Friday, September 27, 2019

When Friday Feels Not Yay

I usually feels a Friyay, every Friday... Just not today...

Kenapa ya...
Ya kalau ditanya kenapa, aku sendiri juga tidak paham.
Mungkin karena Om Obin mati tadi malam? Bisa jadi.

Oh D**n!
Jangan lagi lah nonton drama yang berakhir mati di Malam Jumat. Bikin Friday not a FriYay saja.
Tapi tenang. Setelah Om Obin mati tadi malam, aplikasinya juga langsung RIP sih. Uninstalled.

Why?
Karena aku ingin menyambut weekend ini, dan weekday minggu depan tanpa aplikasi penyedot perhatian itu. Let's make a list on what I want to do for my "Pre-Sabbatical Moment" minggu depan:

1. Antar sekolah K karena doi masuk pagi.
2. Jogging santai di Lapangan Sempur lanjut ngadem dulu di bawah pepohonan maybe?
3. Pulang
4. Kerjakan proyek refreshing jari dan otak (pilih dulu mau yang mana)
5. Kerja 2 jam
6. Makan Siang
7. Kerja 2 jam
8. Lanjut refreshing otak dan jari?
9. Bercocok Tanam
10. Evaluasi & Buat list untuk besok.
12. Kindle Time?

Let see how it goes for the first day.... hahahahaa

Ok. Freewriting stop here. No more idea. End. Bye.

Tuesday, September 17, 2019

Bermesraan Dengan Sang Malam



Malam...
Adalah waktu idola
Adalah waktu yang ditunggu
Adalah waktu yang menunggu

Pada malam...
Aku menitipkan doaku...
Aku menitipkan mimpiku...
Aku menitipkan harapan-harapanku...

Hanya malam...
Yang mampu menelan dalam diam...
Yang mampu mendengar dalam kelam...
Yang mampu menjawab dalam bisu...
Yang mampu menenangkan dalam kegelapan...

Ketika malam...
Kukisahkan bagaimana detik berlalu menyambutnya...
Kunyanyikan dongeng tentang anak gembala yang hilang arah...
Kudendangkan bisikan angin yang membuaiku pada gemerlap dunia...

Ketika malam semakin dalam memeluk duniaku...
Mataku perlahan mulai bergelayut menutup...
Ketika malam mendekap semua doa dan harapanku...
Pikiranku mulai melayang kedalam kabut...

Jika masih ada diantara kalian yang tersesat sebelum bertemu malam,
Pulanglah...
Tunggulah cengkeraman malam membalut tubuhmu...
Mengunci semua pemberontakan dalam dirimu...
Meniupkan aroma ketenangan dan perdamaian dalam batinmu...
Berdamailah dengan malam...
Berdamailah dengan dirimu...

Hingga esok hari, kan kau dapati surat cinta indah dari sang malam menggelantung mesra dijendela kamarmu...

Surat cinta yang berjudul "Mentari Bersinar Menunggumu Menyambut Pagi"

#untukjiwayangsedanglelah
#istirahatlahistirahatlahistirahatlah
#sleeponitandwe'lltalkmoretomorrow
#love

Saturday, August 31, 2019

Lazy Saturday


Sabtu bersama bunda...

Sabtu pagi...
Sepertinya hari ini saya produktif sekali...
Latihan volley di pagi hari...
Pekerjaan rumah selesai...
Mbak K terurus kebutuhan dasarnya...
Dan cucian sudah berjajar menunggu ciuman mentari...

Ngopi sendiri sudah terlewati....
Ngapain lagi?

Cari inspirasi dulu deh
Leyeh-leyeh dulu sambil menikmati semilir angin dan cahaya matahari yang jatuh disela-sela dedaunan...

#selamatharisabtu
#enjoytheweekend
#longweekend

Friday, August 30, 2019

Sebuah Pagi Bagi Yang Berharap




Pagi...
Saat mentari mulai menampakkan sinarnya, saat itu pulalah semua harapan baru menyeruak menyibak kabut.
Ribuan tangan membuka pintu
Ribuan kaki melangkahkan kaki mereka untuk hari baru
Ribuan doa terpanjat untuk hari yang lebih baik dari kemarin
Ribuan harapan untuk hari yang lebih baik esok dan esoknya lagi

Pagi hari bersama para pelari...
Di lapangan yang legendary ini
Setiap pagi puluhan bahkan ratusan orang berlari
Ada yang berlari karena hobby,
Ada yang berlari karena mereka ingin berkeringat,
Ada yang berlari karena mereka ingin beraktifitas bersama dengan yang terkasih
Ada yang berlari karena mereka berharap bisa bertemu dengan yang terpilih
Ada yang berlari karena mereka ingin mengaburkan apa yang ada dibalik lari
Ada yang berlari karena mereka ingin mengisi hari
Ada yang berlari karena mereka ingin mengabadikan momen lari sehari
Ada yang berlari karena dengan berlari mereka tidak merasa sepi

