Hari ini akhirnya datang...
Selama ini aku selalu bisa mengatasi rasa resah dan gelisah saat mendengar berita apapun, menyaring dan menyisakan rasa yang "biasa saja".
Not today.
Aku rasa, sudah ada akhir dari apa yang terjadi hari ini. Tapi mungkin jangan dibilang dulu atau you're gonna jinx it.
Kenapa kali ini berbeda?
Karena ibaratnya Pohon Durian Berkaki Tiga, hanya tinggal 1 kaki yang mulai keropos, dan dua kaki yang tinggal setengahnya berfungsi. Apa yang bisa diharapkan? Apakah Aku masih bisa berharap bisa panen Durian? Mungkin.
Di sela kegamangan dan ketidak pastian ini, aku paksa secuil kemungkinan untuk tinggal. Menjadi penenang, penopang, atau mungkin penghalang agar pohon ini tidak tumbang. Selalu ada kemungkinan. Mungkin semua akan baik-baik saja. Mungkin.
Jika tiba saatnya nanti aku sampai di ujung lorong, aku akan kembali ke sini. Menceritakan bagaimana serunya perjalanan menyusuri lorong gelap lembab penuh tetesan dan rembesan air yang menciptakan lumut lebat. Seru pastinya.
Seperti seseorang pernah berkata, 'Mereka hanyalah ikan yang berenang di lautan",
Kali ini aku akan berkata, "Ini hanyalah satu cerita yang harus kita tulis agar bisa dibaca pada waktunya".
Tidak ada Semangadh hari ini, mungkin besok
Tidak ada Rasa Aman hari ini, mungkin besok
Yang tidak ada hari ini, mungkin besok ada
Jayadewata, 8-8-2024
No comments:
Post a Comment