Saturday, January 4, 2025

Merayakan Tahun Baru 2025

 Mumpung masih hangat dari tagihan, dan nyecroll photonya belum terlalu jauh di galery, sebaiknya diceritakan saja di sini. Ini adalah cerita Keluarga Umang ini di libur pergantian Tahun Baru 2024 ke 2025 kemarin. 

Bapake K sudah lama mengemukakan niat untuk menyusuri jalur selatan yang ke arah barat, dengan tujuan menggenapi langkah di jalur selatan Pulau Jawa. Kan dari ujung Banyuwangi hingga Sukabumi sudah dilakukan, tinggal yang Sukabumi-Banten yang belum terjadi. Baru sampai Pantai Sepang aja waktu ikut pelantikan teman-teman Lawalata. 

Karenanya, saat Bapake K ngajakin tahun baruan di Banten tapi berangkatnya nyusur selatan, dengan senang hati juga saya menyetujui. Walaupun sedikit syulit meyakinkan dan mengajak K untuk setuju dengan rencana ini karena dia mulai seperti Ibuk yang mabok mobil, tapi akhirnya dia mau juga. Saya dan Bapake K hargai sekali usaha K dalam hal ini, dan kami merasa salut sekali pada anak gadis ini. Sepanjang jalan dia mabok, pusing, mual, tidur dan mengeluh. Tapi ya tetap menikmati perjalanan tanpa menyulitkan. Saat waktunya istirahat, dia minum teh panas dan menunggu muntah. Setelah muntah, dia makan mie. Lanjut perjalanan lagi, sampai akhirnya berhenti makan siang dia menunggu muntah. Saat tidak berhasil muntah, dia minum air kelapa dan mau dipijit sampai kentut-kentut, dan kami jalan lagi. Begitu saja terus, sampai akhirnya tiba di penginapan. Luar biasa Mbak K, We really appreciate your effort! Thank you for your understanding :-)

Ini adalah sebuah warung makan biasa di pinggir jalan, di puncak Bukit Habibi, Sukabumi. 

Seperti yang direncakan, kami makan siang di Bukit Habibi. Kami jatuh cinta pada warung pinggir jalan dengan pemandangan yang luar biasa cantik ini. Sudah beberapa kali kami duduk di kursi ini, memandangi pemandangan yang sama juga, tapi tetap ingin lagi dan lagi. Makanannya sih nasi ayam goreng lengkap dengan lalapan dan sambalnya saja seperti biasa, ditambah dengan minum sebutir kelapa muda. Tapi, dengan pemandangan yang ciamik itu, saya bisa menganggap diri saya berada di mana saja. Di Bali, di Lombok, di Danau Toba, bebas merdeka kan? :-p

Bersantai hingga matahari terbenam dengan lari, loncat, dan koprol di pantai

Setelah beristirahat di penginapan di daerah Sawarna, kami bersantai di Pantai Goa Langir. Tak jauh dari Little Hula-Hula homestay tempat kami menginap, pantai ini membuat kami rindu Bali. Hamparan pasir lembut yang luas sekali, memberi kenyamanan di mata dan hati, hanya dengan duduk berlama-lama di situ. K sibuk lari-larian, koprol kayang di pantai. Saya dan bapake duduk sambil ketawa ketiwi menikmati suasana. 

Mandi di Geyser Cisolok

Perjalanan Keluarga Umang ini, tak akan bisa lepas dari perjalanan mencari tempat-tempat yang out of the box. Jadi ingat kenangan saat kami di Bali, secara random kami melakukan perjalanan ke Bali Utara, daerah Singaraja hanya untuk mandi air panas. Begitu juga dengan perjalanan kali ini. Bapake membawa kami ke Pemandian Air Panas namanya Geyser Cisolok di Sukabumi. Beruntung sekali suasana tidak terlalu ramai, bahkan cenderung sepi. Katanya orang-orang pada takut dengan berita longsor Ciletuh dan Banjir Pelabuhan Ratu beberapa hari sebelumnya, sehingga pariwisata di Libur Nataru itu sepi sekali. Memang sih, kami pun merasa sedikit aneh saat melihat sepanjang Pantai Pelabuhan Ratu hingga ke Sawarna pengunjungnya sedikit sekali. 

Malam Tahun Baruan dengan Kembang Api

Ada cerita lucu di malam tahun baru kemarin. Saya dan Bapake K selama ini memang sudah malas merayakan tahun baru, atau ikut keramaian yang merayakan. Sudah beberapa tahun pergantian tahun baru, kami hanya tidur saja. Selama ini, baik-baik saja. K pun juga begitu, tidak melakukan apa-apa saat tahun baru. Tapi, ada yang lain dengan tahun baru ini. 

Mungkin karena ini adalah tahun baru pertama sejak K menggunakan HP, dan berkomunikasi intens dengan teman-temannya. Jadi, saat ada temannya yang berbagi foto atau cerita tahun baruan, dan dia melihat keluarganya berleleran tidur, dia sedih dan menangis. Sekitar jam 10, dia menangis pada Bapake, bilang bahwa sedih karena teman2nya merayakan tahun baru dengan seru, sedangkan kami hanya tidur. Akhirnya kami semua termasuk tante2, sepupu, serta kakek-neneknya bangun semua. Ayahnya pergi membeli kembang api, Om-nya pergi membeli martabak. Untuk membuka mata para orang tua ini, ngemil martabak adalah pilihan yang bagus. Tengah malam, kami menemani K menyalakan kembang api di depan rumah. 

Sampai kembali ke Bogor, saya dan Bapake masih suka ketawa kalau ingat cerita ini. 

Mengawali Tahun Baru 2025 dengan Mandi di Citaman

Hari pertama di Tahun Baru 2025, kami pergi ke Pemandian Umum yang berasal dari Sumber Mata Air Pegunungan, yang tak jauh dari rumah Bapake. Namanya Pemandian Air Citaman. Airnya jernih, dingin, dan udaranya sejuk. Ada 3 kolam besar di Citaman, dengan kedalaman yang berbeda-beda. Banyak warung di sekitaran kolam, yang membuat saya mager untuk nyemplung ke kolam dan memilih untuk ngemil syantiek saja di warung. 

Semoga Tahun 2025 Better semuanya!

Tahun 2024 adalah tahun di mana saya banyak melarikan diri dan menyembunyikan pikiran melalui hobby. Menulis dan Merajut. Banyak pelajaran yang menjadi catatan saya untuk tahun ini. Mudah-mudahan Tuhan Allah SWT memberikan kesehatan untuk saya, keluarga, dan orang-orang terkasih di sekitar saya, memberikan kelancaran untuk semua rencana dan usaha kami semua, serta mewujudkan apa yang menjadi cita-cita kami semua. Aamiin. 

No comments: