Friday, June 8, 2012

The Day My New Life Begins

This is the story about 'oneday'
Oneday when my new life has just begun
You and Me...
Promise each other...
To spend the rest of our life,
Until death do us apart...

We... Together to be better... Insya Allah, Amin ^_^


****** 


Today's the day my new life begins.
All my life, I've been just me
Just a smart-mouth kid

Today I become a grown-up
Today I become a couple
Today I become a citizen of the world

Today I become countable
to someone other than myself.
Today I become countable to the future.

To all the possibilities
that marriage has been offered.

Together,
No matter what happens,
i'll be ready...

For anything...
For everything...

To take on life, to take on love,
to take all the possibilities and responsibilities.

Today....
Our life together begins...

And I, for one, can't wait.


****** 









Thank you so much for all dear friends,
For attending on my wedding ceremonies,
And for thinking of us on this special moment in our life
God bless you all ^_^

Thursday, June 7, 2012

Sule - Ay Need You!!!


Kalau ada yang menanyaiku "Siapa artis Indonesia yang kamu sukai?", aku yakin aku akan menjawab "Sule...!!!"

Tidak masalah jika orang kemudian akan tertawa ngakak atau mencibir nyinyir, karena aku memang mengidolakan Sule. Menurutku, dia artis komedi yang sangat berbakat. Layak untuk di idolakan... :)

Karenanya, aku selalu berusaha untuk menyaksikan acara2 Sule seperti OVJ, Awas ada Sule, pelem2 pendek di tipi, dan juga pelem layar lebarnya. Yang paling gress adalah pelem layar lebarnya yang berjudul "Sule, Ay need you". Akhirnya aku berhasil merayu Dia untuk menemaniku nonton pelem ini di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Hujan ini. 

Menurut pendapatku, pelem si Sule ini cukup layak di tonton oleh segala tingkatan umur lho.... Bahkan, jika di lihat dari sisi keamanan psikis, pelem ini sangat recomended untuk di tonton mulain dari usia basata sampai dengan manula. Kenapa? Karena aku tidak menemukan adegan2 yang tidak senonoh sepanjang pertunjukan. Bahkan tidak ada kata2 kotor atau yang mengandung unsur kebun binatang yang keluar dari bibir para pemain. Yang ada justu sisipan2 pesan moral yang dengan cantik disematkan dalam pelem ini. Good to go lah pokoke.... :)

Berikut adalah beberapa pelajaran positif yang berusaha disematkan dalam pelem Sule, Ay need you, menurut versiku:

1. Bapak Sule yang gila karena gagal terpilih sebagai kepala desa
Pesan: Jika menginginkan jabatan tertentu, jangan terlalu berambisi untuk menang, karena jika kalah hanya akan menimbulkan kekecewaan dan stress berat. Sebelum mencalonkan diri, musti menyiapkan mental untuk gagal, jangan sampai hanya punya mental menang saja.

2. Ketika Ayla hampir kecopetan di metromini
Pesan: Jangan terlena pada paras/rupa/wajah tampan seseorang yang tidak kita kenal, karena tidak sedikit orang yang menyalahgunakannya untuk menipu dan mencopet.

3. Ketika om-nya Dafa menulis skenario sinetron dan ternyata keponakannya mempraktekkan skenarionya untuk kabur dari rumah
Pesan: Untuk penulis script sinetron, film, iklan, atau apapun yang tayang di media, harus benar2 memikirkan pengaruh terhadap para penonton. Harus menghindari cerita yang mengundang penonton untuk mengikuti dan melakukan perbuatan yang tidak terpuji.

4. Ketika akhirnya Sule pulang kampung dan rela melepaskan Ayla
Pesan: Terkadang memang perlu memperhatikan kemungkinan/possibility/peluang untuk mendapatkan seseorang yang kita sukai.... Tidak bisa selamanya cerita dongeng itu bisa kita alami di dunia nyata.

