Monday, May 28, 2012

Thanks God, You Brought Me to Them

Hari ini rasanya aku ingin menangis... Terharu biru menerima banyaknya perhatian, cinta, kasih, dan sayang yang diberikan oleh teman2 disekitarku. Hiks...hiks....

I don't know what to say...
I feel very blessed
God must be loves me and my husband so much

We've got so much good news today

I wish every good things happen to them all
I wish God bless them as well
With happiness, joyful in life, etc

Thanks a lot my SFP friends... I love you all, so much

*hug&kisses*

Wednesday, May 23, 2012

Sarapan Perdana - Bubur Ayam

Hari ini, adalah hari pertama aku dan dia yang namanya tak boleh disebut menempati rumah kontrakan kami yang baru. Setelah tadi malam mendarat dengan mulus dihalaman sekitar jam 12 malam. Blek...sek... langsung molor sambil menikmati cenat-cenutnya betis yang masih berkonde dan seolah2 kondenya semakin rapat dan kuat. Huhuhu...

It's been long time since my first days off...
Banyak cerita, kisah, kejadian, dan fenomena unik dan menarik yang terjadi. Insya Allah would be write here sometimes soon... :p

Selamat menempuh hidup baru... 
Adalah doa ampuh yang selalu dan senantiasa didengungkan, dibisikkan, diucapkan, dan diteriakkan untuk orang2 yang melangsungkan janji suci sehidup semati itu. Sekarang aku melihat kenyataan yang ada. Memang benar2 menempuh hidup baru. Mungkin tidak bagi semua orang, namun paling tidak bagi kami, seperti itulah adanya. 

Pagi ini kami membuka mata dan sedikit bercengkerama tentang 'what next' nya kehidupan kami. Kami mulai menginventarisasi benda2 yang belum kami punya, yang ternyata jumlahnya lebih dari 10 kalilipatnya benda yang kami punya. Dengan kata lain, saat ini kami belum punya banyak benda... hehehhee. Mulailah kami menyusun piramida untuk prioritas pengusahaan benda2 tersebut... Piramida yang flexible, dan bisa berubah2 setiap waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu... :p

"Sarapan apa pagi ini?" tanyaku
"Apa ya?"
"Kayaknya musti beli deh... Soalnya kita udah punya kompor gas, udah punya gas-nya juga, tapi belum punya selang gasnya.... jadi nggak bisa masak..." Dan kamipun tertawa berjama'ah... :)))))

Akhirnya, ketika tukang bubur berteriak dengan lantang "Bur..... " , akupun memanggil, melambaikan tangan, dan memintanya mendekat. 

Alhamdulillah... Hari pertama masih bisa makan bubur ayam.... ^_^

Agenda hari ini adalah : catch up with emails and works, belanja ke Giant sebentar untuk beli selang gas, sapu, pel, ember, dll, ke kosan lama untuk absen, ketemu teman untuk bayar hutang, ke Lawalata mengantar kan sesuatu, de el el... :)

Selamat menempuh hidup baru...!!!!
With you, i am born again... ^_*

Wednesday, May 9, 2012

Simple is Not in the Village

Quote for today:

If you wanna have simple wedding, don't live in the village then...
If you hate 'stabbing from the back' thing, don't live in the village either...
If you believe that brotherhood and sisterhood could have one hundred percent of your trust, definitely you won't live in the village...

It doesn't meant that village is bad... nope
I just trying to say that the village is not the best place to find a simple.

This simple is not about money,
This simple is about live your life without intention.

I feel sorry for them...
Nevertheless.... I'd like to say thank you...

Life is too short to be sneaky
Let's enjoy the rest of our life peacefully...
Don't hurt anyone, if you don't want to be hurt.

Today, is my officially pingitan begin. I hope tomorrow would be better, and i believe that tomorrow must be better than before.

For my spirit : I think the did it because deeply inside, they love me so much... :p

Thursday, April 19, 2012

Breaking My Heart


Hari ini, aku dan dia mencoba keluar dari cangkang yang selama ini selalu (tampak) membatasi ruang gerak kami. Sebetulnya hanya perasaan aja sih yang membuat aku jarang kemana2. Perasaan malas. heheheheeee....

