Monday, April 27, 2015

Bukan Apa-Apa

Seperti judulnya, ini bukan apa-apa. Hanya kebetulan membuka beberapa link dan menemukan sesuatu yang bisa dijadikan pengingat diri. Mudah-mudahan berguna untuk orang lain juga. Kalau di medsos yang aku biasa temukan, orang-orang yang kekinian sering memberikan hashtag #noteformyself atau #plakformyself gitu... Padahal mungkin sebetulnya itu untuk orang lain yang mereka kenal....#eh :-p

"Bila kita dongkol dan tak menyukai pemarah, maka berjuanglah sekuat tenaga untuk tak jadi pemarah, karena bila sama-sama pemarah maka kita sama-sama tak disukai.” (Aa Gym)

“Semakin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin tertekan, tegang dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tak disukai.” (Aa Gym)

“Sikap emosional merupakan ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali.” (Aa Gym)

“Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk yang tak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu” (Aa Gym)

Aku bukan penggemar fanatik nya Aa' Gym, tapi kali ini banyak menyunting kalimat beliau. Di ambil dari sini.

Totally agree with those quotes. Dear friend... Let's try to be good and better day by day :-)

New Dream for Future and Better Life

Today, 20 April 2015

I start to be pregnant, again...

Whaaatttttt??? Hamidun??? Lagi??? Anak kedua???

Bukan... tenang...tenang... bukan hamil yang itu. Ini hamil yang lain... hamil hanya perumpamaanku saja. hehehe

Hari ini tiba-tiba aku memulai kehamilan untuk ide bisnis masa depan. Seperti biasa, ide dan ide. Hamil dan hamil tanpa melahirkan. Bukan tanpa melahirkan juga sih. Tapi lebih sering nya keguguran ide. Beberapa ide berhasil lahir ke dunia, namun tidak bertahan lama. Tapi aku tidak menyerah. If there is a will, there is a way :-)

Aku ingat suatu ketika membaca status teman (Ochot bukan ya?) atau buku gitu, lupa tepatnya. Katanya, sebuah mimpi/ide bisa muncul dan hilang kapan saja. Karenanya,  mimpi/ide itu harus cepat ditangkap dalam bentuk tulisan sebelum akhirnya hilang, lenyap tak berbekas dan tak berlanjut.

Baiklah... Aku akan menangkap mimpiku barusan ditulisan ini. Belum banyak yang bisa diceritakan, tapi gambar ini akan selalu bisa mengingatkanku tentang mimpi ini.



Gelap ya gambarnya? Iya gelap banget. Itu gambar sapi... Mudah-mudahan dimata orang juga terlihat sebagai sapi. Bukan hanya di kepala dan mataku. :-p

Sapi ini menyimpang seribu makna dan harapan suci. Entah apakah akan benar-benar membantu terhadap suatu usaha perubahan, atau hanya akan teronggok begitu saja, kalah terhadap ketidakpercayaan. Belakangan ini, semangadhku sedang membuncah, namun seperti biasa. Dia yang tidak terlalu percaya diri dan tidak bisa percaya orang, berusaha menggerogoti semangadh dan cita-citaku. Selalu begitu. Masih berharap akan ada perubahan, tapi entahlah... Mudah-mudahan saja.

Tapi seperti kata pepatah "Seribu jalan menuju Roma"

Friday, April 24, 2015

Mood Drop Se Drop - Drop nya

Beberapa hari terakhir ini, mood ku benar-benar amburadul. Berbagai hal rasanya menggerogoti senyum semangadhku. All gone.

Kalau dirunut sebagai berikut:

Penggerogot mood 1:

Teman 1: Ngapain ketemu ini?
Aku: Urusan dapur
Teman 1: Mbak, si ini pinjem itu?
Aku: Iya. koq lu tau
Teman 1: Soalnya dia pinjem aku juga tapi sampai sekarang belum balih.

