Sampai
detik ini aku masih percaya bahwa Manusia dan semua isi semesta ini di ciptakan
oleh sebuah kekuatan maha besar yang di miliki – Nya, Tuhan Semesta Alam. Namun
aku juga semakin percaya bahwa semua pemikiran, tindakan, tingkah laku dan
perbuatan manuasia adalah buah dari pencernaan dari masing2 individu.
Sebagaimana
pada akhirnya muncullah manuasia2 seperti Einstein, Hitler, Suharto, Amrozi,
Eyang Subur, Sule, ataupun juga Endah penjaga setia IPB sana. Masing2 karena
sebuah alasan.
Aku yang tidak
mengerti benar atau mungkin bodoh dalam hal ilmu mengenai Dia, hanya bisa
mengambil garis bodoh yang bisa kugunakan untuk acuan dalam berjalan. Bahwa
selama kita di dunia, ada 2 macam hubungan yang harus dijaga dan di pelihara.
Hubungan horizontal dan hubungan vertical.
Tidak akan
pernah hebat seseorang yang ahli dalam hubungan horizontal tetapi sama sekali
tidak peduli dengan hubungan verticalnya, namun tidak akan menjadi sempurna
pula orang yang ahli dalam hubungan vertical namun nihil dalam hubungan
horizontal.
Semua
memiliki bagian, namun saling beririsan dan tidak bisa di pisahkan. Jika untuk
menjadi ahli dalam satu hubungan aku diharuskan menjadi orang yang tidak mengenal
hubungan yang lainnya, maka aku tidak akan menyesal tak pernah mempelajarinya.
Dia boleh
memilih jalan manapun, tapi tidak akan pernah bisa dia memaksakan apa yang dia
pilih, tanpa dia menunjukkan sisi lebih dari yang dipilihnya. Tidak juga nanti
kepada dia yang akan selalu percaya pada cinta. Untuk dia yang akan selalu
percaya pada cinta, aku akan mengajarkan bagaimana cara mencintai, tanpa harus
merasa terpaksa dan tertekan, dan tanpa harus menghamba ataupun memohon. Menunjukkan
akan jauh lebih mudah daripada memaksakan dengan kata2.
Hanya Tuhan
yang tahu kebenaran dari setiap hal di dunia dan di akhirat.
Don’t worry
too much about that, at least for now.
Waiting for
you, the one who will always believe in love….
Hugs &
Kisses,
Yours
No comments:
Post a Comment