
Sunday, August 22, 2010
Our Special Moment in Holy Ramadhan

Tuesday, August 17, 2010
Happy Independence Day Indonesia

Happy Independence Day Indonesia.....!!!
65 years was gone....
Sekali lagi, aku nongkrong di depan TV untuk ikut merasakan deg2an bersama dengan para pengibar bendera Indonesia di Istana Negara. Paskibraka alias Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Pasti deg2an banget kan harus melakukan kewajiban mulia mengibarkan bendera di depan Presiden Indonesia, pejabar negara, tamu negara, dan di saksikan oleh sekian juta orang di Indonesia melalui layar televisi. Wuidiiihhh....
65 Tahun yang lalu Indonesia juga melakukan hal yang sama. Yaitu menggelar upacara kemerdekaan untuk yang pertama kalinya. Saat itu, terbayang bagimana semangat dari peserta upacara yang benar2 merasakan arti sebuah kemerdekaan. Pasti sangat luar biasa sekali.
Upacara kali ini nampaknya waktunya sama dengan waktu upacara 65 tahun yang lalu. Yaitu dalam suasana puasa. Semoga saja setelah ini, semangat kemerdekaan para pendahulu kita bisa mengalir dan menyatu kepada diri setiap warga negara Indonesia, sehingga negara kita akan semakin membaik dan membaik lagi.
Sedikit perasaan heran selalu menggelitikku ketika peringatan hari kemerdekaan. Beberapa orang temanku mengatakan banyak pendapatnya.
"Kata siapa kita merdeka?"
"Bodoh kalian yang merasa sudah merdeka"
"Merdeka itu cuma untuk mereka yang punya kuasa"
"Kita sekarang ini masih di bawah penjajahan"
"Masih banyak orang2 yang menderita, jadi kata siapa kita sudah merdeka?"
Dan masih banyak lagi pendapat para temanku yang lainnya. Bahkan mereka banyak yang tidak mau mengakui peringatan kemerdekaan di Indonesia. Semua orang memang bisa dan boleh berpendapat sesuka hati mereka. Bahkan itu di lindungi dengan undang2 koq, jadi tenang saja. Selagi pendapat itu tidak melukai orang lain tentunya, kebebasan bertanggung jawab.
Menurutku sih kita wajib memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan adalah lepasnya kita dari kekuasaan penjajah. Kemerdekaan adalah pengakuan atas jasa2 para pahlawan yang telah tiada, pengakuan terhadap pahlawan yang telah meninggalkan keluarganya demi perjuangan bangsa, dan pengakuan terhadap semangat patriotik yang di miliki oleh para pejuang.
Nenekku hanya tahu bahwa dia kehilangan ayahnya untuk beberapa lama. Nenekku hanya tahu bahwa ayahnya pernah harus pergi dari rumah sekian lama demi menghindari penangkapan penjajah. Nenekku hanya tahu bahwa saudara2nya pernah menderita karena perang. Nenekku hanya tahu bahwa dia, temannya, saudaranya, dan banyak orang2 yang hidup di jamannya dulu pernah terluka karena perang. Dan nenekku hanya tahu bahwa penderitaan perang itu berakhir setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Sekarang ini, setiap kali upacara kemerdekaan, nenekku masih juga tahu artinya. Meskipun sebentar, dia masih juga menengok TV untuk sekedar melihat bapak presiden duduk memimpin upacara. Dia, tetap menganggap bahwa Indonesia telah merdeka.
Bukan berarti nenekku sekarang sudah kaya raya, bukan juga karena nenekku punya kuasa. Sekarang ini, beliau di usia senjanya masih juga mencari rumput demi menghidupi sapinya. Beliau juga merasakan betapa harga2 kebutuhan pokok semakin sulit di jangkau. Beliau juga merasakan ketakutan ketika harus menyalakan kompor gas karena beliau banyak mendengar berita buruk karenanya. Beliau juga tahu bahwa ada lumpur Lapindo di Jawa Timur sana, dan lain2 dan lain2.
Nenekku bilang, nggak ada hubungannya merdeka dengan kondisi sulit sekarang ini di negara ini. Merdeka adalah untuk kita bisa mengakui bahwa kita ini "wong indonesah". Kalau kondisi sulit dan banyaknya masalah di negri ini saat ini, adalah bagian dari proses pendewasaan negara kita. Ibaratnya, merdeka adalah lahirnya seorang bocah. Toh kalau si bocah jadi nakal, bukan berarti kita tidak mengakui kelahiran si bocah itu kan? Bagaimana si bocah itu, tumbuh dan berkembang, adalah tugas kita semua yang harus "mengemong" nya.
