Thursday, April 30, 2015

They Have the Boss

Yes, they have the boss....

Great to knowing that...




I Am Proud to be Born as a Javanese People

Mau nulis banyak tentang ini, tapiiii.... ah sudahlah... :-p

Setidaknya kita tangkap saja idenya, aku yakin suatu saat aku akan tetap ingat kenapa dan bagaimana bisa aku menulis ini. Suatu saat itu, aku pasti akan jatuh cinta lagi pada saat ini, dan aku akan tetap bangga terlahir sebagai anak Jawa, dan masih memegang unggah ungguh Javanese.

Bukan berniat SARA, karena setiap orang pasti punya kebanggaan sendiri pada sukunya, agamanya, bangsanya, golongannya, dll. Mungkin kalau aku lahir dari keluarga Batak juga aku akan bilang I Am Proud to be born as a Batak People. No hard feelings on this matter. Hanya saja aku melihat dikanan dan kiriku mulai banyak teman yang menurutku, ehm... sudahlah. Mungkin mereka sudah pintar dan modern. Mboten nopo-nopo. 

Freedom Picture taken from here


Memang yang namanya adat istiadat, tata krama, tradisi, dan hubungan sosial itu akan terasa sangat membelenggu jika dan hanya jika kita ingin merasa dan menjadi pribadi yang bebas sebebas merpati. Karena hidup ini pilihan, maka kita sendiri yang bisa memilih dan memutuskan mau cara mana yang kita pilih. Sebetulnya dengan catatan kita tahu mengerti dan memahami konsekuensi dari setiap pilihan kita. Kalau belum bisa menerima konsekuensi nya dengan sadar, tanpa emosi, dan tanpa menyesal, lebih baik tidak usah mendeklarasikan diri sebagai orang yang modern. Belum saatnya... mungkin.

Kalau tidak ingin melihat orang dengan kaca mata unggah ngguh tata krama dan tradisi yang dibawa lahir, yaaa jangan.... ah sudahlah... tidak tega menulisnya. Biarlah... mungkin sedang galau saja. hehehehe. Satu kalimat saja deh ya: Mungkin banyak orang yang tertawa bersamamu ketika kamu bahagia, tapi perlu diingat juga bahwa ada segelintir orang yang berdarah-darah membantumu bisa tertawa... #lebay

Memang benar, orang-orang disekeliling kitalah yang akan membentuk siapa kita. Seiring dengan perubahan orang-orang disekeliling kita juga, maka kita akan berganti rupa. :-p

Mudah-mudahan, anak keturunanku dapat tumbuh dengan cita-cita besar, usaha yang benar, pemikiran yang luas, namun masih berpegang pada tata krama unggah-ungguh dan tradisi yang kami ajarkan. Penyesalan terbesarku adalah jika anak keturunanku tumbuh dengan pikiran sempit, dan tidak tahu tata krama.... Naudzubillahimindzalik...


Wednesday, April 29, 2015

Daun - Daun Berguguran

Daun yang jatuh ke atas air, akan mengalir kemanapun air membawanya pergi... Tapi kenapa dia bisa jatuh, terkadang bisa mengoyak rasa kita... Kepada daun jatuh, teruslah bergerak kesana kemari... Daun yang belum jatuh, hanya menunggu waktu saja...

Picture taken from here



Monday, April 27, 2015

Bukan Apa-Apa

Seperti judulnya, ini bukan apa-apa. Hanya kebetulan membuka beberapa link dan menemukan sesuatu yang bisa dijadikan pengingat diri. Mudah-mudahan berguna untuk orang lain juga. Kalau di medsos yang aku biasa temukan, orang-orang yang kekinian sering memberikan hashtag #noteformyself atau #plakformyself gitu... Padahal mungkin sebetulnya itu untuk orang lain yang mereka kenal....#eh :-p

"Bila kita dongkol dan tak menyukai pemarah, maka berjuanglah sekuat tenaga untuk tak jadi pemarah, karena bila sama-sama pemarah maka kita sama-sama tak disukai.” (Aa Gym)

“Semakin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin tertekan, tegang dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tak disukai.” (Aa Gym)

“Sikap emosional merupakan ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali.” (Aa Gym)

“Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk yang tak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu” (Aa Gym)

Aku bukan penggemar fanatik nya Aa' Gym, tapi kali ini banyak menyunting kalimat beliau. Di ambil dari sini.

