Kali ini saya ingin menceritakan betapa senangnya saya saat melihat kalender masih menunjukkan angka 6. Artinya, Bulan Januari 2023 belum habis separuh, dan saya sudah masuk ke Buku Ke-2 saya. Ini di luar buku cerita yang saya bacakan untuk K tentunya ya. Yuhuuu... Coba setiap bulan bisa istikomah begini, pasti rekor tahunan membaca saya bisa semakin baik. Bismillah aja dulu yekan... :-p
Buku yang kedua ini adalah buku dari Haemin Sunim yang judulnya The Things You Can See Only When You Slow Down.
Buku ini sudah ada di wishlist bacaan saya di Google Playbook dari lama sekali. Namun, baru akhir tahun kemarin saya beli. Karena ada diskon besar-besaran pastinya. ahhahaa. Monmaklum ya emak-emak banyak nganunya ini memamng nganu lah pokoknya.
Buku ini sebetulnya adalah kumpulan tulisan-tulisan pendek yang Haemin Sunim tulis di media sosialnya. Karena banyak yang suka, akhirnya dibukukan. Setelah membaca beberapa halaman, saya jatuh cinta. Tidak hanya pada tulisannya yang ringan, penuh isi, dan penuh ajaran bagus, tetapi saya juga jatuh cinta pada gambar-gambar ilustrasi yang ada di dalamnya.
Gambar-gambar nya sederhana, menenangkan, penuh makna, tapi masih tetap menghibur menurut saya. Satu aura dengan tulisannya. Memberikan rasa nyaman. Konon pembuat ilustrasinya adalah Younacheol Lee. Kapan-kapan saya mau kepoin juga beliau. Siapa tahu lebih banyak lagi gambar-gambar ciamiknya.
Oh iya, kenapa sih saya bisa mendarat di buku ini, hingga akhirnya suka sekali?
Jadi, beberapa tahun terakhir ini saya memang merasa betapa waktu berlalu sangat cepat. Cepat sekali malahan. Sehingga saya sering sekali keteteran menuntaskan tanggung jawab atau target-target saya. Pada akhirnya, saya akan selalu merasa "haduh, belum sempet ini itu udah akhir tahun lagi", dan sebagainya. Saya paham betul bahwa waktu kita didunia itu sama saja 24 jam dalam 1 hari. Yang tidak sama adalah kegiatan yang kita lakukan, kecepatan badan kita menjalankan, serta kecepatan pikiran kita merencanakan. dan memikirkan.
Saat waktu berlalu begitu cepat, saya mengerti bahwa semua itu terjadi karena aktifitas saya yang banyak melakukan kegiatan rutin dan perpindahan ke banyak tempat dalam satu hari. Sehingga tak terasa hari sudah petang atau malam saat saya mengistirahatkan badan di rumah. Keesokan harinya, semua berulang, lagi, dan terus-terusan.
Saya banyak membaca artikel dan mencari tahu bagaimana cara agar kita tidak terlalu termakan oleh rutinitas harian ini. Setidaknya, meskipun kegiatannya banyak berpindah-pindah, tetapi hati dan pikiran kita tidak menjadi lelah ataupun merasa kehilangan waktu.
Saat mencari itulah saya mendarat di buku ini. Menurut banyak artikel yang saya baca, buku ini layak dibaca saat kita merasa terlalu sibuk. Buku ini diyakini dapat membantu kita lebih rileks dan membumi. Nanti saya bagikan lebih lanjut mengenai isinya ya. Sekarang lebih kepada latarbelakang kenapa saya membaca buki ini dulu saja. :-)
Meskipun anak saya bilang kalau saya tetap biasa saja walaupun senang membaca buku, bukan berarti saya harus berhenti membaca buku kan. hahaha. Jadi yuks kita mulai lagi baca-baca buku. Lumayan buat mengisi waktu, kalau sedang jenuh dengan drakor ^_^


.jpeg)
No comments:
Post a Comment