Tuesday, August 10, 2010

Monday, August 9, 2010

Feels Like Home

Sometimes, I feels empty
When its happen to me, I'm here....

This song is my feel about you, you, and all of you


Feels like home
by : Chantal Kreviazuk

Somethin' in your eyes, makes me wanna lose myself
Makes me wanna lose myself, in your arms
There's somethin' in your voice, makes my heart beat fast
Hope this feeling lasts, the rest of my life

If you knew how lonely my life has been
And how long I've been so alone
And if you knew how I wanted someone to come along
And change my life the way you've done

It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I come from
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I belong

A window breaks, down a long, dark street
And a siren wails in the night
But I'm alright, 'cause I have you here with me
And I can almost see, through the dark there is light

Well, if you knew how much this moment means to me
And how long I've waited for your touch
And if you knew how happy you are making me
I never thought that I'd love anyone so much

It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way the back where I come from
It feels like home to me, it feels like home to me
It feels like I'm all the way back where I belong

It feels like I'm all the way back where I belong


This is soundtrack of the movie titled My Sister Keeper.
As you know that this is one of my favorite movie.
Very deep meaning for me

"We must always be happy, where ever we are"

Sunday, August 8, 2010

Kami Datang Kembali


Menginjakkan kaki kembali ke tempat yang sudah lama tidak kita datangi. Melihat seberapa banyak perubahan yang telah terjadi. Merasakan aroma baru yang sedikit berbeda dengan aroma ketika terakhir kali aku di sana. Bernostalgia dengan beberapa teman mengenai masa lalu. It’s been a long time for me not to be here…. Kataku dalam hati. Hmm…. Meskipun kurang dari 2 bulan, tetapi rasanya lamaaa sekali. :)


Tidak banyak yang berubah ternyata. Hanya saja tempat itu rasa-rasanya lebih cerah dan bersih daripada dulu. Kemungkinan besar hal itu terjadi karena sebagian besar penduduknya sedang bedhol desa ke tempat lain untuk sementara. Lihat saja nanti ketika mereka semua kembali pulang, maka semua akan kembali seperti semula. Berantakan… :p


Beberapa cat yang melapisi jendela, telah di hapuskan. Spanduk bekas dengan ukuran raksasa yang dulu di bentangkan di halaman belakang juga telah di gulung. Agar tidak terkesan kumuh, kata mereka. Hasilnya, ruangan belakang menjadi transparan dari luar, dan pemandangan kebun singkong yang sunyi senyap dengan leluasa membayangi tiap orang yang berada di ruang belakang itu. Kesannya lebih menyeramkan, kata salah seorang teman yang pada akhirnya tidak mau di tinggal sendiri di ruangan itu karena kesan seramnya.


Televisi 21 Inch hasil dari kolekan uang 20 ribuan masih duduk mesra di sudut ruangan. Kesepian, berduka dan memantulkan bayangan suram dan berbintik2 karena telah lama di tinggal mati pasangan hidupnya, antenna automatic yang berdiri tegak di depan kamar mandi. Penyebaran informasi mengenai kemajuan teknologi antenna yang tidak merata pada teman2ku lah yang membuatnya mati mengenaskan. Tercekik kabel yang seharusnya tidak di ulur sedemikian kerasnya. Tinggalah si televisi yang dengan pasrah berusaha sekuat tenaga menghibur kami, dengan kemampuan yang terbatas untuk menampilkan gambar sempurna. Dia harus sabar dan tahan banting menghadapi kami yang selalu menuntut sajian sempurna, namun tidak mau berusaha memberinya belahan hati yang baru, antenna.


Kasur busa yang semakin berkurang ketinggiannya, sudah telanjang bulat dan kehilangan baju kebesarannya. Tinggallah dia yang terkadang di selimuti dengan selembar kain, atau selimut tipis-tipis saja. Rupanya ada beberapa penghuni baru yang cukup baik hati dengan merelakan bedcover dan karpetnya di gunakan secara massal di sana. Sehingga kami bisa tidur dengan cukup nyaman dan hangat, berteman gemerisik suara tv.


Sebuah informasi yang cukup menarik di beritakan oleh teman2 yang masih selalu update di sana.


“Iwan Fals mau konser di sini lho…” katanya

“Hah…serius?”

“Semoga saja jadi… sekarang sih masih mengurus perijinan dan segala macam ke rektorat. “

“Lho, koq bisa dia mau manggung di sini?”

“Bukan konser yang pakai ticketing sih… Cuma mau road show di lapangan/jalan gitu. Dia pakai truk gitu kayaknya. “


“Oh, dia tujuannya kota atau kampus?”

“Kampus… 3 kampus dalam 3 hari. 2 Jakarta, 1 Bogor. Managernya Iwan Fals ternyata anak Mapala juga, jadinya dia menghubungi kita. Karena dia tahu perijinan kampus kita kan sulit. Tapi biasanya kalau di tembus pakai jalur mapala sedikit lebih mudah. “

“Oh gitu…. Wah, mantab donk ya… bisa kali kalau gitu mah…”

“Sedang di usahakan. Tapi Mister Jungle Man kan baru pulang dari Luar Negri. Masih melayang2 dia… belum menginjak tanah. Nanti kalau euphoria luar negri-nya sudah hilang, mungkin baru di bicarakan. “


Hmm….. menarik…menarik… Aku jadi teringat konser di kampus ini yang terakhir kali di gelar di dekat gedung GWW. Saat jam sholat zuhur, tiba2 mike dan sound system mati. Rupanya eh ternyata, ada pihak2 yang merupakan anggota kelompok agama garis keras di kampus ini beraksi dan mensabotase aliran listrik ke arena konser. Ppffiiuuhhh…. Bukan cara yang elegan untuk menunjukkan power-nya bukan? :p


Semakin mendekati malam, datang satu teman dengan membawa keripik tempe. Dengan tenang kami menyantapnya. Jarang2 kami bisa merasakan ketenangan dalam menyantap suatu makanan. Itu hanya bisa terjadi manakala sebagian besar penghuni sedang tidak berada di tempat. Kalau semua penghuni lengkap keberadaannya, maka keripik tempe satu kantong itu hanya akan bertahan selama kurang dari 5 detik. Dan berakhir dengan kantong plastic yang terkoyak tak berbentuk.


Tidur dengan posisi malang melintang, bertumpuk dengan mereka adalah sesuatu yang sangat aku rindukan. Terlaksana dengan sukses tadi malam. Akibat dari perdebatan panjang “jadinya kemana kita?” dengan pacar. Rencana awal adalah ke rumahnya di ujung pulau jawa bagian barat sana, namun batal karena dianya sendiri masih ragu2. Dan di sinilah kami berakhir. :)


Tidur pulas setelah heboh saling menakut2i dengan cerita si noni belanda, membuat nyaman dan penuh sensasi. Masih saja tidak heran melihat si TV masih menyala jam 4 pagi karena ada teman yang “insomnia” dan menunggu kantuk dengan olah raga jari memencet remote control. Fiiuhh…. Masih saja sama seperti dulu.


Pagi ini, kami membuka mata dan memiliki keinginan yang sama. “Ngopi pagi2 di warung si emak belakang GOR”. Dan kesanalah kami semua dengan beberapa agenda. Ada yang hanya ingin ngopi2 seperti layaknya aku, pacar, dan seorang teman, ada yang ingin sarapan, dan ada juga yang sekedar mengintil demi bisa meminta pulsa sms. :p


Apa yang paling nikmat dilakukan di pagi hari setelah sarapan bersama teman? Yeepp….. Bengong berjama’ah. Di sofa hitam buluk yang sudah mengalami beberapa kali reinkarnasi dan sudah kembali mengelupas di sana-sini itulah kami semua duduk bengong. Ada juga yang sedikit kreatif dengan menyalakan laptop di meja, tapi kemudian bengong juga memandangi laptopnya. Kasian si laptop yang tak bersalah itu, harus merasa bersalah karena si majikan melihatnya dengan tatapan kosong.


Aku? Bengong dengan melihat beberapa ornament yang ada di sekitar situ. Benda2 purbakala yang sudah ada jauh sebelum aku datang ke tempat itu, dan masih ada sampai sekarang, dan masih akan tetap ada sampai beberapa abad mendatang, yang hanya terkadang berpindah posisi (lebay). Mataku tiba2 berhenti pada sederet benda yang menggantung di dinding itu. Jumlahnya ada 4 yang di deretkan rapi. Salah satunya merupakan gabungan dari 3 kecil2. Jadi kalau di hitung jumlah bendanya ada 7. Tiba2 aku tertarik untuk membahasnya dengan mereka2 yang sedang bengong. Lagipula ada pacar yang sudah sering datang ke tempat asal ke-7 benda itu. Lumayan untuk bahan obrolan di pagi hari.