Mood turun 1 level

Penggerogot mood 2:

Aku: Iya. tadi ngobrol ama teman 1, katanya ini juga pinjem ke dia sampai sekarang belum kembali.
Mr. X: Tuh kaaann... kamu ini kalau aku nggak ada, rem nya langsung ilang ya? Seenaknya ini itu begini begitu.
Aku: Ya kan tujuan nya baik. Lagian belum tentu begitu juga ke aku.
Mr. X: Duh, kamu ini kadang emang bikin benci banget tapi kadang bikin kangen banget. Ampe M*** aku!

Mood turun 1/2 level

Penggerogot mood 3:

Telpon ke Bank MantabBerdiriSendiri, ke CS yang namanya GN yang janji mau nelpon dari senen nggak nelpon juga,  dan cuma bilang:
Aku: Mbak, saya tunggu kabarnya katanya mau diinfo dari hari senin koq nggak ada berita ya?
GN: iya bu... jadi kemarin sudah berhasil diproses hari senin. Saya lupa tidak nelpon ibu.

Mood turun 1 level

Penggerogot mood 4:

Tengah hari angin kuenceng banget. Dikasih tahu tukang kebunku kalau atap terbuka dan patah. Grusak grusuk bantuin si bapak nindih atap pake balok kayu. Melihat mendung mulai menggelantung, malas mikir nasib rumah kalau hujan.

Mood turun 1/2 level

Penggerogot mood 5:

Baru sadar kalau internet mati dari mulai angin kencang dan tidak kembali membaik karena kabelnya ketarik.

Mood turun 1 level

Penggerogot mood 6:

Sore setelah angin kencang berlalu, mendadak rumah sepi jali. Clingak clinguk kemana gerangan si Dia sama tetehnya. Tengok ke tetangga, eh, nongkrong lagi mereka. Duuh... ini teteh koq makin lama hobi netangga nya makin menjadi... #sideeffectinisich

Mood turun 1/2 level

Penggerogot mood 7:

Ngobrol sama teman yang harus sebaiknya di sensor. Makin suram.

Mood turun 2.5 level

Penggerogot mood 8:

Ganti hari.... level mood masih level terendah di hari sebelumnya.

Subuh hujan deras, dan seperti yang sudah diprediksi kebocoran melanda.

Mood turun 1/2 level

Penggerogot mood 9:

Ada ngobrol rombongan online yang uhuk bikin ketawa nyengir sendiri banget.

Mood turun 1 level

Penggerogot mood 10:

Ada teman bukan ya? yang datang ke rumah karena kebetulan ada undangan makan di tetangga. Tapi lagi nggak mood dan nggak diundang sama yang punya hajat banyak kerjaan jadi nggak bisa ikut.

Mood stabil

#Scroll up ngitung level turun nya si mood

Ada 10 penggerogot mood yang sukses membuat mood turun 8.5 mood

Padahal sedia moodnya cuma 5 10. Lumayan masih sisa -3.5 1.5 buat naik motor keluar cari kado untuk tetangga yang lahiran.


Monday, April 20, 2015

New Blog Collaboration!

Yuhuuu....!

After about a month discussion, finally the Blog Collaboration is born....

Picture taken from here

Iya. Berawal dari sharing sebuah link tentang kepiawaian seseorang menjadi manusia setengah sempurna (kerja iya, cantik iya, pinter iya, kreatif iya, pengatur keuangan dan masa depan handal iya, de el el), berlanjutlah menjadi kepo kedalam, semakin kedalam dan semakin kedalam. Ke dalam blog nya maksudnya. Dan setelah diskusi ngalor ngidul masalah tujuan, target, kelebihan, kekurangan, de el el juga. Dan juga setelah bikin target pertama, setelah lewat dari target pertama, setelah bikin target baru dan akhirnya lewat lagi itu. hahaha... Sungguh... Ini lah the real kolaborasi antara dua orang yang sama-sama pejuang anget-anget tai ayam... Entah bagaimana akhirnya kami sepakat untuk berkolaborasi. Mungkin saat itu kami sedang lapar.... :-p

