Hari ini aku melihat sebuah postingan berita dari salah seorang teman, di facebook. Tulisan mengenai pelem2 Indonesia menurut pendapat Joko Anwar. Aku sudah membaca tulisan itu, dan tersenyum2 sendiri ketika menemukan beberapa pendapat/kalimat yang lucu, menyentil, kocak, to the point, dan tanpa tedeng aling2.
Joko Anwar memberikan pendapatnya mengenai perjalanan pelem Indonesia yang mengalami pasang surut dari tahun ke tahun. Beliau memberikan pendapatnya dengan menggunakan bahasa yang sangat2 ringan, sehingga aku yang tidak mengerti tentang per-pelem-an pun jadi berasa mengerti. :p
Aku bukan ingin ikut2an berpendapat mengenai pelem2 di Indonesia ini. Tetapi aku hanya ingin mengutip, menculik, atau memmetik kalimat2 Joko Anwar yang menurutku menarik. Mungkin juga sedikit memberi pendapat tentang kalimat2 unik itu. hehehehehheheeeee
Di paragraf pertama, beliau menuliskan :
"Bioskop-bioskop didominasi oleh film Indonesia. Film Indonesia punya masa depan cerah. Bukan cuma untuk jadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi mungkin juga akan jadi tuan tanah, juragan kos. Nothing but possibilties."
Itu di katakan oleh Joko Anwar sebagai pendapat orang tentang pelem Indonesia pada waktu 2 tahun lalu. Berarti kisaran tahun 2008 (menurutku). *Langsung gugling pelem2 Indonesia tahun 2008*. Mungkin karena saat itu banyak pelem2 bagus yang meledak di pasaran Indonesia, dan banyak menarik minat masyarakat Indonesia. Menurut Google, pelem2 di tahun 2008 itu adalah Ayat2 Cinta, Kuntilanak 3, Laskar Pelangi, Nagabonar, Perempuan Punya Cerita, Kantata Takwa, dan beberapa pelem lainnya. Memang sih, waktu pelem2 itu keluar di Bioskop, aku juga merasakan bagaimana rasanya "bersemangat pengen nonton pelem di bioskop". :)
Namun sebenarnya di tahun itu juga, banyak pula pelem2 yang judulnya mulai aneh bin ajaib. Contohnya : 40 hari bangkitnya pocong (hiiiiyyy), Anda Puas Saya Loyo (Hadddoohh), Hantu Aborsi (tenang, di dunia hantu nggak ada UU anti aborsi kan?), Hantu Ambulance, Hantu Perawan Jeruk Purut (dan masih banyak hantu2 lain yang eksis), Kawin Kontrak, Merem Melek (kelilipan kayaknya), Pocong Vs Kuntilanak (bakalan ketemu jenglot di final), dan buanyak lagi pelem2 ajaib lainnya. Namun karena jumlah pelem berkualitasnya lumayan banyak, jadi masih bisa di bilang "Nilainya bagus" untuk pelem Indonesia.
Menurut Joko Anwar, sekarang ini pelem Indonesia sudah banyak kemunduran. Banyak pelem yang di dongkrak dengan kasus2 artisnya, seperti pelecehan seks antar pemain (ingat SaipulJamil Vs KikiFatmala??), perkelahian antar pemain (Ingat AndiSoraya Vs DewiPersik??), dll. Istilahnya pelem2 ini udah kayak sirkuss aja.
Kalimat yang keren ketika Pak Joko membahas pelem jaman sekarang ini, menurutku adalah :
"Ketika kita melihat pertunjukan (pelemnya), yang ada bukan cuma pertunjukan yang membosankan, tapi sebuah terapi penurunan I.Q. dan program peningkatan tekanan darah. Membodohkan dan menjengkelkan." ^_^
Dari artikel ini, aku bisa tau juga kalau dulu pernah ada masa dimana pelem Indonesia mulai berkibar dengan pelem "Hot" nya. Kutipannya : "Ranjang Ternoda, Gairah Malam, Setetes Noda Manis (nggak tau noda apa. Mungkin kencing tikus)..... ". Setelah itu "....yang disuguhkan hanyalah para aktris yang main siram-siraman di kolam renang atau pantai memakai bikini, lalu berciuman dengan lawan main seolah-olah ciuman baru diciptakan dua bulan sebelumnya sehingga mereka tidak tahu caranya bagaimana, para penonton pun ogah menonton lagi." hwakakkakaka.... makin ngakak guling2 kan bacanya? :p
Akhir 1999-awal tahun 2000-an, mulai banyak orang2 yang benar2 mengetahui teknik tentang pelem turun lapang. Muncullah kembali pelem2 yang berkualitas dan membangkitkan dunia per-pelem-an Indonesia. Contohnya mungkin Daun di Atas Bantal, Kuldesak, Petualangan Sherina, Jelangkung, Marsinah, Joshua oh Joshua, Pasir Berbisik, Arisan, Biola tak Berdawai, dan beberapa pelem lainnya. Per-pelem-an Indonesia kembali berjaya.
