Wednesday, December 1, 2021

Selalu Ada Untung, Jika Kita Menikmati Prosesnya

  Seperti judul tulisan ini, selalu ada untungnya jika kita menikmati proses dengan baik. Tentang apa ini?

Jadi begini... 

Pertengahan tahun ini, Gramedia membuka kembali kompetisi menulisnya yang biasa di kenal dengan GWP. Dan seperti biasa, saya ikut. Menantang diri sendiri untuk menyelesaikan satu buku, memiliki satu lagi cerita yang ada kata TAMAT nya. Itu saja tujuannya. 

Singkat kata, saya memilih satu dari beberapa draft yang berasal dari kucuran ide entah kapan itu. Saat itu, masih sekitar 100ribuan kata (Whattt???). Jangan panik. Itu bentuknya dialog semua. Saya pun bingung mau bagaimana dengan naskah itu. 

Pelan-pelan akhirnya saya bongkar ulang naskah, mencoba memasukkan unsur Save The Cat yang selama ini banyak saya pelajari dari Jessica Brody, Mbak Jia, dan dari artikel-artikel di internet. Susah sekali rasanya. Saya belum terbiasa. 

Cerita ini judulnya "[Bukan] Cinta Monyet" dengan tanda kurung. Receh sekali. Cerita cinta anak SMA. Terinspirasi pertama kali saat saya mengantar jemput anak saya yang masih SD. Saat menunggu dia keluar dari kelasnya, biasanya saya duduk di pinggir lapangan basket. Di situlah ide lewat saya tangkap. 

Singkatnya lagi, setelah melibatkan teman Eka dan juga konsultasi tema dengan Mbak Jia, dari ratusan ribu kata itu, hanya tersisa 35ribuan kata. Sehingga minggu-minggu terakhir sebelum penutupan, saya berjibaku mencari tambahan 6ribuan kata yang akhirnya saya selipkan di sini dan di sana. Banyak maksa, tapi ya nggak papa ya. Monmaklum. Dan saat hari penutupan kompetisi, saya berhasil mengikutkan satu cerita yang tamat. Alhamdulillah. 

Dan seperti juga tahun lalu, tidak ada harapan untuk bisa memenangi kompetisi. Yang ada hanya senang bisa benar-benar tamat ceritanya. Sudah cukup yekaaan :-p

*

Kali ini cerita saya tentang novel karya Ilana Tan. 

Entah dari tahun berapa, saya mulai mengikuti novel-novel Ilana Tan. Berawal dari Mbak Elmi yang mengenalkan saya dengan satu ceritanya (saya lupa yang mana), saya baca, dan akhirnya saya mengorek semua novel karangannya. Tetralogi 4 musim nya membuat saya semakin suka, begitupun dengan kisah lainnya. Cerita ringan, setting yang selalu apik, dan plot twist yang tidak terlalu berat tapi ciamik, membuat saya pencinta drama cinta-cintaan semakin suka. 

Namun, meskipun saya sangat menyukai novel Ilana Tan, saya tidak punya keinginan menonton film nya. Buat saya, cerita seperti novel Ilana Tan, indah untuk dibaca dan diciptakan didunia khayal sendiri. Saya tidak ingin menonton film nya, khawatir kehidupan fiksi di kepala saya ambyar jika ceritanya tidak sesuai yang saya harapkan. 

Ini sudah terjadi pada buku All the boys I love before. Saya sangat menyukai cerita di bukunya, tetapi merasa wakwaw dengan filmnya. Ambyarrr. 

Bulan lalu, saya iseng memasukkan nama Ilana Tan di kotak pencarian aplikasi Ipusnas. Jreng! Rupanya semua buku Ilana Tan ada disitu. Saya senang sekali. Saya sudah pernah membaca yang Blue Moon dan The Sunshine Become You. Tetapi akhirnya saya membaca ulang mereka, setelah berdesakan dan berebutan dengan para pengantri lainnya di Ipusnas. Nah, tinggal satu buku yang saya belum berhasil dapatkan di Ipusnas, yaitu The Star and I. Ngantrinya semakin lama semakin banyak, tetapi tidak juga saya mendapat giliran. Emeshhh...

*

Nah, di sinilah benang merah antara GWP dan The Star & I... 

Sebuah pesan WA dari teman (aka Andien) saya baca pagi ini. Dia menanyakan perihal email dari Gramedia. Bunyi emailnya adalah memberitahu bahwa mereka memberikan reward akses premium ke platform Gramedia Digital mereka selama 1 bulan. Sebagai hadiah telah menyelesaikan karya sesuai tenggat waktu kompetisi GWP. Wadidaw!

Tak sabar saya pun langsung mencek email saya, dan rupanya sayapun mendapatkan email yang sama. Segera saya ikuti langkah yang mereka tunjukkan untuk mengaktivkan voucher nya. Saya belum tahu mau membaca apa dari Gramedia Digital. Namun, salah satu langkah untuk bisa mengaktifkan voucher adalah dengan memilih buku yang ingin di baca. Ya sudah, saya iseng cari The Star & I saja. Siapa tahu ada. Daaaaan, adaaaa!!!

Begitulah... 

Akhirnya keikutsertaan saya di GWP 2021, membuahkan hasil yang menggembirakan. Memotong rantai antrian saya di Ipusnas untuk bisa segera membaca buku The Star & I. 

Terima kasih GWP! 

Semoga setiap kompetisi dimulai, saya bisa ikut serta balapan mengejar tamat bersama dengan peserta-peserta lainnya. 

Oh iya, sekedar sharing update. Naskah yang saya ikutkan kompetisi GWP, akhirnya dengan (ke) pede (an) saya kirim ke Mbak Jia untuk di review. Dan feedback nya membuat jantung saya berdebar kencang seperti saat bertemu pacar. Bunyinya "... Sebetulnya, sejak halaman 30an sudah pengen tak tinggalin rasanya... " Hahahaha. Namun, banyak sekali masukan Mbak Jia yang menjadi PR untuk saya memperbaiki naskah ini. Will do... Soon!!! 

Sekian.

No comments: