Monday, April 6, 2015

Menjadi Orang Tua

Kalau aku sebutkan password itu di depan suamiku, dia pasti akan dengan cepat memajukan bibirnya dan menggumam... "jadi bapak itu gampang, jadi orang tua itu susah... blah...blah...blah...". Iya, dia sudah hafal betul dengan nyanyian merduku yang satu itu. Kalau sedang merasa kesal atau jengkel melihat tingkahnya yang aneh didepan anak kami, maka dengan merdu laguku itu akan kulantunkan...

Laugh and Laugh
Suamiku memang unik
Selama lebih kurang 10 tahun kebersamaan kami, mungkin bisa di hitung jari saat-saat dimana kami bertengkar hingga lebih dari 1 hari. Selebihnya, tidak akan bertahan lama. Dongkol didalam hati sih masih ada, tetapi amarah yang penuh dengan angkara murka membara hingga ingin rasanya mencabik-cabik mukanya sudah pasti hilang cepat. Bagaimana mungkin? Mungkin... Karena dia selalu bisa mencairkan suasana dengan kelakar lucu, ekspresi aneh, atau dengan diam nya yang ajaib. Mungkin sebetulnya dia terlahir dengan niatan menjadi salah satu anggota Ria Jenaka. But I just love the way he is. 

Apa hubungannya kejenakaan suamiku dengan kalimat Menjadi Orang Tua?
Seperti yang sudah aku sebutkan, nyanyian merdu itu akan selalu kulantunkan ketika melihat suamiku yang jenaka itu melakukan sesuatu yang "tidak-tidak" di depan anakku. Aku melihat anak perempuanku ini sangat mengidolakan suamiku, ayahnya. Segala sesuatu yang di lakukan ayahnya, yang di ajarkan ayahnya, sangat cepat dia ikuti dan tirukan.

Contohnya?
Pernah suatu malam kami bertiga sedang bercanda sebelum tidur. Anakku ingin minum susu dan minta pada ayahnya yang sedang memegangi susu kotak nya. Dia dengan sangat manisnya bilang "njam...njam...mimik...mimik...". Ayahnya dengan iseng dan maksud bercanda, menyembunyikan susu kotak itu di samping badannya sambil memasang tampang tidak boleh, sedikit melotot, dan lengkap dengan suara "hh...". Beberapa kali dia melakukan hal itu, yang aku terlambat menyadarinya.

Hasilnya?
Sampai dengan sekarang, kalau anakku sedang memegang sesuatu dan didekati orang (aku, ayahnya, tetehnya, saudaranya, temannya), dia akan langsung menyembunyikan sesuatu itu di samping badannya dan menunjukkan raut tidak boleh, lengkap dengan pelototan dan suara "hh..". #Duuuhhh....

Karenanya, setiap kali suamiku mulai bertingkah aneh didepan anak kami, atau memberikan contoh ajaib padanya, nyanyian burung wilis akan segera terdengar merdu :
"Ayah, jadi bapak itu gampang. Hamili anak orang, anaknya lahir, udah jadi bapak. Tapi jadi orang tua itu susah... Mesti ngajarin yang benar, nyontohin yang benar, menunjukkan yang benar... dan itu memang nggak gampang. Kita mau jadi orang tua yang baik kan untuk anak kita? bla... bla... bla..." kalau sudah sampai pada bagian intro, suamiku akan diam berlalu sambil cengar-cengir keluar kamar. Tinggal aku yang dongkol bin jengkel kuadrat @#$%^&*@#$%^&*

Mudah-mudahan kita selalu dimudahkan dalam usaha menjadi orang tua dari anak-anak kita. Aamiin.

No comments: