Friday, May 8, 2015

Last Long Weekend

May Day is a May be Day

Beach and Us are Best Friend...!!!
Whatever.... Weslah ben e wae... Sik penting aku jalan-jalan duyu... Mari kita memantai...
Seperti biasa, anak gunung nemu pantai? Akupun seperti biasa jadi katrok ndesok. Guling-guling rolling-rolling... Nggak peduli dengan photo atau dokumentasi yang ciamik. Pokoke main di Pantaaiiii...

Jadilah oleh-oleh photo miskin cerita ini. Mudah-mudahan masih bisa membuat kalian pengen kesana. hehehe

Perjalanan ke Pantai Sawarna cukup panjang dan melelahkan. Terlebih untuk Denok K (singkatan baru nama Kiraniul gegara emaknya galau). Denok K beberapa kali ber uhuk uhuk minta turun dengan beberapa alasan. Sepertinya dia lelah. Pegel mungkin lebih tepatnya karena sepanjang jalan dia dipangku terus. No space karena penumpangnya padat merayap. Doakan Ayah dan Bunda mu agar tahun depan kita bisa punya mobil baru yang bagus ya nduk... Biar kita nggak perlu desak-desakan lagi... hehehehe #doanya maksa.

Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti sejenak di Pantai wisata pertama yang kami temui. Ada saung, ada warung, ada kamar mandi, ada pasir dan pantai... Iyalaah... Piye sih.
Namun sayang, disitu saya harus mendapat kabar sedikit kurang ceria. Tamu bulanan datang pas banget pas nyampe situ. Haduh, main di pantai tapi nggak bisa renang? Ada yang lebih sedih lagi nggak sih? Hiks....

Welcome to Tanjung Layar - Sawarna Beach!
Tapi nggak papa... Yang penting Denok K senang. Dia main pasir dan berendam di air laut. Seneng banget. Nggak mau selesai. hehehe. Yang lainnya sih duduk2 di saung, makan karekdok, makan mie telor, bakar-bakar tiwu telur, haha hihi, Denok K ya haha hihi sendiri di pasir pantai... :-p

Setelah beristirahat cukup lama dan kenyang, akhirnya kami melanjutkan ke penginapan yang sudah di booking bapake Denok K. Kami menginap di penginapan yang lokasinya persis didepan Pantai Goa Langir. Karena mendadak pesannya, jadi tidak sempat mencari yang lebih dekat ke Tanjung Layar. Tapi diakhir acara kami merasa beruntung bisa menginap di penginapan ini. Pantai Goa Langir juga bagus soalnya. hehehe.

Look... I found a treasure... Bungkus Jelly!
Sayangnya kami tidak berfoto didepan vila karena lupa. Benar-benar quality time yang akhirnya mengesampingkan photo session. Secara detail, penginapan kami bisa di baca disini.

Karena kami tiba masih di siang hari, maka kami putuskan untuk mengunjungi Pantai Tanjung Layar terlebih dahulu, baru kemudian besoknya ke Pantai Goa Langir. Denok K, Aku, Umi, dan Hijma naik ojek ke pantai nya, sedangkan Bapake Denok K, Mbak Ocy, Mbak Ulan, Abah, Om Gun, Tante Gina jalan kaki. Lumayan jauh juga dari jalan raya... heuheuheu

Pantai Tanjung Layar sudah layaknya pasar saat kami tiba. Ramai sekali. Ratusan pengunjung memadati area pantai, dan semua dengan kamera/hp ditangan. Wartawan sosmed dimana-mana :-)

Ditengah ratusan orang yang sibuk berphose dan berphoto, aku melihat ada sepasang kekasih bergandengan mesra menembus kerumunan. Yang perempuan dibantu dengan beberapa temannya mengangkat rok nya tinggi2 karena takut basah. Dilihat dari dandanannya, sangat mudah dikenali bahwa mereka hendak melakukan photo Prewed. So sweeettt....

Kamipun melewatkan sore dan petang di Pantai Tanjung Layar yang legendary itu. It was fun!

Menuju petang, kamipun beranjak menuju penginapan untuk membersihkan diri. Kali ini semua orang berjalan kaki, tidak naik ojek. Ternyata tidak terlalu jauh juga sebetulnya... Dan aku juga baru tahu kalau di sekitaran pantai Tanjung Layar itu banyak sekali penginapan yang letaknya didepan jembatan persis. Jadi sangat dekat dengan pantai. Kapan-kapan kalau ada kesempatan boleh dicoba juga itu :-)

Ditengah jalan, rasanya ada yang meneriakkan nama suami di depan sana "A Yudi... A Yudi..." Koq rasanya kenal sama suaranya ya... Aku yang berjalan di belakang celingak celinguk ke arah sumber suara. Rupanya Si Yuli... Hahaha... udah lama nggak ketemu sejak prahara seputar cintanya dulu. Sekarang dia terlihat jauh lebih.... Subur, makmur, bahagia... Rupanya dia serius mengelola usaha Travel Guide nya. Keren Yul...!

