Teh manis yang masih mengepul...
Mengepulkan semangat dan harapan akan indahnya hari ini
Kupandangi tumpukan buku,
Semakin dan semakin tinggi...
Menumpuk keinginan dan mimpi untuk di wujudkan hari ini
Kupandangi layar monitor,
Kotak, warna-warni, tergantung pada sebelas jari...
Menunggu dengan pasrah kemana nasibnya kan ku bawa hari ini
......
Kupandangi cangkir hijau,
Air putih tidak dingin tidak juga panas...
Jernih yang dapat membuat "netral"
Kupandangi sepiring nasi,
Lengkap dengan empat sehatnya...
Wajib agar bisa tetap eksis
Kupandangi televisi,
Ariel, Luna, Tari, dan bola...
Kehidupan sosial yang tidak bisa di hindari
Kupandangi lagi layar monitor ini,
Masih tak berganti...
Ketidakmampuan sebelas jari menjadi luar biasa
......
Kupandangi cangkir hijau,
Kopi susu harum mewangi...
Menghambat perjalananku ke alam mimpi
Kupandangi televisi,
Masih saja tentang selebriti...
Sifat manusiawi yang berlebihan
Kupandangi layar monitor lagi,
Jadi pengen ngundang Pak Tarno Sulap...
BimSalaBim jadi apa....prokprokprok
......
Kupandangi singgasana tercintaku,
Kasur, bantal, guling, dan selimut...
Wahanaku menutup mata
......
Manakala seseorang duduk di meja yang dekat dengan jendela, di sebuah kafe
Orang itu mengangkat cangkir kopinya dengan anggun,
Kita adalah penonton yang duduk di dalam kafe (juga)
Nampak melalui jendela, di luar sana
Bayangan orang, mobil, anjing, kucing, dan lainnya bergerak cepat
Layaknya Tuhan sedang memencet tombol "speed" di remotenya
Dia, tetap saja mengangkat dan menurunkan cangkir kopinya,
Dengan anggun
Hari ini indah, apa adanya
......
No comments:
Post a Comment