5. Masih banyak pesan2 kecil yang ada didalam cerita pelem Sule ini. Go get the ticket, and you will never regret....!!! :p 

Ada sinopsis dan cuplikan ceritanya disini dan disini

Oh iya, sepanjang pertunjukan pelem Si Sule ini, seantero ruangan Studio 1 itu riuh rendah dengan suara tawa dari segala macam usia. Ada tawa ngakak riang dan ringan dari anak2 kecil, ada tawa malu2 para remaja, dan tawa berat dan padat ala orang2 tua... Semua usia, semua-mua tertawa terbahak2 karena tingkah polah Sule dan kawan2nya.... hahahhahaaa.... :p

Tuesday, June 5, 2012

Laksana Sang Dewi Shinta

Pernah mendengar kisah mengenai Dewi Shinta yang dilindungi oleh garis batas agar tidak diganggu oleh musuh..... ???

Nah, beberapa hari belakangan ini, aku merasa laksana sang Dewi Shinta dirumahku sendiri. Berusaha melindungi diri dengan menorehkan garis yang mengitari rumahku, dengan tujuan untuk menghambat sesuatu yang buruk melewatinya. Dalam hal ini, siapa yang menjadi sesuatu yang buruk itu? ya, betul... S E M U T. Hewan ajaib yang di ciptakan Tuhan dengan semua kelebihan dan kekurangannya.

Picture Source Here
Entah kenapa, si makhluk mungil ini selalu saja datang dan datang ke rumahku. Sebetulnya, semutnya hanya 1 ekor, tapi teman-temannya banyak sekali. Dan si semut tidak pernah datang sendirian. Dia selalu mengajak rombongan temannya. Setiap aku lengah sedikit saja, maka dalam sekejap mata si semut ini pasti sudah menancapkan bendera kekuasaannya. Tanda bahwa dia memenangkan area itu. Oh My... :(

The minute i started to live in this house, the minute itu pula aku mulai bersaing dengan makhluk mungil ini. Konon kabarnya, perumahan ini memang memiliki sejarah penimbunan sampah yang buruk. Semua lahan yang digunakan untuk mendirikan bangunan, ditimbun dengan sampah2 yang diambil entah dari mana. Maka, tidak heran akhirnya jika kerajaan semut menguasai setiap jengkal tanah ini.

Awalnya, aku hanya kesal, membantai mereka dengan tangan, kaki, dan benda2 yang ada disekitarku saja. Namun lama2, karena teman2 semut ini tidak pernah berhenti datang dan cenderung bertambah berkali2 lipat, maka akupun segera mencari strategy yang mumpuni untuk melawan mereka.

Setelah mencari referensi kesana dan kesini, akhirnya aku menentukan senjata ampuh apa yang bisa digunakan untuk mengusir makhluk2 tak di undang itu. K A P U R B * * * S. Awalnya aku coba2 saja dan menggunakannya diwilayah terbatas dimana gerombolan semut berada. Di sekitar kompor masak misalkan. Aku buatkan garis batas lingkaran diseputar gerombolan semut, dan ternyata semut2 didalamnya sukses klenger. W O W.

Akhirnya aku perluas area jelajah Kapur Ajaib ini. Disetiap gerombolan semut berada, aku gambarkan garis batasnya. Akhirnya dengan sedikit sentuhan kreatif gambarnya pun mulai bervariasi, tidak melulu lingkaran. :-)

Beberapa hari seolah balapan dengan kaum semut, rasanya aku mulai merasa lelah dan putus asa. Semut2 ini pandai sekali mencari celah. Di batasi disini, bikin jalan baru di situ. Di garis lagi disitu, bikin barisan lagi disana. ppffiiuuh...

Puncaknya, aku berfikir untuk menggunakan siasat Dewi Shinta saja. Sekeliling rumah yang dipagari oleh Kapur Ajaib ini. Harapannya sih agar tidak ada lagi semut yang bisa masuk kerumah ini. Bismillah... Mudah2an berhasil. Smangadh!!!