Eits, sebelumnya... Ada peringatan keras nih. Kalau pergi kemana2, kamera pocket jangan ketinggalan please. Meskipun jaman dulu kita hidup nggak pakai kamera juga ok2 aja, tapi skarang ini, karena sudah ada kamera, ya kenapa nggak dimaksimalkan... betul? Karena aku biasanya suka iseng jeprat-jepret sesuatu yang (mungkin kurang penting) ada di sepanjang jalan, maka giliran kamera tidak disanding, sedikit galau jadinya. hahaha... lebay. Yang betul adalah, karena kamera tidak disanding, maka aku hanya bisa mendongengkan cerita. No Picture=dongeng=hoax ? Please, ini memang dongeng, tapi bukan hoax. Ini dongeng yang di angkat dari kisah nyata koq... ^_^

Jadi begini ceritanya.....

Aku dan dia pergi ke kota yang sebetulnya selama ini (sedikit) kami hindari. Kota Metropolitan yang biasa di bilang sebagai Kota Jakarta. Aku dan dia sedang dalam misi mencari sesuatu yang (menurutku) sesuatu (banget). :p

Perjalanan cukup panjang, cukup menguras keringat dan energi. Berpusing2 di Kota Jakarta, bukanlah sesuatu hal yang kami idam2kan, meskipun konon katanya kota ini adalah Ibu Kota Indonesia. Kalau ada pilihan lain, aku lebih memilih duduk diam pakai daster di depan laptopku, dikamar 4x3 meterku. Tapi, karena sesuatu yang sesuatu itu, aku dan dia rela membuang keringat kami di kota besar ini.

Ternyata, aku menjadi orang yang katro ketika berada di jalanan kota. Banyak nanya ini-itu, banyak komentar ini itu, dan banyak penasaran ini itu. *tepok jidat* duuuhhh.... norak banget deh... Sampai2 dia bilang aku ini adalah anak yang cerdas, cerewet dan sialan. :))))

Namun ternyata juga, saking jarangnya aku melihat perkotaan, sepertinya aku sudah sangat ketinggalan update mengenai pergaulan anak2 jaman sekarang. Ada beberapa kejadian yang membuatku mengelus dada (dadaku sendiri_red), dan merasa miris. Bersyukur, berdoa, dan berharap agar aku bisa menjalani sisa waktuku tanpa harus berada di tengah2 deru dan debu kota besar ini. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan?

Satu kejadian yang cukup membuatku yang katro ini merinding adalah kejadian yang aku lihat di dekat perhentian bus TransJakarta Halte Tugas. Saat itu aku dan dia sedang berdiskusi kecil mengenai Jakarta sambil melintasi jembatan lintasan di atas Halte Busway. Tiba2 dari arah bawah - jalanan raya di bawah kami, kami mendengarkan suara ribut2 orang berlarian. Kamipun menengok ke arah ribut2 itu. Ternyata ada segerombolan anak2 SMP yang berlarian menyeberang jalan seolah2 takut atau sedang mengejar sesuatu.

"Wah, tawuran..." Kata dia disampingku.
"Hah? Masa sih?" Tanyaku (dengan mata melotot plus mulut setengah menganga).
"Oh, bukan dink.... Ngejar truk buat tumpangan..." Kata dia lagi.

Dan disinilah adegan yang membuatku pengen mengelus dadanya mas tiiiiiiiiiiitttttt *sensor*.:))))))))

Ada sebuah truk kecil berwarna kuning yang sedang berjalan setelah melalui lampu merah. Tiba2 si supir harus memperlambat laju truknya karena tepat di depan truknya yang masih berjalan, ada sekitar 4 anak SMP yang berjalan mundur - menghadapnya. Anak2 itu berusaha menghentikan lanju truknya untuk tujuan tertentu. Mau tidak mau, supir truk pun memperlambat laju truknya, karena jika tidak maka si anak2 itu akan tertubruk dan dia mungkin akan di hajar massa.