Pagi ini, Jeng Saphie meng-announce kalau email dan blog sudah di buat. Akhirnya aku dengan semangadh membuat kata pembukanya... Cihuyyy! posting pertama keluar... Mari berdoa dan berharap agar postingan pertama ini tidak akan selamanya sendiri. Dan secepatnya mendapat teman nangkring... :-)

Rasanya seperti mengangkat anak.
Dimana kita mendapatkan amanah baru, untuk dijaga, di rawat setiap hari/setiap minggu, ditengok sesering mungkin, dibelai selama mungkin. Duuh, jadi inget. udah berapa kali aku tidak amanah dan menelantarkan anak-anak angkat semacam ini... ck..ck..ck

Tidak apa-apa... Kita coba dan coba lagi. Mencoba selagi mau, mencoba selagi bisa, dan mencoba selagi gratis. Kalau gagal, anggap saja kesuksesan nya masih tertunda. Kalau berhasil, anggap aja ujian keimanan untuk menjadi konsisten... :-)

Bismillah dulu jangan lupa, agar diberikan kelancaran lisan dan jari, dibukakan hati penghilang rasa malas. Aamiin...

Friday, April 17, 2015

My (not-so) Little Girl

Well...

Punya anak perempuan itu banyak sekali cerita menariknya. Dari hari kehari selalu ada saja tingkah lucu, unik, menyenangkan, dan mengejutkan dari anak ini. Bayi? Sudah bukan lagi... Anak gadis? Belum laaahh... Tapi koq kelakuannya sudah seperti anak gadis pada umumnya? Ok. mungkin penengahnya, dia adalah gadis kecil...

Si Gadis kecil ini sedang mengeksplor dirinya dan menirukan sekelilingnya. Apa yang dia lihat, dia praktek kan. Karena dia adalah gadis kecil, dia mempraktekan ala ala gadis kecil. Jadinya? lucuuuu... :-)


Gambar ini contohnya....

Dia sudah lebih mahir berdandan daripada ibunya. Ibunya malah nggak bisa dandan. Tapi lihat gaya si anak gadis kecil ini... Mantab sekali... :-p

Time flies indeed... You're not so little anymore... Stay health baby Kiraniul... :-)


Thursday, April 16, 2015

Berani Mencoba Itu Baik

Ppffiiuuhh...

Gambar dari sini
Setelah maju mundur cantik serong kiri serong kanan, akhirnya aku beranikan diri mengeksekusi beberapa hal di MINGGU INI. Busyeettt... Semua aku eksekusi dalam satu minggu. Kenapa? Karena kalau ditunda, bisa jadi terpengaruh keogah-ogahannya suami dan akhirnya mundur teratur sampai bablas. hehehe

Insya Allah dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, akhirnya persiapan dana sekolah SD, SMP, dan SMU Kiraniul sudah terdaftarkan. Untuk Universitas dan pensiun emak bapaknya nanti dipikir lagi deh. Kita lihat dulu beberapa tahun ini. Let see how it goes... If all go smooth as i planned, Untuk Universitas dan Pensiun bisa menyusul. Aamiin....

Minggu ini, jam kerjaku jadi jumpalitan memang. Semua gegara banking things. Kadang bangun subuh mruput kerja, abis itu ke bank, terus pulang kerja lagi. Kadang kerja dulu setengah hari, sekalian istirahat makan siang ke bank, dan pulang kerja lagi. Hari ini beda lagi. Aku ijin ke supervisorku dari pagi. Jadi pas istirahat makan siang udah dirumah lagi, ngeblog dulu sebentar. hehehe.

Wilis road to Bank juga minggu ini. Dari bank satu ke bank lainnya. Demi mencari dan memberi yang terbaik (emangnya IPB? hehehe). Ditambah adegan ngantri sambil ngantuk. Nggak nemu bank nya, dll. Menyenangkan... Kecuali panas nya :-)

Mudah-mudahan sehat, rejeki lancar dan berkah. Aamiin.

Bulan ini rada kliyengan aku dengan excel seputar financial planning. Meng-kopi informasi dari blog nya mbak Darina Kamil, katanya ada tiga tahapan dalam hal financial planning.

1. Financial Planning
2. Financial Independence
3. Financial Freedom

Alhamdulillah, sudah masuk di tahap Financial Independence sejauh ini. Karena sudah membayar tagihan sendiri, dan sudah memiliki properti atas nama sendiri. Mari kita menuju financial freedom. Ngapain ya biar bisa begitu? hahaha.... Another puyeng is coming kalau ditanya mau ngapain... ;-p

Mau nulis secara jentreng dan gamblang seperti Bu Kamil itu rasanya masih belum PD. hiks... hiks... Maluuuu.... hahaha

Perkursusan suram nasibnya... Kursus pertama sudah selesai, tapi membuahkan hina dina dari Ayah nya Kiraniul karena tidak di ambil penuh dan masih nggak berani jalan sendiri. hahahaha

Kursus kedua masih belum daftar. Tapi masih berada di top list to do. Kapan? kapan-kapan deh yaa.... ~_~

Tidak apa-apa. Berani mencoba itu baik. Setidaknya jadi tau seberapa kemampuan kita. Kalau kurang nanti kita tambah, kalau sudah cukup nanti kita tambah biar lebih bisa. Betul? :-p

Smangadh...Smangadh...!!!

Tuesday, April 14, 2015

Ngantri dan Ngantuk

Tips hari ini:

1. Jangan sekali-kali kita gabungkan Ngantri dan Ngantuk. Akibatnya akan sangat rugi kita akhirnya.

2. Kalau ingin Ngantri, sebaiknya jangan Ngantuk.

3. Kalau sedang Ngantuk lebih baik jangan Ngantri

4. Kalau Ngantri dalam kondisi Ngantuk, pastikan dalam antrian yang benar.

5. Kalau Ngantri dalam kondisi Ngantuk, pastikan mengantri sesuatu yang benar.

6. Kalau Ngantri dalam kondisi Ngantuk, pastikan mengantri pada saat yang  benar.

Demikian.

Pengalaman buruk siang ini:
Setelah Road to Bank lagi, akhirnya sampailah aku di Bank urutan terakhir. Sampai di bank itu sekitar pukul 1, saat yang sangat tepat untuk napping. Setelah mengambil antrian, ouch... Lebih dari 10 antrian dan alamat lebih dari 1 jam pasti ini, batinku.

Akhirnya akupun duduk manis sambil terkantuk-kantuk. mendekati tiga perempat jam kemudian, aku iseng jalan-jalan ke ruangan sebelah dan memutuskan untuk memasukkan uang cash yang sedianya ingin aku bawa ke ruang sebelah tadi. Setelah proses menabung selesai, aku kembali ke posisi awal dan kembali terkantuk-kantuk.

Ketika antrian semakin berkurang dan tinggal 2 orang lagi didepanku, sekilas ada ingatan yang datang mendekat. #plak rasanya pipiku seperti ditampar hingga kantukku hilang seketika. Dengan ragu-ragu aku berdiri dan berjalan ke arah Pak Satpam. Aku pun bertanya padanya :

"Pak, katanya kalau urusan Ngurusi Duit itu cuma sampai jam 1 ya pak?"
"Ibu keperluannya apa?"
"Membeli saja"
"Sebentar ya bu saya tanyakan dulu"

Beberapa saat kemudian Pak Satpam datang lagi dan memberikan berita buruk itu.

"Iya bu, sudah tutup. Cuma sampai jam 1 saja"

Toeng toeng toeng....

OK. Jadi, kembali pada tips di atas ya... Cam kan itu! :-)