Dilancarkan lah aksi garis batas itu. Aku menggosok dan mengoleskan kapur ini di setiap sudut terluar rumah ini. Sampai memanjat tembok pun aku lakukan demi keamanan nasional dalam negri rumah ini. Hasilnya??? W O W lagi... berhasil sodara2... Beberapa hari tidak ada semut yang muncul dirumah kami. Alhamdulillah... Tenanglah hati ini melakukan rutinitas sehari2 tanpa harus mengalokasikan waktu untuk berperang melawan semut.

Dewi Shinta pun merasa tenang didalam istana paling indahnya.... :-)

Tapi rupanya ada faktor yang aku lupakan dalam pelaksanaan strategy perang ini. Bahwa rumah ini ada di kawasan Bogor yang notabene hujan dan panas datang tanpa pernah memberi kabar terlebih dahulu. Dan bahwa hujan dan panas itu dapat dengan mudah menghapuskan tanda batas yang telah aku goreskan. Kesadaran akan kekeliruan yang kuperbuat ini muncul ketika suatu pagi aku lihat semut dan teman2nya kembali nangkring di atas mesin cuci yang kami gunakan sebagai meja penampung makanan. hahahahaa...

Peperangan pun kembali di lanjutkan. Smangadh!!!

Sunday, June 3, 2012

My 2nd Sunday in My New House

Alhamdulillah.... 

Million thanks to Allah SWT... Untuk semua hal yang sudah diberikan-Nya kepadaku, kepada orang2 disekelilingku. Duuuh, nggak cukup deh ngungkapin syukur ini kalau dihitung2... Betul sekali kalimat yang berbunyi: "Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan???" heheheee

Hari ini, adalah hari minggu keduaku di rumah baru (yang masih rumah orang) ini. Karena sudah minggu kedua, sepertinya segala sesuatu mulai mengarah pada rytme tertentu. Ada sesuatu yang berulang setiap hari, ada sesuatu yang berulang setiap beberapa hari, dan ada sesuatu yang (berusaha) aku tinggalkan... It's pretty much challenging though.... :)

Mengingat bahwa saat pertama kali kami merebahkan badan di rumah ini, hanya dengan modal kasur angin yang kami beli sewaktu ada pameran di Botani Square. Itupun, pagi2 pasti aku menemukan dia yang namanya tak boleh disebut sudah menggelepar di karpet karena katanya tidak betah tidur di kasur angin. Panass... :)


Minggu kedua ini, rasanya isi rumah langsung berubah secara mendadak. Saat ini, sudah layak disebut rumah, dan tidak terlalu nampak bahwa kami adalah pasangan yang baru menikah sekitar 3 minggu yang lalu. Dan itu semua, rasanya sangat2 tidak terlepas dari temen2 dari Kantor Ikan. Hampir semua isi rumah ini, ada cap kantor ikannya.... Subhanallah sekali teteh... :p

Beberapa waktu lalu, kasur datang untuk yang pertama kalinya. Cihuyyyyy.... akhirnya aku sudah bisa mengucapkan say goodbye sama kasur anginku. Dia akan bersandar manis di ruang depan, siapa tahu ada teman yang melawat atau bertandang dan menginap. hohohoho....

Hasil dari perburuan yang Mbak Yuli, Mbak Dessy, dan aku lakukan beberapa waktu lalu, akhirnya lengkap datang kerumah setelah 3 hari pemesanan dalam bentuk beberapa kardus2 besar. Harus menunggu sehari lagi untuk dapat melihat wujud bendanya terpasang manis dirumah ini. Dan jreng...jreng.... Tadi malam, datanglah dua orang mas-mas (entah orang sunda atau jawa, yang penting mas-mas) yang kemudian bekerja dengan cekatan dan menyulap bentuk2 kardus itu menjadi sesuatu... Yuhuuuuu....