Kelahiran seseorang sangatlah berarti. Karena sewaktu lahir, seorang bocah memasuki dunia baru. Mungkin saat itu kelahirannya di bantu oleh seorang bidan atau dukun, di tunggui nenek kakek, bapak, tetangga, dll. Meskipun mungkin orang2 itu hanya membantu mengambilkan air minum, tetaplah mereka yang berjasa. Tidak bisa kita lupakan begitu saja. Beruntung aku masih ingat siapa yang menolong ibuku sewaktu melahirkanku, namanya Mbah Marto.
Apakah mungkin karena anak sekarang banyak di lahirkan di rumah sakit, sehingga mereka tidak perlu mengingat siapa2 yang membantunya melihat dunia yang indah ini? entahlah.... :p
Kembali pada kemerdekaan indonesia, sebelum aku terlena dan malah menceritakan perihal Mbah Marto and the gank... Mari kita memaknai hari kemerdekaan dengan bijak (bukan berarti aku bijak lho ya... mungkin nenekku yang bijak. heheeee). Mengakui kemerdekaan bukanlah suatu hal yang hina koq. Bukan pula dengan mengakui kemerdekaan Indonesia, kita menjadi lemah, loyo, dan lesu. Yang membuat kita lemah, loyo, dan lesu itu karena kita sedang puasa. hwekekeeee
Dengan mengakui bahwa kita pernah merdeka, mungkin justru akan bisa meningkatkan semangat bukan? Siapa tahu jiwa patriotisme para pahlawan dulu malahan bisa menempel pada kita semua. Asal jangan sampai ketempelan aja.... hihihihi.... Yang jelas, dengan tidak mengakui kemerdekaan kita yang selalu kita peringati di tanggal 17 itu, kita malah mungkin membuat para keluarga pahlawan merasa pengorbanan mereka tidak di anggap. Biarkan saja kalau ada pihak2 yang tidak mengakui, yang penting kita dan hati kita mengakui. Toh kalau semua orang berfikir begitu, lama2 mereka tidak akan di akui kan? Ngomong opoooo aku ini... ck..ck..ck.. :p
Memang sih, sekarang ini para pemangku kekuasaan yang seharusnya menjadi nakhoda kapal negara banyak sekali yang mbalelo. Maka dari itu kita perlu menentangnya. Tapi tetep saja berbeda antara mengakui kemerdekaan dan mengatasi para penguasa yang bersikap menjajah di negri sendiri. Maap kalau salah yaa... heheee
Seperti kata nenekku (dduuuhh... populer banget sih si nenekku yang satu ini), jalani hidupmu sekarang ini dengan ikhlas. Bekerjalah dengan sepenuh hati agar ekonomi rumah tangga tercukupi, syukur2 bisa memberikan sumbangsih untuk bangsa, tapi tidak perlu melukai mereka2 yang sudah pernah terluka. Nah loh.... ^_^
Entahlah, teman2ku memang memiliki alasan tersendiri untuk apa yang mereka yakini. Tidak apa2.... Toh pada intinya semua orang hanya ingin melakukan yang terbaik bukan? Hanya saja, yang namanya "yang terbaik" itu selalu saja memiliki banyak sisi dengan arah hadap ke beberapa arah. :))
Pokoknya mah Merdeka nyak!!!

Wednesday, August 11, 2010
Time to Say Goodbye
As menu of lunch when break time coming
Just for a while
During fasting
We will meet again next month, dude... :)
Urusan perkopian ini memang sedikit rumit di bulan puasa. Terkadang kita minum kopi sebagai alasan (sugesti) agar tidak mengantuk, atau untuk (sugesti) mengusir kantuk yang terlanjur datang. Nah, kalau bulan puasa seperti ini...???
Bisa saja kopi di minum saat melakukan sahur. Tapi kan biasanya setelah sahur dan subuh kita kebanyakan memilih tidur lagi barang sejenak. Rugi donk minum kopi? Atau di minum ketika buka? Yang ada malah jadi begadang, nggak bisa tidur cepat, dan akhirnya bangun sahur kesiangan. Padahal kan kalau bulan puasa bagusnya tidur cepat saja. :p
So, mungkin memang bagus juga untuk kesehatan kita karena bisa2 sebulan tanpa kafein dalam jumlah banyak. Boleh aja sih kadang di minum pas sahur atau buka kalau memang sangat di butuhkan. heheheheeeee
Its Ok my lovely cappuccino....