“Wahai pacarku, aku ingin bertanya sesuatu. Memangnya benar ya, ada orang yang memakai koteka sebesar itu?” jariku menunjuk kea rah 7 benda itu. Salah satu dari 7 benda itu memang sangat besar.


Agenda bengong pagi hari langsung buyar mendengar topic yang aku lemparkan. Semua menjadi focus dan terarah. Mata ke arah 7 benda itu pastinya, meskipun otak berada entah dimana.


“Ya memang ada. Jadi sampai seolah2 di sampirkan di bahu gitu.” Katanya

“Lho, berarti ada juga yang ukurannya sekecil itu?” tanyaku lagi.


Kami semua tertawa. Entah menertawakan apa. Aku sendiri tidak yakin. Mungkin mentertawakan kemungkinan seseorang menggunakan koteka dengan ukuran sedemikian mini. Kataku sambil menatap 3 buah koteka yang di untai menjadi 1 itu. Mungkin…..


“Bukan…. Itu kan Cuma souvenir…” kata dia lagi. Oooooo……. Dan mulut kamipun bergerak sama. :p

“Oh iya, bagaimana jadinya kalau misalkan seorang yang pakai koteka melihat sesuatu misalnya cewek dan kemudian merasa Horny? “ tanyaku lagi.

“Ya kotekanya langsung melesat terbang… wuzzzz” kata dia yang langsung di sambut oleh tawa kami.

“Hahahaaaa….. atau mungkin langsung retak kretek…kretek…. Gitu ya?” kataku.

“Ho oh… bisa juga kayak gitu….”


Puas kami mentertawakan diri kami sendiri. :p


“Tapi kan tingkat penyebab horny-nya mereka sangat berbeda dengan lelaki yang ada disini kali….” Kata salah seorang teman yang pandai menulis dan pintar ber-gitar.

“Lho, masa sih?”

“Iya kan… buktinya disana kan para wanita wira-wiri nggak pakai baju juga biasa aja kan…” katanya lagi.

“Oh iya yaa….. heheheeee”


Dan obrolan mengenai koteka pun selesai. Salah seorang teman yang sedang memperjuangkan cinta nya pada teman yang mantan ketua berkata,

“Ah, aku jadi pengen mendengarkan lagu2 Iwan Fals ah.. siapa tahu nanti dia jadi road show di sini. Aku mau norak2 ah… minta foto dan tanda tangan gitu deh….”


Dan music hari minggu pagi ini akhirnya menjadi Iwan Fals…. Semoga saja Mister Jungle Man sudah tidak terlena dengan euphoria luar negerinya dan melihat niat baik Iwan Fals dengan hati yang lapang, sehingga izin tempat nya bisa terkabul. Amin.


Pagi pun beranjak pergi dengan perlahan. Beberapa orang, termasuk si pacar memilih untuk pergi ke shock market alias pasar kaget di depan sana untuk sekedar melihat2 benda2 unik dan jajanan pasar. Teman yang memutar lagu Iwan Fals sibuk dengan piring dan gelas kotor di belakang sana. Dan Aku??? Berusaha menuliskan apa yang terjadi antara kemarin, tadi malam, dan pagi ini. J

Thursday, August 5, 2010

Down Connection

"Belum kemarin, bukan sekarang, belum tentu besok, mungkin saja suatu saat nanti....."
Amin :)


When i see the reality
When you told me the fact
When you show me the rule
Always exclude me

The luxury is yours
The excellent is yours
The perfect is yours
Everything is yours, and them

Let me laugh loudly
For my self
For my mind
For mine

There is no chance
There is no time
There is no hope
There is nothing

Good for you, not me
Nice for you, not me
Lovely for you, not me
Everything is about you...
Not about me...