Totally agree with those quotes. Dear friend... Let's try to be good and better day by day :-)

New Dream for Future and Better Life

Today, 20 April 2015

I start to be pregnant, again...

Whaaatttttt??? Hamidun??? Lagi??? Anak kedua???

Bukan... tenang...tenang... bukan hamil yang itu. Ini hamil yang lain... hamil hanya perumpamaanku saja. hehehe

Hari ini tiba-tiba aku memulai kehamilan untuk ide bisnis masa depan. Seperti biasa, ide dan ide. Hamil dan hamil tanpa melahirkan. Bukan tanpa melahirkan juga sih. Tapi lebih sering nya keguguran ide. Beberapa ide berhasil lahir ke dunia, namun tidak bertahan lama. Tapi aku tidak menyerah. If there is a will, there is a way :-)

Aku ingat suatu ketika membaca status teman (Ochot bukan ya?) atau buku gitu, lupa tepatnya. Katanya, sebuah mimpi/ide bisa muncul dan hilang kapan saja. Karenanya,  mimpi/ide itu harus cepat ditangkap dalam bentuk tulisan sebelum akhirnya hilang, lenyap tak berbekas dan tak berlanjut.

Baiklah... Aku akan menangkap mimpiku barusan ditulisan ini. Belum banyak yang bisa diceritakan, tapi gambar ini akan selalu bisa mengingatkanku tentang mimpi ini.



Gelap ya gambarnya? Iya gelap banget. Itu gambar sapi... Mudah-mudahan dimata orang juga terlihat sebagai sapi. Bukan hanya di kepala dan mataku. :-p

Sapi ini menyimpang seribu makna dan harapan suci. Entah apakah akan benar-benar membantu terhadap suatu usaha perubahan, atau hanya akan teronggok begitu saja, kalah terhadap ketidakpercayaan. Belakangan ini, semangadhku sedang membuncah, namun seperti biasa. Dia yang tidak terlalu percaya diri dan tidak bisa percaya orang, berusaha menggerogoti semangadh dan cita-citaku. Selalu begitu. Masih berharap akan ada perubahan, tapi entahlah... Mudah-mudahan saja.

Tapi seperti kata pepatah "Seribu jalan menuju Roma"

Friday, April 24, 2015

Mood Drop Se Drop - Drop nya

Beberapa hari terakhir ini, mood ku benar-benar amburadul. Berbagai hal rasanya menggerogoti senyum semangadhku. All gone.

Kalau dirunut sebagai berikut:

Penggerogot mood 1:

Teman 1: Ngapain ketemu ini?
Aku: Urusan dapur
Teman 1: Mbak, si ini pinjem itu?
Aku: Iya. koq lu tau
Teman 1: Soalnya dia pinjem aku juga tapi sampai sekarang belum balih.

Mood turun 1 level

Penggerogot mood 2:

Aku: Iya. tadi ngobrol ama teman 1, katanya ini juga pinjem ke dia sampai sekarang belum kembali.
Mr. X: Tuh kaaann... kamu ini kalau aku nggak ada, rem nya langsung ilang ya? Seenaknya ini itu begini begitu.
Aku: Ya kan tujuan nya baik. Lagian belum tentu begitu juga ke aku.
Mr. X: Duh, kamu ini kadang emang bikin benci banget tapi kadang bikin kangen banget. Ampe M*** aku!

Mood turun 1/2 level

Penggerogot mood 3:

Telpon ke Bank MantabBerdiriSendiri, ke CS yang namanya GN yang janji mau nelpon dari senen nggak nelpon juga,  dan cuma bilang:
Aku: Mbak, saya tunggu kabarnya katanya mau diinfo dari hari senin koq nggak ada berita ya?
GN: iya bu... jadi kemarin sudah berhasil diproses hari senin. Saya lupa tidak nelpon ibu.

