Siang ini sepertinya aku kecolongan. Cuaca panas sekali, padahal aku tidak mencuci pakaian. Atau jangan2 cuaca hari ini panas karena aku tidak mencuci? hehehe.... Sorry, aku memang suka GR sendiri... :p
Siang2 panas begini, tiba tiba aku pengen menuliskan sesuatu yang 'nggak meaning' banget kayaknya... Yaitu tentang Ritssluiting....
Ya benar... tentang ritssluiting... bukan yang lain. Dan ini memang ritssluiting yang sering kita gunakan itu. Mungkin sebagian besar orang hampir setiap hari berhubungan dengan benda yang namanya ritssluiting ini. Di Tas, baju, jaket, dompet, bahkan kadang di sepatu, benda ini sering sekali eksis... :)
Aku hanya ingin menuliskan tentang ritssluiting yang berhubungan langsung dengan kehidupanku yang baru. Begini ceritanya... Aku punya satu baju favorit (karena memang hanya itu satu2nya bajuku yang layak di pakai dalam acara semi resmi) yang menggunakan ritssluiting di bagian depannya. Baju ini sebetulnya adalah baju teman kuliahku, yang karena faktor waktu, akhirnya berbalik nama menjadi milikku... hehehhee
Nah, baju ini sudah aku pakai sejak jaman kuliah, yang berarti sudah sekian ratus kali aku pakai. Dan dalam setiap kali pemakaiannya, aku selalu hanya mengancingkan/menutup setengah (kadang juga kurang) dari panjang ritssluiting itu. Setengahnya lagi aku biarkan terbuka, untuk sekedar memberi ruang bagi angin yang kepingin masuk, atau juga untuk sekedar meniupkan sedikit kepercayaan diriku (nggak tau juga alasannya kenapa). Dan selama ini, semua berjalan lancar tanpa ada kendala apapun oleh siapapun...
Sampai pada akhirnya, beberapa hari yang lalu. Aku tergerak untuk memakai kembali baju itu ke sebuah acara semi resmi di almamater kampusku. Aku bersiap seperti biasanya, dan siap berpamitan padanya yang namanya tak pernah kusebut, who happen to be my husband. hehehe...
Dan tau apa yang terjadi???
Terrroooreeetttt.....
" Itu bajunya makenya yang bener donk...." katanya
" Lho, kenapa emang?" tanyaku sambil ngecek kanan kiri baju takut2 ada yang kusut atau berlipat.
" Ritssluiting nya di naikin lah... Jangan kayak gitu... Kayak yang nggak niat aja pakenya...."
" Lho, selama ini juga aku pakainya begini kan?"
" Iya, tapi sekarang nggak bisa segitu lagi... Naikin... Segini nih..." katanya sambil menarik ritssluiting ku ke atas sampai nyaris membuatku tercekik...
" Apaan nih... ini mah kayak orang cupu... Segini udah bener tau...." kataku sambil kembali menariknya turun.
" Nggak boleh... Segini deh... " katanya sambil kembali menariknya ke atas. Kali ini tidak sampai puncak, hanya 3/4 saja.
" Ah, enggak ah... gerah... segini deh... " Kataku sambil kembali menurunkannya hingga setengah lebih sedikit... Diapun mengernyitkan dahi sambil menimang2 dalam kepalanya dan akhirnya berkata:
" Boleh deh segitu....."
See????
Penting banget nggak sih mendebatkan seberapa tinggi ritssluiting kita bisa kita gunakan? Sebetulnya sama sekali tidak penting menurutku. Namun karena tuntutan status, mau tidak mau memang harus ada negosiasi hingga tercapai kesepakatan. Dengan tersenyum2 kecil, akupun bergumam:
"Sejak kapan sih aku harus dengerin n nurut sama perintahmu begini?"
Dan kamipun tertawa bersama. Ada hal2 menarik yang terjadi dan masih sering membuat kami tergelak2 jika mengingatnya beberapa waktu kemudian. Mungkin bagi beberapa orang, perdebatan kecil begini bisa menjadi perang badar atau pertengkaran jika dibawa ke hati. Misalkan saja tidak ada yang mau mengalah, maka naik turunnya ritssluiting ini akan berganti menjadi maju mundurnya pisau untuk berantem. hweeekkekeeke
Ritssluiting ini hanyalah sebuah gambaran kecil bagaimana sebuah hubungan interaksi antara 2 individu yang disatukan oleh status. Masih banyak lagi ritssluiting2 lain yang memerlukan diskusi, negosiasi, dan perdebatan kecil hingga tercapainya sebuah kata sepakat. Kadang itu terasa mudah, namun kadang juga terasa sulit. Tergantung bagaimana kita menerima, merasakan, menghadapi, dan menyelesaikannya. Mudah2an jalan panjang yang terbentang didepan sana akan dapat kami lalui semudah dan seindah kala kami melewati perdebatan tentang ritssluiting ini. :p
That's married are for...
To negotiate everything...
To get the agreement between 2 parties...
And to laughing together once the result decided...
So far so good.... ^_^


No comments:
Post a Comment