You might say that I am lebay... Maybe I am...
Tapi gimana donk. Tidak bisa serta merta begitu saja terjadi.
Jadi ceritanya, minggu lalu dari sekolah K untuk mata pelajaran agama, semua murid di minta melakukan satu hal yang intinya berbagi dan memberi bagi yang membutuhkan. Orang tua diminta mengambil foto dan mengunggahnya di Google Classroom. That's it! Simple kan?
Nah, untuk hal simpel itu, rupanya tidak serta merta menjadi simpel untuk saya. Saat membaca tugas di google classroom, saya sudah bisa membayangkan bahwa saya akan membelikan K makanan atau gorengan untuk Pak Satpam komplek, atau para petugas kebersihan di komplek. Sekali jepret, upload, selesai. Batas waktunya satu minggu. Ah, sehari juga cukup kalau cuma gitu aja sih. Batin saya waktu itu.
A week passed by...
Rupanya tugas belum juga terkerjakan. Tadi pagi, saat ada acara google meet dengan guru mata pelajaran, K bilang pada saya:
"Bunda, cuma aku yang belum ngumpulin tugas agama. Tapi Bu Martha nice, aku di beri second chance untuk mengerjakan, tapi harus segera" katanya. Saya hanya tersenyum tipis mengiyakan.
Apakah saya malas? Atau saya berlindung pada banyaknya pekerjaan seperti yang selama ini saya lakukan? Tidak. Kali ini bukan seperti itu. Ada alasan lain yang membuat saya menunda tugas ini.
Sedari minggu lalu, hampir setiap hari saya membeli makanan atau cemilan tambahan. Dengan niat untuk diberikan kepada orang, sekaligus untuk mengerjakan tugas K. Tapi, saat mendekati target (orang yang akan kami beri_red), mendadak bibir saya kelu. Tidak mampu mengatakan "maaf saya foto dulu ya, untuk tugas sekolah". Jadi, makanannya saya berikan begitu saja. Keesokan harinya juga begitu, dan seterusnya.
Entah kenapa nyali saya ciut sekali. Saya merasa tidak mampu mengalahkan rasa tidak enak hati saya. Bahkan hanya untuk tugas sekolah sekalipun. :-(
Beberapa waktu lalu, saat sedang di atas motor menuju tempat les nya K, saya berbicara mengenai tugas ini padanya. Kira-kira begini:
B(unda) : Mbak, kamu tahu nggak kenapa tugas agama kamu belum bunda kumpulkan?
K : Kenapa?
B : I doesn't feels right aja gitu. Bunda nggak bisa bilang minta foto setelah ngasih sesuatu ke orang. Do you get that?
K : Ya, short of. It feels weird memang ya.
B : You know why?
K : Ya kan kalau kita mau give things to others, we just give it. Kalau pakai foto-foto itu jadi weird kan?
B : Exactly... Karena kan sebetulnya kalau kita mau give things to people, ya you give aja. Bahkan katanya kan if you give by your right hand, don't let your left hand know.
K : So now you understand my feelings when you ask me untuk mengerjakan tugas kan? (hahaha, totally melenceng from the subject).
B : What do you think I should do?
K : I don't know... Tell Bu Martha maybe?
B : Tapi nanti kita kayak chicken out gitu nggak?
K : Hahahahhaa... That's sounds funny
B : Besok kita coba lagi sama Bi Enih aja yuk. Kan kalau sama Bi Enih kita bisa sambil bercanda gitu kan?
K : Iya bisa. That's good idea...
OK. Deal. Besok kami akan coba dengan Bi Enih. Kalau masih tidak juga bisa keluar dari mulut ini permintaan untuk foto, K saya titip aja ke Bu Tedjo. Biar ngerjain tugas sama beliau. hahahaha
I know it should be simple...
Just say "This is for school assignment".
Everyone would understand.
But still...
It's hard to do...
My mouth simply can not be opened to say so...
No comments:
Post a Comment