banyak hal yang membuat kami harus mengerutkan kening di Tahun 2016. We're thankful for that.

ALHAMDULILLAHIROBBIL A'LAMIIN

Sebagai penutupan akhir tahun kami, kami mengunjungi salah satu tempat wisata air terjun yang letaknya tak begitu jauh dari rumah kami. Air Terjun/Curug Seribu di daerah Gunung Bunder.

Sebelum berangkat saya bertanya pada mas bojo:
Aku: "Beneran mau ke curug seribu? yakin?"
Mas Bojo: "Ayok aja... "
Aku: "Duh, nggak mau yang gampang aja? Turunannya itu lho...."
Mas Bojo: "Udah tua ya skarang? Lemah?"
Aku: "Hahahaa... Nggak juga sih, cuma itu turunannya kan memang wow banget. Ngebayangin naiknya aja lutut udah kesemutan gimanaaa gitu..."
Mas Bojo: "Ya udah lihat aja nanti kalau udah disana..."

Sesampai di area Curug 1000, kami terkagum sebentar karena banyak yang sudah berubah. Jalan menuju curug sudah lebih baik, tidak ada lagi pungutan di gerbang nya (karena pindah ke tengah track curug 1000), lebih banyak lagi warung yang dibuka disitu. Entah sudah berapa lama kami tidak main kesitu.

Sampai di warung, aku pesan nasi ayam goreng plus sayur asem. Lapar bo'... Ayam goreng si ibu dan sayur asem nya enaaaaakkk.... hahahaha.

Setelah Mas Bojo sholat Dzuhur, akhirnya kesanalah kami. Ke curug seribu yang menurutku lebih ke 'curug seribu tangga turunan'. Aku yang biasanya lemah diturunan dan berjaya di tanjakan, kali ini harus menyerah pasrah dengan lemah diturunan dan payah ditanjakan. Dan lutut sedikit gemetar, akhirnya kamipun tiba di air terjun paling besar di daerah Bogor itu. Curug Seribu.

Memang perjalanan ke curug ini paling sulit dibandingkan dengan curug yang lainnya. Tanjakan terjal nya itu lho... Bikin lutut dan nafas keder. Tapi sekarang sudah ada penjual di depan curug, jadi bisa ngopi, ngemil, bahkan beli sate ayam disitu. Lumayan untuk amunisi menanjak pulang. :-p

Ketika perjalanan turun, aku dengar Mbak K dan Ayahnya ngobrol banyak. Tapi yang paling mengena adalah obrolan kecil ini:

Mas Bojo: "Are you ok Kiran?"
K : "Yes, I am fine... But Bunda so slow..."

Well... Kan Ayah nggak nanya Mbak K, ngapain pake dibilangin Bunda so slow? ahahaha. Iya sih, tapi aku memang merasa fisik ini semakin loyo. Harus semakin banyak tuk wak tuk wak alias olah raga lagi nih... :-)

Setelah berpuas diri main air, ngopi dan nyate cantik, sedikit berefleksi tentang 2016, dan memantapkan hati untuk 2017, kamipun mulai bergegas pulang. Awalnya aku mencoba menggendong Mbak K seperti biasa kami berbagi tugas. Tapi rupanya fisikku benar-benar payah kali ini. Baru 2 belokan saja rasanya sudah mau tiduran ndlosor ke tanah. Akhirnya mau tidak mau Mas Bojo kembali menggendong K naik. Maaf ya Mas Bojo, kali ini tidak bisa berbagi tugas dengan baik. hehehe

Sesampainya di area perkempingan, aku pun berbaring santai dirumput, melemaskan punggung dan kaki yang mulai menjahit. Duh, lemah banget iniiii.... hehehe. Kami duduk sambil ngobrol ngalor ngidul seperti biasa, sambil sesekali Mas Bojo menggoda Kiran dan lelarian di rumput.

It's a good sign of 2017, we hope ^_^

Ngomong-ngomong soal resolusi 2017, ada banyak hal yang ingin aku capai. Beberapa masih dari resolusi turun temurun yang belum terlaksana, dan beberapa adalah hal baru.

