The Last Song, by Nicholas Spark
Jadi, tema klab baca SMK bulan Mei 2021 adalah Sweet Romance. Iya betul, sayalah pengusul nya. Tahu kan ya kalau selera saya ini yang drama-drama romantis ringan-ringan tanpa beban gitu? ahaha
Beruntungnya anggota Klab Baca SMK itu baik-baik semua. Meski mungkin tema ini bukan genre favorit mereka, namun mereka berbaik hati mengikuti. Dan beberapa buku yang mereka pilih, adalah buku-buku yang pernah saya baca. Yeay!!! Nggak sabar mendengarkan mereka mengulas buku-buku itu.
Saya sendiri, akhirnya memilih bukunya Nicholas Spark. Ini terinspirasi dari obrolan di grup juga sih, bahwa konon katanya Mas Nicholas (bukan saputra) ini bukunya selalu menggelitik hati penggemar drama cinta-cinta remaja. Setelah melakukan sedikit pencarian info di Goo, baru ngeuh ternyata Nicholas Spark ini adalah pengarang buku nya Notebook, The Best of Me, A Walk to Remember, Dear John, dan lain-lain. Duh, kalau itu kan film nya saya sudah nonton berkali-kali dan berulang-ulang. #JedugJedug
Ya sudah, akhirnya secara random saya memilih buku yang judulnya The Last Song. Beli bukunya di Google Playstore saja. Belakangan ini saya sedang tersadarkan (dan menghindari lirikan maut mas bojo kalau harus membuka paket yang isinya buku) sehingga memilih membeli ebook. Disamping untuk membinasakan pesona Candy Crush, Zuma, dan Sudoku di handphone juga sih. Haha
Sebetulnya oleh PJ Klab Baca, sudah dibuatkan form untuk mengulas novel yang kita semua baca. Tapi saya kok amatir sekali dalam membuat review/ulasan. Setelah membaca ulasannya Gard di Slack, saya langsung insekyur dan bertanya-tanya pada diri sendiri. Kok nggak bisa ya saya baca soal dan mengerjakan sesuai dengan yang seharusnya? haahhaa #nangis.
Jadi, saya berniat membuat ulasan kembali di sini, setidaknya untuk diri saya sendiri dalam rangka belajar mengulas buku. Siapa tahu lama-lama juga bisa membuat ulasan yang bagus. Yekaaan...
***
(Template ulasan: Nyontek Gardin)
Bulan : Mei
Tema : Sweet Romance
Judul : The Last Song
Penulis : Nicholas Spark
Halaman : 368 halaman
Ringkasan:
Kisah tentang perlawanan, jiwa muda, pencarian jati diri, penemuan cinta, dan kasih sayang (compassion).
Seperti halnya novel Nicholas Spark yang lainnya, buku ini tidak jauh dari hubungan asmara dan keluarga. Tokoh utama dari cerita ini adalah Ronnie, seorang perempuan usia remaja yang menyimpan amarah terhadap ayahnya. Ayahnya yang dia tahu telah meninggalkan dia, adik dan juga ibunya untuk mengejar karir sebagai pemain piano, hingga melupakan mereka semua. Beberapa tahun Ronnie tidak mau berbicara dengan ayahnya. Ronnie kecil yang sangat pandai bermain piano mengikuti ayahnya, menjadi Ronnie remaja yang membenci piano.
Hingga pada suatu liburan musim panas, Ibunya (Kim) memaksa dia dan adiknya (Jonah) untuk menghabiskan waktu liburnya bersama dengan ayahnya. Tidak seperti biasanya, kali ini ibunya tidak menerima penolakan ataupun negoisasi. Hingga mau tak mau Ronnie dan Jonnah menurut dan tinggal bersama ayahnya di rumah pantai, North Carolina.
Sejak hari pertama kedatangannya, Ronnie tidak ingin dekat ataupun berbicara dengan ayahnya. Alih-alih dia memilih pergi ke daerah ramai disekitar pantai. Dia menonton pertandingan volley pantai dan tak sengaja bertabrakan dengan Will dan membuat minumannya tumpah. Kemudian disana juga dia bertemu dengan teman baru (Blaze) yang juga banyak menghadapi banyak masalah keluarga. Blaze memperkenalkan dia dengan Marcus dan dua teman lainnya. Dia tidak perduli ayahnya dan juga adiknya kebingungan mencarinya. Singkat kata, di malam pertamanya di NC, Ronnie akhirnya berhasil ditemukan oleh polisi yang juga teman ayahnya, dan diantarkan pulang. Satu alasan lagi untuk membenci ayahnya.
Steve (Ayah Ronnie) memiliki piano di rumahnya, dan sering memainkannya. Ronnie yang membenci piano sebagaimana dia membenci ayahnya, menyampaikan ketidaksukaannya dan melarang ayahnya bermain piano. Dia merasa, ayahnya bermain piano demi memancing Ronnie untuk memainkannya juga. Akhirnya Steve yang sangat menyayangi Ronnie dan ingin bisa kembali dekat dengannya, membangun dinding penyekat untuk menyembunyikan pianonya, agar Ronnie tidak merasa terganggu setiap kali melihat benda itu. Dan sebagai gantinya, Steve diam-diam pergi ke gereja yang sedang direnovasi, untuk bermain piano atas seijin Pastor Harris, temannya.