I shan't forget you... :p
I will drink a cup of cappuccino,
When the right time coming
Ps :
Sekarang siang hari di hari pertama puasa. Daku sedang memerlukan koneksi internet untuk melakukan beberapa hal. Namun apa daya... rupanya antara kecepatan speedy dan kecepatan tenagaku hari ini sedang terjalin hubungan yang sangaaaattt mesra. Mereka berdua bergandengan tangan dan berjalan kaki lambat2. Bahkan terkadang ngesot berjama'ah. Ppffiiuuhhh.... Bukan bermaksud untuk mengeluh, tapi ini memang semuanya bergerak lambat konsisten sih.... hiks...hiks.... :p
Tuesday, August 10, 2010
Monday, August 9, 2010
Feels Like Home
When its happen to me, I'm here....
This song is my feel about you, you, and all of you
by : Chantal Kreviazuk
Somethin' in your eyes, makes me wanna lose myself
Makes me wanna lose myself, in your arms
There's somethin' in your voice, makes my heart beat fast
Hope this feeling lasts, the rest of my life
If you knew how lonely my life has been
And how long I've been so alone
And if you knew how I wanted someone to come along
And change my life the way you've done
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I come from
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I belong
A window breaks, down a long, dark street
And a siren wails in the night
But I'm alright, 'cause I have you here with me
And I can almost see, through the dark there is light
Well, if you knew how much this moment means to me
And how long I've waited for your touch
And if you knew how happy you are making me
I never thought that I'd love anyone so much
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way the back where I come from
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I belong
It feels like I'm all the way back where I belong
This is soundtrack of the movie titled My Sister Keeper.
As you know that this is one of my favorite movie.
Very deep meaning for me
"We must always be happy, where ever we are"
Sunday, August 8, 2010
Kami Datang Kembali
Menginjakkan kaki kembali ke tempat yang sudah lama tidak kita datangi. Melihat seberapa banyak perubahan yang telah terjadi. Merasakan aroma baru yang sedikit berbeda dengan aroma ketika terakhir kali aku di sana. Bernostalgia dengan beberapa teman mengenai masa lalu. It’s been a long time for me not to be here…. Kataku dalam hati. Hmm…. Meskipun kurang dari 2 bulan, tetapi rasanya lamaaa sekali. :)
Tidak banyak yang berubah ternyata. Hanya saja tempat itu rasa-rasanya lebih cerah dan bersih daripada dulu. Kemungkinan besar hal itu terjadi karena sebagian besar penduduknya sedang bedhol desa ke tempat lain untuk sementara. Lihat saja nanti ketika mereka semua kembali pulang, maka semua akan kembali seperti semula. Berantakan… :p
Beberapa cat yang melapisi jendela, telah di hapuskan. Spanduk bekas dengan ukuran raksasa yang dulu di bentangkan di halaman belakang juga telah di gulung. Agar tidak terkesan kumuh, kata mereka. Hasilnya, ruangan belakang menjadi transparan dari luar, dan pemandangan kebun singkong yang sunyi senyap dengan leluasa membayangi tiap orang yang berada di ruang belakang itu. Kesannya lebih menyeramkan, kata salah seorang teman yang pada akhirnya tidak mau di tinggal sendiri di ruangan itu karena kesan seramnya.
Televisi 21 Inch hasil dari kolekan uang 20 ribuan masih duduk mesra di sudut ruangan. Kesepian, berduka dan memantulkan bayangan suram dan berbintik2 karena telah lama di tinggal mati pasangan hidupnya, antenna automatic yang berdiri tegak di depan kamar mandi. Penyebaran informasi mengenai kemajuan teknologi antenna yang tidak merata pada teman2ku lah yang membuatnya mati mengenaskan. Tercekik kabel yang seharusnya tidak di ulur sedemikian kerasnya. Tinggalah si televisi yang dengan pasrah berusaha sekuat tenaga menghibur kami, dengan kemampuan yang terbatas untuk menampilkan gambar sempurna. Dia harus sabar dan tahan banting menghadapi kami yang selalu menuntut sajian sempurna, namun tidak mau berusaha memberinya belahan hati yang baru, antenna.
Kasur busa yang semakin berkurang ketinggiannya, sudah telanjang bulat dan kehilangan baju kebesarannya. Tinggallah dia yang terkadang di selimuti dengan selembar kain, atau selimut tipis-tipis saja. Rupanya ada beberapa penghuni baru yang cukup baik hati dengan merelakan bedcover dan karpetnya di gunakan secara massal di sana. Sehingga kami bisa tidur dengan cukup nyaman dan hangat, berteman gemerisik suara tv.