Better to bla...bla...bla..., right ?
Soon or slowly ?
Now or later ?
I don't wanna answer

Dan pada akhirnya :
"Si Amien masih di Antartika. Nunggu jemputan nggak dateng2. Doa n ngarep aja terus ampe uzzur yaaa...*EsmosiEsmosiEsmosi* :p "

*OnTheMostBasicFloor,WhenYouAreMoreThanOne*

Saturday, July 31, 2010

Silver Queen


And again.....
One year has gone.... :)
I still on the way...
I still on my way... :p

There is a lotta love,
Coz everybody needs a lotta love.
Like 3 Diva song :)

And yesss....!!!
I got a lotta love

From my God, Family,
Friends, and the World.... :p

Thanks for everything
I'm very proud to be a part of all of you
I love you all


Specially for you, you, you, and you.....
I love all of you full ^_^

Wednesday, July 28, 2010

Biarkan Dia Jatuh

"Biarkan dia mencoba untuk naik sepeda, karena bisa tidaknya naik sepeda bukan di lihat dari apa yang terlihat. Jika dia jatuh manakala engkau mengajarinya naik sepeda, engkau boleh memilih untuk lanjut atau berhenti mengajarinya"

Suatu hari, si anak kecil yang bernama Rindu di panggil oleh temannya yang bernama Linda. Rupanya si Linda ingin menunjukkan bahwa dia punya sepeda baru, dan memerlukan bantuanku untuk memasang beberapa aksesori.

Setiap hari, si Linda bermain dengan sepedanya. Sedangkan si Rindu selalu diminta menontonnya dari jauh. Sesekali ketika Linda membutuhkan bantuanya, maka Rindu akan datang membantunya.

Rindu memendam harapan tinggi suatu saat akan di perbolehkan meminjam sepeda itu. Namun sepertinya, tidak pernah ada kesempatan untuknya mencoba sepeda itu. Bahkan mungkin Linda tidak tahu kalau Rindu bisa naik sepeda. Mungkin di pikirnya Rindu tidak bisa naik sepeda, karena dia tidak pernah melihatnya naik sepeda. Bagaimana Linda bisa tahu apakah Rindu bisa naik sepeda atau tidak, kalau dia tidak pernah meminjamkan sepedanya untuk di naiki?

Benarkah mereka berteman baik? Bukankah teman yang baik akan meminjamkan sepedanya meskipun dia tidak tau apakah temannya itu bisa naik sepeda? Bukankah teman yang baik akan mengajari teman yang belum bisa naik sepeda agar bisa naik sepeda ? Bukankah teman yang baik tidak akan membiarkan temannya diam bengong di pinggir lapangan sebagai penonton? Bagaimana temannya bisa menjadi pintar naik sepeda, kalau dia tidak pernah memberikan kesempatan pada temannya itu untuk mencoba menaiki sepeda? Lebih2 lagi dia juga tidak membantunya belajar naik sepeda. Dia malah asik dan keasikan sendiri bersepeda kesana-kesini....

Kasian ya nasib si teman yang kurang beruntung itu....
Hanya karena dia tidak bisa naik sepeda, bukan berarti dia tidak ingin bisa naik sepeda. Hanya karena dia tidak punya sepeda, bukan berarti dia tidak ingin di ajarkan cara naik sepeda.... Hanya karena.... dan hanya karena.... menyebabkan bla..bla...bla... :(

Monday, July 26, 2010

Again...Again,,,and Again...Be Patient Wilz... :p

Yeah....

Seperti biasa,
Kalau itu terjadi lagi aku hanya bisa diam, tersenyum, dan akhirnya tertawa....
Tak lupa mengelus dada pastinya...

Seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya,
Aku masih tetap yakin bahwa semua akan baik2 saja...
Hanya perlu rasa tidak peduli, dan acuhkan saja...

Bukan salah siapa2...
Kenyataan dan keadaan saja yang membuat semuanya seperti itu.
Memang belum saatnya ulat menjadi kupu2

Biarkan saja kupu2 terbang kesana kemari,
Berbuat sesuka hati...
Karena memang begitulah caranya melewati waktu

Biarkan ulat berkutat di selembar daun,
Menikmati apa yang dia punya,
Melewati waktu dengan sesuatu yang dia mampu

Kalau semua berjalan sesuai aturan,
Maka bukanlah hal yang tidak mungkin,
Ulat akan menjadi kupu2....

Bahkan bawangpun,
Akan menjadi bawang goreng yang semerbak mewangi... :p