Thursday, June 17, 2010

Lagu Untuk Mereka Yang Sedang Terkena Masalah

Thanks to D'Masiv yang sudah melantunkan lagu mellow tapi keren (menurutku) ini. Lagu yang bisa kita pakai sebagai lagu penguat hati manakala kita sedang mengalami krisis kepercayaan diri karena satu atau banyak hal.

Saat ini, aku ingin membagikan semangadh dan harapan yang ada dalam lagu ini untuk aku sendiri, untuk dia, untuk mereka, dan untuk kalian semua. Tetaplah bersemangadh, jangan menyerah, dan bersabarlah..... Semua akan terasa indah, pada waktunya......

D'Massiv ~ Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

reff1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

repeat reff1

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa


***

Yaaa.... Untuk kalian yang sedang sedih karena terkena masalah, tetaplah sabar dan tawakal. Kesalahan adalah guru terbaik untuk kita belajar menjadi lebih baik. Tetaplah ingat bahwa semua badai pasti akan berlalu. Masih banyak orang2 di sekeliling kalian yang akan selalu mendukung, menyayangi dan mencintai kalian sepenuh hati. :)

Pesan sponsor :
Kalau kita mengidolakan sesuatu, maka kita harus berbesar hati. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap hal atau setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Jadi, jangan mengharapkan kesempurnaan dari seseorang atau sesuatu yaaa.... Terima juga kelemahan2nya donk... :)


Sunday, June 13, 2010

Onion's Children

Pernah denger istilah anak bawang? Aku pernah, tapi aku belum mengerti benar mengenainya. Mungkin, aq akan segera bertanya pada pakdhe google.

Tapi, tidak sekarang... Setelah ini saja mungkin... :p

Lets make a quick note about that...
Bawang itu sebuah bumbu wajib untuk membuat beraneka masakan. Di Indonesia terutama (toh istilah anak bawang itu sendiri juga hanya dikenal di Indonesia).
Anak bawang itu, apakah bawang yang ukurannya kecil yang selalu menempel mesra di sebelah bawang yang besar? Mungkin saja...

Kalau begitu, mungkin istilah anak bawang muncul karena orang seringkali malas menggunakan bawang2 mungil itu sebagai bumbu. Disamping ukurannya yang terlalu mungil sehingga menyulitkan penggunanya mengupas kulit, mungkin juga rasa atau kualiasnya jauh berbeda dengan bawang2 tua. Mungkin juga...

Kasian ya si anak bawang itu.... Mungkin kalau dia boleh memilih dan meminta pada Tuhan, dia akan minta di ciptakan sama besar dan sama bagus dengan bawang2 tua. Mungkin juga dia akan minta diciptakan berbeda seperti layaknya cabe rawit, yang tidak harus minder karena ukuran dan kualitas... Mungkin saja...

Tapi dia juga pasti tau bahwa untuk menjadi tua, dia harus melewati masa kanak2 dulu layaknya manusia... Hehehe
Dia hanya perlu menjadi anak bawang yang manis saja sepertinya... Sambil mengantri dan menunggu hingga tiba waktunya dia tumbuh besar sesuai kodratnya...

Wahai anak bawang, tetaplah semangadh dan bergembira. Semua ada waktu dan tempatnya... Tentu kamu juga masih ingat dan yakin pada apa yang biasa kamu katakan bahwa "Semua akan terasa indah pada waktunya" bukan??? :p


Thursday, June 10, 2010

Gebyah Uyahnya Indonesia

Indonesia,

Negaraku, tanah airku, tanah tumpah darahku, dan juga negri tempat tinggalku.
Luas, kaya, indah, makmur, merata, dinamis agamis, dan blablabla.... Terlalu banyak slogan2 yang di gunakan untuk memuja dan memuji negri ini, tak terbatas jumlahnya. Slogan, jargon, penyemangat, dan lain2. Banyak sekali makna dan tujuannya.

Aku hanya ingin berbagi sesuatu yang beberapa hari ini nyangkut di mataku, nempel di telingaku, menggelitik otakku, dan akhirnya mengusik kesedihanku. Hiks..... aku sedih. Ya... aku sedih untukku sendiri, untuk dia, untuk mereka, dan untuk semua orang di Indonesia ini.

Detik ini, saat ini, dan kali ini juga, berbagai macam kata yang dengan kata dasar sedih bertebaran dimana2. Sedih, bersedih, tersedih, sedihnya, sedihpun, sesedih-sedihnya, sesedihapapun, sesedihpun, dan juga menyedihkan. Intinya untukku tetap saja sedih. Sekali lagi hiks....hiks....

Aku sedih untuk dia yang sedang mendapat masalah, cukup bahkan terasa sangat berat. Dia terlibat masalah mengenai sebuah tindakan yang (memang) tidak terpuji. Banyak yang mengatakan bahwa dialah yang telah melakukan hal2 yang tidak pantas itu. Orang lalu berbondong2 menyalahkan, menghakimi, mengutuk, dan membombardir dia dengan segala macam sumpah serapah.

Pihak2 yang sudah lebih dulu tidak suka padanya (terutama kalangan infotainment) pastinya bertepuk tangan riuh dengan munculnya berita ini. Mereka dengan berlomba dan saling (sok) akurat mengundang para pakar, meminta pendapat sana-sini, menilai sana-sini, menyimpulkan sana-sini, dan menilai sana-sini. Sesuka hati mereka. Karena mereka melakukannya dengan sepenuh hati (beralaskan dendam mungkin). ck..ck..ck...

Kemudian banyak pihak yang muncul dengan (lagi2 sok pahlawan) acara baru. (Sok) mewakili kalangan tertentu ingin memeja hijaukan kisah ini. Padahal di lihat pakai mata kaki pun sudah terlihat jelas bahwa pengacara (yang kurang laku) itu hanya ingin (sok populer dan numpang tenar) mendompleng. PPffiiuuhhh.....

Aduh, hilang sudah kata2ku karena konsentrasi selalu terganggu oleh berita2 di Tv. Sesuatu hal yang langka untukku, yang hari ini aku lakukan adalah mendengarkan musik dari laptop dengan headset. Semua aku lakukan demi menghindari suara2 sumbang di Tv tentang mereka yang sedang bermasalah. Next time aja deh tulisanku ini di lanjut. hehehehee

Friday, June 4, 2010

3 Kera Bijak

Beberapa waktu lalu, aku merubah photo profile di account facebook-ku. Dari yang awalnya adalah salah satu photo kebanggaanku ketika sedang khusyuk memandangi laut, menjadi photoku yang sedang menutup mata dengan latar Candi Prambanan. Photo yang di ambil ketika aku dan Ijah melakukan wisata kilat ke Candi Prambanan itu.

Beberapa waktu setelah aku merubah photoku itu, seorang teman mengirimkan sesuatu ke wall-ku. Ketika notifikasi yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang di tulis di wall-ku itu aku klik, maka munculah sebuah penampakan seperti ini,
"Betta Wahyu prof pic mu kaya 3 kera bijak...tapi kurang 2....xixixixixi"

Rupanya temanku betta yang menuliskannya. Membaca tulisan Betta itu, aku menjadi sedikit bingung. Karenanya, kami menuliskan beberapa diskusi mengenai tulisannya itu.

Wilis Juharini Heh??????Apa maksud maneh dengan "3 kera" ? Kalau "Bijak"-nya sih memang iya....hahahahhaha
Betta Wahyu heh...???masak maneh g tahu 3 ker bijak seh....hadoooohhhh..
Wilis Juharini Hehehe... emang itu istilah umum ya bett? Suertekewerkewer eyke nggak ngarti... Coba jelaskan padaku.... :)
Betta Wahyu Mizaru, Kikazaru dan Iwazaru. "See No Evil, Hear No Evil, Speak No Evil."
Wilis Juharini Ouh.... barusan gw nanya asisten gw yg lagi nganggur (google_red). Ho oh yaa... Aku adalah si Kikazaru. Thanks Bet, sudah memberikan sedikit inspirasi....hehehehhehehe

Itu adalah sekelumit obrolanku dengan seorang teman mengenai asal mula tulisanku ini. Thanks to you Betta/L-242 yang telah menjentikkan jari ke arahku dengan sebuah "cerita" sehingga aku bisa kembali punya alasan untuk menulis di sini. :p

Bukan tanpa alasan aku mengganti photo profilku, melainkan karena memang aku sedang mencoba untuk bisa menutup mata untuk beberapa hal. Tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak berkata untuk beberapa hal. Hanya saja setelah aku mengubek2 koleksi photoku, ternyata aku hanya menemukan photo itu sebagai perwakilan. :)

Kembali kepada 3 kera bijak. Setelah meminta bantuan kepada si raja tahu "mbah google", aku menemukan beberapa informasi mengenai "3 kera bijak", termasuk juga dengan gambar. Aku tidak punya gambaran untuk menuliskan tentang cerita 3 kera ini. Aku hanya merasa suka, terlalu suka, dan juga sangat suka dengan gambar dan cerita ini.


Three Wise Monkeys
Mizaru, Kikazaru dan Iwazaru.
"See No Evil, Hear No Evil, Speak No Evil."