Saya?
Berlari karena hari masih terlalu pagi
Berlari karena belum ada yang buka kedai kopi
Berlari karena ingin mengimbangi isi kepala yang berjalan cepat
Berlari karena dengan berlari saya bisa mengurai perlahan benang yang kusut
Berlari karena ada hal yang hanya bisa diingat ketika saya lari
Berlari karena ingin kembali mencatat hal-hal yang saya lupa ketika berjalan lambat

Di lapangan yang legendary ini...
Saya melihat kakek-kakek atau nenek-nenek yang berjalan perlahan menapakkan langkahnya satu demi satu...
Saya melihat bapak-bapak yang berjalan berkelompok, berjalan sambil tertawa terbahak-bahak
Saya melihat bapak-bapak yang berlari sendiri, sesekali melirik kekanan dan kekiri
Saya melihat ibu-ibu berjalan berjajar, memenuhi jalan sambil diskusi
Saya melihat ibu-ibu berjalan sendiri, dengan baju seksi sekali, dan handphone ditangan kiri
Saya melihat bapak dan ibu berjalan, sesekali bergandengan, dengan berbagai macam ekspresi
Saya melihat anak muda laki-laki dan perempuan berlari cepat, oh sepertinya mereka pelari
Saya melihat anak muda laki-laki dan perempuan berjalan santai, sibuk selfie
Saya melihat remaja perempuan, berpakaian seksi seksi
Saya melihat yang seksi, lebih sering berjalan sesekali lari
Saya melihat ibu-ibu dengan pakaian jogging rapi, berlari melawan arah kami... Hanya dia sendiri yang tahu pasti

Lihatlah...
Banyak sekali yang saya lihat setiap pagi dilapangan yang legendary ini

Bulan Agustus ini, saya cukup banyak berlari
Kita lihat bulan depan, apakah hal baik ini masih bisa terjadi

#lapangansempur
#joggingpagi
#pemandanganpagidilapangansempur
#seehearsmellandlearn

Tuesday, August 27, 2019

Me Time - Me Place


Seringkali orang menyebutkan kata "Me Time"

Kebanyakan mengartikan Me Time adalah waktu untuk memberikan kesenangan, menyenangkan, menikmati  dan melewatinya dengan hal-hal yang kita sukai. Bermacam-macam "Me Time" yang bisa dilakukan. Mulai dari Shopping bagi yang memang hobby, window shopping bagi yang senang, nongkrong di kafe bersama teman, nonton, olah raga, berkebun, melakukan hobby yang digemari, membaca, ataupun hanya sekedar berdiam diri dan membiarkan isi kepala bebas berkeliaran sejauh-jauhnya.

Untuk saya sendiri, saya lebih senang menggunakannya dengan beberapa hal yang saya sebutkan terakhir. Mulai dari Olah Raga hingga berdiam diri, itu adalah hal favorit saya.

Setelah mengantar anak saya sekolah, ketika badan sedang enak dipakai untuk beraktivitas, mood sedang bagus, dan sedang tidak ada pekerjaan mendesak, saya akan berjalan ke lapangan yang dekat dengan sekolah anak saya. Beberapa putaran lari dan jalan kaki sudah cukup membuat otak dan badan saya segar kembali. Biasanya saya lari sambil mendengarkan AudioBook... Untuk sekedar mengendalikan pikiran agar tidak terlalu jauh berkelana. Mungkin karena kebiasaan saya mendengarkan Audiobook dalam bahasa inggris ini, akhirnya membuat saya cenderung senang menambahkan obrolan dengan bahasa inggris di tulisan saya. Terkadang saya merasa lebih mudah mencari kata daripada dalam bahasa indonesia... #Plak #BelajarLagi.

Jika di rumah, saya juga senang berkebun. Meskipun hanya sekedar menyapu halaman, memasukkan sampah organik ke lubang-lubang biopori yang saya buat dihalaman, merawat hidroponik saya, atau menyemai benih baru. Menyenangkan sekali memelihara tanaman ketika mood sedang baik. Kalau mood sedang kurang baik, saya suka melupakan mereka. Hiks...

Hobby saya adalah merajut dan membuat craft... Tapi belakangan ini sangat jarang saya menyentuh benda-benda itu... Entahlah... Kurang motivasi atau kurang waktu atau kebanyakan maunya saya. hahaha

Membaca... Belakangan saya membaca, tapi bukan novel. Saya membaca panduan menulis yang dikirimkan teman baik saya. Yang ingin saya tidak hanya membaca novel, tapi juga belajar menulis. Membaca tulisan orang tentang teori-teori itu menyenangkan. Sudah lama saya tidak belajar. Membaca iya, tapi membaca novel kan bukan belajar. Kali ini saya meniatkan diri untuk melajar. Menggunakan otak yang semakin hari semakin polos ini... kekekekeke.