Beberapa hari pertama Ronnie, dia habiskan bersama dengan Blaze dan teman-temannya, hingga akhirnya Blaze cemburu karena Marcus menunjukkan ketertarikannya pada Ronnie. Disatu sisi Ronnie mulai dekat dengan Will, yang bekerja di bengkel dan juga adalah volunteer di aquarium pusat. Suatu hari mereka berkemping bersama menjaga telur penyu dari serangan rakun, dan membuat hubungan mereka semakin dekat. Hal ini membuat Marcus tidak suka, dan karena dia memiliki rahasia hitam mengenai Will dan temannya (Scott), dia mulai sering mengganggu mereka. Blaze semakin tidak suka dan menjebak Ronnie dengan memasukkan beberapa koleksi kaset klasik ke dalam tasnya, hingga Ronnie terancam persidangan dan penjara.
Banyaknya masalah yang dihadapi Ronnie, secara tidak langsung membuat hubungannya dengan Steve membaik. Mereka mulai sering berbincang, sering bertukar cerita, memasak bersama. Sedangkan Jonah lebih sering menghabiskan waktu bersama Steve dengan membuat jendela untuk gereja di workshop nya.
Ketika akhirnya Ronnie dan Will semakin serius dengan hubungan mereka, Ronnie mengundang Will makan malam bersama dengan Steve dan Jonah, dan begitu juga sebaliknya. Saat itu, Ronnie baru menyadari bahwa Will rupanya anak orang kaya yang memiliki perusahaan otomotif besar di NC. Saat kakak Will menikah, Ronnie hadir. Rupanya Marcus yang menyimpan dendam terhadap Will dan Scott, tersulut dengan Ronnie yang lebih memilih Will, berniat jahat dengan merusak pesta kakak Will. Ibu Will yang awalnya tidak menyukai Ronnie, semakin membencinya. Dengan patah hari, Ronnie pergi meninggalkan rumah Will.
Untuk menghadapi kasusnya sendiri di toko kaset, Ronnie berusaha berbicara dengan Blaze, dan setelah lama membujuknya, akhirnya Blaze mau mencabut laporannya ke polisi, dan bahkan dia bersaksi mengenai kejahatan-kejahatan Marcus, termasuk saat pesta pernikahan kakak Will, dan juga tentang kejahatannya membakar gereja beberapa tahun lalu yang mengakibatkan Pastor Harris cidera hingga nyaris meninggal.
Di saat yang sama, Ronnie baru mengetahui bahwa ternyata ayahnya sakit kanker yang sangat parah. Rupanya karena sakitnya tidak lagi bisa disembuhkan, Steve meminta anak-anaknya untuk melewati musim panas bersamanya. Ronnie juga baru mengetahui bahwa Steve memainkan piano bukan untuk membuat Ronnie bermain lagi, melainkan untuk mengurangi sakit yang dirasakannya, hingga dia rela menyelinap ke gereja untuk memainkannya. Bagi Steve, bermain piano adalah saat dimana semua sakitnya hilang. Ronnie menyesal dan mulai memainkan piano ayahnya lagi setelah ayahnya keluar dari rumah sakit. Dia berusaha menyelesaikan lagu yang dibuat ayahnya, yang tidak kunjung selesai.
Saat akhirnya liburan musim panas selesai, Ronnie memilih untuk tetap tinggal bersama ayahnya, sedangkan Jonah harus kembali ke New York bersama dengan ibunya. Dan Will, sudah harus mulai masuk ke kampus baru pilihan keluarganya. Ronnie merawat ayahnya dengan baik, terus bermain piano dan merampungkan lagu ayahnya. Ketika lagunya selesai, ayahnya meninggal.
Ronnie akhirnya kembali ke New York bersama dengan Ibunya, dan memilih untuk masuk ke akademi musik untuk melanjutkan belajar piano. Rupanya, Will akhirnya mampu meyakinkan keluarganya untuk kuliah ditempat pilihannya sendiri, Columbia University. Satu kota dengan Ronnie.
Buku ini tidak hanya menceritakan tentang kisah cinta semata, namun banyak memperlihatkan gejolak hubungan keluarga, dan pergolakan batin yang biasa dialami para remaja. Ronnie yang awalnya penuh kebencian akibat perceraian orang tuanya, akhirnya berbalik menjadi penuh kasih sayang terhadap ayahnya. Blaze yang awalnya menyiksa dirinya akibat perceraian orang tuanya, banyak berbuat hal buruk bersama dengan Marcus dan teman-temannya hingga mencelakakan Ronnie, akhirnya bertobat dan kembali kepada ibunya, dan berusaha menebus kesalahannya pada Ronnie. Will yang selalu berusaha menjaga perasaan ibunya akibat meninggalnya adiknya, akhirnya bisa menemukan ketegaran dan memilih apa yang terbaik untuknya sendiri. Steve yang awalnya selalu mempertanyakan keberadaan Tuhan, meragukan jawaban atas semua doanya, akhirnya menyadari bahwa musim panas bersama dengan anak-anaknya adalah jawaban dari semua doa yang pernah dia sampaikan pada Tuhan.
Adegan Favorit:
Ketika Ronnie dan Will menjaga telur Penyu Tempayan di belakang rumah Steve selama beberapa malam, karena petugas penyelamat belum bisa memasang sekat perlindungan dari rakun.
***
Update setelah call bersama:
Mendengar teman-teman yang lain membacakan ulasan buku mereka, saya pengen pingsan. Ya ampun, kok pada keren-keren ya bikin ulasannya. Haissshhh... Wilis, semangadhlah!!! Next musti lebih baik lagi. ahahahah
Pe-Er untuk ulasan (saya) bulan depan:
- Nyeritain isi bukunya sedikit saja
- Nuansa/feeling/perasaan ketika membaca buku nya
- Inti dari bukunya apa
- Konflik terberat nya apa
- Suka atau nggak suka?
- Sebutkan plus minus buku

No comments:
Post a Comment