Showing posts with label Pasangan. Show all posts
Showing posts with label Pasangan. Show all posts

Thursday, December 10, 2009

Satu Lagi Temanku Kehilangan Keperawanannya



Beberapa hari yang lalu, aku kembali pulang ke rumahku di Jogja. Bertemu dengan salah satu teman dekatku sewaktu SMU, yang telah menikah sehari sebelum aku tiba di Jogja. Aku dating berdua dengan teman SMU juga. Sebertemunya aku dengan temanku itu, rupanya ayah dan suaminya ikut menemui kami. Alhasil kami berbicara panjang dan lebar seputar kegiatan dan kesibukan masing2.


Beberapa saat kemudian, sang ayah dan suami temanku itu meninggalkan kami bertiga untuk melanjutkan obrolan. Hahaha….dan akupun langsung menhujani temanku itu dengan pertanyaan yang tidak senonoh. Apalagi kalau bukan seputar “malam pertama” nya. Hahaha…dasar ibu2…otaknya boleh donk sekali2 ngeresan dikit.


Dan dari mulut temanku yang pemalu itu, mengalirllah sebuah cerita yang sempat membuatku dan temanku tertawa terbahak2 dan ngakak abis. Tapi, berhubung ceritanya tentang sesuatu yang hanya boleh di ketahui oleh kalangan tertentu, maka cerita itu tidak akan di publikasikan disini. :P


Yang jelas, memang sepertinya semua itu perlu waktu dan perjuangan yang tak kenal lelah. Hahahha….smangadh ya buw…semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warrahmah. Sewaktu kutanyakan rencana nya seputar anak, dia dengan pasrah mengatakan “ya…kalau di kasih langsung ya nggak papa, belum dikasih langsung juga nggak papa. Se dikasihnya ajah..”. benar2 calon ibu yang baik bukan?


Tak terasa kunjunganku ke rumah temanku itu sudah sekitar 3 jam. Benar2 berlalu begitu saja karena kami asyik dengan topik2 bahasan yang sedikit “dewasa” itu. Hehehe….dan akupun undur diri bersama dengan temanku yang satunya untuk pulang ke rumahku. Sebelum berpisah, tak lupa aku titipkan pesan pada temanku yang baru menikah itu sebuah wejangan “Jika sudah ~berhasil~ harus cepat2 sms aku”. Hahahhaha….


And again, congratz ya anik….wish all de best for your new family…happy new life…. ^_^

Tuesday, June 23, 2009

Antara lelaki itu, Wanita itu, dan Kami

Aku bertemu mereka dalam waktu yang berbeda. Dengan lelakinya (kita akan panggil “lelaki”), aku bertemu 5 tahun yang lalu, sedangkan dengan wanitanya (kita akan panggil “wanita”) aku bertemu 4 tahun yang lalu. Sebuah waktu yang tidak sebentar sebenarnya. Aku bertemu mereka saat mereka masih sendiri-sendiri. Karena kebersamaan dalam setiap kegiatan dan acara, kami semua menjadi keluarga. Bersama dengan saudara-saudara yang lainya tentunya.

Sekitar 2 tahun yang lalu, ketika kami semua masih menyukai pergosipan dan belum naik tingkat perfaktaan seperti sekarang ini, ada berita atau desas-desus yang mengatakan bahwa mereka telah menjalin hubungan. Namun entah mengapa, tak ada satupun dari mereka yang mengakui hal itu.

Mereka selalu menghindar jika ditanya mengenai hubungan mereka. Sungguh bukan sifat dasar kekeluargaan yang kami bangun selama ini.

Ada beberapa saksi kunci yang melihat bagaimana mereka menjalin hubungan di belakang kami semua. Hehehe…..mungkin mereka memang menyukai sesuatu yang berjalan di belakang, sehingga terasa lebih menantang.

Saudaraku yang hitam, cerewet, dan otaknya selalu penuh dengan hal-hal yang nggak jauh-jauh dari selangkangan (istilah untuk hal2 porno dan jorok_red) kita akan memanggilnya “si hitam”, pernah pergi bersama mereka dalam sebuah survey kecil. Mereka membawa tenda yang digunakan bersama. Kebetulan sewaktu tidur, si hitam itu mengambil tempat di tengah, diantara kedua orang itu. entah bagaimana caranya, tengah malam dia terbangun. Saat itu dia merasakan adanya gerakan-gerakan di samping kanan kirinya. Diapun menyimak dengan seksama, apa yang terjadi saat itu. semakin lama pergerakan2 itu semakin ritmis dan menuju ke satu arah, yaitu bagian atas kepalanya. Dan tanpa di duga tanpa dinyana, si hitam akhirnya mendengar suara yang sangat tidak asing buatnya (karena diapun sering membuat bunyi2 semacam itu_red).

“mmmmuuuuaaacccchhhh….”
“ astaga, apa yang sedang terjadi di atas kepalaku ini???” Tanya si hitam dari dalam hati.
Setelah “insiden suara” itu, si hitam mengaku tidak bisa tidur. Selain jadi memikirkan apa dan siapa yang sedang mabuk ini, dia juga merasakan bahwa gerakan-gerakan itu masih saja terus terjadi.

Pada akhirnya dia merasakan bahwa wanita itu memelukkan tangannya di perut si hitam. Hampir saja si hitam itu terharu karena dipeluk seorang sahabat, jika saja tidak segera menyadari bahwa ternyata ujung tangan wanita itu berada di tangan lelaki itu. hwaaaaaa…..
Akhirnya, pagi pun menghampiri mereka semua. Karena harus begadang malam itu, si hitam bangun paling akhir. Dan ketika matanya sudah terbiasa dengan cahaya terang dalam tenda itu, dia menyadari bahwa dia tinggal sendiri. Diapun berniat keluar untuk sekedar mencuci muka melalui pintu belakang tenda. Saat menjulurkan kepala keluar, kembali lagi dia dihadapkan pada kejutan pagi hari.

Dia melihat si lelaki itu berdiri memandang kea rah sungai. Dan wanita itu berjalan dari belakangnya, dan langsung memeluk si lelaki dari belakang. Mereka terlihat sangat romantic…. Mungkin kalau si hitam itu adalah “fitri tropika”, maka dia akan segera berteriak :
“ooohhhh…..so sweeeetttt…..romantic…” hehehe
Dan si hitampun tak dapat bicara, dan memlih untuk masuk kembali ke peraduan sambil tersenyum2 karena banyak sekali bukti/fakta yang akan bisa dibagi dengan saudara-saudara yang lainnya.

Fakta-fakta kecilpun terungkap setelah kejadian yang kami sebut dengan “tenda bergoyang” itu. tetapi dari sekian banyak fakta, ada satu fakta yang sangat penting karena akibat yang ditimbulkan dari fakta itu masih ada sampai hari ini.

Saat itu, aku dan saudaraku yang tak kalah hitam dan tak kalah cerewet dengan si hitam sedang berjalan2 ke sebuah kota. Sebutlah namanya si hitam 2. Kami pergi selama beberapa hari dan sempat tinggal di rumahku juga. Saat hari sudah menjelang akhir kepulangan kami, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di pusat kota membeli oleh-oleh. Dengan naik motor, kami keliling kota dan akhirnya mentok di pusat perbelanjaan.
Rupanya saat itu memang musim liburan, sehingga pusat kota itu sangatlah penuh sesak. Parkir penuh dimana-mana. Orang2 berjalan kaki di kanan kiri jalan. Akhirnya kami mendapatkan tempat parkir. Si hitam 2 pun turun dan aku berusaha menyelipkan motorku di barisan motor-motor lainnya.

Sekilas lalu, aku melihat sosok yang aku kenal. Tanpa piker panjang dan tanpa mempertmbangkan apakah itu benar dia atau bukan, aku langsung berteriak “lelaki…….” Hahaha….sampai2 pak parkir ikut kesulitan membantuku memarkir motor karena terlalu terburu-buru.

Si hitam 2 kebingungan melihat aku berteriak nggak jelas begitu. Namun setelah melihat apa yang telah membuatku berteriak, diapun ikut-ikutan berteriak. Aku melihat sewaktu berjalan, lelaki itu bersama dengan orang lain. Dan ternyata setelah kami hampiri, orang itu adalah si wanita. Hayyoooo……liburan ke luar kota ya???

Apa yang terjadi setelah itu, bukan merupakan hal yang mengenakkan akibatnya. Oleh karena itu, tidak akan aku ceritakan. Hehehe….