Dalam waktu yang bersamaan, puluhan anak SMP yang lainnya berloncatan menaiki truk dan segera mengatur posisi sehingga semua anak terangkut. Setelah anak2 yang jumlahnya puluhan itu naik ke truk, maka satu persatu anak yang ada di depan truk itupun bergerak kesamping dan ikut meloncat ke atas truk. Hingga akhirnya tinggal ada 1 anak yang ada di depan truk. Si anak tetap berada di depan truk sambil berjalan mundur pelan2, hingga dia merasa yakin bahwa semua temannya sudah berada di atas truk dengan aman. Setelah itu, diapun berlari ke pinggir jalan, dimana (ternyata) sudah ada 2 teman yang lain yang sudah menunggunya di atas motor. Dan merekapun melaju dengan motor berbonceng 3. ~_~

Adegan itu berjalan begitu cepat, hingga membuat aku dan dia yang namanya tak boleh disebut terkejut2 dan termangu2. Setelah berhasil mengatasi kaget dan takjub kami, kamipun mulai saling melihat dan tersenyum bersama. Senyuman miris.

"Gila ya, masih kecil sudah berani membajak mobil" Kata dia.
"Iya, ngeri banget ya... Duh, serem nih pergaulan anak2 jaman sekarang..." Kataku.

Kamipun melanjutkan perjalanan kami mencari sesuatu yang sesuatu itu. Namun sayang, hari ini kami belum berhasil. Sepertinya kami harus kembali lagi minggu depan. Mudah2an minggu depan kami tidak harus bertemu dengan adegan pembajakan mobil lagi. Cukup sekali saja... pleaseeeee... please.... let's cross our fingers....

******

Kamipun meneruskan perjalanan menyusuri jalanan Kota Jakarta dengan menggunakan angkutan Bus TransJakarta. Secara tidak sengaja, aku membaca tulisan sebuah stiker yang bertengger manis di kaca bus. Sebelumnya, aku pengen berkata bahwa aku sedikit menyesali diriku sendiri di perjalanan ini. Belakangan ini, insting untuk mengabadikan sesuatu dalam gambar atau video ku sudah sangat berkurang. Entah kenapa. Hiks... Berbanding lurus dengan ke enggananku menuls di blog sepertinya. Huhuhu.... Ok, jadi bunyi tulisannya kalau tidak salah ingat adalah:

"Muda Tawuran,
Dewasa Korupsi,
Tua Masuk Penjara..."

Kusenggol tangannya, dan kutunjukkan tulisan itu padanya. Dia hanya tersenyum seperti biasa. Akupun menambahkan satu kalimat tambahan:

"Mati Masuk Neraka ya...."

Dan diapun tersenyum lagi... Senyam-senyum-senyam-senyum... Mungkin dalam hatinya, dia ini berkata:

"Duh, pacarku ini norak sekali ya... Kalau dilepas dikota, bawaannya jadi katrok. Semua2 di komentari, di perhatiin... *tepok jidat*" heheheeeee....

******

Setelah perjalanan panjang hari ini, kamipun memutuskan untuk mengisi perut yang sempat terlupakan di sebuah restoran cepat saji. Beberapa menupun kami pilih, dan duduk manislah kami disalah satu kursi empuknya. Disinilah kejadian yang membuatku pengen mengelus dada lagi.... *pppffiiuuuhhh....*

Awalnya, dengan sudut mataku yang sedang terpaku pada beberapa pekerjaan di laptop, aku melihat beberapa anak masuk dan membeli es krim. Mereka kemudian duduk rapi di barisan kursi di samping pasangan bapak dan ibu. Mereka sepertinya asyik ngobrol seperti layaknya anak2 kecil lainnya. Seru sekali kelihatannya.

Sampai suatu ketika si ibu dan si bapak yang ada disamping mereka berdiri meninggalkan meja karena sudah selesai makan, mereka kemudia terlihat melihat2 ke kiri dan ke kanan. Matakupun semakin ingin melirik dan memperhatikan mereka. Pelan2 duduk mereka bergeser ke arah meja yang tadinya diduduki bapak dan ibu. Aku melihat mereka langsung mengambil sesuatu di piring. *Melotot lagi* Ya ampun, ternyata mereka mengambil tulang sisa makanan bapak dan ibu tadi, dan memakannya dengan lahap.

"Astaghfirullah..... Mungkin hanya iseng kali...." Kataku dalam hati.

Masih dengan penasaran, sudut matakupun akhirnya asyik mengikuti tingkah polah mereka. Mereka sepertinya sedang melihat2 peluang dan memperhatikan pengunjung yang sudah hendak meninggalkan tempat.

Orang yang duduk di kursi depanku, telah selesai makan, berdiri, dan berjalan keluar. Seperti yang sudah aku duga, anak2 itu langsung berdiri, melihat ke pintu (seolah memastikan bahwa orang itu tidak akan kembali masuk), dan berjalan menuju piring bekas makan orang tadi. Merekapun langsung mengambil tulang yang ada dipiring dan memakannya.

Aduuh... tiba2 nafsu makanku jadi sedikit terganggu dan merasa kurang nyaman. Muncul perasaan iba dan miris yang cukup mengganggu. Akupun melihat makanan dan minuman yang ada didepanku. Masih ada sepotong ayam dan beberapa potong kentang goreng yang tidak mampu aku habiskan.

Pikirankupun jadi berkecamuk antara membiarkan sisa2 makanan itu dimeja, atau memaksakan makanan2 itu untuk masuk ke dalam perut. Sebetulnya, bukan masalah pelit atau bagaimana ya... Hanya saja, kalau membayangkan sisa makanan kita dimakan anak2 itu, koq sepertinya kasihan sekali. Mungkin mereka berbuat begitu (salahsatunya) karena ada orang yang meninggalkan makanannya dalam kondisi setengah habis. Sehingga memancing anak2 yang lapar itu memakan sisa2 yang ada dipiring kita. Duuuhh....

******

Hari ini, banyak sekali kejadian2 kecil yang membuatku semakin bersyukur atas apa yang aku miliki saat ini. Tuhan begitu sayang padaku sehingga beribu jalan diberikan-Nya selalu. Alhamdulillah....

Kalau kita memperhatikan sekitar, terkadang atau bahkan seringkali hal2 kecilpun bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita. Kisah2 itu akan menggelitik, menyentil, membuat pipi merah, atau bahkan membuat hati patah. Namun dengan memperhatikan adegan2 itulah, kita akan mengetahui dan merasakan seberapa besar dan pentingnya arti kata "Alhamdulillah....."

It's really... really... breaking my heart :(

Kisah moral yang bisa kita ambil dari beberapa cerita diatas menurutku adalah:
1. Jika masih ada kesempatan untuk tinggal dan membesarkan anak keturunan kita tercinta di tempat selain Jakarta, mari kita usahakan dengan maksimal. Jika memang kita harus di Kota Jakarta, maka kita harus lebih waspada dan mawas diri terhadap lingkungan sekitar tumbuh kembang anak2 kita...

2. Tawuran, korupsi, dan penjara, adalah hal2 yang belakangan ini tidak lagi menjadi tabu. Semua semakin menjadi biasa, dan telinga kita semakin kebal terhadap kata2 tersebut. Dulu mungkin kita akan merinding bulu roma kalau mendengarnya, namun seiring dengan bertambah banyaknya kasus dan cerita, membuat kita mau tidak mau jadi terbiasa. Waspada, waspada, dan berusaha yang terbaik untuk orang2 yang kita cintai, tanpa harus menyimpang dari norma. Amin

3. Kalau kita membeli makanan cepat saji di tempat2 umum, membelilah sejumlah yang sanggup kita makan. Jangan sampai bersisa, karena sisa yang kita tinggalkan itu bisa mengundang orang yang pengen dan tidak mampu beli - kemudian memakannya. Bukan masalah pelit atau tidak pelit, tapi lebih untuk menghindari sesuatu yang humiliating people... :(

Selain istilah pepatah yang mengatakan bahwa "Tuhan ada dimana-mana", aku juga percaya bahwa "Pelajaran ada dimana-mana". Cukup dengan membuka mata, telinga, dan mata kita lebar2 sepanjang jalan, kita akan mendapatkan banyak hal yang tidak bisa di install di gadjet2 terbaru itu... Jangan buang2 waktu berharga itu hanya untuk bermain game, lihatlah sekeliling....

