Mas Raka, jadi begini ceritanya...
Dari minggu lalu, saya sudah merasa berdebar-debar rasanya. Membayangkan rasanya menikmati martabak terkenal punyanya Mas Raka di Solo City.
Sampai dengan kemarin, saat saya menginjakkan kaki ke Kota Solo ini, hati saya masih berdebar-debar. Pengen cepet-cepet nangkring syantiek di kedai martabak nya Mas Raka. Namun karena lelahnya badan tak bisa dilawan, akhirnya baru hari ini saya bisa nangkring syantiek di kedai markobar nya Mas Raka sebentar bersama dengan 2 teman saya.
Kesan pertama saya terkadap kedai Mas Raka, hmmm.... Anak muda sekali konsepnya (saya jadi merasa muda) :-p
Kamipun tak membuang kesempatan dan memesan martabak yang konin legendary di markobar ini. Martabak 8 rasa dan teh panas (yang karna kita disolo maka pasti manis). Kami duduk menunggu martabak 8 rasa sambil mengamati sekeliling. Dekorasi ruangannya terasa sangat.... Anak muda... Yang sedikit sulit diterima akal (sedikit) tua saya... Hehehe. Seandainya saja saya ini boleh usul, nanti tolong dindingnya ditambahi dengan gambar/tulisan yang menyemangati dan positif gitu ya? Pasti makin uhuyyyy... :-)
Akhirnya tiba saatnya martabak 8 rasa tersaji di hadapan kami... Dan kami diam terpaku... Seolah melihat fenomena alam yang luar biasa. Diam seribu bahasa dengan mata terbuka.... Beginilah penampakan martabak 8 rasa yang legendary itu, setelah di ambil yang topping nya keju dan meisis:
Coba teman-teman katakan padaku apa kesanmu? Hehehehe
Mas Raka,
Aku dan kedua temanku sedikit bingung, katanya kan martabaknya 8 rasa. Kepalaku sudah liar membayangkan nikmatnya martabak polos, coklat susu, kacang, gula, ketan hitam, nangka, pisang, strawberry dan aneka buah lainnya yang berada dalam satu loyang sajian. Tapi nampaknya saya terlalu berkhayal. Hehehehehe
Spontan saya dan teman saya saling menatap mesra, tersenyum dan secara kompak berdiri. Rupanya kami sehati. Kami menuju meja kasir untuk membaca menu. 8 rasa... Oow... Rupanya 8 rasa itu seperti kit kat, tim tam, nuttela, toblerone, dll.... Hahahahaha
Menurut saya sih Mas Raka, ini jadi martabak 2 rasa. Rasa keju dan rasa coklat... Hehehehe. Mudah2an nanti varian rasanya bisa makin bervariasi ya Mas Raka ya.... Mudah-mudahan rasa-rasa yang ada di bayangan saya itu nanti bisa tersedia di markobar. Aamiin.
Oh iya Mas Raka,
Saya mau usul lagi boleh yaaaa.... Itu kayaknya di atas markobarnya kalau di kasih bendera-benderaan kecil dari kertas dan tusuk gigi yang menyebutkan rasa dari masing-masing bagian akan lebih syantiek deeh... Coba dipertimbangkan yaaa... :-)
Demikian surat saya untuk Mas Raka dan Markobar nya. Mudah-mudahan berkenan. Terima kasih.
Sebetulnya saya punya surat juga untuk Bu Wongso Lemu, tentang porsi nasi liwetnya yang imut-imut dan bikin saya harus nambah. Hehehhee. Oh iya, buat Selat Mbak Lies juga yang dagingnya mungil sesendok. Hehehehehe. Tapi nggak jadi ah. Saya simpan di hati saja. Soalnya rasanya enaaaakk... Jadi saya cinta. Baru 2 hari saja di Solo, sudah bisa bikin 3 surat cinta... Makin lama di Solo, apalagi yang mau saya cintai? Hahahahaha

1 comment:
rasanya..coklat agak mahal, coklat mahal dan coklat murah :))))
Post a Comment