Selingan untuk kisah #TheJourneyOfKeluargaUmang
![]() |
| Rumah Kita |
Sebelum berangkat ke Bali, kami singgah di Yogyakarta. Sudah 2 tahun lebih sejak pandemi, saya tidak ke Yogyakarta.
Dahulu kala, pernah ada masanya ketika saya berkata bahwa Yogyakarta adalah masa tua saya. Setiap hal yang terjadi di Yogyakarta, selalu bagaikan magnet kuat yang menarik saya menujunya. Bahkan sempat menjadi perdebatan dengan Mas Bojo saya, bahwa mungkin sebaiknya kami dikubur di Yogyakarta saja jika meninggal nanti.
Namun rupanya hal itu adalah sesuaty yang ada masa kadaluarsanya. Saat sampai pada tanggal kadaluarsanya, maka bergantilah dengan sesuatu yang baru. Belum tahu apa dan bagaimana, namun tidak lagi sama.
Hari itu kita kembali datang dengan penuh cinta. Membawa warna-warni bunga yang selalu engkau minta dan tak pernah kami lupa. Saat berkumpul mengelilingimu, hati kami semua bersatu, padamu.
Tak perduli berapa jauh kaki kami melangkah,
Tak perduli berapa likuan yang harus kami lalui,
Tak perduli bagaimanapun nanti jalan hidup membawa kami,
Tak perduli seperti apa ujung perjalanan ini,
Ke tempatmu lah kami akan berkumpul kembali
Ke tempatmu beristirahat,
Melingkat dengan hati yang hangat,
Karena kami bersamamu untuk mengingat
Sampai kita berkumpul kembali suatu saat
Peluk & Cium kami untukmu di Surga

No comments:
Post a Comment