Being present...
Adalah materi yang diberikan oleh salah satu pemateri training komunikasi dikantor kami pada saat annual meeting kemarin. Pemateri ini adalah pemateri yang konon katanya dipakai juga oleh apple dan google untuk team mereka. What an honor banget nggak sih bisa ikutan...
Setelah mengikuti sesi nya, memang saya menjadi jatuh hati. Jenis materi ini yang sudah lama sekali saya tunggu-tunggu untuk hadir dilingkungan kerja saya. Saya sangat menikmati sesi yang dibawakan dengan rileks (meskipun denger2 tidak serileks harganya. ahahaa).
Namun sayang, karena fokus utama kantor saya untuk menggunakan jasa pelatih itu bukan untuk divisi saya, tapi divisi lain. Jadi waktu yang saya ikuti hanya sedikit. Tapi lumayan lah daripada tidak sama sekali. Setelah mengikuti sesi singkat itu, ternyata semakin memperkuat keinginan saya untuk ikut pelatihan serupa lagi dan lagi. Nah loh gimana ini... Entahlah apakah keinginan rakyat jelata ini akan sampai pada telinga baginda raja... #eeeaaa #mulailagilebaynya
Intinya, untuk bisa berkomunikasi dengan baik, bisa mendengarkan pesan, menerima pesan, dan menyampaikan kembali pesan dengan benar itu, kita harus being present. Benar-benar present. Hadir. Nggak setengah-setengah, nggak sambil melamun apalagi. #itusaya
Contoh yang dipakai hanya kata yang bunyinya SAN. Interpretasi mulai datang macam-macam dari berbagai penjuru ruangan. Ada yang bilang Sun Rise, ada yang bilang daylight, ada yang bilang morning. Dan saya koq mikirnya anak laki-laki. ahahaha... Gitulah intinya.
>>> Dengar-Dengar <<<
Si seseibu yang itu mau hadir kembali dan diimpor kenegri tercinta. Duh, berharap banget bisa diikutsertakan dalam pelatihannya lagi. Meskipun cuma suruh duduk, mendengarkan, atau bantuin transfer flipchart ya boleh lah. Segitu memang pengennya saya ikutan... ahahaha
Let's cross our finger, #backofficesquad !!!
Nah, kalau sekarang ini saya mau nyampah perihal kesulitan saya being present. Mendadak muncul disuatu sore kalau tidak salah. Jadi seperti biasa tangkapan layar status bekerja. Seperti ini:
Saya lebay ya?
Iya memang... Nggak usah bilang enggak... Karena memang iya... ahhahaaa
Kepala saya ini, seperti kuda yang masih baru turun gunung. Kadang dia bisa anteng aja khusyuk makan rumput sambil mendengarkan sekeliling. Tapi kadang bisa mulai jalan-jalan sendiri maju mundur syantiek. Terkadang pula bisa mendadak lari tak tentu arah naik turun gunung gitu. Nggak percaya? Duh, gimana ya menjelaskannya... Ya gitu lah pokoknya.
Hamparan dan Suara Air, serta perjalanan, adalah area rawan yang menjadi favorit saya. Itu juga sangat benarrrr...
Orang-orang yang cukup lama bersama saya, pasti tidak asing dengan suara mellow mendadak dari saya yang bunyinya "Duh, aku mulai mellow... Seperti onggokan daging" manakala ada hamparan air disekeliling saya. Biasanya kalau saya ada ditepi sungai, tepi danau, diatas laut, dipantai, dikolam, atau sejenisnya. Karenanya kemana-mana saya selalu membawa buku (novel/sudoku/kindle) atau juga menggunakan note di hp saya. Untuk jaga-jaga ketika jiwa mellow saya menang dan muncul barisan-barisan kata yang kadang syahdu tralala... #eeeaaa
Teman-teman kerja saya sih sudah lebih biasa dan cuma komen pendek "Dih, si Wilis kumat noraknya". dan meninggalkan saya meleleh dipinggiran, atau malah memancing saya mulai menyanyi. #dih #temanmacamapa
Di perjalanan?
Ini juga... Duh, banyak banget yang mau ditulis, tapi berlarian duluan dikepala. Gimana ini?
Ok. Satu-satu pakai contoh saja.
Pertama perjalanan dengan pesawat. Ini biasanya obrolan saya bersama Mbak D, atau si Bambang alias Salmul.
Saya : Aku yang jendela aja ya
Mereka : Aku aja yang jendela.
Saya : Kalian buat apaan jendela
Mereka : Ya buat tidur lah apalagi
Saya : Duh sayang banget jendela buat tidur... Mending buat aku... Aku perlu jendela buat melamun... Memandangi hamparan awan... Melihat bumi dari kejauhan... Mengurai isi kepala yang tumpuk menumpuk sambung menyambung menjadi satu...
Mereka : Ih amit-amit....
Kedua adalah perjalanan dengan kereta. Kalau ini sih biasanya tidak pernah ada perdebatan. Karena hanya ada antara saya dan mas bojo. Eh enggak dink. Sekarang ada K yang juga suka duduk di jendela untuk melihat-lihat pemandangan. Which is fine karena pada akhirnya dia akan menikmatinya bersama saya. Melihat pepohonan, kampung-kampung, kota-kota, kebun-kebun, sungai, dan lain sebagainya bergerak diluar jendela kereta, adalah juga favorit saya. Menyenangkan.
Ketiga adalah perjalanan dengan kendaraan darat seperti mobil, bis, truck, dan lain sebagainya. Sama seperti dengan kereta... Saya menyukainya. Waktu diperjalanan, adalah waktu berharga yang biasanya saya gunakan untuk diri saya sendiri... That's my quality me time...
Ke empat adalah perjalanan diatas laut...
Ini sering sekali membuat saya meleleh bagaikan onggokan daging ditepian. Biasanya saya akan menyibukkan diri dengan membaca. Kalau tidak, mata saya akan terpaku menatap kejauhan, dengan isi kepala yang berenang-renang timbul tenggelam dilautan dalam. Suatu saat saya bersama dengan teman-teman organisasi pecinta alam harus naik kapal KM. Wilis dari Jakarta ke Ketapang. Butuh waktu 3 hari 2 malam diatas kapal. Hampir semua teman saya tumbang dengan muntah dan mabuk laut. Saya? Saya sangat menikmati perjalanan dengan duduk di geladak menunggu Ikan Indosiar muncul. Saya merasa tenang dan damai.
Suatu waktu saya sedang traveling sendirian untuk merayakan tahun baru ke Karimun Jawa. Dari Pelabuhan Kartini Jepara saya naik kapal ke Karimun Jawa. Saat itu saya membawa buku Perahu Kertas nya Dee Lestari... Komplitlah sudah perjalanan itu saya habiskan dengan bermellow ria bersama Kugy dan Keenan. Terlebih lagi saya menginap di Wisma Apung yang benar-benar mengapung diatas laut. Ditambah dengan mereka-mereka teman baru yang unyuk unyuk yang kemudian menjadi teman seperjalanan sampai dengan pulang. Komplit sekali.
Yang kelima adalah perjalanan diatas motor....
Sudah pasti ini yang paling tidak dianjurkan, tapi apa mau dikata. Kepala saya terkadang suka nakal dan bergerak sendiri. Beberapa kali saya hampir nyeruduk karena ke mellow an saya ini. Gitu deh pokoknya.
Seperti yang saya sertakan dalam screenshot an diatas, antara past dan future saya, itu ternyata adalah bagian besar dari present saya. Saya sedang dalam masa uji coba untuk ini. Doakan saya pemirsa!
Love,
WJ

No comments:
Post a Comment