Malam harinya Suami dengan kreatif dan cintanya menyusuri jalanan dan menemukan Ikan Bakar yang enaaaaakkkk pake bingiiiitt.... I love you dear... Tau aja bini nya kelaparan. hehee. Malampun ditutup dengan senyum kenyang dan bahagia...

Paginya, seperti yang sudah direncanakan kami berjalan kaki ke Pantai Goa Langir yang pintu gerbangnya tinggal nyebrang dari penginapan kami. Awalnya kami berencana naik mobil kesana, tapi karena mobil sedang dibersihkan abah, iseng2 kami berjalan pelan sampai akhirnya tiba di pantai tanpa terasa.
I want THAT and I will be THAT and I will love THAT!
Ada dua goa yang dijadikan tempat wisata, tepat sebelum kita sampai di Pantai Goa Langir. Aku tidak mencoba masuk karena malas Denok K belum pernah tak ajak masuk gua. Di area pantai sendiri, ada beberapa penginapan ternyata. Yang aku bayangkan, pasti gerah sekali kalau malam dengan perpaduan angin laut dan suasana pantai... hohoho...

Seperti biasa, beberapa warung juga ada disana. Beberapa tenda berdiri ditepi pantai, dengan penghuni yang masih tidur nyenyak. Jadi rindu masa2 itu, masa2 kemping dimanapun kita mau. Soon we will do that again ya dear... #kedipkedip

Denok K bersama dengan ayahnya dan sepupunya bermain-main pasir dan air laut. Akupun menimbrung sesekali sambil menyuapi si denok. Kami tidak berlama-lama dipantai itu karena perjalanan pulang kami masih panjang. Ditambah lagi masih harus mampir kondangan. Hmm...

Setelah selesai bermain air, kamipun kembali ke penginapan, mandi dan packing. Akhirnya cusss kembali. Disepanjang perjalanan pulang, Denok K kembali merasa bosan dan lapar. Trik2 mulai dilancarkannya dengan alasan mau pipis atau mau pup. hehehe.... Sabar ya nak... ;-)

Perjalanan panjang, bersempit2an, berdempet2an, dan berbosan2an, namun sangat menyenangkan. Mudah2an tamu negara (Rosy dan Wulan) menikmati perjalanan mereka dari gunung menuju pantai. Sampai jumpa lagi dilain kesempatan yaaaa....

Cekidot beberapa photo yang kami ambil ketika berada di Pantai Tanjung Layar dan Pantai Goa Langir... ^_^
Hope You Enjoy this threat trip Mbak Rosy and Mbak Wulan!

We send Big Hi5 from here.... :-)

Let's be Happy Now and Then... Forever and Ever! :-)


Ayah - Anak Hi5

My very fave thing...
Got a big, long, and excited kisses from her











Daddy - Girl talk
Were you two spoken about Mommy?
Mommy - Girl Chat Along the Beach
Let's talk about boy... 

Tuesday, May 5, 2015

Live Laugh Love

Lovely picture taken from here

Live every moment,
Laugh every day,
Love beyond words...



Thursday, April 30, 2015

They Have the Boss

Yes, they have the boss....

Great to knowing that...




I Am Proud to be Born as a Javanese People

Mau nulis banyak tentang ini, tapiiii.... ah sudahlah... :-p

Setidaknya kita tangkap saja idenya, aku yakin suatu saat aku akan tetap ingat kenapa dan bagaimana bisa aku menulis ini. Suatu saat itu, aku pasti akan jatuh cinta lagi pada saat ini, dan aku akan tetap bangga terlahir sebagai anak Jawa, dan masih memegang unggah ungguh Javanese.

Bukan berniat SARA, karena setiap orang pasti punya kebanggaan sendiri pada sukunya, agamanya, bangsanya, golongannya, dll. Mungkin kalau aku lahir dari keluarga Batak juga aku akan bilang I Am Proud to be born as a Batak People. No hard feelings on this matter. Hanya saja aku melihat dikanan dan kiriku mulai banyak teman yang menurutku, ehm... sudahlah. Mungkin mereka sudah pintar dan modern. Mboten nopo-nopo. 

Freedom Picture taken from here


Memang yang namanya adat istiadat, tata krama, tradisi, dan hubungan sosial itu akan terasa sangat membelenggu jika dan hanya jika kita ingin merasa dan menjadi pribadi yang bebas sebebas merpati. Karena hidup ini pilihan, maka kita sendiri yang bisa memilih dan memutuskan mau cara mana yang kita pilih. Sebetulnya dengan catatan kita tahu mengerti dan memahami konsekuensi dari setiap pilihan kita. Kalau belum bisa menerima konsekuensi nya dengan sadar, tanpa emosi, dan tanpa menyesal, lebih baik tidak usah mendeklarasikan diri sebagai orang yang modern. Belum saatnya... mungkin.