Tetapi, seperti yang sudah di ceritakan di awal, akhir tahun 2000-an pelem2 Indonesia mulai lagi dengan trend "hot" dan "nggak mutu"-nya. Kutipan Joko Anwar : "Genre horor yang seharusnya merupakan genre yang paling jujur, paling menghibur tanpa pretensi, diperkosa beramai-ramai hingga compang-camping. Difitnah sehingga harga dirinya tak ada harganya lagi. Sampai-sampai orang-orang berpikir bahwa horor identik dengan busuk." Satu lagi kutipan setelahnya : "Kemudian para petualang bisnis film ini masuk ke genre komedi yang biasanya dibaluti dengan seks. Orang-orang ini sepertinya sama sekali tidak punya sense of humor dan tidak kenal seks sama sekali karena film yang mereka buat tidak lucu dan tidak bikin konak." hwekekekekkekeee.....
Menurut beliau, ini di karenakan ".....'petualang film' yang ikut-ikutan membuat film, tergiur dengan gosip betapa menguntungkannya bisnis film. Mereka adalah orang-orang yang bukan hanya tidak tahu teknik dasar membuat film, tapi juga miskin papa hina dina dalam citarasa." Selain itu juga karena "....99% film Indonesia yang dibuat pasti akan diputar di bioskop. Entah karena apa pemilik bioskop selalu mau menerima film Indonesia untuk ditayangkan di bioskopnya. Mungkin karena kedekatan personal. "
Akibat dari kemunduran itu lagi adalah ".....bioskop sekarang dipenuhi oleh sampah yang diproduksi oleh orang-orang yang berpikir hanya karena mereka bisa menyewa kamera digital dan ada aktor-aktor palsu yang bisa jalan dan buka mulut, mereka tinggal point and shoot and voila! Mereka sudah jadi pembuat film."
Akhirul kata, ada kalimat beliau yang semakin aduhai saja di telinga "Kalau mereka ingin ikut program penurunan I.Q. dan peningkatan tekanan darah, mereka bisa nonton sinetron." *PegangPerutMenahanNafasAgarTidakTerngakak2*

Begitulah..... mengenai pelem dan pendapat ahli tentang pelem Indonesia. Aku masih punya mimpi untuk bisa membuat pelem suatu saat nanti. Semoga saja aku tidak termasuk ke dalam golongan "Petualang Film" yang di maksud ki Joko Anwar. hwekekekeekkekekkekekeeeeeee
Sumber tulisan berasal dari artikel ini

Aku bukan ingin ikut2an berpendapat mengenai pelem2 di Indonesia ini. Tetapi aku hanya ingin mengutip, menculik, atau memmetik kalimat2 Joko Anwar yang menurutku menarik. Mungkin juga sedikit memberi pendapat tentang kalimat2 unik itu. hehehehehheheeeee
Di paragraf pertama, beliau menuliskan :"Bioskop-bioskop didominasi oleh film Indonesia. Film Indonesia punya masa depan cerah. Bukan cuma untuk jadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi mungkin juga akan jadi tuan tanah, juragan kos. Nothing but possibilties."
Itu di katakan oleh Joko Anwar sebagai pendapat orang tentang pelem Indonesia pada waktu 2 tahun lalu. Berarti kisaran tahun 2008 (menurutku). *Langsung gugling pelem2 Indonesia tahun 2008*. Mungkin karena saat itu banyak pelem2 bagus yang meledak di pasaran Indonesia, dan banyak menarik minat masyarakat Indonesia. Menurut Google, pelem2 di tahun 2008 itu adalah Ayat2 Cinta, Kuntilanak 3, Laskar Pelangi, Nagabonar, Perempuan Punya Cerita, Kantata Takwa, dan beberapa pelem lainnya. Memang sih, waktu pelem2 itu keluar di Bioskop, aku juga merasakan bagaimana rasanya "bersemangat pengen nonton pelem di bioskop". :)
Namun sebenarnya di tahun itu juga, banyak pula pelem2 yang judulnya mulai aneh bin ajaib. Contohnya : 40 hari bangkitnya pocong (hiiiiyyy), Anda Puas Saya Loyo (Hadddoohh), Hantu Aborsi (tenang, di dunia hantu nggak ada UU anti aborsi kan?), Hantu Ambulance, Hantu Perawan Jeruk Purut (dan masih banyak hantu2 lain yang eksis), Kawin Kontrak, Merem Melek (kelilipan kayaknya), Pocong Vs Kuntilanak (bakalan ketemu jenglot di final), dan buanyak lagi pelem2 ajaib lainnya. Namun karena jumlah pelem berkualitasnya lumayan banyak, jadi masih bisa di bilang "Nilainya bagus" untuk pelem Indonesia.