Sebuah informasi yang cukup menarik di beritakan oleh teman2 yang masih selalu update di sana.
“Iwan Fals mau konser di sini lho…” katanya
“Hah…serius?”
“Semoga saja jadi… sekarang sih masih mengurus perijinan dan segala macam ke rektorat. “
“Lho, koq bisa dia mau manggung di sini?”
“Bukan konser yang pakai ticketing sih… Cuma mau road show di lapangan/jalan gitu. Dia pakai truk gitu kayaknya. “
“Oh, dia tujuannya kota atau kampus?”
“Kampus… 3 kampus dalam 3 hari. 2 Jakarta, 1 Bogor. Managernya Iwan Fals ternyata anak Mapala juga, jadinya dia menghubungi kita. Karena dia tahu perijinan kampus kita kan sulit. Tapi biasanya kalau di tembus pakai jalur mapala sedikit lebih mudah. “
“Oh gitu…. Wah, mantab donk ya… bisa kali kalau gitu mah…”
“Sedang di usahakan. Tapi Mister Jungle Man kan baru pulang dari Luar Negri. Masih melayang2 dia… belum menginjak tanah. Nanti kalau euphoria luar negri-nya sudah hilang, mungkin baru di bicarakan. “
Hmm….. menarik…menarik… Aku jadi teringat konser di kampus ini yang terakhir kali di gelar di dekat gedung GWW. Saat jam sholat zuhur, tiba2 mike dan sound system mati. Rupanya eh ternyata, ada pihak2 yang merupakan anggota kelompok agama garis keras di kampus ini beraksi dan mensabotase aliran listrik ke arena konser. Ppffiiuuhhh…. Bukan cara yang elegan untuk menunjukkan power-nya bukan? :p
Semakin mendekati malam, datang satu teman dengan membawa keripik tempe. Dengan tenang kami menyantapnya. Jarang2 kami bisa merasakan ketenangan dalam menyantap suatu makanan. Itu hanya bisa terjadi manakala sebagian besar penghuni sedang tidak berada di tempat. Kalau semua penghuni lengkap keberadaannya, maka keripik tempe satu kantong itu hanya akan bertahan selama kurang dari 5 detik. Dan berakhir dengan kantong plastic yang terkoyak tak berbentuk.
Tidur dengan posisi malang melintang, bertumpuk dengan mereka adalah sesuatu yang sangat aku rindukan. Terlaksana dengan sukses tadi malam. Akibat dari perdebatan panjang “jadinya kemana kita?” dengan pacar. Rencana awal adalah ke rumahnya di ujung pulau jawa bagian barat sana, namun batal karena dianya sendiri masih ragu2. Dan di sinilah kami berakhir. :)
Tidur pulas setelah heboh saling menakut2i dengan cerita si noni belanda, membuat nyaman dan penuh sensasi. Masih saja tidak heran melihat si TV masih menyala jam 4 pagi karena ada teman yang “insomnia” dan menunggu kantuk dengan olah raga jari memencet remote control. Fiiuhh…. Masih saja sama seperti dulu.
Pagi ini, kami membuka mata dan memiliki keinginan yang sama. “Ngopi pagi2 di warung si emak belakang GOR”. Dan kesanalah kami semua dengan beberapa agenda. Ada yang hanya ingin ngopi2 seperti layaknya aku, pacar, dan seorang teman, ada yang ingin sarapan, dan ada juga yang sekedar mengintil demi bisa meminta pulsa sms. :p
Apa yang paling nikmat dilakukan di pagi hari setelah sarapan bersama teman? Yeepp….. Bengong berjama’ah. Di sofa hitam buluk yang sudah mengalami beberapa kali reinkarnasi dan sudah kembali mengelupas di sana-sini itulah kami semua duduk bengong. Ada juga yang sedikit kreatif dengan menyalakan laptop di meja, tapi kemudian bengong juga memandangi laptopnya. Kasian si laptop yang tak bersalah itu, harus merasa bersalah karena si majikan melihatnya dengan tatapan kosong.
Aku? Bengong dengan melihat beberapa ornament yang ada di sekitar situ. Benda2 purbakala yang sudah ada jauh sebelum aku datang ke tempat itu, dan masih ada sampai sekarang, dan masih akan tetap ada sampai beberapa abad mendatang, yang hanya terkadang berpindah posisi (lebay). Mataku tiba2 berhenti pada sederet benda yang menggantung di dinding itu. Jumlahnya ada 4 yang di deretkan rapi. Salah satunya merupakan gabungan dari 3 kecil2. Jadi kalau di hitung jumlah bendanya ada 7. Tiba2 aku tertarik untuk membahasnya dengan mereka2 yang sedang bengong. Lagipula ada pacar yang sudah sering datang ke tempat asal ke-7 benda itu. Lumayan untuk bahan obrolan di pagi hari.
“Wahai pacarku, aku ingin bertanya sesuatu. Memangnya benar ya, ada orang yang memakai koteka sebesar itu?” jariku menunjuk kea rah 7 benda itu. Salah satu dari 7 benda itu memang sangat besar.
Agenda bengong pagi hari langsung buyar mendengar topic yang aku lemparkan. Semua menjadi focus dan terarah. Mata ke arah 7 benda itu pastinya, meskipun otak berada entah dimana.
“Ya memang ada. Jadi sampai seolah2 di sampirkan di bahu gitu.” Katanya
“Lho, berarti ada juga yang ukurannya sekecil itu?” tanyaku lagi.
Kami semua tertawa. Entah menertawakan apa. Aku sendiri tidak yakin. Mungkin mentertawakan kemungkinan seseorang menggunakan koteka dengan ukuran sedemikian mini. Kataku sambil menatap 3 buah koteka yang di untai menjadi 1 itu. Mungkin…..
“Bukan…. Itu kan Cuma souvenir…” kata dia lagi. Oooooo……. Dan mulut kamipun bergerak sama. :p
“Oh iya, bagaimana jadinya kalau misalkan seorang yang pakai koteka melihat sesuatu misalnya cewek dan kemudian merasa Horny? “ tanyaku lagi.
“Ya kotekanya langsung melesat terbang… wuzzzz” kata dia yang langsung di sambut oleh tawa kami.
“Hahahaaaa….. atau mungkin langsung retak kretek…kretek…. Gitu ya?” kataku.
“Ho oh… bisa juga kayak gitu….”
Puas kami mentertawakan diri kami sendiri. :p
“Tapi kan tingkat penyebab horny-nya mereka sangat berbeda dengan lelaki yang ada disini kali….” Kata salah seorang teman yang pandai menulis dan pintar ber-gitar.
“Lho, masa sih?”
“Iya kan… buktinya disana kan para wanita wira-wiri nggak pakai baju juga biasa aja kan…” katanya lagi.
“Oh iya yaa….. heheheeee”
Dan obrolan mengenai koteka pun selesai. Salah seorang teman yang sedang memperjuangkan cinta nya pada teman yang mantan ketua berkata,
“Ah, aku jadi pengen mendengarkan lagu2 Iwan Fals ah.. siapa tahu nanti dia jadi road show di sini. Aku mau norak2 ah… minta foto dan tanda tangan gitu deh….”
Dan music hari minggu pagi ini akhirnya menjadi Iwan Fals…. Semoga saja Mister Jungle Man sudah tidak terlena dengan euphoria luar negerinya dan melihat niat baik Iwan Fals dengan hati yang lapang, sehingga izin tempat nya bisa terkabul. Amin.
Pagi pun beranjak pergi dengan perlahan. Beberapa orang, termasuk si pacar memilih untuk pergi ke shock market alias pasar kaget di depan sana untuk sekedar melihat2 benda2 unik dan jajanan pasar. Teman yang memutar lagu Iwan Fals sibuk dengan piring dan gelas kotor di belakang sana. Dan Aku??? Berusaha menuliskan apa yang terjadi antara kemarin, tadi malam, dan pagi ini. J
Thursday, August 5, 2010
Down Connection
Amin :)

When you show me the rule
Always exclude me
The luxury is yours
The excellent is yours
The perfect is yours
Everything is yours, and them
Let me laugh loudly
For my self
For my mind
For mine
There is no chance
There is no time
There is no hope
There is nothing
Good for you, not me
Nice for you, not me
Lovely for you, not me
Everything is about you...
Not about me...
Better to bla...bla...bla..., right ?
Soon or slowly ?
Now or later ?
I don't wanna answer
Dan pada akhirnya :
"Si Amien masih di Antartika. Nunggu jemputan nggak dateng2. Doa n ngarep aja terus ampe uzzur yaaa...*EsmosiEsmosiEsmosi* :p "
*OnTheMostBasicFloor,WhenYouAreMoreThanOne*
-
The second thing, is song about change... This is art Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes) This song is good We can see on t...
-
You have your own responsibility to be happy, to make your life happy, to make your body happy, to make your days happy, and to make you...
-
Tahun ini, K naik ke kelas 6. Mungkin terdengar klise ya. Biasanya diikuti dengan kalimat lanjutan seperti, "Rasanya baru kemarin sekol...