Berikut adalah resolusi ku yang berhubungan dengan dunia saja. Yang hubungan sama akhirat mah dibuat dihati saja... eaaa.... eaaa... :-)

1) Bisa Menjahit (dan punya mesin jahit). Ini adalah resolusi yang entah sudah turun temurun berapa tahun. Tapi selama semangadh masih berkobar didalam hati, akan tetap aku tulis sampai suatu saat nanti terlaksana :-p

2) Menyupir Mobil. Lebih tepatnya menambah nyali untuk berani nyupir mobil. Mengingat hasil kursus ditahun 2016, justru membuat pak pelatih teraniaya karena aku yang tak bernyali ini terus menerus marah-marah padanya. hahaa

3) Menghasilkan minimal 20 karya rajutan. Tahun 2016 adalah tahun dimana hobby rajut-merajut itu dimulai, dan diakhiri dengan beberapa orderan dari teman. Masih order karena kasihan sih sepertinya. Hahaha. Jadi mudah-mudahan 2017 bisa sedikit lebih meningkat misalkan kado, atau sukur2 jualan di pasar kaget gitu. :-p

4) Menyelesaikan minimal 10 buku bacaan. Meskipun tahun 2016 sudah cukup baik dengan terselesainya beberapa buku, tapi sepertinya masih kurang bisa dibilang berhasil menjadi pembaca yang baik. Tahun ini harus lebih baik lagi. Meskipun January 2017 ini diawali dengan membaca hanya ketika sedang buang hajat dikamar mandi. huhuhu

5) Bisa bikin 1 kamar tambahan untuk asisten, sehingga dia bisa punya privasi lebih. Kasian, selama ini kamar depan kalau siang jadi kantor kalau malam jadi kamar tidur teteh. Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini. Faktor lainnya juga, pengen punya kantor yang sedikit 'ngantor' meskipun masih sharing sama tempat tidur anak/tamu juga... hehehe

6) Punya sawah... Eaaa... Eaaa... Eaaa... Ini sebetulnya lebay. Mengingat list keinginan, kebutuhan, dan hutang yang masih cukup panjang. Tapi kan namanya mimpi boleh saja kan? Kenapa enggak... Tuhan kan Maha Baik. Apa saja bisa terjadi ketika Tuhan merasa bahwa kita layak menerimanya. Jadi ya Bismillah saja untuk memiliki sawah, dengan sepetak saung kecil untuk bersantai dan sungai jernih mengalir didepannya.... #eaaaa makin panjang aja... hahahhaa

7) Pengen mulai belajar bertani kecil-kecil disebelah rumah. Mengingat belakangan harga cabe melebihi harga daging, jadi sepertinya memang harus mulai menanam sendiri. Aku sudah punya beberapa pohon cabe sih. 1 yang paling tua dan besar, sudah beberapa kali panen malahan. Sudah beberapa kilo dia hasilkan, dan sekarang mulai uzur. Beberapa yang kecil seperti tumbuh dengan sendirinya dan kurang terawat. Mudah-mudahan tahun ini bisa mulai menanam serius barang beberapa batang. Berguru dari Busu Ubo dan beberapa teman yang sudah bertani sejak dini. :-)

8) Mengunjungi 1 atau 2 taman nasional di Indonesia. Ini sih sebetulnya program keluarga demi menunjang piknik yang murah. hahahaha

9) Sekolah lagi. Kalau list ini aku buat akhir tahun 2016 kemarin, poin ini pasti berada di list nomer 1. Tapi karena sekarang terjadi perubahan strategi rumah tangga, jadinya poin ini harus sabar lagi mundur. Sampai batas waktu yang belum ditentukan. Mudah-mudahan sih nggak lama lagi ya.

10) Lebih rajin olah raga. Untuk menunjang kebugaran tubuh yang mulai renta ini. :-p

11) Sedang di fikirkan...

Panjang juga ya list nya... Nggak papa. Aku sih selalu berpedoman pada 'jangan takut bermimpi, karena semua hal yang kita capai hari ini, semua juga berawal dari mimpi'... Smangadh!!! ^_^