Menurut Joko Anwar, sekarang ini pelem Indonesia sudah banyak kemunduran. Banyak pelem yang di dongkrak dengan kasus2 artisnya, seperti pelecehan seks antar pemain (ingat SaipulJamil Vs KikiFatmala??), perkelahian antar pemain (Ingat AndiSoraya Vs DewiPersik??), dll. Istilahnya pelem2 ini udah kayak sirkuss aja.
Kalimat yang keren ketika Pak Joko membahas pelem jaman sekarang ini, menurutku adalah :
"Ketika kita melihat pertunjukan (pelemnya), yang ada bukan cuma pertunjukan yang membosankan, tapi sebuah terapi penurunan I.Q. dan program peningkatan tekanan darah. Membodohkan dan menjengkelkan." ^_^
Dari artikel ini, aku bisa tau juga kalau dulu pernah ada masa dimana pelem Indonesia mulai berkibar dengan pelem "Hot" nya. Kutipannya : "Ranjang Ternoda, Gairah Malam, Setetes Noda Manis (nggak tau noda apa. Mungkin kencing tikus)..... ". Setelah itu "....yang disuguhkan hanyalah para aktris yang main siram-siraman di kolam renang atau pantai memakai bikini, lalu berciuman dengan lawan main seolah-olah ciuman baru diciptakan dua bulan sebelumnya sehingga mereka tidak tahu caranya bagaimana, para penonton pun ogah menonton lagi." hwakakkakaka.... makin ngakak guling2 kan bacanya? :p
Akhir 1999-awal tahun 2000-an, mulai banyak orang2 yang benar2 mengetahui teknik tentang pelem turun lapang. Muncullah kembali pelem2 yang berkualitas dan membangkitkan dunia per-pelem-an Indonesia. Contohnya mungkin Daun di Atas Bantal, Kuldesak, Petualangan Sherina, Jelangkung, Marsinah, Joshua oh Joshua, Pasir Berbisik, Arisan, Biola tak Berdawai, dan beberapa pelem lainnya. Per-pelem-an Indonesia kembali berjaya.
Tetapi, seperti yang sudah di ceritakan di awal, akhir tahun 2000-an pelem2 Indonesia mulai lagi dengan trend "hot" dan "nggak mutu"-nya. Kutipan Joko Anwar : "Genre horor yang seharusnya merupakan genre yang paling jujur, paling menghibur tanpa pretensi, diperkosa beramai-ramai hingga compang-camping. Difitnah sehingga harga dirinya tak ada harganya lagi. Sampai-sampai orang-orang berpikir bahwa horor identik dengan busuk." Satu lagi kutipan setelahnya : "Kemudian para petualang bisnis film ini masuk ke genre komedi yang biasanya dibaluti dengan seks. Orang-orang ini sepertinya sama sekali tidak punya sense of humor dan tidak kenal seks sama sekali karena film yang mereka buat tidak lucu dan tidak bikin konak." hwekekekekkekeee.....
Menurut beliau, ini di karenakan ".....'petualang film' yang ikut-ikutan membuat film, tergiur dengan gosip betapa menguntungkannya bisnis film. Mereka adalah orang-orang yang bukan hanya tidak tahu teknik dasar membuat film, tapi juga miskin papa hina dina dalam citarasa." Selain itu juga karena "....99% film Indonesia yang dibuat pasti akan diputar di bioskop. Entah karena apa pemilik bioskop selalu mau menerima film Indonesia untuk ditayangkan di bioskopnya. Mungkin karena kedekatan personal. "
Akibat dari kemunduran itu lagi adalah ".....bioskop sekarang dipenuhi oleh sampah yang diproduksi oleh orang-orang yang berpikir hanya karena mereka bisa menyewa kamera digital dan ada aktor-aktor palsu yang bisa jalan dan buka mulut, mereka tinggal point and shoot and voila! Mereka sudah jadi pembuat film."
Akhirul kata, ada kalimat beliau yang semakin aduhai saja di telinga "Kalau mereka ingin ikut program penurunan I.Q. dan peningkatan tekanan darah, mereka bisa nonton sinetron." *PegangPerutMenahanNafasAgarTidakTerngakak2*

Begitulah..... mengenai pelem dan pendapat ahli tentang pelem Indonesia. Aku masih punya mimpi untuk bisa membuat pelem suatu saat nanti. Semoga saja aku tidak termasuk ke dalam golongan "Petualang Film" yang di maksud ki Joko Anwar. hwekekekeekkekekkekekeeeeeee
Sumber tulisan berasal dari artikel ini

2 comments:
kereeeeen... :)
Makasih sudah di baca.... ^_^
Post a Comment