Sunday, April 1, 2012

Would You?

Kemarin, aku mendapatkan satu artikel yang sangat inspiring dari seorang teman. Dia memposting artikel itu di salah satu jejaring sosial. Inspiring untuk orang2 yang sudah atau hendak menikah katanya....

Satu kalimat yang sangat aku sukai adalah kalimat yang akhirnya aku modifikasi sendiri. hehehehe. Begini bunyinya....

"Would you carry me out every morning until death do as apart?"

Ini adalah kalimat sakti yang perlu aku tanyakan kepada dia yang namanya tak boleh di sebut. Kalimat ini adalah kalimat yang menggambarkan keinginan untuk bisa terus bersama, menjalani hari sampai maut memisahkan. Keinginan untuk selalu menjalani hari seperti layaknya hari pertama pernikahan, dimana semua hal terasa indah dan dunia serasa milik berdua.

Mudah2an meskipun dia tidak benar2 bisa carry me out (karena diet yang belum berhasil ini), inti dari kalimat itu bisa kami jalani dan kami resapi sehari-hari, seterusnya, selamanya, dan sampai maut memisahkan kami.... Amin.

Thursday, February 23, 2012

I - Mprovement




Teringat kata2 yang diucapkan Pak Guntur, seorang pengusaha yang tinggal di Kabupaten Merauke. Saat itu kami bertanya kepada beliau, kenapa tidak ikut menggunakan kapal yang ber-trawl seperti halnya nelayan2 yang lainnya di Lautan Arafura dan sekitarnya. Dengan logat jawa kentalnya, beliau berkata :

"Bapak saya dari dulu sampai sekarang tidak pernah menyetujuinya. Saya sudah bilang kepada beliau bahwa jika kita tidak menggunakan trawl, kita akan sangat sulit maju dan akan ketinggalan. Tapi menurut beliau, Improvement itu diawali dengan huruf I. I itu adalah I, Me, dan Myself. Kalau bukan dari kita sendiri, mau dimulai darimana itu improvement?"

Yess, you're completely right Pak Guntur.... ^_^

Saturday, February 4, 2012

Taking Care Each Other

I found an interesting article on a magazine. The story begins with Mother Teresa's quote - "Love begins by taking care of the closest ones - the ones at home".

When you people fly with L**N A*R (Si Raja Delay), you can find the magazine in front of you, page 20. Enjoy it!!!

So true...

Menurutku, artikel itu bagus sekali. Mengangkat tentang kepedulian, perhatian, dan saling memperhatikan orang2 yang ada di sekeliling kita. Terutama keluarga. Setelah membaca artikel itu, akupun merenung sepanjang perjalanan. Memikirkan tentang seberapa peduli aku terhadap orang2 disekelilingku? Terhadap orang2 yang menyayangiku? Seberapa mengerti aku pada mereka? Jangan2 aku hanya pura2 mengerti saja? I have to be better on this from now on...

Entah kebetulan atau memang begitulah seharusnya, aku punya banyak sekali waktu untuk sendiri, merenung, dan berpikir setelah membaca artikel itu. Dan aku merasa seolah ada rongga kosong yang mendadak muncul didadaku. *tepok jidat* Duuuhhh.... It isn't right....

Di beberapa titik, aku merasa harus menambah dan meningkatkan tingkat kepedulian untuk mereka yang selalu ada. Tapi di sisi lain aku harus merevisi kembali beberapa hal yang berlebih dan menjadi buruk. Hahaha.... seperti ketika membeli beras di warung. Kalengnya diisi penuh, di timbang, dikurangi, ternyata nguranginnya kelebihan, ditambah lagi... dan seterusnya. Harus sampai pas dan sesuai, sehingga tidak ada yang akan merasa rugi... :p

Seperti biasa, ketika banyak hal berseliweran dikepala dan sangat ingin menorehkannya kedalam kata2, yang muncul hanyalah kalimat tak bermakna. hwekekekkee... it's my bad...

Ya sutra, tidak mengapa. I'll off to my bed, sleep on it, and we'll talk more tomorow, ok? ^_^