Pertama2, yang mereka tanyakan adalah "Nanti akan diletakkan dimana lemari dan tempat tidurnya bu?" Setelah aku bilang bahwa tempat tidur dan lemari dikamar belakang saja, merekapun langsung bekerja dan bekerja. Aku dan dia yang namanya tak boleh disebut, sibuk berdebat tentang pemilihan kamar. Kenapa nggak dikamar depan, karena kamar depan untuk bla...bla..bla... Perdebatan yang nggak penting, secara si mas2nya juga terus bekerja merakit benda2nya. 

Tak berapa lama kemudian, mereka bilang kalau lemari nya sudah selesai. Assyiiikkk.... Aku dan diapun langsung tunggang langgang mengintip ke dalam kamar... Siiiippp.... Begini jadinya:


Sudah terbayang rasanya mengangkut baju2ku yang masih numpang di kosan padahal orangnya sudah tidak ada disana. Kemudian aku juga memetakan kardus2 kebayaku yang akan diletakkan disana, barang2 yang lain disini, dll.... Dia juga sudah mulai membayangkan bagaimana jaket2 nya akan digantung disana, dan bla..bla..bla... hahhaa.... Maklumlah... Belum pernah punya lemari yang ada gantungannya selama di Bogor... :)

Agenda kedua yang dilakukan si mas2 adalah memasang tempat tidur... Aku sedikit khawatir apakah nantinya akan muat atau tidak itu kamar kalau untuk lemari dan tempat tidur. Tapi kata mereka, masih muat koq bu... (*duuhh, ibu2 banget gw yaks? :p )

Beberapa saat kemudian..... jreng.... Selesaiiii.... Beginilah jadinya setelah kasur yang sebelumnya datang dipasangkan:


Alhamdulillah.... Sesuatu sekali bukaaaaaannn? :p
Ayooo, buat yang mau nginep, silakan datang ke rumah... Kita tidur ditempat tidur ini.... Syaratnya cuma satu koq... Perempuan dan berorientasi seksual straight... hheheheheee

Oh iya, masih ada satu lagi yang belun di stel, yaitu sofa... Tapi pemasangan sofa ini sangat sebentar sekali. Hanya perlu di keluarkan dari kardus, di tes sandarannya bisa tegak, miring, dan melebar, dan kemudian dipasanglah 4 kakinya... Tarrrraaaa.... Jadi deeehhh.... Untuk pemanis awal, aku berikan sentuhan kecil dengan kain yang dibeli oleh dia sewaktu ada trip ke Kupang.... See below:


Daaaaannnn.... Yang tak kalah penting dari semua isi rumah ini adalah sepasang alat penopang kehidupan ini. Dari kombinasi kedua alat ini, aku sudah berhasil menciptakan beberapa mahakarya yang tidak akan bisa diciptakan oleh orang lain seperti Sop tanpa garam, tumis kacang panjang dan tempe bumbu kurang, tumis bunga pepaya campur wortel, dan beberapa karya kecil seperti tempe gosong dan sebagainya... Next time, I promise that it would be better.... Ciaiyoooo.... :)


Semua produk2 di atas adalah cap ikan semuanya... Mereka semua, teman2 kami, bahu membahu untuk membantu kehidupan baru kami. Mempermudah dan meringankan beban kami sebagai pasangan baru. Mudah2an semua kebaikan mereka mendapatkan hitungan pahala yang berlimpah, dan untuk mereka juga mudah2an selalu diberikan kelancara rizki dan kesehatan sepanjang masa. Amin. 

Selain apa yang aku sebutkan diatas, banyak sekali bantuan yang diberikan oleh teman2 kami, hanya saja masih banyak diantaranya yang tertinggal di Jogja dan baru akan kami angkut bulan depan. Terima kasih untuk semuanya, kehidupan baru kami ini rasanya lebih mudah dengan adanya kalian. Mudah2an Tuhan memberikan yang terbaik untuk kalian semua....