Three wise monkeys ini adalah sebuah ukiran yang yang terdapat di Kuil Tosho di Jepang yang sangat terkenal. Ukiran itu adalah Sanzaru (3 kera). Masing-masing kera dalam ukiran itu menutup telinga, mata, dan mulutnya. Menurut kepercayaan, itu melambangkan sebuah ungkapan "Jangan mendengar, jangan melihat, jangan bicara". Ketiga hal itu di percaya berasal dari ajaran Agama Tendai yang menyebar secara luas di Jepang pada Abad ke-8.


Untuk saat ini, nampaknya di samping aku harus lebih mempelajari ajaran agamaku sendiri, mungkin ada baiknya juga mempelajari ajaran agama ini. :p


Thursday, June 3, 2010

Closed your eyes and lay down your body

Jurus andalan yang perlu di pelajari dan lebih di dalami adalah :




















Posisi Menentukan Prestasi

Masih bicara tentang "stop" yang sedikit bersambung


Rupanya, menjadi orang yang tidak perduli atau cuek beybeh itu gampang2 susah dan untung2 rugi ya.... gampang karena kita tidak perlu memikirkan orang selain kita sendiri. Sayangnya, bukan dengan cara itu aku di besarkan hingga gede tua bongsor begini makanya itu menjadi hal yang susah. :p

Untung karena kita tidak perlu sibuk dengan perasaan kita dan perasaan orang lain. Namun semua kembali lagi bahwa bukan dengan cara itu aku di besarkan sampai dengan bantat begini, makanya membuatku rugi bandar. Energi untuk kesana jauh lebih besar. Namun semua memang layak di coba, daripada menjadi penasaran semata. Adam dan Hawa saja sampai makan buah terlarang hanya karena penasaran juga bukan?

Aku tidak yakin ini akan berhasil, namun tidak ada salahnya mencoba dan mencoba. Toh yang nggak boleh di coba2 itu kan kalau buat anak, jadi kalau untuk yang sudah bukan anak2 sepertinya tidak apa mencoba2 (kayak iklan banget ya). Mari kita mencoba menjadi bebal dan lebih bebal lagi. ^_^

Tidak ada yang hilang begitu saja, semua masih tersimpan rapi. Sehingga suatu saat nanti aku bisa kembali menilik, seberapa berhasil atau seberapa besar kegagalan yang sudah aku lakukan. Saat ini, aku tidak ingin memprediksi ataupun sekedar mengira2. Tidak perlu, karena tidak akan ada hadiah atau penghargaan atas itu.

Posisi. Sepertinya semua hanya bermasalah pada "bagaimana kita menempatkan diri", yang kemudian bersambung dengan "bagaimana kita membawa diri", dengan harapan agar tidak ada pihak2 yang dirugikan. Jangan sampai ada yang rugi atau di rugikan, karena memang mereka tidak layak untuk mendapatkan kerugian yang di sebabkan karenaku. hahahahha

Sepertinya, satu alasan yang baru saja aku temukan dan tambahkan dalam daftarku, mengapa aku begitu suka dengan Bella Swan (Twilight Saga). Karena dia sering bermain dengan pikirannya sendiri, memikirkan apa yang bisa dan mungkin terjadi jika begini atau begitu, dan selalu berusaha membentengi dirinya sendiri agar tidak membuat orang lain merugi atau di rugikan karenanya. Berasa familier dengan kebiasaan si Bella itu bukan? (thanks to Stephanie Meyer sebagai penciptanya, i'm promise to buy the original Twilight Saga) :p

Kepada mereka yang selalu aku hormati dan banggakan, cuma satu harapan yang bisa aku simpan. Just say what you have to say, when I make mistakes...and also when I was right... Just Let Me Know Anything... Please... :)


Friday, May 28, 2010

Stop... !!!

Semua berawal dari sebuah kata, Stop...!!!

Satu kata yang cukup membuatku banyak berfikir, bercermin, menilai, dan mengerti.

Orang lain adalah orang lain... Orang lain adalah orang yang seharusnya berada d luar garis batas permainan... Orang lain adalah orang yang seharusnya hanya berhak menjadi penonton... Orang lain adalah orang yang tidak berhak ikut campur... Orang lain adalah orang lain...

Ketika aku mendengar sebuah kalimat yang mengandung unsur 'orang lain' itu, aku hanya bisa diam. Seperti biasa, dian dan menunggu semuanya berlalu... Menunggu dan berharap agar semuanya benar2 bisa berlalu. Ternyata semua memang berlalu di sekitarku, namun tidak di dalam sini...

Masih ada yang bertahan dan membandel... Tapi aku hanya bisa tersenyum dan meringis sedikit... Biarkan saja...

'Stop melibatkan semua orang lain dalam kehidupan kita'