Kalau tidak ingin melihat orang dengan kaca mata unggah ngguh tata krama dan tradisi yang dibawa lahir, yaaa jangan.... ah sudahlah... tidak tega menulisnya. Biarlah... mungkin sedang galau saja. hehehehe. Satu kalimat saja deh ya: Mungkin banyak orang yang tertawa bersamamu ketika kamu bahagia, tapi perlu diingat juga bahwa ada segelintir orang yang berdarah-darah membantumu bisa tertawa... #lebay

Memang benar, orang-orang disekeliling kitalah yang akan membentuk siapa kita. Seiring dengan perubahan orang-orang disekeliling kita juga, maka kita akan berganti rupa. :-p

Mudah-mudahan, anak keturunanku dapat tumbuh dengan cita-cita besar, usaha yang benar, pemikiran yang luas, namun masih berpegang pada tata krama unggah-ungguh dan tradisi yang kami ajarkan. Penyesalan terbesarku adalah jika anak keturunanku tumbuh dengan pikiran sempit, dan tidak tahu tata krama.... Naudzubillahimindzalik...


Wednesday, April 29, 2015

Daun - Daun Berguguran

Daun yang jatuh ke atas air, akan mengalir kemanapun air membawanya pergi... Tapi kenapa dia bisa jatuh, terkadang bisa mengoyak rasa kita... Kepada daun jatuh, teruslah bergerak kesana kemari... Daun yang belum jatuh, hanya menunggu waktu saja...

Picture taken from here



Monday, April 27, 2015

Bukan Apa-Apa

Seperti judulnya, ini bukan apa-apa. Hanya kebetulan membuka beberapa link dan menemukan sesuatu yang bisa dijadikan pengingat diri. Mudah-mudahan berguna untuk orang lain juga. Kalau di medsos yang aku biasa temukan, orang-orang yang kekinian sering memberikan hashtag #noteformyself atau #plakformyself gitu... Padahal mungkin sebetulnya itu untuk orang lain yang mereka kenal....#eh :-p

"Bila kita dongkol dan tak menyukai pemarah, maka berjuanglah sekuat tenaga untuk tak jadi pemarah, karena bila sama-sama pemarah maka kita sama-sama tak disukai.” (Aa Gym)

“Semakin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin tertekan, tegang dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tak disukai.” (Aa Gym)

“Sikap emosional merupakan ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali.” (Aa Gym)

“Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk yang tak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu” (Aa Gym)

Aku bukan penggemar fanatik nya Aa' Gym, tapi kali ini banyak menyunting kalimat beliau. Di ambil dari sini.

Totally agree with those quotes. Dear friend... Let's try to be good and better day by day :-)

New Dream for Future and Better Life

Today, 20 April 2015

I start to be pregnant, again...

Whaaatttttt??? Hamidun??? Lagi??? Anak kedua???

Bukan... tenang...tenang... bukan hamil yang itu. Ini hamil yang lain... hamil hanya perumpamaanku saja. hehehe

Hari ini tiba-tiba aku memulai kehamilan untuk ide bisnis masa depan. Seperti biasa, ide dan ide. Hamil dan hamil tanpa melahirkan. Bukan tanpa melahirkan juga sih. Tapi lebih sering nya keguguran ide. Beberapa ide berhasil lahir ke dunia, namun tidak bertahan lama. Tapi aku tidak menyerah. If there is a will, there is a way :-)

Aku ingat suatu ketika membaca status teman (Ochot bukan ya?) atau buku gitu, lupa tepatnya. Katanya, sebuah mimpi/ide bisa muncul dan hilang kapan saja. Karenanya,  mimpi/ide itu harus cepat ditangkap dalam bentuk tulisan sebelum akhirnya hilang, lenyap tak berbekas dan tak berlanjut.

Baiklah... Aku akan menangkap mimpiku barusan ditulisan ini. Belum banyak yang bisa diceritakan, tapi gambar ini akan selalu bisa mengingatkanku tentang mimpi ini.



Gelap ya gambarnya? Iya gelap banget. Itu gambar sapi... Mudah-mudahan dimata orang juga terlihat sebagai sapi. Bukan hanya di kepala dan mataku. :-p

Sapi ini menyimpang seribu makna dan harapan suci. Entah apakah akan benar-benar membantu terhadap suatu usaha perubahan, atau hanya akan teronggok begitu saja, kalah terhadap ketidakpercayaan. Belakangan ini, semangadhku sedang membuncah, namun seperti biasa. Dia yang tidak terlalu percaya diri dan tidak bisa percaya orang, berusaha menggerogoti semangadh dan cita-citaku. Selalu begitu. Masih berharap akan ada perubahan, tapi entahlah... Mudah-mudahan saja.

Tapi seperti kata pepatah "Seribu jalan menuju Roma"