Mood turun 1 level

Penggerogot mood 4:

Tengah hari angin kuenceng banget. Dikasih tahu tukang kebunku kalau atap terbuka dan patah. Grusak grusuk bantuin si bapak nindih atap pake balok kayu. Melihat mendung mulai menggelantung, malas mikir nasib rumah kalau hujan.

Mood turun 1/2 level

Penggerogot mood 5:

Baru sadar kalau internet mati dari mulai angin kencang dan tidak kembali membaik karena kabelnya ketarik.

Mood turun 1 level

Penggerogot mood 6:

Sore setelah angin kencang berlalu, mendadak rumah sepi jali. Clingak clinguk kemana gerangan si Dia sama tetehnya. Tengok ke tetangga, eh, nongkrong lagi mereka. Duuh... ini teteh koq makin lama hobi netangga nya makin menjadi... #sideeffectinisich

Mood turun 1/2 level

Penggerogot mood 7:

Ngobrol sama teman yang harus sebaiknya di sensor. Makin suram.

Mood turun 2.5 level

Penggerogot mood 8:

Ganti hari.... level mood masih level terendah di hari sebelumnya.

Subuh hujan deras, dan seperti yang sudah diprediksi kebocoran melanda.

Mood turun 1/2 level

Penggerogot mood 9:

Ada ngobrol rombongan online yang uhuk bikin ketawa nyengir sendiri banget.

Mood turun 1 level

Penggerogot mood 10:

Ada teman bukan ya? yang datang ke rumah karena kebetulan ada undangan makan di tetangga. Tapi lagi nggak mood dan nggak diundang sama yang punya hajat banyak kerjaan jadi nggak bisa ikut.

Mood stabil

#Scroll up ngitung level turun nya si mood

Ada 10 penggerogot mood yang sukses membuat mood turun 8.5 mood

Padahal sedia moodnya cuma 5 10. Lumayan masih sisa -3.5 1.5 buat naik motor keluar cari kado untuk tetangga yang lahiran.


Monday, April 20, 2015

New Blog Collaboration!

Yuhuuu....!

After about a month discussion, finally the Blog Collaboration is born....

Picture taken from here

Iya. Berawal dari sharing sebuah link tentang kepiawaian seseorang menjadi manusia setengah sempurna (kerja iya, cantik iya, pinter iya, kreatif iya, pengatur keuangan dan masa depan handal iya, de el el), berlanjutlah menjadi kepo kedalam, semakin kedalam dan semakin kedalam. Ke dalam blog nya maksudnya. Dan setelah diskusi ngalor ngidul masalah tujuan, target, kelebihan, kekurangan, de el el juga. Dan juga setelah bikin target pertama, setelah lewat dari target pertama, setelah bikin target baru dan akhirnya lewat lagi itu. hahaha... Sungguh... Ini lah the real kolaborasi antara dua orang yang sama-sama pejuang anget-anget tai ayam... Entah bagaimana akhirnya kami sepakat untuk berkolaborasi. Mungkin saat itu kami sedang lapar.... :-p

Pagi ini, Jeng Saphie meng-announce kalau email dan blog sudah di buat. Akhirnya aku dengan semangadh membuat kata pembukanya... Cihuyyy! posting pertama keluar... Mari berdoa dan berharap agar postingan pertama ini tidak akan selamanya sendiri. Dan secepatnya mendapat teman nangkring... :-)

Rasanya seperti mengangkat anak.
Dimana kita mendapatkan amanah baru, untuk dijaga, di rawat setiap hari/setiap minggu, ditengok sesering mungkin, dibelai selama mungkin. Duuh, jadi inget. udah berapa kali aku tidak amanah dan menelantarkan anak-anak angkat semacam ini... ck..ck..ck

Tidak apa-apa... Kita coba dan coba lagi. Mencoba selagi mau, mencoba selagi bisa, dan mencoba selagi gratis. Kalau gagal, anggap saja kesuksesan nya masih tertunda. Kalau berhasil, anggap aja ujian keimanan untuk menjadi konsisten... :-)

Bismillah dulu jangan lupa, agar diberikan kelancaran lisan dan jari, dibukakan hati penghilang rasa malas. Aamiin...