Me time favorit saya belakangan ini adalah berdiam diri sambil berayun-ayun di hammock. Duuuh... Saya cinta sekali sama Bang Thoyip yang menunjukkan pada saya bahwa pekarangan kami itu bisa banget dipakai untuk menghibur diri dikala gundah gulana atau rindu sedang menerpa. Eeeaaa
Bersyukur kami pernah menanam pohon Sawo Australia dan Sirsak ketika baru mulai membeli rumah tinggal ini. Jadi sekarang ketika kami butuhkan untuk bergelantungan, pohonnya sudah sangat kuat mampu menahan. Alhamdulillah...

Di hammock ini, ketika anak saya sedang bermain bersama temannya, saya sering berdiam berayun memandang dedaunan dan juga langit disela-selanya. Banyak hal bisa saya tarik dan saya tata ulang dari memori saya. Banyak hal yang ingin saya lakukan, tapi belum sepenuhnya terlaksana. Banyak hal yang tidak seharusnya saya lakukan, justru saya lakukan dengan seringnya. Mungkin banyak salah yang pernah saya lakukan, mungkin banyak khilaf yang menyebabkan cela. Mungkin ada hal yang saya lakukan membuat orang lain senang, mungkin ada hal yang membuat orang nyaman. Banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang saya pikirkan. Kontemplasi... :-)

Saya juga membaca diatas hammock ini juga... Sebelum akhirnya kantuk menerjang tentunya... hehe

Jadi, kalau ada yang tanya hal favorit dan tempat favorit saya untuk menghabiskan waktu adalah "Me Time at My Place - Hammcok" :-)

What's yours?

#love

Friday, August 23, 2019

Failed Bunda

Antara Kemarin... Dan Hari Ini... 

Niat hati sih sebetulnya pengen seperti ibu-ibu sempurna diluaran sana. Yang bisa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga sendiri, mengurusi anak sendiri, yet masih tetep bisa hang out sana sini setiap hari. Saya penasaran sekali, formula mereka itu seperti apa? Ajarkan saya, Jendral!

Saya? 

In the other hand...

Hanya karena Mas Bojo sedang keluar kota, asisten tak ada, sudah merasa chaos... Rumah tidak tertata, ngisi air kolam sampai 3 jam karena lupa, masak air sampai habis gas karena lupa, anak nggak dikasih makan karena lupa, anak nggak dimandikan karena lupa, nyuci kemarin pagi baru jemur tadi pagi... Apakah karena Drama Korea? Bukan Kisanak...!!! Karena pekerjaan sedang banyak-banyaknya, dan hampir semua ujungnya ada ASAP nya... 

Hari Ini, Jum'at 23 Agustus 2019. Hanya 3 hari setelah ulang tahunnya yang ke-6, saya membuatnya harus kesulitan. Alih-alih menghabiskan harinya dengan bahagia bersama teman-temannya disekolah, saya malah memaksanya ikut bersama saya datang ke Jekardah... 

Membolos sekolah karena emaknya harus apply visa, karena tidak ada yang bisa antar, jemput, dan tidak ada orang juga dirumah. Macam apa?  





It's really not an ideal way, nope. It's worst! I know... 

Bunda is working on it Mbak K, I am trying to find a way for us. Sabar yaaa... Nice girl! :-)

Apakah saya panik? Iya
Apakah saya kesal? Iya
Apakah saya marah? Iya

Tapi kemudian saya berfikir ulang, mereset kembali pikiran dan hati saya. 

Kenapa? Untuk apa? Apa untungnya? 

Dan akhirnya saya lepaskan semua dari pundak saya. Saya gandeng tangan anak saya, saya ajak dia berjalan menyusuri jalanan kota. Tak lupa sampil berdendang dan bercengkerama. All is well Mbak K... All is well... 


Saat ini saya sedang duduk kedinginan karena hembusan AC berlebihan disebuah ruangan, dibilangan Menteng, Jakarta. Menunggu untuk sebuah sticker yang ditempel dibuku kecil warna hijau saya. 

Mbak K? 

Dia sedang bercengkerama dengan Tante Salmul yang selalu bisa diandalkan... Thanks bunch, Tante Salmul... Lo juga bolos kerja buat ngasuh K ya. Ahahahha

When we see the world from a different angle, you will realize that world is just they way it is... Kita yang kadang menilai, menyimpulkan, menghakiminya karena perasaan kita sedang tidak nyaman...

#loveourlife

Thursday, August 15, 2019

Pengen Nulis Tapi Nulis Apa

Sering nggak sih mengalami hal ini? Pengen banget nulis, tapi semakin pengen semakin nggak tau apa yang mau ditulis?

