Jadi ceritanya pagi ini saya dan Mas Bojo mengantarkan Mbak K ke sekolah bersama karena: 1) Saya nggak bisa jemput karena mau bertemu teman-teman; 2) Morning rutin nya ngaret jadi waktunya mepet. Butuh Mas nya yang bisa wes ewes ewes di jalanan.
Sampai sekolah K masih jam 7 kurang 2 menit. Pas banget lah ya buat buka helm buka jaket dan lari ke pintu. Nah setelah itu, Mas Bojo saya mau menemani saya ke Lapangan Sempur. Bukaaaan... bukan menemani lari... Saya lari, dia sarapan cantik pastinya. ahahhaa
Kenapa Mas Bojo harus nemenin? Karena kalau saya nggak bawa motor, saya nggak punya bagasi penyimpanan tas. Jadi Mas Bojo jadi loker sementara saya. Sekian.
Nah, setelah saya lari Mas Bojo pulang, dan saya menuju sebuah kedai kopi yang namanya kondyang seantero dunia itu. Saya memilih jalan kaki saja. Mas Bojo mau nganter, tapi saya tolak. Bukan marahan. Tapi kedai kopinya baru buka jam 8 (setahu saya) sedangkan saat itu bara jam 7.30. Jadi saya jalan santai ajaaa dulu yekaaan...
Akhirnya saya blusukan dari gang ke gang.... Banyak pikiran berloncatan dari dalam kepala saya, tapi belum ada waktu untuk sharing. Saya share aja quick post di WA status saya (yang demi menjaga ide biar nggak hangus tersebul asap kendaraan di jalanan) saja ya.
I think it will be good for 1 chapter of "That". Let see kalau bisa kejadian... heuheuehue

No comments:
Post a Comment