Untuk semua teman dan saudara, pintu rumah kami selalu terbuka lhoooo.... Monggo2 silakan datang kesini... Berkunjung, bertandang, menginap juga boleeehhh... Please, feel free to come yaaaa ^_^


Monday, May 28, 2012

Thanks God, You Brought Me to Them

Hari ini rasanya aku ingin menangis... Terharu biru menerima banyaknya perhatian, cinta, kasih, dan sayang yang diberikan oleh teman2 disekitarku. Hiks...hiks....

I don't know what to say...
I feel very blessed
God must be loves me and my husband so much

We've got so much good news today

I wish every good things happen to them all
I wish God bless them as well
With happiness, joyful in life, etc

Thanks a lot my SFP friends... I love you all, so much

*hug&kisses*

Wednesday, May 23, 2012

Sarapan Perdana - Bubur Ayam

Hari ini, adalah hari pertama aku dan dia yang namanya tak boleh disebut menempati rumah kontrakan kami yang baru. Setelah tadi malam mendarat dengan mulus dihalaman sekitar jam 12 malam. Blek...sek... langsung molor sambil menikmati cenat-cenutnya betis yang masih berkonde dan seolah2 kondenya semakin rapat dan kuat. Huhuhu...

It's been long time since my first days off...
Banyak cerita, kisah, kejadian, dan fenomena unik dan menarik yang terjadi. Insya Allah would be write here sometimes soon... :p

Selamat menempuh hidup baru... 
Adalah doa ampuh yang selalu dan senantiasa didengungkan, dibisikkan, diucapkan, dan diteriakkan untuk orang2 yang melangsungkan janji suci sehidup semati itu. Sekarang aku melihat kenyataan yang ada. Memang benar2 menempuh hidup baru. Mungkin tidak bagi semua orang, namun paling tidak bagi kami, seperti itulah adanya. 

Pagi ini kami membuka mata dan sedikit bercengkerama tentang 'what next' nya kehidupan kami. Kami mulai menginventarisasi benda2 yang belum kami punya, yang ternyata jumlahnya lebih dari 10 kalilipatnya benda yang kami punya. Dengan kata lain, saat ini kami belum punya banyak benda... hehehhee. Mulailah kami menyusun piramida untuk prioritas pengusahaan benda2 tersebut... Piramida yang flexible, dan bisa berubah2 setiap waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu... :p

"Sarapan apa pagi ini?" tanyaku
"Apa ya?"
"Kayaknya musti beli deh... Soalnya kita udah punya kompor gas, udah punya gas-nya juga, tapi belum punya selang gasnya.... jadi nggak bisa masak..." Dan kamipun tertawa berjama'ah... :)))))

Akhirnya, ketika tukang bubur berteriak dengan lantang "Bur..... " , akupun memanggil, melambaikan tangan, dan memintanya mendekat. 

Alhamdulillah... Hari pertama masih bisa makan bubur ayam.... ^_^

Agenda hari ini adalah : catch up with emails and works, belanja ke Giant sebentar untuk beli selang gas, sapu, pel, ember, dll, ke kosan lama untuk absen, ketemu teman untuk bayar hutang, ke Lawalata mengantar kan sesuatu, de el el... :)

Selamat menempuh hidup baru...!!!!
With you, i am born again... ^_*

Wednesday, May 9, 2012

Simple is Not in the Village

Quote for today:

If you wanna have simple wedding, don't live in the village then...
If you hate 'stabbing from the back' thing, don't live in the village either...
If you believe that brotherhood and sisterhood could have one hundred percent of your trust, definitely you won't live in the village...

It doesn't meant that village is bad... nope
I just trying to say that the village is not the best place to find a simple.

This simple is not about money,
This simple is about live your life without intention.

I feel sorry for them...
Nevertheless.... I'd like to say thank you...

Life is too short to be sneaky
Let's enjoy the rest of our life peacefully...
Don't hurt anyone, if you don't want to be hurt.

Today, is my officially pingitan begin. I hope tomorrow would be better, and i believe that tomorrow must be better than before.

For my spirit : I think the did it because deeply inside, they love me so much... :p