Monday, July 28, 2008

Mereka Menunggu Untuk Berkata Akhirnya....

Hari ini aku kembali menginjakkan kakiku di wilayah kampusku, tepatnya fakultas teknik-ku. Untuk apa?? Untuk mengurus penundaan SPP.

Selama setahun belakangan ini, kedatanganku kesana bisa dihitung dengan jari. Hal itu merupakan salah satu bagian dari kebodohan dan kelalaianku. Menyesal??sedikit. selebihnya aku menikmati setiap detik yang pernah aku buang. Kalaupun aku menyesal, aku dapat apa?”sakit hati pastinya”

Memang dalam sebulan terakhir aku mulai membangkitkan rasa cintaku pada kampusku, sebagai bentuk dari niatku memperbaiki diri. Namun masih belum memasuki wilayah fakultasku, dan hanya sekedar di perpustakaan.

Kembali pada kisahku hari ini…

Ketika aku memasuki ruang TU, aku hanya melihat Pak ………….. sedangkan ibu-ibu yang biasanya melayani mahasiswa ruanya sedang keluar.

Aku bertanya kepada bapak itu, “pak, apa kabar??” dengan diikuti senyuman lebarku tentunya. Si bapak yang memang masih ingat padaku juga tersenyum lebar.

“kenapa?” tanyanya.

“mau ngurus penundaan SPP pak…gimana caranya ya?” tanyaku

“ udah ngisi formulis belum?” tanyanya lagi.

“belum pak” jawabku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“nih, baca dulu petunjuknya. Nanti minta formulirnya ke bu Ros.” Katanya sambil menyerahkan 1 bendel kertas yang berisi 3 halaman.

“pinjem dulu ya pak mu dibaca disini.” Aku langsung duduk di kursi yang ada di ruangan itu dan membaca isi formulir itu.

Isinya mengenai penjelasan bagi mahasiswa yang ingin mengurus penundaan SPP dan yang ingin membayar SPP.

Aku hanya mencari deadline-nya saja (rupanya udah mendarah daging kegiatanku mencari deadline lomba beberapa hari terakhir ini).

Ternyata kalau aku mengurus penundaan SPP, berarti aku harus siding paling lambat tgl 25 Agustus 2008 yang berarti sebulan lagi. Wuih….

Ya Allah….mampukah aku??

Akhirnya oleh bu Ros aku disuruh fotokopi formulir itu.

Sebelum aku pergi, bu ros menakan beberapa hal padaku :

“gimana lis, udah selesai belum?” tanyanya.

Dan seperti jawabanku padanya beberapa bulan yang lalu, aku hanya bisa berkata :

“sedang diselesaikan bu…”

“ masih kerja kamu?”
”enggak lagi bu, mau beres dulu aja”

“mendingan gitu lis, beresin dulu. Kamu tuh sering ditanyain bu nora. Wilis masih sering ke kampus gak ya bu, katanya.” Begitu penjelasan bu Ros.

“trus saya bilang beberapa waktu ini sih enggak bu…”lanjutnya

“anak itu masih kerja nggak ya…koq nggak pernah lagi ngadep saya” lanjut bu ros lagi.

“hehehe…udah nggak kerja lagi bu, tapi juga udah lama nggak ngadep bu nora.” Jawabku.

“kamu tuh harus sering-sering ngadep bu nora. Nanya apa aja gitu ama bu nora. Nanti di carekan lho…” kata bu ros.

“iya bu…makasih ya bu..”

“ya udah, smangadh ya ngerjainnya. Buruan diberesin biar bisa ikut yang oktober.”

“iya bu, doakan saya ya…” kataku sambil pamitan.

Ketika berjalan keluar, aku sedikit berpikir…

Ya Allah…banyak sekali orang yang mendoakanku, banyak sekali orang yang menghawatirkan aku, banyak sekali orang yang mengharapkan keberhasilanku. Kenapa selama ini aku lalai yang Allah…

Akankah aku harus mengecewakan mereka lagi?

Haruskah aku kehilangan semua perhatian itu ya Allah??

TIDAK….

Aku tidak boleh melakukan itu

Aku akan berusaha keras untuk bisa memutus rantai kebodohanku ini

Aku akan berjuang untuk bisa membuatku terutama dan membuat mereka semua bernafas lega…

Ingin aku bisa melihat semua orang berkata “ akhirnya….”

Berkati aku ya Allah…