Saya koq sering sekali ya... 

Biasanya saya menjadi gelisah. Kalau level nya akut, saya bisa gelisah dari bangun tidur sampai tidur lagi. Apakah seharian gelisah doank? Ya enggak... Hati saya gelisah, tapi tetap disambi menyelesaikan pekerjaan donk. Namanya juga tugas negara. Meskipun kadang ngerjainnya jadi banyak ada salahnya...

Tapi gelisah itu sangat mengganggu saya. Saya jadi merasa galau, kurang fokus, mellow, dan serba salah. Ketika saya paksa membuka blog, atau membuka 1 file word baru, atau membuka cerita yang sedang saya buat, jari saya seolah tidak mampu menambahkan sebaris kalimatpun. Mampet. 

Terkadang saya paksa untuk nyari ide melalui duduk diteras melihat pepohonan yang hijau. Sometimes berhasil tapi kebanyakan gagal. Terkadang saya paksa dengan muter-muter komplek naik motor. Sometimes berhasil tapi sering gagal juga. Ada yang punya tips? Glad to hear!

Oh iya, saya sharing aja deh kejadian kemarin sewaktu makan siang dengan orang kantor saya di Medja Resto yang sedang kondyang di kota ini. Seperti biasa, kami yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari ini makan siang sambil ber-haha dan ber-hihi. Kebetulan ada teman baik kami dari Filiphine yang sedang trip ke Indonesia dan ikut makan siang bersama. Maafkeun ya Jack, nggak jadi lihat suspension bridge karena Idul Adha itu waktu nya menyembelih sapi... :-p

Nah, seperti biasa juga kalau kami makan siang bersama, ada Mas H yang adalah suami dari Mbak S yang adalah juga bos kami dari Depok. Mas H ini adalah journalist senioren di Indonesia ini. Namanya sangat kondyang di Indonesiah ini sebagai journalist senior. Saya belum kesampaian juga ikut latihan penulisan dari beliau. Pengen rasanya belajar menulis dari beliau, tapi koq kadang saya minder sama Bu bos nya... Malu... heuhuehue

Kemarin itu kami berbagi mengenai banyak hal seperti drakor, film yang ditonton dipesawat, buku, dan lain-lain. Ketika sedang membicarakan tentang novel, Mas H berkata:
"Kalau suka baca novel, jangan cuma baca doank donk... Latihan nulis jugaa..." Katanya

Duh, di ujung lidah ini sudah pengen ngomong "Mas, saya sedang nulis novel remaja loh...." ah tapi malunya udah sampai ubun-ubun dulu. Receh banget sih nulis tentang novel remaja... Udah gitu kayak kepedean aja bakalan beneran jadi novel. Jangan-jangan berakhir di word file sajaaa.... heuehueheue. Eh enggak dink. Saya bisa terbitin sendiri, dan untuk konsumsi sendiri saja. Seperti yang waktu itu lho... Jaman kegelapan... Hahaha...

Tapi kemudian ketika kami semua mencari lokasi pemotretan, saya berjalan disamping Mas H dan memberanikan diri bertanya: 
"Mas, saya kan suka latihan nulis ya. Tapi jatuhnya koq kebanyakan dialog ya. Gimana caranya merubah cerita yang banyak dialognya menjadi nggak banyak dialognya?" tanyaku
"Kamu deskripsikan saja kondisinya... Latarnya... Suasananya... Perasaan yang lagi ngomong..." Kata beliau. 
"Iya ya... Tapi koq gampangan nulis dialog daripada yang nggak dialog ya...." Kataku (Pesimis banget sih). 
"Aku kayaknya punya buku-buku untuk menulis fiksi. Tapi e-book. Aku cariin dulu ya" Kata beliau lagi. 
"Asiiikk... Mau ya mas...." Kataku. 

Dan hari ini saya mendapat kiriman e-book yang kalau ditotal ya adalah 1800an halaman. Di iringi hujan dan angin diluar sana, ternyata didalam sini ada hujan buku gratis. Alhamdulillah... Insya Allah ditamatkan agar bisa menambah daya guna otak yang semakin lama koq semakin polos saja nampaknya... :-p

Laksana hujan dan angin yang saat ini sedang kembali pulang ke kotanya, rasanya hati saya juga merasa sedang dalam perjalanan pulang. Pulang kepada hobby yang lama tertinggalkan mungkin. #cucoklogi

Baiklah, sekian dululah ya tulisan bingung mau nulis apa nya... Saya mau membaca panduan yang dikirim sama suhu penulisan dulu. Biar suatu saat nanti ketika bertemu beliau, saya bisa dengan bangga mendekat, menyodorkan tumpukan kertas sambil berkata "Mas, minta tolong bantu baca dan koreksi tulisan saya ya..." #denganpedenya. 

#sepertiitu