Sunday, March 18, 2018

Ketika Rindu Begitu Menggebu

Musim hujan sepertinya sudah mulai melambaikan tangannya kepada sang mentari...
Jumlah malam berhujan semakin sedikit belakangan ini, disusul dengan kasur yang mulai terasa keras... Pertanda apaaaaa??? 

Yesss... Pertanda saat untuk kembali mengkalibrasi jiwa dengan tidur ditenda sudah hadir kembali pula. Yuk kita kemping... yooookkk.... :-)

Akhirnya mas bojo saya dengan semangadh membawa kami ke tempat yang biasa kami datangi, tapi di lokasi kemping yang berbeda. Kali ini kami memilih lokasi di camping ground sebelum pintu masuk ke Kawah Ratu. Harapannya sih agar keesokan harinya bisa tracking sedikit mengarah ke Kawah Ratu. 

Pada Hari Sabtu siang yang direncanakan, koq ya ndilalah hujan deras kembali mendera area Dramaga. Eeeaaa... Goyahlah niat dan semangat kami... 
Namun setelah beberapa saat mengamati langit dan hujan, akhirnya kami putuskan untuk tetap berangkat. Berharap hujan segera reda ketika kami di jalan. Dan harapan kami pun terkabul. Saat kami masih diperjalanan, hujan sudah mulai reda, langit mulai cerah... Yiiihhhaaaaa

Dalam perjalanan berangkat, K tertidur. Baru bangun ketika sudah sampai diarea camping ground. Namun sayang, sepertinya dia terserang demam. Entah bagaimana ceritanya. Dia terlihat lesu, badannya terasa panas... Ragu... dan maju mundur syantiek... 

Akhirnya kami nangkring syantiek di warung sambil makan dan minum, sembari bercengkerama bagaimana baiknya. Kami putuskan untuk pulang, tapi rupanya itu against willing nya K. Dia tidak setuju. Karena rupanya dia pingin sekali berenang di sungai besokannya. Negosiasi buntu, berakhir dengan tenda yang mulai dipasang... Sedikit was-was sebetulnya mengingat kami tidak membawa perlengkapan P3K. Hanya berbekal T***k A***n anak saja.... Bismillah... 

Chef Yudi mulai beraksi

Setelah tenda berdiri, K langsung nyungsruk ke dalam tenda dengan nyamannya... Mungkin karena sangking semangatnya camping lagi, dia terdengar lebih kempripik dari keripik biasanya. She looks happy... Kalau sudah begitu, kami bisa apa lagi.... #alibi




Kalau ini sih numpang eksis doank
Akhirnya seperti biasa, kami menjalankan peran masing-masing. Mas Bojo yang ahli masak, mulai klontang klonteng di dapur (haiyaaahhh). Sedangkan saya yang skill-less ini mengumpulkan kayu bakar... Modal tenaga kuli aja kaaaaannnn.... ekekekekkee.

K merajuk dan memaksa bapaknya untuk memasangkan hammock nya. Dia pengen berayun-ayun di hammock. Tapi setelah hammock terpasang, dia malah hanya mencoba sebentar. Lokasi pemasangan hammock nya sedikit ekstrim untuk anak kecil memang. Di atas lereng jurang. ahahaha. Dia memilih untuk bermain masak-masakan dengan kompor ayahnya saja. Berkah sekali untuk emaknya ini. Saya yang sengaja membawa buku, bisa leyeh-leyeh syantiek begitu... 

---

Mercy.... It might not be easy... But it's not impossible either.... 

Fokuslah pada kebaikan, hingga tak ada ruang untuk satupun yang tidak baik untuk timbul. Jika yang tidak baik memaksa untuk muncul, kembalikan pada hatimu... Munculkan semua kebaikan, hingga yang tidak baik bisa terlupakan... #sepertiitu

Open your heart...
Let your ear and your eyes take a rest for a moment...
---

Ketika matahari mulai tenggelam, hari mulai temaram. Kamipun menyalakan api unggun, sambil menikmati pemandangan langit indah dengan warna lembayung nya. Saya jadi ingat dulu ada lagu (soundtrack apa gitu). 
Saya: "Mbak K, kamu tahu nggak warna langit disana itu? Yang tempat matahari terbenam itu....?"
K: "Nggak tau..."
Saya: "Namanya lembayung... ada lagunya lho.... - lembayung meronaa... mengantar senjaaaa... menyibak tirai malaaammm....- ..."
K: "Serem ah lagunya...."

#eeeaaaa... 

Tak berapa lama kemudian, K yang badannya masih terasa hangat, tertidur di dalam tenda. Tinggalah saya dan mas bojo yang haha hihi didepan tenda sambil menghangatkan badan. Kami bernostalgia senja di masa belasan tahun sebelumnya, ketika kami masih mahasiswa dan sering berkegiatan camping bersama teman-teman yang lainnya...

"Ini bukan api yang sama yang kita pandangi belasan tahun yang lalu.... Namun rasa hangat dan menghangatkan ini, masih sama seperti hangatnya rasa waktu itu..." #eeeaaa #lagi

Api memberikan kehangatan dari luar...
Obrolan menghangatkan suasana dari dalam...
Ketika hari telah gelap, datang 1 rombongan anak mudah yang mendirikan tenda tak jauh dari tenda kami. Mereka sepertinya belum pengalaman camping, dan mengajak 1 pemandu untuk mendirikan tenda mereka. Mas bojo dan saja tersenyum-senyum mendengarkan obrolan anak-anak mudah itu. Semangat muda yang mengingatkan masa-masa yang telah lalu... 

Malam menjadi semakin dingin, akhirnya saya tidur juga... Selamat beristirahat semesta...

K the explorer semangadh menuju sungai

Pagi hari...

Badan K masih panas, meskipun tak sepanas malam hari. Dia terlihat kuyu dan layu. Tapi tak mengurangi semangadh nya untuk bangun pagi. Dia bangun pagi dengan semangadh untuk segera berenang ke sungai... Haissshhh...

Akhirnya setelah selesai sarapan dan bercengkerama pagi, kami memutuskan untuk berkemas dan bergegas menuju ke sungai. Setelah mandi di sungai, demam K turun. Sampai tiba di rumah kembali, panas badannya kembali normal. 

River lover


Love

Hammock-ing with love





Begitulah.... Weekend ala kami...
See you on the next journey! :-p





No comments: